Pesawat Wings Air ATR 72-600
BENGKULU MUKOMUKO TRAVELING

Serunya Pengalaman Pertama Naik Wings Air ATR 72-600

“Mbak Komi, sudah pernah naik pesawat Wings Air ATR 72-600 belum?” tanya Mas Danang Mandala Prihantoro. “Belum pernah mas,” jawab saya.

“Hari Kamis cobain ya,” ajak Corporate Communication Strategic Lion Air itu via WhatsApp.

Yap. Kamis, 25 Oktober 2018 menjadi hari pertama pesawat Wings Air ATR 72-600 terbang dengan rute Kota Bengkulu-Mukomuko. Kebetulan saya yang merupakan jurnalis Harian Rakyat Bengkulu berkesempatan ikut penerbangan perdana.

Senang sekali tentunya. Apalagi pesawat jenis ini belum pernah saya tumpangi sebelumnya. Kalau kemana-mana, biasanya naik tipe boeing yang ukurannya lebih besar.

Setelah hampir sepekan berkomunikasi, jadwal yang dinanti pun tiba. Saya bersama sembilan undangan lainnya yang diundang terbang gratis, berkumpul di Bandara Fatmawati. Selain saya, jurnalis yang diundang ada mas Karjiyo Radar Utara (www.mbahkakung.com), Demon Fajri dari okezone.com (www.jelajahhutan.com),  bang Firmansyah dari kompas.com, Iyud Dwi Mursito (Bengkulu Ekspress) dan Sugiharto Purnama dari LKBN Antara.

Selain itu juga ada dua vlogger mas Sofian Rafflesia dan Andika Nugraha Media Utama. Juga Mukti Trio Putra dan Adietya Muhlizar planespotter Bengkulu.

Jarum jam yang saya kenakan menunjukkan waktu pukul 10.30 WIB. Saatnya keberangkatan. Siang nan cerah. Deru mesin pesawat Wings Air ATR 72-600 menyambut kedatangan para penumpang dengan nomor penerbangan IW 1135.

Pesawat dengan 72 kursi duduk ini sudah siap membawa rombongan untuk terbang perdana menuju Bandara Mukomuko di Bandar Ratu. Sebelum berangkat para penumpang ini menjalani prosedur keberangkatan yang sama dengan penumpang pesawat lainnya, penumpang masuk melewati keberangkatan.

Tak perlu menunggu lama, pesawat kami siang itu lepas landas pukul 10.40 WIB. Saya mendapat tempat duduk di dekat jendela. Tentu saja posisi terbaik. Karena dengan begitu saya lebih leluasa melihat keluar jendela dan bisa merekam video lebih banyak.

Rasanya tak jemu menikmati pemandangan di sepanjang garis pantai pesisir baratnya Bengkulu. Melintasi langit Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara sekaligus dengan jarak 247,0 km. Ayiknya, perjalanan sejauh itu ditempuh hanya dengan 35 menit saja. Cepat bukan? Tentu saja lebih cepat dibandingkan jalur darat yang memakan waktu 6-7 jam.

Jadwal Terbang

Pemandangan Mukomuko dari dalam pesawat.
Pemandangan Mukomuko dari dalam pesawat.

Jadwal penerbangan Wings Air Bengkulu-Mukomuko-Bengkulu, ada setiap hari. Tiketnya sudah bisa dibeli dengan mudah melalui aplikasi, dengan harga mulai dari Rp 310 ribu saja (bisa berubah sewaktu-waktu).

Di Bandara Mukomuko, cuaca terik begitu terasa. Kedatangan penumpang perdana ini disambut langsung Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH, Kepala Bandara Mukomuko Irpansyah Putra Rahman, SE, dan jajaran pejabat Pemda Mukomuko.

Dibandingkan sebelumnya, kondisi bandara tampak bersih dan rapi. Fasilitasnya pun sudah semakin baik, walau sebelumnya sempat tidak lagi dilintasi rute pesawat perintis.

Di Mukomuko, peresmian kedatangan pesawat baru ini ditandai dengan memecahkan kendi dekat ban pesawat. Sebagai simbol agar penerbangan diberi kelancaran dan membawa kebaikan untuk masyarakat Mukomuko.

Bandara ke-117 yang Dilayani Wings Air

Pada kesempatan itu, Direktur Operasi Wings Air Capt. Redi Irawan mengatakan Bandara Mukomuko merupakan bandara ke 117 yang dilayani Wings Air. Ia berharap dengan adanya transportasi udara ini, hubungan pemerintahan, bisnis, pariwisata, dan hubungan masyarakat lebih meningkat.

“Mukomuko destinasi Wings Air ke 117 dari 300an bandara di Indonesia. Saya yakin nanti akan terus berkembang. Tidak menutup kemungkinan rutenya akan bertambah,” sampainya.

Minta Tambah Rute

Wings Air ATR 72-600 masih berada di Bandara Fatmawati menunggu penumpang.
Wings Air ATR 72-600 masih berada di Bandara Fatmawati menunggu penumpang.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Ir. B. Budi Jatmiko saat menyampaikan sambutannya berharap kedepannya akan ada rute baru lagi yang dibuka. Bahkan ada permintaan khusus untuk penerbangan tanpa transit Bengkulu-Bandung, Bengkulu-Medan dan Bengkulu-Yogyakarta.

Pasalnya arus penumpang ke tiga provinsi tersebut dinilai sudah cukup banyak. “Kalau rute ke tiga kota besar ini sudah dibuka, masyarakat Bengkulu tidak perlu lagi transit. Bisa langsung sampai ke tujuan. Demikian sebaliknya,” ujar Budi Djatmiko.

Tak hanya itu saja. Budi menambahkan Pemprov saat berupaya agar juga dibuka rute penerbangan dari Bengkulu ke Enggano dan Mukomuko ke Padang. Alasannya dua wilayah tersebut potensi penumpangnya juga cukup baik.

Bupati Beri Apresiasi

Bupati Mukomuko Choirul Huda menyambut kedatangan direksi Wings Air dan pejabat Pemprov Bengklu
Bupati Mukomuko Choirul Huda menyambut kedatangan direksi Wings Air dan pejabat Pemprov Bengkulu

Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH mengapresiasi rute penerbangan baru ke kabupaten yang dipimpinnya. Pada kesempatan itu Choirul memaparkan perekonomian yang bisa dihasilkan Mukomukobisa mencapai Rp 9 triliun per tahun.

Namun sayang, hanya kurang dari Rp 1 triliun yang masuk kembali ke Mukomuko. Salah satu penyebabnya, karena tak sedikit masyarakat Mukomuko berbelanja di provinsi lain.

Dengan adanya alat transportasi yang lebih cepat, toko-toko grosir bisa lebih banyak dibuka du Mukomuko. Harapannya masyarakat akan membelanjakan uangnya tidak keluar daerah.

Choirul pun optimis Mukomuko bisa menjadi daerah berkembang. Iklim investasi yang sudah baik, akan lebih baik lagi.

Ia pun berharap, penerbangan komersial Wings Air di Mukomuko berlangsung selamanya. Apalagi Mukomuko menjadi daerah nomor dua pertumbuhan ekonominya di Provinsi Bengkulu setelah Kota Bengkulu. “Mudah-mudahan pesawat ini terus terbang ke Mukomuko,” ungkap Choirul.

Keunggulan Wings Air ATR 72-600

Saya bersama dua vlogger Sofian Rafflesia dan Andika Akadika
Saya bersama dua vlogger Sofian Rafflesia dan Andika Akadika

FYI ya guys, pesawat ATR (Aerei da Trasporto Regionale atau Avions de Transport Régional) Aircraft ini berasal dari Toulouse Blagnac, Perancis. ATR 72-600 dikenal sebagai pesawat baling-baling (propeller) modern dan canggih di kelasnya.

Kecanggihannya antara lain menggunakan teknologi avionik terbaru serta fitur “synthetics runway visions”. Sistem ini mampu memberikan bantuan visualisasi runway saat mendarat. Selain itu memberikan keuntungan karena ramah lingkungan (emisi rendah), bahan bakar lebih hemat dengan efisiensi biaya perawatan.

Dengan armada ini, Wings Air akan menyesuaikan permintaan pasar dan pelanggan dengan didasarkan jarak rute penerbangan, tingkat isian penumpang, memperkuat layanan rute yang sudah ada, rencana pengembangan atau pembukaan rute baru, frekuensi terbang per hari serta operasional bandar udara, khususnya setingkat kabupaten.

Pesawat ini didesain mampu lepas landas dan mendarat di panjang runway kurang dari 1.600 meter. ATR 72-500/ 600 milik Wings Air berfungsi untuk operasional waktu tempuh hanya berkisar 60 menit atau melayani penerbangan point to point pada rute jarak dekat.

Tarif tiketnya juga terjangkau. Sehingga memberikan alternatif terbaru dalam melakukan perjalanan antardestinasi yang lebih cepat bagi travelers. Pesawat ini bermuatan 72 penumpang dalam kelas ekonomi.

Sensasi penerbangan antara lain pintu untuk penumpang hanya satu diletakkan di bagian belakang pesawat sebelah kiri dan pintu kargo terletak di depan sebelah kiri. ATR 72-600 dibekali interior yang dirancang lebih futuristik, sehingga menawarkan layanan terbaik bagi setiap travelers. Diantaranya dapat bersantai ketika di kabin, bisa bekerja atau hanya menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan karena pesawat mampu terbang dengan rendah.

Pesawat Penghubung

Wings Air dengan ATR 72 berperan sebagai feeder (penghubung) penumpang dan distribusi barang. Para wisatawan ditawarkan kemudahan layanan jaringan penerbangan yang saling terhubung (connecting flight) dengan Lion Air (kode penerbangan JT), Batik Air (kode penerbangan ID), Malindo Air (kode penerbangan OD) dan Thai Lion Air (kode penerbangan SL) member of Lion Air Group.

Upaya Wings Air tersebut dalam mendukung program pemerintah untuk mendatangkan turis dan membantu percepatan ekonomi daerah sejalan dengan pembukaan bandar udara baru di daerah, sebagai salah satu gerbang wisata.

Hingga kini, Wings Air telah terbang ke 117 destinasi dalam dan luar negeri. Untuk jaringan regional, sudah melayani ke Kuching, Malaka di Malaysia. Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari dengan didukung 61 pesawat ATR 72-500/ 600.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top