Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Yunus terus meningkatkan kualitas pelayanan, juga fasilitas sarana dan prasarana. Upaya peningkatan ditunjukkan dengan dibangunnya satu unit gedung baru senilai Rp 57 miliar dari anggaran tahun 2018.

KOMI KENDY, Kota Bengkulu

BANGUNAN empat lantai yang didominasi warna cokelat, kini sudah berdiri megah di lingkungan RSUD M. Yunus. Kemarin siang (14/1), RB ikut melihat langsung ke dalam ruangan yang nantinya akan digunakan untuk melayani pasien rawat inap di rumah sakit umum terbesar di Provinsi Bengkulu ini.

Gubernur Rohidin Mersyah saat melihat data jumlah ruangan di RSUD M. Yunus.

Gubernur Rohidin Mersyah saat melihat data jumlah ruangan di RSUD M. Yunus. Foto: Komi Kendy

Kesempatan ini bersamaan dengan inspeksi mendadak (sidak) oleh Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah yang meninjau langsung kondisi ruangan. Ia tampak didampingi oleh Direktur RSUD M. Yunus dr. Zulki Maulub Ritonga, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi H. Herwan Antoni, SKm, M.Kes, M, Si, Wadir Umum dan Keuangan dr. Nita Wulansari.

Jika dilihat, bangunan yang cukup mencolok ini tidak mirip dengan arsitektur rumah sakit sebelumnya. Dari luar justru lebih mirip dengan hotel. Mulai dari kamar hingga toilet.

“Karena dari luarnya sudah mirip dengan hotel, maka pelayanan dan fasilitas di dalamnya juga sudah kami rancang mirip juga dengan hotel,” kata Direktur RSUD M. Yunus dr. Zulki Maulub Ritonga mengawali perbincangan di halaman gedung baru.

Zulki mengungkapkan, ada 82 kamar yang nantinya dioperasikan dengan 160 tempat tidur. Terdiri dari 2 kamar VVIP, 17 kamar VIP, 24 kamar kelas I, 21 kamar kelas II, 12 kamar high care dan enam kamar isolasi. “Lantai 1 sampai lanta 3 kelas 1,2 dan 3. Lantai 4 khusus VIP dan VIIP. Dilengkapi dengan lift,” tutur Zulki.

Gedung baru RSUD M. Yunus, ungkap Zulki, dibangun sejak 12 Juli 2018 lalu. Proyek yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana pendamping dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ini dirancang mengusung konsep green hospital.

Apa Itu Konsep Green Hospital?

Sidak Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di bagian luar gedung baru.

Sidak Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di bagian luar gedung baru. Foto: Komi Kendy

Zulki menjelaskan, perancangan dan manajemen green hospital berorientasi bangunan yang berwawasan lingkungan. Konsep ini menjadi jawaban atas tuntutan kebutuhan pelayanan atas pelayanan prima, berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit.

Demi menciptakan penyembuhan pasien yang efisien, paduan antara arsitektur dan pelayanan rumah sakit perlu dipadankan. Arsitektur memiliki peranan penting dalam usaha penyembuhan pasien. Sehingga desain bangunan, interior dan lingkungan di sekitarnya harus memberikan motivasi dalam proses penyembuhan pasien.

“Makanya ini gedungnya dibuat jendela yang lebar. Supaya pencahayaannya cukup. Di siang hari tidak perlu menghabiskan banyak energi listrik. Pengelolaan limbahnya akan diatur pro terhadap lingkungan. Kita juga akan buatkan taman dengan tanaman hijau,” ujar Zulki.

Selain mengedepankan green hospital, RSUD M. Yunus juga dirancang menjadi rumah sakit yang tersentralisasi. Khususnya ruang perawatan yang cukup berada satu komplek gedung saja.

Pasien dan keluarga juga akan lebih nyaman dengan fasilitas kamar mandi umum per lantai, musala, konter khusus perawat, juga apotek untuk peracikan dan penampungan obat.

Selain itu juga akan dibangun selasar penghubung antara gedung baru dengan komplek utama bangunan rumah sakit untuk memudahkan akses. Baik tenaga medis maupun pasien, keluarga dan pengunjung.

“Selama ini ruang perawatan di sini masih tersebar di beberapa titik. Jadi kinerja tenaga medis dan perawatnya kurang efisien. Ada juga yang kondisi ruangan dan bangunannya yang sudah tidak layak. Seperti ruang operasi yang bocor. Akan kita tingkatkan lagi sarana prasarananya,” ujar Zulki.

Lantas kapan akan mulai beroperasi?

Mengecek kondisi pintu toilet yang bahannya tahan air. Foto: Komi Kendy

Mengecek kondisi pintu toilet yang bahannya tahan air. Foto: Komi Kendy

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah disela sidak menargetkan setidaknya akhir tahun ini, sebagian ruang perawatan yang baru sudah bisa beroperasi. Apalagi sudah dipastikan pada tahun 2019 ini, sudah dialokasikan dana Rp 15 miliar untuk pembangunan lanjutan.

“Kalau Maret sudah mulai kontrak dengan kontraktornya, dalam waktu tiga bulan kedepan penataan halaman, pengadaan prasarana dan sarana pendukung tiap ruangan, juga finishing akhir interior bisa tuntas,” kata Rohidin.

Saat sidak, Rohidin melihat masih banyak yang perlu dibenahi dari proyek tersebut. Khususnya pada bagian interior. Ia meminta agar interior rumah sakit mampu mengimbangi megahnya bangunan tersebut. Sehingga pasien merasa nyaman.

Rohidin berharap dengan adanya fasilitas gedung baru, RSUD M. Yunus bisa meningkatan pelayanan kepada masyarakat yang menjadi pasien di sana.

“Manajemen rumah sakit juga harus melakukan perubahan dalam segi pengawasan, kontrol setiap lantai. Sehingga pelayanan lebih cepat, mudah, terjangkau dan makin baik lagi,” pesan Rohidin.

Dorong Kualitas Pelayanan

Pada kesempatan itu Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu Herwan Antoni juga mengharapkan agar momen pembangunan gedung baru RSUD M. Yunus bisa mendorong kualitas pelayanan lebih maksimal.

“Tentu saja agar pelayanan lebih berkualitas harus ada sarana prasarana memadai. Pembangunan ini adalah bentuk upaya memenuhi prasarana dan sarana. Silakan terus evaluasi kinerja pegawainya. Mana yang kurang maksimal, harus dievaluasi,” ujar Herwan.(**)

Share This