Rencanakan Mudik Bersama Keluarga Saat Lebaran

“Nda, kalau nanti ada rezeki nanti pas Lebaran kita pulang ke Jawa yuk. Ke kampung halaman bunda,” ujar suamiku pada suatu hari.

“Nanti papa (papa saya) saja yang bawa mobil sampai Jakarta. Bunda sama Sean nanti menyusul naik pesawat, tunggu di Jakarta. Supaya nggak terlalu capek. Terus nanti boleh juga kalo mau naik kereta,” imbuhnya.

Duh, rasanya senang sekali akan diajak mudik sama suami. Secara sejak kami menikah empat tahun lalu, belum sekalipun kami mudik bareng sekeluarga. “Iya ayah. Insya Allah ada rezeki. Libur Lebaran tahun ini kita bisa mudik bareng,” jawabku.

Yap. Tiga puluh tahun sudah menetap di Bengkulu, Sumatera. Tapi tetap saja, Banyumas adalah kampung halaman. Tempat saya, mama dan kakek nenek dilahirkan. Jadi walau sudah menyeberangi Selat Sunda, hati terasa masih begitu dekat dengan Pulau Jawa.

Saat masih kecil, kira-kira sampai usia SMP, saat libur Lebaran selalu dinanti. Kami sekeluarga satu atau dua tahun sekali mudik jalur darat. Mengendarai mobil selama dua hari dua malam. Asyik sekali.

Lalu setelah beranjak dewasa, aktivitas pulang kampung bersama mulai berkurang. Seiring dengan kesibukan, kami makin sulit mengatur waktu untuk mudik bersama. Saat papa lowong, saya atau adik laki-laki ada aktivitas lain yang tidak memungkinkan untuk ikut mudik saat Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga : Naik Lion Air Buat Traveling, Perhatikan Berat Bagasi

So, saat masih single beberapa kali saya memilih pulang kampung sendiri. Naik bus dari Bengkulu, atau naik kereta dari Stasiun Gambir. Tidak lama-lama. Hanya dua tiga hari, sudah cukup bagi saya untuk melepas rindu akan suasana di kampung halaman.

Yang Bikin Rindu

Mama (sebelah kiri) bersama almarhumah nenek (tengah) dan adik bungsunya (kiri). Foto: Komi Kendy
Mama (sebelah kiri) bersama almarhumah nenek (tengah) dan adik bungsunya (kiri). Foto: Komi Kendy

Bagian yang paling membuat saya rindu akan kampung halaman adalah melihat kakek dan nenek. Walau kami terkendala bahasa karena bahasa Jawa saya sudah kurang fasih, tapi berada di dekat mereka membuat saya bahagia.

Sayangnya, sekarang kakek dan nenek sudah berpulang ke rahmatullah. Jadi momen mudik Lebaran akan dimanfaatkan untuk tetap menjalin silaturahim dengan wak, paman, bibi, sepupu dan keponakan yang ada di sana.

Hal lainnya yang bikin kangen adalah suasana rumah nenek yang adem. Paling favorit adalah ketika Magrib menjelang. Melihat pemandangan bukit di seberang sembari menyimak sayup-sayup adzan Magrib berkumandang. Bisa dikatakan, tak ada suara lain selain kumandang adzan, karena rumah nenek juga di atas bukit.

Saat bangun pagi, entah kenapa badan lebih segar. Mungkin karena tidur lebih nyenyak dengan udara yang terasa lebih dingin. Alih-alih memilih mandi, bangun tidur langsung duduk di depan pawon (tungku) yang bikin badan lebih hangat. Sarapannya mendoan tempe versus teh tubruk tawar.

Kesempatan Buat Traveling

Mudik ke Jawa tentu saja yang tidak boleh terlewatkan adalah traveling ke sejumlah destinasi wsisata menarik. Menyenangkannya kalau bertandang ke Pulau Jawa, ada begitu banyak tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi.

Beberapa diantaranya memang sudah pernah dikunjungi saat mudik bertahun-tahun lalu. Tapi karena merencanakan mudik bersama anak dan suami, beberapa tempat wisata terbaik tentu saja akan dikunjungi ulang. Begitu juga yang belum pernah dikunjungi.

Baca Juga: Mengunjungi Rumah Fatmawati

Beberapa tempat wisata yang ingin dikunjungi bersama anak dan suami saat musim libur Lebaran tahun 2019 ini antara lain:

1. Baturaden

Kawasan wisata Baturaden. Foto: Komi Kendy
Kawasan wisata Baturaden. Foto: Komi Kendy

Lokawisata Baturaden adalah destinasi yang cukup terkenal di Purwokerto. Panorama alam destinasi wisata di bawah kaki Gunung Slamet ini sangat indah. Pilihan tempat wisatanya pun banyak. Ada kolam renang, air panas, air terjun, goa, pancuran, hutan raya sampai taman bermain untuk anak.

Akses menuju Baturaden pun terbilang mudah. Cocok menjadi tempat libur Lebaran bersama keluarga. Ada areal kulinernya juga. Paling terkenal kulinernya sate kelinci. Mau beli oleh-oleh, banyak toko souvenir. Mau menginap, dari resort sampai camping ground juga tersedia.

2. Goa Jatijajar

Pemandangan di dalam Goa Jatijajar. Foto: Komi Kendy
Pemandangan di dalam Goa Jatijajar. Foto: Komi Kendy

Goa Jatijajar letaknya ada di Kabupaten Kebumen. Dari Ajibarang, menempuh waktu tiga jam. Kalo ke sini, bisa mampir ke kampung halaman Papa. Banyak juga keluarga di sana.

Goa jatijajar sendiri merupakan goa alami yang terbentuk dari tetesan air ke dalam tanah. Kawasan wisata ini juga cocok menjadi destinasi traveling keluarga. Karena bagian dalam goanya sudah dibuat akses jalan yang aman untuk dilintasi anak-anak. Ditambah penerangan.

Di dalam goa ini kita bisa melihat stalaktit, stalakmit dan ornamen goa lainnya. Ada sendang alias mata air yang segar buat mencuci muka dan mandi. Lalu ada diorama yang mengisahkan legenda Lutung Kasarung.

3. Candi Borobudur

Candi Borobudur. Foto: berdesa.com
Candi Borobudur. Foto: berdesa.com

Pulang ke Jawa, pengen juga dong mampir ke Yogyakarta. Kalau ke sini, pengen sekali lagi bisa mengunjungi Candi Borobudur yang namanya sudah kesohor hingga dunia. Candi Budha ini berada di Kabupaten Magelang. Kisaran enam jam sih dari rumah nenek di Ajibarang. Kalau ke sini tentu saja bisa ambil foto-foto keren. Bisa liat relief yang berusia ratusan tahun.

4. Curug Cipendok

Curug Cipendok. Foto: purwokertoguidance.com
Curug Cipendok. Foto: purwokertoguidance.com

Nah, Curug Cipendok ini sebenernya sudah masuk bucket list sejak lama. Infonya sih lokasinya tidak terlalu jauh dari Ajibarang. Tapi belum juga kesampaian mau ke sana. So, pada musim libur Lebaran tahun ini, pengen ke sini juga. Curug Cipendok ini punya ketinggian 92 meter. Lumayan tinggi loh. Lokasinya berada di lereng Gunung Slamet. Tempatnya masih asri dan belum banyak orang bertandang ke sana.

Libur Lebaran Traveloka

Tahun 2019 ini, libur Lebaran jatuh pada tanggal 5-6 Juni. Artinya sejak awal Juni saya dan suami sudah harus izin cuti ke kantor. Yang namanya izin cuti, waktunya terbatas 12-14 hari saja. Artinya supaya momen libur Lebaran mudik pulang kampung ini sukses, saya harus menyiapkan itinery perjalanan yang pas.

Usulan suami agar kami naik pesawat saat mudik nanti, patut dipertimbangkan. Karena pesawat menurut saya adalah alat transportasi tercepat sehingga bisa menghemat waktu perjalanan. Dengan begitu, waktu liburan bisa maksimal dimanfaatkan untuk silaturahim dengan keluarga dan mengunjungi destinasi wisata.

Persoalannya, yang namanya libur Lebaran so pasti arus mudik bakal padat. Mesti cepat. Jangan sampai nggak kebagian tiket. Beli tiket pesawat menurut saya sih, harus jauh-jauh hari. Selain karena faktor harga, ketersediaan seat dan penerbangan pasti terbatas.

Untungnya mempersiapkan libur Lebaran ini ada Traveloka. Sejak sekarang saya sudah bisa survei langsung harga tiket dari rumah, sembari diskusi sama suami untuk menetapkan hari keberangkatan. Dan ternyata kalau bookingnya sudah dari sekarang, harganya masih terjangkau. Yakin deh, semakin dekat hari Raya Idul Fitri, harganya semakin tinggi.

Sekarang tinggal berdoa. Mudah-mudahan planning buat mudik tahun ini bisa lancar. Lancar rezeki, lancar kesehatan dan diberi kesempatan sama Allah buat pulang kampung. Sudah nggak sabar rasanya kepengen ajak Sean traveling ke dusun bundanya.(**)

Satu Komentar Tambahkan milikmu
  1. Pulang ke kampung halaman pastinya sangat dirindukan oleh setiap orang yang merantau ya.
    Apalagi jelang lebaran. Liburan lebaran pasti sangat dipersiapkan sejauh mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *