Jalan-jalan seru ke Bali

Pesan Tiket Pesawat ke Bali Lebih Mudah Via Pegipegi

Bali bisa dibilang menjadi destinasi liburan idaman bagi wisatawan. Tak hanya dari Indonesia, tapi juga seluruh penjuru dunia. Berbekal tiket pesawat ke Bali, saya bisa menjelajah ke beberapa tempat wisata yang ada di sana.

**

Partner traveling selama di Bali
Partner traveling selama di Bali

Ngomongin soal pariwisata Bali, tidak akan ada habisnya. Keindahan alam, kuliner hingga budayanya akan membuat kita terkagum-kagum. Begitupun yang saya rasakan ketika berkesempatan berkunjung ke sana selama dua hari dua malam berada di provinsi yang mendapat julukan Pulau Dewata itu.

Bisa dibilang momen nge-trip ke Bali beberapa waktu lalu juga menjadi pengalaman seru dan tak terlupakan. Salah satunya karena di perjalanan kali ini saya tidak hanya sendirian, juga bukan bersama keluarga. Tapi bersama teman-teman baru yang punya hobi serupa. Yap. Traveling.

Di trip kali ini saya bersama mas Beni dan mas Dicky dari Jakarta, mas Nasroel, Musayyarotun alias Nopus dari Banten dan Yustino dari Banyuwangi. Sementara saya sendiri dari Bengkulu. Kami berenam dipertemukan oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) di Bali.

Biarpun baru pertama kali bertemu, tapi rasanya nge-trip bareng mereka seperti bersama dengan kawan-kawan lama. Cerita nyambung, berkunjung kemana saja pun oke. Di Bali, kami mendatangi sejumlah tempat wisata dan menikmati kuliner enak. Apa saja? Ini dia destinasinya :

Pantai Pandawa

Tulisan Pantai Pandawa nan ikonik untuk berfoto
Tulisan Pantai Pandawa nan ikonik untuk berfoto

Trip pertama, kami mengunjungi Pantai Pandawa. Minggu pagi nan cerah di hari itu. Kami berangkat dari hotel yang berada di kawasan Pantai Kuta sekitar pukul 08.00 WITA selepas sarapan pagi. Kami diantar oleh sopir carteran yang disapa Beli.

Dari Kuta ke Pantai Pandawa nemepuh waktu sekitar 50 menit atau 22,5 km ke arah selatan Pulau Bali. Menurut Beli, wisata Pantai Pandawa memang sudah dikenal. Walau belum seterkenal wisata pantai lainnya seperti Pantai Kuta. Hal ini karena pengelolaan pantai secara profesional dan apik baru dilakukan beberapa tahun terakhir.

Malah ada sebutan khusus pantai yang berada di Kecamatan Kutuh, Kabupaten Badung ini. Yakni the secret beach alias pantai rahasia. Walaupun pada saat ke sana sudah ada ratusan pengunjung yang menikmati pemandangan laut biru dan pasir putihnya.

Menuju Pantai Pandawa, awalnya kita akan melintasi kawasan perkotaan padat. Tapi lambat laun rumah-rumah mulai tampak jarang. Avanza hitam yang kami kendarai mulai memasuki kawasan perbukitan kapur.

Setelah berkelok-kelok, dari balik bukit tiba-tiba saja terbentang langit dan laut yang sangat biru. Di kiri kanan tebing yang kami lalui ada enam patung pahat atau Pandawa Lima dan Kunti yang disisipkan di dinding bukit. Enam patung itu masing-masing adalah patung Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.

Berkunjung ke Pantai Pandawa, tentu saja harus membayar tiket masuk. Menurut saya tarifnya sih cukup murah. Apalagi informasi dari petugas di sana, tarif yang dikenakan kepada pengunjung dimanfaatkan untuk kebersihan dan perawatan kawasan. Tarifnya :

  • Pengunjung Rp 8.000 per orang
  • Parkir mobil 5.000
  • Parkir motor Rp 2.000

Selain menikmati pemandangan pantai yang aduhai dengan airnya yang super jernih, di Pantai Pandawa kita juga bisa berenang di tepian pantainya, olahraga kano dan jetski atau juga bisa paralayang bagi yang ingin menikmati pemandangan pantai dari udara.

Bagi yang ingin beli oleh-oleh, di Pantai Pandawa juga sudah ada toko souvenir, rumah makan dan warung-warung untuk beli snack atau sekadar buat duduk-duduk.

Pura Uluwatu

Mengenakan kain di Pura Luhur Uluwatu
Saya dan Nopus mengenakan kain sebelum masuk ke Pura Luhur Uluwatu

Dari Pantai Pandawa kami bergerak ke Pura Luhur Uluwatu. Perjalanannya sekitar 15, 2 km atau setengah jam saja. Meski sebelumnya sudah mendengar namanya, tapi saya belum pernah browsing atau cari tahu seperti apa suasana tempat wisata yang dikenal sebagai salah satu tempat ibadah umat Hindu di Bali.

Pura Luhur Uluwatu masuk ke dalam wilayah Desa Pecatu Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Masuk ke tempat wisata ini kita harus membayar tiket masuk dengan tarif:

  • Dewasa                Rp 20.000
  • Anak-anak           Rp 10.000
  • Parkir mobil        Rp 5.000
  • Tari Kecak            Rp 100.000

Setelah membeli tiket, sebelum masuk kita diminta untuk mengenakan kain yang disiapkan. Ada yang berwarna ungu dan orang. Kain wajib dikenakan oleh pengunjung, terutama yang mengenakan rok atau celana pendek. Sebagai tanda penghormatan karena di dalam area wisata ada pura tempat beribadah.

Dari pintu masuk, kita akan terus berjalan sekitar 500 meter hingga ke bibir laut. Kiri kanannya ada pohon kamboja besar-besar sebagai peneduh. Begitu sampai ke bibir laut, barulah saya sadar kalau wisatawan berada di pinggir tebing setinggi hampir 100 meter dari permukaan laut.

Pemandangan laut dari tebing di kawasan Pura Luhur Uluwatu
Pemandangan laut dari tebing di kawasan Pura Luhur Uluwatu

Dihimpun dari berbagai sumber, pura yang terletak di ujung barat daya Pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga sembilan mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya.

Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksa atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.

Btw, selama berada di dalam kawasan pura sebaiknya berhati dengan barang-barang aksesoris yang melekat. Seperti topi, dompet dan kacamata. Bukan karena copet loh ya. Tapi karena di sana banyak monyet-monyet jahil yang kadang-kadang mengambil barang pengunjung.

Seperti saya yang sempat melepas sandal jepit saat akan memotret dari atas dipan. Pas mau dipakai lagi, sandalnya sudah hilang dibawa kera ke atas atap bumbungan pondok tempat kami beristirahat. Beruntung ada ibu-ibu petugas kebersihan yang menukar telur rebus dengan sandal jepit saya. Alhamdulillah batal nyeker.

Kuliner Nasi Campur

Hari beranjak siang saat kami berada di Pura Uluwatu. Sudah sekitar pukul 12.30 WITA. Perut rasanya sudah mulai keroncongan. Tandanya sudah harus diisi supaya lebih bertenaga untuk mengunjungi satu tempat wisata lagi.

Di area luar Pura Luhur Uluwatu terdapat rumah makan yang menjual makanan tradisional khas Bali dan halal. Saya mencoba yang namanya nasi campur atau nasi ramesan dengan lauk pauk yang komplit. Di piring ada lawar sayuran atau urap, sate lilit, telur pindang, sambal, sambal kacang dan tempe. Makin enak dinikmati bersama es kelapa muda. Satu porsinya nasi campur Rp 20.000 saja.

Tanah Lot

Pura Tanah Lot yang berdiri di atas batu besar
Pura Tanah Lot yang berdiri di atas batu besar

Perut sudah kenyang. Semangat kembali pulih untuk mendatangi satu tempat wisata terkenal di Bali. Yakni Tanah Lot. Hohoho, siapa yang tidak kenal dengan destinasi wisata yang satu ini. Sunsetnya itu loh. Rasanya belum pernah saya melihat sunset seindah di sana. Tak jenuh mata memandang sampai mataharinya menghilang di ufuk barat.

Tanah Lot berada di Desa Beraban Kecamatan Kediri. Berbeda dengan Pantai Pandawa dan Pura Luhur Uluwatu yang ada di Kabupaten Badung, Tanah Lot berada di Kabupaten Tabanan. Jarak tempuhnya hampir 2 jam atau melintasi jalanan hingga 42,5 km.

Masuk ke area wisata ini para wisatawan domestik harus membayar tiket masuk :

  • Dewasa                Rp 20.000
  • Anak-anak           Rp 15.000
  • Parkir motor       Rp 2.000
  • Parkir mobil        Rp 5.000
  • Parkir bus            Rp 10.000

Sama halnya dengan wisata Bali lainnya, pintu gerbang merupakan dinding pahat seperti di pura-pura. Tanah Lot bisa dibilang sangat tertata. Usaha kecil dan menengah yang ada di sana mendapat perhatian dengan dibangunnya sentra cendramata dan kuliner. Bahkan sebelum mendekati area utama tempat wisata, jalur yang dibuat menuju ke sana melintasi area kios-kios pedagang. Membuat kita mau tak mau melihat apa saja yang dijual.

Matahari terbenam di Tanah Lot menjadi pemandangan paling berkesan
Matahari terbenam di Tanah Lot menjadi pemandangan paling berkesan

Di Tanah Lot ada dua pura yang berdiri persis di bibir pantai. Yang satu namanya Pura Tanah Lot. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Lalu di bagian utara lainnya sebuah pura lain yang dibangun di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Pura ini disebut Pura Karang Bolong.

Makin beranjak sore, makin ramai yang datang. Wisatawan mancanegara amat sangat betah menyaksikan matahari terbenam. Apalagi yang berpasangan. Senja terasa begitu romantis disaksikan dari atas tebing. Selepas maghrib, juga ada pertunjukkan tari kecak.

Dinner di Nasi Pedas Bu Andika

Nasi Pedas Bu Andika menyajikan kuliner pedas dan halal di Bali
Nasi Pedas Bu Andika menyajikan kuliner pedas dan halal di Bali

Buat makan malam, tiada yang lebih nikmat dari nasi pedas Bu Andika. Kuliner halal di Bali ini buka empat cabang. Di Jalan Raya Kuta, Jalan Patih Jelantik, Jalan Blambangan dan Jalan Nusa Dua. Kenapa banyak cabangnya, karena memang tempat kuliner yang satu ini laris manis. Terkenal di kalangan pencinta makanan pedas.

Sesuai dengan namanya, nasi pedas Bu Andika menawarkan berbagai kuliner yang pedas-pedas. Ayam, tempe orek, sayur, semua dimasak pedas. Untungnya masih ada abon sapi yang rada-rada manis karena saya kurang tahan makan pedas. Seporsinya bervariasi antara Rp 20.000-Rp 30.000 sesuai dengan lauk yang kita ambil.

Pengalaman Terbang Nan Menyenangkan

Pulau Dewata dari atas pesawat
Pemandangan Pulau Dewata dari atas pesawat

Dalam setiap perjalanan, buat saya bukan hanya mengunjungi destinasi wisata dan menikmati kuliner saja yang menyenangkan. Salah satu bagian favorit saya dari setiap perjalanan adalah saat terbang dengan pesawat. Apalagi di momen critical eleven atau 11 menit pertama penerbangan yang orang bilang waktu paling berbahaya.

Sebab pada momen itu, pemandangan dari jendela bagi saya sangat indah. Merasakan perlahan pesawat yang mulai terbang tinggi. Ketika baru akan berangkat traveling, rasanya sangat bahagia mendapati akan merasakan sebuah petualangan baru. Lalu ketika pulang, perasaan bahagia muncul karena akan segera melepas rindu dengan keluarga tercinta.

Nah, supaya perjalanan dengan pesawat semakin pesawat maka kita harus memastikan membeli tiket pesawat di tempat yang tepat. Salah satu rekomendasi saya adalah melalui situs Pegipegi. Melalui situs ini, tiket pesawat ke Bali bisa didapat dengan mudah, aman dan ada harga promonya juga.

Siapa yang tidak mau mendapatkan tiket murah ke Bali. Dengan tiket promo ke Bali, biaya perjalanan jadi bisa lebih hemat. Apalagi kalo beli tiket pesawat ke Bali untuk rombongan keluarga. Lantas kenapa sih saya pilih membeli tiket pesawat ke Bali melalui Pegipegi?

Aplikasi Pegipegi di PlayStore
Aplikasi Pegipegi di PlayStore

Menurut saya, jalan-jalan lebih mudah dan mudah bersama Pegipegi karena sudah bekerjasama dengan berbagai maskapai pilihan. Bahkan kalau dikulik dari situsnya, ada harga tiket yang bahkan lebih murah dari harga resmi. Bagi seorang traveler tentu saja tak ada yang lebih indah dari mendapatkan tiket promo ke Bali dengan harga yang lebih miring.

Beberapa maskapai atau partner resmi yang bekerjasama antara lain Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia, Sriwijaya, Wings, Air Asia, Nam Air, Batik Air, Scoot, KLM, Cathay, Malaysia, Vietnam dan Singapore Airline. Banyak kan. Terkait dengan pesawat, bisa baca tulisan saya tentang ketentuan bagasi Lion Air.

Selain jaringan yang luas, pelanggan Pegipegi juga dimudahkan dengan pilihan pembayaran yang bervariasi. Pembayaran bisa via Visa, MasterCard, BNI, BCA, Indomart, Mandiri dan CIMB Clicks.

Dari situsnya kita juga bisa memantau langsung harga pesawat per harinya dengan mudah. Bukan hanya tiket pesawat saja. Tapi juga buat booking hotel dan beli tiket kereta api. Penawaran tiket promo adn murahnya juga banyak. Termasuk  tiket promo ke Bali.

So, yang udah punya planning buat traveling ke Pulau Dewata beli tiket pesawat ke Bali lewat Pegipegi saja ya. Semakin baik merencanakan perjalanan, semakin asyik pula kisah travelingmu nanti.

Terus buat yang mau liburan ke Jakarta, Mengunjungi Museum Bank Indonesia juga menjadi destinasi wisata menarik. Baca ulasannya di tulisan saya Immersive Cinema, Wahana Baru Museum Bank Indonesia(**)

 

Komi Kendy

Halo, saya adalah blogger pemula yang menyukai dunia menulis, fotografi dan traveling.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: