WABAH Corona Virus Disease (Covid-19) sangat mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Rutinitas dan pola hidup seketika berubah. Mau tidak mau setiap kita harus sadar pentingnya menjalani pola hidup sehat sebagai bagian dari adaptasi dan antisipasi dalam menghadapi Virus Corona.

Ada yang pernah lupa mencuci tangan sebelum makan? Beberapa bulan lalu, mungkin masih ada. Cuek bebek saja mencomot sepotong gorengan, lalu melahap dalam sekejap. Tapi sekarang, tak sengaja menyentuh benda yang banyak dipegang oleh orang lain saja, udah bikin kita parno alias paranoid. Sebisa mungkin menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut.

Apapun yang kita kerjakan, khususnya saat berada di luar rumah membuat kita was-was dan lebih mawas diri. Buat saya beberapa hal yang berubah dalam kehidupan sehari-hari sejak Covid-19 melanda di Indonesia pada pertengahan Maret lalu:

1. Jalanan Lenggang

Berangkat kerja biasanya bisa sampai dua tiga kali harus berhenti di lampu merah yang sama, saking ramainya. Tapi sekarang, selalu kedapetan paling depan di barisan traffic light. Kelas kota kecil saja, sangat terasa. Apalagi yang biasa tinggal di ibukota. Ini terjadi karena di Bengkulu, anak sekolah libur panjang sampai 29 Mei mendatang atau selepas Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

2. Wara-Wiri Mobil Peringatan

Anak generasi 80-90-an inget nggak sama mobil yang suka keliling gang-gang pakai pengeras suara mempromosikan film apa yang akan tayang di bioskop. Atau kalau ada layar tancap. Sesekali mobil kampanye Keluarga Berencana (KB). Nah ini sekarang mobil polisi dan Satpol Pamong Praja (Satpol) PP setiap malam rajin mengingatkan warga untuk pakai masker, rajin cuci tangan, menjemur pakaian hingga kering, jaga kebersihan, jaga jarak, di rumah aja dan lain-lain.

Harusnya sih biasa aja. Tapi entah kenapa mobil peringatan yang wara-wiri ini bikin kita berasa kayak berada di distrik yang ada di film triloginya The Mockingjay.

3.Ekonomi Sulit

Setiap ketemu mitra, bahasannya sama. “Ekonomi makin sulit. Penjualan anjlok. Semoga Covid-19 lekas berlalu,” doa mereka yang dengan cepat diaminkan. Tak sedikit perusahaan yang sudah merumahkan karyawannya. Bioskop, pusat perbelanjaan, rumah makan dan lain-lain, semuanya tutup. Orang menghindari keramaian. Yang bisa bertahan, makin mengencangkan ikat pinggang. Heu, paling sedih kalau bahasannya sudah berkaitan dengan cupak tanak. Semoga setelah badai Covid, semuanya akan lebih baik lagi.

4. Rutinitas Kantor

Rajin mencuci tangan jadi aktivitas baru sebagai efek pandemik Corona.

Rutinitas ini salah satu yang nggak pernah terbayang sebelumnya. Kantor mewajibkan karyawan absen di bawah jam yang ada di lobi gedung. Terus foto selfie sembari mengenakan masker. Fotonya ini dikirim melalui group WhatsApp. Tadinya aneh. Kami selalu tertawa ramai-ramai jika ada yang post foto ke grup. Tapi lambat laun terbiasa.

Selain sistem absen, suasananya juga agak aneh. Semua mengenakan masker. Sehari dua kali office boy masuk ke ruangan-ruangan buat semprot disinfektan. Di depan pintu masuk juga sekarang sudah ada wastafel portable yang sengaja diletakan agar siapapun yang mau masuk ke gedung, wajib cuci tangan.

Physical distancing dan efisiensi juga sekarang membuat sebagian karyawan kami diliburkan sementara. Jadinya suasana kantor berasa sepinya. Kawan-kawan lain yang datang ke kantor pun bingung. Klien yang mau ditemui, sedang berada di kondisi yang sama.

5. Lebih Takut Suara Bersin dari Kentut

Sungguh. Postingan status kawan-kawan di media sosial bikin ngakak so hard. Malah banyak banget yang bikin video parodinya. Tapi bisa jadi ada benernya juga. Konon katanya bersin dari orang yang positif Covid-19 bisa menularkan virusnya kemana-mana melalui cairan droplet yang muncrat dari hidungnya. Ini makanya penting sekali pakai masker. Buat tahu lebih lanjut tentang Covid-19, silakan baca tulisan saya sebelumnya Corona, Virus dari Wuhan yang Menggemparkan Dunia.

6. Pendapatan Berkurang, Pengeluaran Bertambah

Beli masker, handsanitizer, stok makanan dan susu anak supaya nggak sering keluar rumah, konsumsi buah dan vitamin, semuanya perlu uang untuk membeli. Ditengah pendapatan yang terus menurun, pengeluaran kita justru berasa makin bertambah.

7. Menikah Tanpa Resepsi

Dulu sering kerepotan kalau mesti hadir ke undangan di hari Sabtu dan Minggu. Mesti punya waktu buat dandan. Tapi sekarang, acara pernikahan hanya bole hijab Kabul saja tanpa ada resepsi. Di beberapa daerag malah pesta kawinan dibubarkan oleh polisi.

8. Serba Online

Kuliah, online. Meeting, online. Belanja, online. Seminar, online. Workshop, online. Termasuk buat beli sayur mayor. Semua serba online. Beberapa perusahaan malah sudah ada yang menerapkan Work From Home (WFH) dari rumah. Dulu, aplikasi-aplikasi ini asing dan tak sedikit yang malah buat mempelajari. Tapi lambat laun kita jadi “dipaksana” terbiasa mengandalkan teknologi tanpa perlu tatap muka secara langsung.

9. Nggak Mudik Tanda Sayang

Mungkin inilah yang namanya dunia terbalik. Dulu kalau anak nggak pernah mudik atau jarang pulang kampung menjenguk orangtuanya, bisa dikatain anak durhaka. Ehhh, sekarang kalo mudik malah tandanya nggak sayang sama orangtua dan keluarga di kampung.

Buat saya, sembilan hal diatas adalah perubahan rutinitas sehari-hari yang saya alami sejak Covid 19 melanda. Kalau teman-teman, perubahan apa yang paling dirasakan selama musim pandemik seperti sekarang ini? Share dong ceritanya di kolom komentar.(**)

Share This