Perencanaan Keuangan Agar Aman di Masa Depan – Berbicara tentang  mempersiapkan hari di masa depan, pernah nggak sih kamu merasa belum aman secara finansial? Terutama yang bekerja di sektor swasta tanpa berangan-angan mengandalkan pensiunan. Kalau pernah, sepertinya kamu gak sendirian.

Merencanakan Keuangan

Mumpung masih muda nih ya, merencanakan keuangan harus dimulai sekarang juga. Financial Planner Ghita Argasasmita, RFA mengatakan, dalam basic foundation atau pondasi dasar keuangan, ada tiga hal yang harus kita miliki. Tabungan, dana darurat dan asuransi.

“Dengan memiliki tabungan, dana darurat dan asuransi, kita akan lebih merasa aman dan nayama dalam menghadapi masa depan,” kata Founder dan CEO of Integrita Financial ini saat menjadi salah satu pembicara pada talkshow yang diadakan oleh sebuah perusahaan asuransi beberapa waktu lalu.

Tabungan

Memiliki tabungan tentu akan sangat bermafaat. Terutama untuk menghadapi kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan kita memiliki dana dalam jumlah cukup besar, baik mendadak atau sudah direncanakan sebelumnya. Seperti untuk biaya pendidikan anak, liburan atau membeli aset seperti tanah, rumah dan kendaraan.

Konon menurut saran dari beberapa ahli perencanaan keuangan, ketimbang kredit atau mengambil pinjaman, lebih baik kita menyiapkan tabungan. Mengingat bunga kredit atau pinjaman lainnya yang terkadang cukup besar. Kan lumayan tuh selisihnya kalau semisal buat ditabung lagi.

Dana Darurat

Menyisihkan gaji atau pendapatan untuk dana darurat, juga sangat diperlukan. Dana darurat ini bisa dipakai kalau kita atau keluarga mendadak sakit dan memerlukan biaya untuk pengobatan, kecelakaan. Dana darurat juga bisa dipakai untuk pengeluaran-pengeluaran lain yang tidak terduga.

Apalagi seperti yang kita ketahui dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Tidak sedikit orang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dana darurat inilah yang bisa menopang untuk biaya hidup sehari-hari hingga kembali mendapat pekerjaan.

Asuransi

Punya asuransi juga sangat bermanfaat. Saya termasuk yang sudah merasakan langsung manfaatnya. Sejak menikah, karena suami bekerja di BNI Syariah, kami sekeluarga sudah terdaftar di asuransi BNI Life. Setiap bulan, tentu saja ada premi yang dibayarkan oleh suami yang dialokasikan dari gaji rutinnya.

Manfaat yang dirasakan dengan punya asuransi, ketika sakit biaya berobat semua ditanggung oleh asuransi. Baik saya, suami maupun anak-anak. Begitu juga ketika melahirkan. Seluruh biaya menjadi tanggungan asuransi, termasuk biaya menginap di kamar VIP.

Selain asuransi kesehatan, ada juga asuransi pendidikan yang bisa diklaim acapkali anak kita mulai masuk sekolah ke jenjang baru. Tapia da yang perlu menjadi catatan dalam memilih asuransi. Tidak sedikit yang mengeluhkan prosesnya yang panjang, rumit dan susah klaim.

Jadi boleh banget ya dipertimbangkan dan dicari info sebanyak-banyaknya sebelum memilih investasi ke salah satu brand asuransi. Dalam memilih preminya pun kita harus menyesuaikan dengan budget dari pendapatan kita.

Kiat Mengatur Pendapatan

Agar kita bisa memiliki tabungan, dana darurat dan asuransi, tentu saja ada kiatnya. Menurut Ghita kita harus mengatur pendapatan. “Sebesar 5 persen dari pendapatan per bulan, bisa dibayarkan premi asuransi,” kata Ghita.

Pendapatan per bulan, sebesar 40 persennya untuk pengeluaran sehari-hari. Makan, biaya sekolah, listrik dan lain. Sebesar 30 persen bayar cicilan, 10 persen menabung dan dana daruta, 15 persen gaya hidup. Dan tentu saja yang 5 persen itu untuk asuransi.

Menabung Ala Milenial

Pas lagi buat tulisan ini, nggak sengaja liat postingan VOA Indonesia yang mewawancara salah satu ekonom muda Universitas Indonesia (UI) Nadia Amalia. Wanita yang sekarang tengah kuliah di MIT ini juga memberikan kiat tentang perencanaan keuangan.

Pertama, track pengeluaran. Nggak ada salahnya kita mencatat apa saja pengeluaran setiap bulannya. Dengan begitu kita bisa tahu kemana saja duit yang kita dapatkan itu dihabiskan. Kedua, compare atau bandingkan anara pendapatan dan pengeluaran. Jangan lebih besar pasak daripada tiang ya gaes.

Kemudian ada pula yang namanya golden ratio dalam mengatur keuangan. Menurut Nadia, 50 persen gaji itu bisa dipakai buat kebutuhan primer. Yang mana kita nggak bisa hidup kalau nggak menggunakan dana itu. Seperti buat makan, transportasi dan membayar tagihan-tagihan.

Selanjutnya 30 persen buat kebutuhan sekunder. Misal yang cowok buat traktir pacar, hangout bareng sohib atau buat beli make up buat yang cewek. Sisanya 20 persen untuk tabungan dan investasi. “Inget ya, untuk tabungan dan investasi itu disisihkan. Bukan disisakan,” celutuk Nadia.(**)