#BPN 30 Day Blog Challange

Lima Film Drama Favorit Sepanjang Masa

Happy ten days ladies. Hari ini tema 30 day write challange-nya Blogger Perempuan Network (BPN) adalah menuliskan lima hal favorit. Boleh itu buku, film atau musik. Walau semuanya suka, akhirnya saya memutuskan menulis film favorit di artikel ini.

Basicly, kalo ditanya genre film apa yang paling saya suka. Jawabnya pasti drama. Urutan selanjutnya adalah film-film petualangan, action. Horor dan film yang bikin tegang urat syaraf adalah yang terakhir kalo udah nggak ada pilihan lain lagi. Hahay.

So hari ini saya ingin berbagi lima film drama favorit yang jalan ceritanya masih kental dalam ingatan. Kelimanya film barat. Bukan karena film Indonesia nggak ada yang bagus ya. Tapi film-film ini memberikan arti dan makna tersendiri setelah menonton. Berkesan. Baiklah, ini dia ulasannya lima film favorit saya:

The Notebook

The Notebook
The Notebook

Nonton film ini bikin saya jadi percaya bahwa yang namanya true love itu benar-benar ada. Sumpeh, nangis tersedu-sedu pas nonton ini. Bikin melow. Dua insan manusia bisa memelihara cinta mereka hingga akhir hayat.

Infonya film ini dibuat based on true story loh. Kisah cinta kakek dan nenek si penulis naskah dan bukunya Nicholas Sparks tahun 1996. Delapan tahun kemudian, tepatnya 2004, film yang disutradarai Nick Cassavetes ini dibuat. The Notebook difilmkan di Charleston, California Selatan.

Film ini berlatar belakang tahun 1940 di Seabrook Island. Mengisahkan perjalanan cinta Allie Hamilton (Rachel McAdams) dan Noah Calhoun (Ryan Gosling). Alurnya sih maju mundur. Di zaman modern dan era 40-an.

Kisah cinta pasangan ini sih sebenarnya klasik. Mereka tidak direstui orangtua Allie yang notabene dari kalangan orang berduit. Sempat berpisah lama, bahkan Allie pun sudah bertunangan dengan orang lain, namun akhirnya mereka bersatu kembali.

Yang bikin meweknya, sungguh terharu melihat perjuangan cintanya untuk bersatu. Terus ketika usia beranjak senja, Allie menderita demensia. Ia tak bisa mengingat lagi kenangan akan Noah, suaminya. Tak hanya kenangannya saja. Ada kalanya ia bahkan tak bisa mengenali suaminya walau tengah melihat wajahnya.

Hingga endingnya pasangan ini akhirnya meninggal bersama-sama. Perawat menemukan mereka telah meninggal dengan tenang di tempat tidur rumah sakit tempat Allie dirawat.

The Glass Castle

The Glass Castle
The Glass Castle

Nonton film ini pas lagi berada di dalam pesawat Garuda rute Jakarta-Manado pada Agustus 2018 lalu. Pilih-pilih daftar film, judul sama gambarnya bikin tertarik buat nonton. Padahal biasanya kalau penerbangan dua jam, saya langsung tidur. Tapi kali ini entah kenapa malah pengen nonton.

The Glass Castle merupakan film yang diangkat dari kisah nyata. Film ini diproduksi tahun 2017. Di awal menonton, rasa sebal terhadap karakter Rex Walls (Woody Harrelson) dan istrinya, Rose Marry Walls (Naomi Wats) begitu menyelimuti.

Rex adalah seorang pecandu berat alkohol. Istrinya adalah orang yang tergila-gila pada seni alias seniman lukis yang nyentrik. Keluarga miskin ini hidup nomaden, kerap bermasalah dimanapun bertempat tinggal, serta tidak ingin anaknya masuk ke sekolah.

Untuk mengalihkan kemiskinannya, sang ayah kerap memberikan mimpi kepada anak-anak mereka. Bahwa suatu hari nanti mereka akan tinggal di sebuah kastil kaca. Sang ayah selalu menunjukkan hasil rancangannya.

Jeannette Walls adalah satu dari empat anak pasangan Rex dan Rose. Film ini sih intinya menceritakan kisah nyata tentang Jeannette. Ia menceritakan memoar terbaik dari kehidupannya. Dimulai dari masa kecilnya yang tidak konvensional dan berpuncak pada masa dewasanya sebagai seorang editor, jurnalis dan penulis yang sukses.

Jelang akhir film, setelah Jeannete bisa memahami orangtuanya, barulah saya seperti bisa mengerti. Bahwa semua orangtua di dunia ini selalu menginginkan yang terbaik buat anaknya. Walau dengan cara dan jalan yang berbeda-beda.

Me Before You

Me Before You
Me Before You

Endingnya film ini bikin hopeless. Karena ending drama romatis ini nggak sama seperti yang saya inginkan. Bikin patah hati. Hiks.

Me Before You diproduksi tahun 2016. Pemerannya ada Emilia Clarke dan Sam Claflin yang jadi Louisa Clark dan William Traynor. Film ini merupakan saduran dari naskah novel Me Before You  yang ditulis sama Jojo Moyes.

Film ini bercerita tentang lelaki single yang ganteng dan sukses, tapi divonis menderita quadriplegia C5/6. Ia mengalami cedera tulang belakang.Will tidak bisa menggunakan kedua kaki untuk berjalan.

Will pun divonis tidak memiliki harapan untuk sembuh. Ia pun merasa hidupnya sudah tidak berguna dan berencana akan melakukan anastesi di Swiss. Will ingin mati lebih cepat.

Sebelum anastesi dilakukan, Will bertemu dengan Lou alias Louisa. Cewek nyentrik ini berhasil meluluhkan hati Will yang keras membatu. Sayangnya Lou belum bisa mengubah keinginan Will untuk mati lebih cepat. Tapi di waktu yang super singkat, Will memberikan kenangan manis dan indah kepada Lou.

The Holiday

The Holiday
The Holiday

Setting film dengan rumah yang indah bikin betah nonton The Holiday. Ditambah ceritanya yang menarik. Film ini bikin saya merasa love will guide you home.

Film ini menceritakan kisah Amanda (Cameron Diaz), seorang pembuat trailer film terkenal. Amanda tinggal di sebuah kawasan mewah di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia  memiliki kehidupan metropolitan. Sementara itu benua lain, Iris (Kate Winslet) menempati sebuah rumah mungil di luar kota London. Iris bekerja sebagai kolumnis perkawinan di surat kabar Daily Telegraph.

Keduanya lantas berkenalan di sebuah situs unik, bertukar rumah sementara untuk liburan. Rupanya Iris dan Amanda sama-sama baru saja putus cinta. Iris broken heart ketika Jasper (Rufus Sewell), pria yang dicintainya secara diam-diam, mau menikah dengan wanita lain.

Begitupun dengan Amanda yang cintanya kandas karena sang kekasih Ethan (Edward Burns), malah selingkuh.

Keduanya pun sepakat pindah rumah untuk berlibur. Saat Natal, Iris menetap di Los Angeles dengan segala kemewahan. Lalu Amanda menetap di rumah Iris di pinggiran kota London yang bersalju, jauh dari kemewahan.

Susana baru membuat keduanya menemukan kehidupan baru. Amanda bertemu Graham (Jude Law), kakak Iris. Iris terpikat dengan dua pria sekaligus, seorang komposer Miles (Jack Black). Nah, bagian paling menyenangkannya dari film ini adalah happy

PS I Love You

PS I Love You

Film PS I Love You mengajarkan saya untuk menghargai cinta. Karena kita tidak tahu kapan akan dipanggil oleh Allah SWT. Novel ini mengambil set di Irlandia. Holly Kennedy adalah seorang yang cantik, cerdas dan menikah dengan seorang pria Irlandia yang penuh gairah, lucu dan penyabar bernama Gerry.

Gerry meninggal karena suatu penyakit yang merenggut kebahagiaan Holly. Tapi rupanya Gerry, telah menulis 10 rangkaian surat. Surat-surat inilah yang membimbing Holly sehingga tidak selalu larut dalam kesedihan dan menemukan kembali dirinya.

Setiap surat mengirimkannya ke dalam petualangan baru dan diakhiri dengan cara yang sama: “P.S. I Love You.” Setiap surat justu mendorong Holly menuju masa depan yang baru. Kenangan tiap kenangan yang datang bikin terharu. Mulai dari awal perkenalan hingga pertengkaran yang datang.(**)

3 thoughts on “Lima Film Drama Favorit Sepanjang Masa

  1. Pernah baca yang The Notebook. Setelah selesai baca endingnya jadi mikir, nanti kalau udah tua apa suami kita bakal sabar banget merawat kita kayak Noah? Sedangkan kita berpikir aja udah nggak mampu, kayak Allie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top