KIAN hari binis kuliner di Indonesia terus menjamur. Lihat saja di sepanjang jalan raya. Makin banyak foopreneurs yang membuka usaha ini. Mulai dari kafe, restoran, katering, hingga kelas warung makan dan jajanan kaki lima yang menjual sarapan pagi.

Keuntungan Bisnis Kuliner

Bagi yang belum punya tempat khusus atau sekadar coba-coba, bisa memulai bisnis kuliner dari berjualan secara online. Terus, kenapa sih bisnis kuliner ini sangat digandrungi? Bahkan ada yang menjadi usaha keluarga hingga turun-temurun. Ada banyak hal yang menyebabkan kenapa bisnis kuliner ini menjanjikan.

Semua Orang Perlu Makan

Alasan pertama kenapa bisnis kuliner menjanjikan adalah karena semua orang perlu makan. Tapi tidak selalu punya waktu untuk memasak. Apalagi di perkotaan. Ada banyak ibu-ibu pekerja yang lebih memilih katering atau beli makan di tempat favorit untuk makan siang. Sarapan pagi pun bisa jajan.
Waktu bersama keluarga untuk jalan-jalan pun acapkali diakhiri dengan makan-makan bersama di resto favorit. Begitupun momen berkumpul bersama teman maupun bertemu klien. Pokoknya setiap hari ada saja agenda makan-makan. Dari segi pangsa, bisa segala usia. Anak-anak, tua, muda, semua bisa jadi target sasaran pasar kuliner yang disajikan.

Modal Tidak Telalu Besar

Modal adalah hal utama yang wajib menjadi pertimbangan ketika membuka usaha. Kebanyakan usaha, membutuhkan modal yang cukup besar. Namun berbeda dengan bisnis kuliner. Dengan modal kecil, misalnya Rp 500 ribu saja sudah bisa berjualan makanan. Misalnya seperti jual gorengan, kue tradisional, minuman, salad, gado-gado dan lainnya.
Untuk mendapatkan modal berskala mikro sekarang pun tak sulit. Di lingkup RT sudah terbentuk koperasi yang memberikan pinjaman dengan bunga ringan. Atau jika ingin lebih besar ada program semacam Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memberikan pinjaman hingga jutaan rupiah dengan bunga ringan.
Bisnis franchise atau waralaba juga bisa dipertimbangkan. Misalnya hanya dengan modal Rp 5 juta-Rp 10 juta, kita sudah mendapatkan paket bahan dan peralatan untuk menjual makanan dan minuman.

Keuntungan Berlipat

Salah satu yang membuat bisnis kuliner menjadi bisnis yang memikat untuk digeluti adalah keuntungannya bisa berlipat dari modal. Misalnya dengan membeli satu kilo jeruk Rp 15.000, gula Rp 5.000 dan Rp 3.000 es batu, kita bisa menjual es jeruk dengan harga Rp 5 ribu-Rp10.000 per gelas. Per kilo jeruk bisa digunakan untuk membuat 8-10 gelas es jeruk.

Bisa Atur Waktu Sendiri

Namanya menjadi entrepreneur, tetap saja harus disiplin mengatur waktu. Tapi tetap saja asyiknya memiliki bisnis sendiri adalah bisa mengatur waktu sendiri. Jika ingin berjualan sarapan pagi, mulai beraktivitas dari jam 03.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Selebihnya waktu bisa kita manfaatkan untuk beristirahat, melakukan hal lainnya dan mempersiapkan dagangan esok hari.
Atau jika ingin membuka jajanan gorengan, bisa mulai buka sore sampai malam hari. Satu hari dari seminggu bisa pilih libur atau tetap buka, keputusan ada di diri sendiri.

Tantangan Bisnis Kuliner

Dibalik berbagai keuntungan bisnis kuliner, nyatanya menjadi foodpreneur bukan hanya sekadar persoalan memasak, packing, disajikan, lalu terjadilah transaksi jual beli. Tidak se-simple itu. Perlu manajemen yang baik jika ingin agar binis ini terus berkembang dan mampu bersaing dengan bisnis serupa lainnya. Apalagi di era digital seperti sekarang ini.
Ada beberapa tantangan yang dihadapi para foodpreneur hingga akhirnya memilih gulung tikar dari usaha ini. Beberapa diantaranya :

Menu yang Monoton

Menu yang itu-itu saja dan tidak variatif cenderung membuat orang bosan. Khususnya untuk pebisnis kuliner kelas kafe dan restoran. Coba sajikan menu baru setidaknya dua atau tiga bulan sekali.

Tempat yang Kurang Nyaman

Tak bisa dipungkiri, tempat makan yang instragramable memang menjadi daya tarik pengunjung. Akan tetapi kalau memiliki usaha kuliner sederhana, setidaknya tempat harus bersih, nyaman dan aman tempat parkirannya.

Hanya Terima Pembayaran Tunai

Ada baiknya usaha kuliner yang kita buka tidak hanya menerima pembayaran secara tunas saja. Tapi juga bisa secara debit juga online dengan menggunakan aplikasi. Semisal GO PAY. Dengan aplikasi kasir yang canggih dan sudah memanfaatkan digitalisasi, maka makin banyak lagi kalangan yang merasa dimudahkan.

Cetak Tanda Terima
APLIKASI SPOTS

Aplikasi SPOTS

Zaman sekarang masih ada loh yang membuat tanda terima transaksi makanan dan minuman pakai tulis tangan dan menghitungnya secara manual. Sungguh tidak praktis. Apalagi jika customer terburu-buru atau sedang antre panjang. Padahal dengan mesin kasir atau aplikasi kasir, cetak tanda terima menjadi sangat mudah.

Kesulitan Mengelola Pesanan

Mengelola pesanan memerlukan manajemen yang baik. Pesanan online dan offline harus terpisah. Kadang kala, pengusaha kuliner menjadi bingung mana pesanan online, mana yang offline jika pesanan mulai membanjir. Jangan sampai customer merasa kecewa gara-gara pesanan salah antar, atau malah lupa diantar karena salah catatan.

Baca Juga : Gurihnya Sate Maranggi Ce Ai

Kendala Mencatat Transaksi Harian

Pembukuan yang baik menjadi kunci sukses sebuah bisnis. Setiap pengeluaran dan pemasukan secara detail perlu dirinci agar bisa mengevaluasi pengelolaan keuangan. Jelas mana yang modal, keuntungan, atau justru malah merugi. Tanpa catatan transaksi harian, niscaya kita akan kesulitan mengevaluasi keberlangsungan bisnis. Khususnya dalam jangka panjang.

Manfaatkan Teknologi

Ada baiknya pengusaha kuliner di Indonesia mulai melek digital dalam mengelola usahanya. Rekomendasi aplikasi yang bisa digunakan adalah SPOTS. Singkatan dari sistem Point of Sale. Aplikasi ini dilengkapi dengan beragam fitur untuk membantu operasional usaha jenis apa pun.
Kesulitan dalam mengelola pesanan online dan offline, terbatasnya akses menerima pembayaran non tunai, hingga kerepotan dalam merekap transaksi, kerap mempersulit wirausaha yang memiliki sumber daya terbatas.
SPOTS merupakan perangkat multifungsi dari GOJEK untuk semua kebutuhan pelaku UMKM di Indonesia. Dari terima pemesanan GO-FOOD, pembayaran GO-PAY, hingga laporan harian dari beragam tipe pembayaran dan cetak resi secara instan.

Aplikasi kasir SPOTS menghemat waktu dan uang dengan mengotomatisasi banyak tugas penjualan sehari-hari. Harganya pun terjangkau. Biaya aktivasinya hanya Rp 290.000. Sementara biaya pemeliharaannya Rp 2.900/hari). Murah kan? Dengan SPOTS, siapa pun dapat menjalankan usaha kuliner. Mau tahu lebih lanjut? Cek video dan website SPOTS untuk informasi lanjut ya.(**)

 

Artikel ini didukung oleh SPOTS POS

Share This