Fashionable, smart dan ramah. Itulah kesan yang dirasakan saat pertama kali bertemu dengan Eva Lenawati, SE di Martha Tilaar Salon Day Spa Jalan Mayjend Sutoyo No. 80 Tanah Patah, Minggu sore (4/3).

Di Bengkulu, nama Eva Lenawati memang sudah tidak asing lagi. Pengusaha wanita asal Manna, Bengkulu Selatan ini merupakan istri dari pengacara kondang Junaidi Albab Setiawan, SH. M. Comm Law.

Ia memiliki sejumlah usaha. Salah satunya H3 Laundry. Teranyar Eva menjadi pemilik franchise brand perawatan kecantikan ternama Martha Tilaar yang ke-80 di Indonesia.

“Alhamdulillah sudah sebulan terakhir kami sudah soft opening Martha Tilaar. Animo dan respon masyarakat Bengkulu sangat bagus,” ungkap Eva Lenawati yang memiliki hobi membaca, lari dan membuat kerajinan kreatif ini.

Eva sendiri mengakui sangat antusias membuka pusat perawatan dan spa Martha Tilaar. Kegemarannya melakukan treatment dan mencoba relaksasi di tempat-tempat spa, membawa pengalaman berarti bagi bisnisnya.

“Perempuan itu harus pandai merawat diri. Karena cantik itu dimulai dari kebersihan tubuh. Di Jakarta saya paling senang ke Martha Tilaar karena menggunakan produk herbal dan natural. Saya cari informasi soal franchisenya, lalu akhirnya buka juga di Bengkulu,” kata Eva.

Keluarga yang Utama

Eva Lenawati bersama suaminya, Junaidi Albab Setiawan

Eva Lenawati bersama suaminya, Junaidi Albab Setiawan

Ditengah kesibukannya menyiapkan Grand Opening Martha Tilaar pada Selasa, 5 Maret 2019, Eva berbagi cerita tentang berbagai kegiatannya. Ia menuturkan, aktivitasnya yang paling utama adalah menjadi ibu rumah tangga.

Keberhasilannya sebagai ibu rumah tangga tergambar dari kesuksesan sang suami sebagai lawyer di Jakarta. Kini suaminya juga tengah fokus menjadi calon legislatif DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan Bengkulu nomor urut 4. Ditambah lagi tiga buah hati kini tengah mengenyam pendidikan terbaik di Pulau Jawa.

Putra pertamanya Muhammad Hafizh Akram saat ini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).  Putra keduanya  Muhammad Hanif Abrar SMA di Ponpes Modern Al Kausar. Sementara si bungsu Haikal Hayyan Musthafa Kamil bersekolah di Jubilee International School.

Memiliki anak-anak yang sudah bisa mandiri, membuat Eva makin mantap berkonsentrasi pada bisnisnya. Apalagi jiwa menjadi seorang entrepreneur sudah tertanam sejak kecil. “Dari kecil orangtua memang sudah mengenalkan dunia usaha. Saya melihat dan ikut membantu kegiatan orangtua,” tutur putri sulung Rohanuddin Sabana atau dikenal Can Sabana dan Lendarwati.

Passion Sejak Kecil

Eva Lenawati bersama ayahnya Rohanuddin Sabana dan Lendarwati

Eva Lenawati bersama ayahnya Rohanuddin Sabana dan Lendarwati. Bagi Eva, kedua orangtuanya adalah sosok paling inspiratif dalam hidupnya.

Tertanam sejak kecil, lambat laun menjadi pengusaha pun menjadi hobi dan passion bagi Eva. “Saat menjadi mahasiswi di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, saya memang sudah biasa berjualan,” kenang Eva.

Kesuksesan menjadi pebisnis bagi Eva tidak terjadi begitu saja. Orangtua bagi Eva adalah sosok paling inspiratif yang membentuk karakternya hingga saat ini. “Saya melihat orangtua saya sebagai pekerja keras. Karakter inilah yang menempel pada saya. Dulu keluarga kami punya toko. Sembari orangtua menjaga anak, kami juga diajari,” kata Eva.

Ketimbang memilih bekerja kantoran, Eva mengungkapkan dirinya memang lebih suka berwirausaha. “Lebih asyik bekerja dengan bebas dan bisa menghandle sendiri,” tandasnya.

Menjadi pengusaha, lanjut Eva, jelas ada tantangannya. Mulai dari pasang surut bisnis hingga kondisi yang tidak semuanya selalu sama dengan ekpektasi. Akan tetapi berkat pengalaman, kerja keras dan dukungan dari keluarga, tantangan itu bisa dilewati.

“Semua bidang (pekerjaan) itu pasti ada tantangannya. Terpenting, kalau memang passion kita disitu pasti tangan tidak akan terasa berat,” kata Eva.

Lantas, apa kunci sukses menjadi pengusaha bagi Eva? “Kuncinya fokus. Juga sabar. Kalau target belum tercapai, cepat evaluasi. Pokoknya harus sabar dan jangan mudah menyerah lalu banting setir. Kalau kita fokus dan terus dikerjakan dengan tekun, yakin usaha kita pasti menjadi besar,” ujar Eva.(ken)

Share This