Happy Kiddy, Tempat Bermain Asyik Buat Anak

Happy Kiddy, Tempat Bermain Asyik Buat Anak

Happy Kiddy Indonesia, sekarang sudah ada di Bengkulu. Berada di Bencoolen Mall (BenMall), Happy Kiddy Bengkulu menjadi salah satu arena bermain asyik buat anak-anak.

 

**

 

Berawal dari obrolan saya dan Sean saat dia baru bangun tidur. “Bunda, abang ni bosan,” keluhnya sambil merengek. Bunda nggak menyahut. Tak diamkan saja. Sambil berpikir, diajak kemana ya biar kami sama-sama refreshing.

 

Sebenarnya wajar kalau Sean mulai merasa bosan. Usianya baru hampir empat tahun. Jadi belum masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sementara sebulan terakhir setelah bunda melahirkan, sebagian besar hari-hari dihabiskan di rumah saja.

 

Lalu terlihatlah postingan instagram seorang teman yang mengajak anaknya ke Happy Kiddy. Jadi ingat ada arena bermain baru di Bencoolen Mall (BenMall). Jadilah pagi itu begesit ria beres rumah, terus nyiapin anak-anak sebelum main ke sana.

 

Sekitar pukul 11.00 WIB kami meluncur ke BenMall di kawasan Pantai Panjang. Berhubung hari kerja, suasananya tentu tak seramai saat akhir pekan. Buat kami ini lebih nyaman. Artinya tempat bermainnya pun pasti tidak seramai hari libur. Anaknya bisa puas main, bundanya bisa puas foto-foto.

 

Harga Tiket & Membership

Harga tiket dan membership di Happy Kiddy Harga tiket dan membership di Happy Kiddy

Happy Kiddy Bengkulu berada di lantai 2 mall. Jam operasionalnya buka setiap hari pukul 10.00 WIB-21.00 WIB. Di pintu masuknya, ada kasir untuk transaksi pembelian tiket. Setelah melakukan pembayaran, anak akan diberikan gelang tangan Happy Kiddy. Sementara ayah atau bundanya akan mendapatkan kartu pendamping beserta kunci loker.

 

Tarifnya :

                             Weekday             Weekend

Member              50.000                   70.000

Non-Member    80.000                   100.000

Pakai gelang tanda masuk ke Happy Kiddy

Pakai gelang tanda masuk ke Happy Kiddy

Tiket berbayar buat anak diatas 1 tahun. Satu anak, free satu pendamping. Jika pendamping lebih dari satu, ada biaya tambahan sebesar Rp 20.000 per orang. Lalu jika tidak membawa kaos kaki, ada biaya tambahan Rp 10.000 untuk membeli kaos kaki. Dengan biaya segitu, tidak dibatasi waktu bermain alias sepuasnya.

 

Jika berencana kedepannya akan bermain lagi di Happy Kiddy Bengkulu, lebih baik daftar member. Pendaftaran member dikenakan biaya registrasi Rp 20.000 untuk setahun. Member ini bisa digunakan untuk beberapa anak. Untuk member, setiap transaksi minimal 10.000 akan mendapatkan 1 poin dan berlaku kelipatannya. Setiap poin yang dikumpulkan, bisa ditukarkan dengan merchandise menarik.

 

Beragam Wahana

 

Beli tiket sudah. Pakai gelang sudah. Saatnya bermain. Menuju ke arena, pengunjung akan menaiki anak tangga. Sesuai temanya “Adventure Land” suasana areal berukuran sekitar 30 x 20 meter itu menjadi wahana petualangan buat anak-anak karena memiliki banyak spot. Tempatnya juga menarik karena dicat dan diisi wahana warna-warni khas anak-anak. Berhubung lantainya karpet karet, tempatnya bersih untuk anak bermain sambil lesehan.

 

Wall Climbing

 

Dinding panjat dengan tinggi sekitar 2 meter. Anak bisa melatih gerak motorik. Pas sekali buat anak yang suka panjat kursi hingga terali rumah.

 

Kolam Mandi Bola

Kolam mandi bola menjadi salah satu tempat bermain favorit

Kolam mandi bola menjadi salah satu tempat bermain favorit pengunjung

Kolam mandi bolanya terbilang cukup luas dengan bola berwarna biru dan putih.

 

Adventure Slider

Seseruan naik perosotan

Seseruan naik perosotan di wahana adventure slider

Berupa perosotan besar yang terhubung dengan kolam mandi bola. Khusus perosotan yang ini karena cukup tinggi dan ada cekungannya, perlu sekali pengawasan orang tua. Apalagi kalau masih dibawah usia 4 tahun. Beberapa anak yang saya perhatikan, termasuk anak saya, rada kaget karena perosotannya membuat mereka serasa melompat saat meluncur.

 

Toy Corner

Arena permainan pasir sintesis

Arena permainan pasir sintesis

Berupa kursi dan meja yang diisi permainan. Ada susun balok, lego, pasir sintetis, alat musik, mencocokan huruf dan lain-lain. Area ini melatih gerak motorik, kreativitas dan imajinasi.

 

Role Play Town

Mendorong kereta dari supermarket buatan

Mendorong kereta dari supermarket buatan

Berupa arena yang menyerupai kantor polisi, supermarket dan restoran. Di kantor polisi, ada setelah baju polisi beserta topi yang bisa dipakai. Di dalamnya ada penjara juga loh. Begitu juga di supermarket dan restoran. Ada kostum lucu yang bisa dipakai oleh anak.

 

Flying Fox

Arena flying fox dilengkapi peralatan yang aman.

Arena flying fox dilengkapi peralatan yang aman.

Arena flying fox panjangnya sekitar 15 meter. Permainan ini aman karena perlengkapan anak seperti harness dan alat pengaman lainnya cukup lengkap.

 

Trampolin

Lompat-lompat main trampolin.

Lompat-lompat main trampolin.

Arena lompat-lompat buat anak.

 

Arena Balita

Kuda-kudaan di arena bermain balita

Kuda-kudaan di arena bermain balita

Buat yang anaknya masih 2-3 tahun, ada sepeda dan kuda-kudaan yang bisa dipakai bermain. Kalau masih merangkak pun asyik saja bermain di lantai yang bersih.

 

Keterlibatan Orangtua

Selain bermain, anak juga bisa bersosialisasi bermain bersama anak lainnya.

Selain bermain, anak juga bisa bersosialisasi bermain bersama anak lainnya.

Dari beberapa permainan, orangtua bisa ikut berpartisipasi. Misal pada meja lego, pasir sintetis, balok bentuk yang ada di Toy Corner, ayah dan bunda bisa ikut bermain bersama. Saat anak main flying fox, bisa memberikan support kalau anak sedikit merasa takut. Jadi yang nungguin jangan cuma duduk dan main smartphone aja.

 

Setelah hampir dua jam menemani anak bermain, menurut saya Happy Kiddy Bengkulu terbilang nyaman sebagai tempat bermain anak. Bayar sekali untuk semua jenis permainan, bersih, ber-AC. Mengawasi anak lebih mudah karena areanya tertutup. Soal area, jadi pertimbangan sekali buat saya berhubung Sean anaknya aktif dan nggak ada takutnya bermain ke tempat baru.

 

Selain itu, kondisi mainannya juga masih bagus-bagus. Mudah-mudahan bukan karena masih baru saja. Dan mungkin akan lebih bagus lagi kalo secara periodik arena permainannya diubah. Biar pengunjungnya tidak bosan-bosannya untuk datang.  So far, recommended lah buat buibu yang ingin membawa anaknya ke arena bermain.

 

Baca juga : Immersive Cinema, Wahana Baru Bank Indonesia

 

Tips ke Happy Kiddy

Area Happy Kiddy Bengkulu

Separo area Happy Kiddy Bengkulu

  • Kalau bakal berkali-kali ke sana, daftar member lebih hemat. Satu member bisa buat beberapa anak
  • Jika ada waktu luang selain weekend, lebih asyik ke sana saat weekday. Puas bermain tanpa harus antre dengan anak lain
  • Bawa kaos kaki dari rumah, baik anak maupun pendamping. Lumyan, bisa hemat Rp 10.000 per pasang
  • Walau ada petugasnya, ayah atau bunda tetap harus mengawasi. Khususnya untuk perosotan yang di lokasi mandi bola
  • Bisa banget bawa bekal kalau mau main rada lama. Soale ada area khusus buat makan minum.

 

Gimana, seru kan main di Happy Kiddy. Semoga artikelnya bisa menjadi referensi bagi yang ingin mengajak buah hatinya bermain di sana.(**)

 

Memimpikan Bali Sekali Lagi Bersama Traveloka Xperience

Memimpikan Bali Sekali Lagi Bersama Traveloka Xperience

Siapa yang tidak kenal dengan Bali. Pulau Dewata yang menjadi tujuan destinasi wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Setelah pernah berkunjung sekali ke sana, saya memimpikan bisa berkunjung ke Bali lagi bersama Traveloka Xperience.

“Kita gak jadi ke event yang di Jakarta. Lokasinya pindah ke Bali.” Sebuah pesan masuk ke WhatsApp pagi itu bikin saya lompat-lompat girang sekali. Ya iyalah. Kalau ke Jakarta walau tiketnya gratisan juga, saya sudah cukup sering ke ibu kota dan menjelajah berbagai tempat wisata dan kulinernya.

Tapi kali ini Bali. Destinasi wisata yang menarik para turis dunia untuk berkunjung ke sana. Beruntungnya akhirnya di usia 32 tahun saya pun bisa pelesiran ke sana buat melihat langsung keindahan alam, budaya dan mencicipi kulinernya.

Bertolak Menuju Bali

Pulau Dewata menjelang landing di Bandara Ngurah Rai

Pulau Dewata menjelang landing di Bandara Ngurah Rai

Bertolak ke Bali dari Bengkulu, Jumat pagi di bulan September saya naik pesawat terpagi dari Bandara Fatmawati menuju Bandara Soekarno Hatta. Perjalanannya hanya sejam. Pukul 06.05 WIB pesawat take off, lalu landing sekitar pukul 07.20 WIB. Kemudian dilanjutkan penerbangan berikutnya sekitar pukul 11.00 WIB.

Setibanya di Bandara Ngurah Rai, cukup excited sama udara Bali yang cukup terik siang itu. Biar sama-sama berada di pinggir pantai, Bengkulu berasa lebih adem udaranya. Mungkin cuaca terik ini juga yang bikin para turis betah lama-lama berjemur di pinggir pantainya.

Bersama beberapa orang teman dari Jakarta, Banten dan Aceh, kami dijemput oleh mobil carteran yang siap mengantar kami berkeliling Bali selama dua hari.

Beachwalk Shopping Center

Kawasan Beachwalk Shopping Center di malam hari.

Kawasan Beachwalk Shopping Center di malam hari.

Tempat pertama yang kami kunjungi di Bali setelah menyimpan barang di hotel adalah Beachwalk Shooping Center. Kebetulan event yang kami datangi lokasinya berada di salah satu mall terbesar di kawasan Pantai Kuta.

Mall yang satu ini bisa menjadi alternatif wisata di Kuta kalau merasa jenuh memandangi kawasan pantai yang 24 jam nyaris tanpa sepi. Konon banyak orang mendatangi Beachwalk Mall bukan hanya untuk berbelanja dan hiburan. Tapi juga tertarik dengan desain mallnya yang unik dan futuristik.

Banyak spot instagramablenya juga. Seperti pohon permen, jembatan kayu sampai view indah dari lantai dua mall. Jadi selain berbelanja, cuci mata, nonton, makan-makan atau menikmati spa, pengunjung bakalan puas foto-foto di sana.

Secret Beach

Saya berada di depan tulisan Pantai Pandawa yang ikonik.

Saya berada di depan tulisan Pantai Pandawa yang ikonik.

Hari kedua di Bali. Kami memanfaatkan waktu yang cuma satu hari saja berada di sana buat puas-puasin berwisata ke beberapa tempat. Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah “secret beach” nya Pulau Dewata. Dulu julukan dari para turis begitu. Tapi sekarang pantainya bukan lagi pantai rahasia. Di hari Minggu pagi, cukup ramai pelancong yang datang ke sana. Di kalangan wisatawan, pantai ini dikenal sebagai Pantai Pandawa.

Menggunakan mobil carteran, kami berangkat dari hotel di kawasan Kuta menunju Pantai Pandawa. Jarak tempuhnya sekitar 50 menit atau 22,5 km ke arah selatan Pulau Bali. Tepatnya di Kecamatan Kutuh. Karena berada di kawasan Kutuh, warga setempat menyebutnya Pantai Kutuh.

Menuju Pantai Pandawa, awalnya kita akan melintasi kawasan perkotaan padat. Tapi lambat laun rumah-rumah mulai tampak jarang. Avanza hitam yang kami kendarai mulai memasuki kawasan perbukitan kapur.

Setelah berkelok-kelok, dari balik bukit tiba-tiba saja terbentang langit dan laut yang sangat biru. Di kiri kanan tebing yang kami lalui ada enam patung pahat atau Pandawa Lima dan Kunti yang disisipkan di dinding bukit. Enam patung itu masing-masing adalah patung Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.

Berkunjung ke Pantai Pandawa, tentu saja harus membayar tiket masuk. Menurut saya tarifnya sih cukup murah. Apalagi informasi dari petugas di sana, tarif yang dikenakan kepada pengunjung dimanfaatkan untuk kebersihan dan perawatan kawasan. Tarifnya :

  • Pengunjung Rp 8.000 per orang
  • Parkir mobil 5.000
  • Parkir motor Rp 2.000

Selain menikmati pemandangan pantai yang aduhai dengan airnya yang super jernih, di Pantai Pandawa kita juga bisa berenang di tepian pantainya, olahraga kano dan jetski atau juga bisa paralayang bagi yang ingin menikmati pemandangan pantai dari udara. Barisan kursi pantai juga bisa disewa bagi yang ingin berjemur.

Terus kalau mau beli oleh-oleh, di Pantai Pandawa juga sudah ada toko souvenir. Ada juga rumah makan dan warung-warung untuk beli snack dan minuman atau sekadar buat duduk-duduk.

Pura Uluwatu

Pura Uluwatu

Pura Uluwatu

Dari Pantai Pandawa kami menuju Pura Luhur Uluwatu. Perjalanannya sekitar 15, 2 km atau setengah jam saja. Meski sebelumnya sudah mendengar namanya, tapi saya belum pernah browsing atau cari tahu seperti apa suasana tempat wisata yang dikenal sebagai salah satu tempat ibadah umat Hindu di Bali.

Pura Luhur Uluwatu masuk ke dalam wilayah Desa Pecatu Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Masuk ke tempat wisata ini kita harus membayar tiket masuk dengan tarif:

  • Dewasa                Rp 20.000
  • Anak-anak           Rp 10.000
  • Parkir mobil        Rp 5.000
  • Tari Kecak            Rp 100.000

Setelah membeli tiket, sebelum masuk kita diminta untuk mengenakan kain yang disiapkan. Ada yang berwarna ungu dan orang. Kain wajib dikenakan oleh pengunjung, terutama yang mengenakan rok atau celana pendek. Sebagai tanda penghormatan karena di dalam area wisata ada pura tempat beribadah.

Dari pintu masuk, kita akan terus berjalan sekitar 500 meter hingga ke bibir laut. Kiri kanannya ada pohon kamboja besar-besar sebagai peneduh. Begitu sampai ke bibir laut, barulah saya sadar kalau wisatawan berada di pinggir tebing setinggi hampir 100 meter dari permukaan laut.

Btw, selama berada di dalam kawasan pura sebaiknya berhati dengan barang-barang aksesoris yang melekat. Seperti topi, dompet dan kacamata. Bukan karena copet loh ya. Tapi karena di sana banyak monyet-monyet jahil yang kadang-kadang mengambil barang pengunjung.

Seperti saya yang sempat melepas sandal jepit saat akan memotret dari atas dipan. Pas mau dipakai lagi, sandalnya sudah hilang dibawa kera ke atas atap bumbungan pondok tempat kami beristirahat. Beruntung ada ibu-ibu petugas kebersihan yang menukar telur rebus dengan sandal jepit saya. Alhamdulillah pulangnya batal “nyeker”.

Tanah Lot Nan Legendaris

MAtahari terbenam di Tanah Lot

MAtahari terbenam di Tanah Lot

Menjelang sore, satu tempat wisata terkenal di Bali. Yakni Tanah Lot. Siapa yang tidak kenal dengan destinasi wisata yang satu ini. Sunsetnya itu. Rasanya belum pernah saya melihat sunset seindah di sana. Tak jenuh mata memandang sampai mataharinya menghilang di ufuk barat.

Tanah Lot berada di Desa Beraban Kecamatan Kediri. Berbeda dengan Pantai Pandawa dan Pura Luhur Uluwatu yang ada di Kabupaten Badung, Tanah Lot berada di Kabupaten Tabanan. Jarak tempuhnya hampir 2 jam atau melintasi jalanan hingga 42,5 km.

Masuk ke area wisata ini para wisatawan domestik harus membayar tiket masuk :

  • Dewasa                Rp 20.000
  • Anak-anak           Rp 15.000
  • Parkir motor       Rp 2.000
  • Parkir mobil        Rp 5.000
  • Parkir bus            Rp 10.000

Sama halnya dengan wisata Bali lainnya, pintu gerbang merupakan dinding pahat seperti di pura-pura. Tanah Lot bisa dibilang sangat tertata. Usaha kecil dan menengah yang ada di sana mendapat perhatian dengan dibangunnya sentra cendramata dan kuliner. Bahkan sebelum mendekati area utama tempat wisata, jalur yang dibuat menuju ke sana melintasi area kios-kios pedagang. Membuat kita mau tak mau melihat apa saja yang dijual.

Di Tanah Lot ada dua pura yang berdiri persis di bibir pantai. Yang satu namanya Pura Tanah Lot. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Lalu di bagian utara lainnya sebuah pura lain yang dibangun di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Pura ini disebut Pura Karang Bolong.

Makin beranjak sore, makin ramai yang datang. Wisatawan mancanegara amat sangat betah menyaksikan matahari terbenam. Apalagi yang berpasangan. Senja terasa begitu romantis disaksikan dari atas tebing. Selepas Maghrib, juga ada pertunjukkan tari kecak. Tari tradisional yang disajikan puluhan penari sembari melingkari api unggun.

Nasi Campur vs Nasi Pedas

Aneka sayur dan lauk yang ada di nasi pedas bu Andika

Aneka sayur dan lauk yang ada di nasi pedas bu Andika

Selama berada di Bali, pastikan untuk tidak melewatkan dua kuliner terkenal yang ada di Bali. Nasi campur dan nasi pedas. Saya juga sempat mencoba makan yang namanya nasi campur atau nasi ramesan dengan lauk pauk yang komplit.

Di piring ada lawar sayuran atau urap, sate lilit, telur pindang, sambal, sambal kacang dan tempe. Makin enak dinikmati bersama es kelapa muda. Satu porsinya nasi campur Rp 20.000 saja.

Selain nasi campur, nasi pedas tak kalah nikmatnya. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah nasi pedas Bu Andika. Kuliner halal di Bali ini buka empat cabang. Di Jalan Raya Kuta, Jalan Patih Jelantik, Jalan Blambangan dan Jalan Nusa Dua. Kenapa banyak cabangnya, karena memang tempat kuliner yang satu ini laris manis. Terkenal di kalangan pencinta makanan pedas.

Sesuai dengan namanya, nasi pedas Bu Andika menawarkan berbagai kuliner yang pedas-pedas. Ayam, tempe orek, sayur, semua dimasak pedas. Untungnya masih ada abon sapi yang rada-rada manis karena saya kurang tahan makan pedas. Seporsinya bervariasi antara Rp 20.000-Rp 30.000 sesuai dengan lauk yang kita ambil.

Traveloka Xperience

Traveloka Xperience

Traveloka Xperience

Satu hari berada di Bali sebenarnya bagi saya belumlah cukup. Masih ada banyak spot wisata yang masih ingin saya kunjungi. Bukan hanya traveling sendirian. Tapi bareng keluarga. Bersama dua anak saya Sean Kilimanjaro dan Zafran Kahfi Wijaya, juga ayahnya.

Nah baru-baru ini saya tertarik sama produk baru dari Traveloka buat ngerasain #XperienceSeru dimana saja dan kapan saja. Namanya Traveloka Xperience.  Produk yang yang sudah diluncurkan sejak awal 2019 ini merupakan layanan untuk memenuhi kebutuhan liburan, gaya hidup dan hiburan. Yang mana semuanya terintegrasi dalam satu aplikasi yang bisa kita instal melalui PlayStore di smartphone berbasis Android.

Saat ini Traveloka Xperience menjadi discovery platform pemesanan beragam produk aktivitas liburan dan gaya hidup tujuh negara di Asia Tenggara dan Australia. Di aplikasinya, Traveloka Xperience menyediakan layanan pencarian dan pemesanan beragam kategori aktivitas hidup.

Ada tiket atraksi, tiket event/ festival/ konser, karaoke hingga kelas olahraga. Lalu ada tiket tur, tiket taman bermain, pijat dan spa, kecantikan, tiket bioskop, kursus dan workshop, makanan dan minuman, transportasi dan pelengkap travel.

Saat ini, Traveloka Xperience memiliki inventori aktivitas dan rekreasi sebanyak lebih dari 10 ribu mitra dan tersebar di 60 negara. Tak hanya menawarkan lebih dari 10 produk gaya hidup, Traveloka Xperience juga telah menyediakan lebih dari 40 pilihan metode pembayaran untuk memberikan kemudahan yang optimal bagi para penggunanya.

Untuk merasakan pengalaman platform Traveloka Xperience caranya pun cukup mudah. Cukup ketik nama provinsi atau wilayah yang ingin dituju pada kolom pencarian. Semisal Bali, maka akan tampil pilihan tujuan wisata, hiburan, gaya hidup yang bisa difilter berdasarkan kategori. Lengkap pula dengan harganya dan bisa dipesan langsung saat itu juga.

Senangnya Kalau Bisa ke Bali Zoo

Informasi wisata Bali Zoo di Traveloka Xperience

Informasi wisata Bali Zoo di Traveloka Xperience

Salah satu destinasi yang ingin saya kunjungi dengan Traveloka Xperience adalah Bali Zoo. Kebun binatang ini disebut-sebut sebagai yang terbaik di Indonesia. Sangat cocok dikunjungi bersama keluarga. Sean pastinya senang bisa melihat dari dekat aneka satwa yang ada di sana. Bahkan bisa memberi makan langsung di area petting zoo.

Melalui Traveloka Xperience, kita bisa tahu persis harga tiket masuk. Baik untuk turis lokal dan mancanegara. Asyiknya nih, melalui Traveloka Xperience ada diskonnya loh. Untuk masuk ke Bali Zoo wisatawan domestik bisa mendapatkan tiket mulai dari :

  • Grup booking anak WNI dan pemegang KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) Rp 87 ribu dari harga Rp 100 ribu
  • Grup booking dewasa tiket Bali Zoo bisa dibeli seharga Rp 200 dari harga Rp 140 ribu
  • Tiket masuk perorangan Rp 115.080 dari harga Rp 140 ribu
  • Tiket masuk plus nasi goreng atau nasi campur Rp 189 ribu dari harga Rp 210 ribu
  • Tiket masuk include makan Crispy Duck A Rp 215 ribu dari harga Rp 250 ribu
  • Tiket masuk include makan Crispy Duck B Rp 261 ribu dari harga Rp 290 ribu
  • Tiket masuk plus Buffet Lunch Rp 262.200 dari harga Rp 285 ribu
  • Tiket masuk plus Set Lunch di Restoran Wanna Rp 270 ribu dari harga Rp 300 ribu
  • Tiket Jungle Outbound Rp 336 ribu dari harga Rp 350 ribu
  • Tiket Night at The Zoo Rp 391 ribu dari harga Rp 425 ribu
  • Tiket Elephant Expedition Rp 445.400 dari harga Rp 495 ribu

Selain bisa memantau harga tiket beserta diskonnya, melalui Traveloka Xperience kita juga bisa melihat informasi penting lainnya. Seperti jam buka, fasilitas, ulasan pengunjung dan ringkasan seputar Bali Zoo. Menggunakan Traveloka Xperience kita juga tidak perlu membawa tiket masuk dalam bentuk fisik. Cukup menunjukkan e-tiket dari Traveloka ke meja registrasi Bali Zoo. Mudah sekali kan caranya?

Selain ke Bali Zoo, saya juga sebenarnya ingin mencicipi rasanya diving di Bali. Ada dua spot yang katanya bagus banget buat menyelam. Di Nusa Penida dan Tulamben. Sebelumnya saya sudah mencoba Diving di Bunaken. Semoga nanti ada rezeki bisa traveling ke Bali bersama keluarga.(**)

 

Tulisan ini saya sertakan pada lomba #TravelokaBlogContest2019

 

 

Penasaran Nonton Video Mapping, Yuk ke Benteng Marlborough

Penasaran Nonton Video Mapping, Yuk ke Benteng Marlborough

Siapa yang tidak kenal dengan Benteng Marlborough. Benteng peninggalan Inggris ini dikenal sebagai yang terkuat di wilayah Timur. Dibangun pada tahun 1713-1714 dibawah kepemimpinan Joseph Callet, Gubernur East India Company (EIC). Sebuah sajian video mapping rencananya akan ditayangkan di Benteng Marlborough.

Benteng yang tampak seperti kura-kura yang sedang mendarat jika dilihat dari udara ini dikenal juga sebagai saksi sejarah perlawanan masyarakat Bengkulu dari penjajahan bangsa asing. Setelah Belanda angkat kaki pada 1950, benteng Marlborough pernah menjadi markas TNI-AD. Selanjutnya pada 1977, benteng ini diserahkan kepada Depdikbud (sekarang Kemendikbud) untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya.

Sekarang setelah tiga abad berlalu, keberadaan Benteng Marlborough menjadi salah satu aset wisata sejarah terbaik. Orang-orang yang datang tak hanya untuk berwisata dan berfoto-foto ria. Tapi juga sebagai sarana edukasi dan menambah pengetahuan.

 Salah satu yang akan disajikan Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dalam waktu dekat adalah video mapping “The Story of Fort Marlborough”. Sajian video mapping ini ditayangkan dalam rangka Bencoolen Internasional Marine Festival yang akan berlangsung 28-29 September 2019.

Pertunjukkan video mapping hasil kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi akan berlangsung Sabtu, 28 September 2019 pukul 19.30 WIB. Duh, jadi program ekspresi seni media di ruang publik ini.

Sejarah Pembangunan Benteng

Bencoolen Marine Festival yang akan diselenggarakan di Kota Bengkulu.

Bencoolen Marine Festival yang akan diselenggarakan di Kota Bengkulu.

Direktur Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan mengatakan, video mapping ini nantinya akan bercerita singkat pada masyarakat Bengkulu terkait sejarah Benteng Marlborough. “Cerita singkatnya dituangkan dalam seni media menggunakan teknologi kekinian,” kata Restu.

Video Mapping di Benteng Marlborough ini merupakan implementasi dari strategi pemajuan kebudayaan yang diamanatkan undang-undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 Tentang pemajuan kebudayaan. Khususnya dalam hal pemanfaatan pendayagunaan objek pemajuan kebudayaan sebagai ruang ekspresi budaya masyarakat dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Kepala BPCB Jambi Iskandar mengatakan, Benteng Marlborough nantinya akan menjadi media proyeksi video mapping kata. Sehingga tergambar dari para penonton bagaimana awal mula pembangunan Fort Marlborough.

Begitu halnya dengan peperangan yang terjadi akibat penjajahan dan eksploitasi kekayaan alam Bengkulu yang berlebihan sampai beberapa kali mengalami alih fungsi menjadi benteng pertahanan Hindia-Belanda-Jepang hingga kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

“Ini baru pertama di Bengkulu. Kegiatan ini merupakan sinergi sekaligus dukungan terhadap gagasan besar bapak Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membangun Bengkulu lewat sektor parawisata dengan program Visit 2020 Wonderful Bengkulu,” jelas Iskandar.

Selain pertunjukan video mapping, di Benteng Marlborough juga akan ada pentas seni Sanggar Seni Cikak Bengkulu. Sanggar tersebut akan mengangkat tema “Rentak Musik Serpihan Pulau Perca”.

Masih dalam satu rangkaian kegiatan besar Bencoolen Marine Festival 2019, juga akan digelar berbagai macam kegiatan lainnya. Mulai dari Bencoolen Coffee Festival, Brewing Coffee Competition, Tasters Coffee Competition, Roasting Coffee Competition, Fort Malrborough Art and Culture Festival, Sea Culinary Festival, Chinatown Festival dan Kampoeng Komunitas Bencoolen.(**)

Jadwal Festival Bumi Rafflesia 2019

Jadwal Festival Bumi Rafflesia 2019

Festival Bumi Rafflesia kembali digelar. Istimewanya, tahun ini untuk pertama kalinya event yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu itu masuk sebagai Top 100 Calendar of Event (COE) Kementerian Pariwisata.

Sudah punya agenda traveling kemana di bulan Juli ? Yuk pilih Bengkulu sebagai destinasi liburan pertengahan tahun ini. Rencananya tanggal 18-22 Juli akan ada Festival Bumi Rafflesia 2019 yang dipusatkan di Sport Center Pantai Panjang.

Festival Bumi Rafflesia merupakan ajang pariwisata dan budaya yang rutin diselenggarakan setiap tahun di Bengkulu. Kegiatan ini diselenggarakan sejak tahun 2013. Biasanya ada pameran industri dan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM), pagelaran seni dan budaya, karnaval etnik, lomba fashion show, pameran dan lomba melukis, serta kegiatan menarik lainnya.

Setiap tahun diselenggarakan, penyelenggaraan yang tadinya masih ala kadarnya terus berbenah. Khususnya dengan semakin meningkatnya kesadaran bahwa festival ini memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bengkulu. Sehingga objek-objek wisata Bengkulu yang menarik, bisa lebih dikenal.

Tidak tanggung-tanggung. Selama lima hari Festival Bumi Rafflesia berlangsung, kunjungan wisata ditargetkan bisa mencapai 10.000 orang. Cukup banyak juga ya targetnya. Mudah-mudahan bisa terpenuhi.

Oleh sebab itu Festival Bumi Rafflesia tahun 2019 ini perlu persiapan matang. Jika penyelenggaraan tahun ini sukses dan kembali digelar secara rutin di tahun mendatang, maka akan banyak efeknya untuk perekonomian masyarakat.

Mulai dari tingkat hunian hotel yang bertambah, berkembangnya wisata kuliner, bertambahnya kunjungan ke objek wisata andalan di Bengkulu, hingga menguntungkan masyarakat yang menopang mata pencahariannya melalui bisnis UMKM.

Apa yang  Menarik di Festival Bumi Rafflesia?

Festival Bumi Rafflesia

Festival Bumi Rafflesia

Menurut saya ada beberapa kegiatan menarik yang bisa kita saksikan di Festival Bumi Rafflesia. Tapi rasanya yang sayang untuk dilewatkan untuk ditonton salah satunya adalah pertunjukan atraksi dol, lomba lukis dan pagelaran seni dan budaya.

Yang ingin liat-liat pameran juga ada pameran industri. Bisa sambil shopping produk-produk unik dan menarik. Secara keseluruhan, ini dia kegiatan yang akan diselenggarakan pada Festival Bumi Rafflesia:

Pameran Pariwisata & Inafact Fair

Akan ada tenda-tenda ber-AC yang dipasang di aera Sport Center Pantai Panjang. Berisi pameran industri, investasi dan pariwisata. Biasanya kita bisa melihat aneka produk kerajinan seperti aksesoris gelang, kalung, cincin, bros, jilbab, batik, sepatu dan lain-lain. Bukan hanya dari Bengkulu saja. Tapi juga dari kabupaten dan provinsi-provinsi lainnya.

Atraksi Dhol dengan Formasi Pola Bunga Rafflesia

Akan ada 500 lebih pemain dhol yang tampil. Tahun-tahun sebelumnya atraksi dhol sudah memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Atraksi ini dipusatkan di depan ikon Pantai Panjang. Atraksi ini tampaknya yang paling dinanti karena selama ini musik dhol dikenal sebagai pertunjukan musik tradisional yang menarik. Daya tarik musik dhol terletak pada permainan musiknya yang memacu semangat siapapun yang mendengarnya.

Internasional Folk Art Festival

Pagelaran seni dan budaya dari Thailand, Singapura, Inggris dan Korea Selatan. Grup seni dari negara Asia ini menampilkan tarian. Seperti dari Singapura ada penampilan Dian Dancers, “Nalmoe Buk Chum” dari Korea Selatan, “Butwa’an Dance Ensamble” dari Philipina dan lain-lain. Selain dari luar negeri juga ada penampilan Bencoolen Percusion dari PGSD Unib, Performance KA-GA-NGA, Performance UKM Batra Universitas Riau dan lain-lain.

Ethnic Carnaval

Karnaval dengan fashion etnik di Festival Bumi Rafflesia dengan ciri khas Batik Kain Besurek

Karnaval dengan fashion etnik di Festival Bumi Rafflesia dengan ciri khas Batik Kain Besurek

Fashion show pakaian bernuansa etnik karya desainer Bengkulu. Biasanya pakaian etnik yang ditampilkan bernuansa khas Bengkulu. Yakni Batik Kain Besurek. Karnaval ini sayang dilewatkan oleh para fotografer dan pecinta fashion etnik.

Nge-Trail Wonderful Bengkulu

Sebanyak 1.000 riders akan menempuh jalur start di Sport Center Pantai Panjang-Bengkulu Tengah-finish Sport Center Pantai Panjang. Para riders ini bukan hanya dari Provinsi Bengkulu saja. Tapi juga dari Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan.

Lomba Lukis dan Pameran

Lomba lukis bertema “Wonderful Bengkulu” akan diikuti pelajar SMP, SMA, mahasiswa dan umum. Total hadiahnya mencapai Rp 54 juta.

Pagelaran Seni dan Budaya

Penampilan lagu daerah, tarian dan musik tradisional dari masing-masing kabupaten/kota.

Penanaman Pohon dan Visit Kalamansi

Aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Lokasinya akan dipusatkan di kawasan Danau Dendam Tak Sudah. Setelahnya para peserta yang termasuk juga perwakilan dari empat negara akan mengunjungi sentra sirup kalamansi. Minuman khas dari Bengkulu. Mereka akan menyaksikan langsung proses produksi jeruk kalamansi.

Jadwal Festival Bumi Rafflesia

Denah lokasi Festival Bumi Raff;esia

Denah lokasi Festival Bumi Raff;esia

Nah, buat yang sudah siap-siap datang ke Festival Bumi Rafflesia, silakan baca jadwalnya ya. Jangan sampai melewatkan atraksi dan pegalaran seni budaya yang seru. Berikut jadwalnya :

Pembukaan – Kamis, 18 Juli 2019

Pagi-Malam        Lomba Lukis

15.00 WIB            Pembukaan Festival Bumi Rafflesia dan Inafact Fair (pameran) oleh Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah

                                Ethnic Carnaval

                                Performance Grup Seni Tari dan Budaya dari Kabupaten

Hari ke-2 – Jumat, 19 Juli 2019

Pagi-Malam        Lomba Lukis

                                Pameran Inafact Fair

16.00 WIB            Akuistik

19.30 WIB           Performance Grup Seni Tari dan Budaya dari KAbupaten

Hari ke-3 – Sabtu, 20 Juli 2019

Pagi-Malam        Lomba Melukis

07.00 WIB            Pelepasan Ngetrail Wonderful Bengkulu –RBAT 2019

08.00 WIB            Worshop Cross Culture bersama 4 negara &  4 sanggar lokal

15.00 WIB            Atraksi Dol dengan pola bunga rafflesia dan kolaborasi dengan seniman 4 negara

19.30 WIB           Performance Grup Seni Tari dan Budaya dari KAbupaten

Hari ke-4 – Minggu, 21 Juli 2019

07.00 WIB          Penanaman Pohon Sapta Pesona di Danau Dendam Tak Sudah

08.30 WIB          Kunjungan ke rumah produk kalamansi

Pagi-Malam        Lomba Lukis

                              Performance Grup Seni Tari dan Budaya dari KAbupaten

Hari ke-5 – Senin, 22 Juli 2019

19.30 WIB            Pembagian hadiah

                               Penutupan oleh Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah

                               Performance Grup Seni Tari dan Budaya dari grup seni negara sahabat

Jadwal diatas, dilansir berdasarkan rundown yang di-share oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu melalui Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Bengkulu. Jadwalnya saya ringkas dan olah supaya lebih mudah dibaca. Dan bisa jadi ada yang berubah, molor atau dipercepat ya. Jadi harap maklum kalau ada yang tidak sesuai jadwal nantinya.

Oia sambil traveling ke Bengkulu para wisatawan juga jangan lewatkan destinasi wisata lainnya yang ada di Kota Bengkulu. Salah satunya bisa mengunjungi Rumah Ibu Fatmawati, ibu negara pertama Republik Indonesia. Kalau lelah berkeliling tempat wisata dan ingin relaksasi, bisa datang juga ke Martha Tilaar Cabang Bengkulu.

Air terjun Sengkuang di Kabupaten Kepahiang yang bisa didatangi saat traveling ke Bengkulu selain menyaksikan Festival Bumi Rafflesia

Air terjun Sengkuang di Kabupaten Kepahiang yang bisa didatangi saat traveling ke Bengkulu selain menyaksikan Festival Bumi Rafflesia

Berikut beberapa rekomendasi beberapa tempat wisata menarik di Kota Bengkulu dan kabupaten sekitarnya yang dekat :

  • Kota Bengkulu
  • Benteng Marlborough
  • Kampung Cina
  • Penangkaran Tukik/ Anak Penyu Tapak Paderi
  • Rumah Pengasingan Bung Karno
  • Pantai Panjang
  • Danau Dendam Tak Sudah
  • Wisata Mangrove Badhrika & Kampung Melayu
  • Sentra Oleh-oleh Anggut
  • Bengkulu Tengah
  • Bunga Rafflesia
  • Air Terjun Taba Penanjung
  • Pantai Sungai Suci
  • Kepahiang
  • Bunga Rafflesia
  • Penangkaran Bunga Bangkai/ Amorphopallus
  • Air Terjun Sengkuang
Pesan Tiket Pesawat ke Bali Lebih Mudah Via Pegipegi

Pesan Tiket Pesawat ke Bali Lebih Mudah Via Pegipegi

Bali bisa dibilang menjadi destinasi liburan idaman bagi wisatawan. Tak hanya dari Indonesia, tapi juga seluruh penjuru dunia. Berbekal tiket pesawat ke Bali, saya bisa menjelajah ke beberapa tempat wisata yang ada di sana.

**

Partner traveling selama di Bali

Partner traveling selama di Bali

Ngomongin soal pariwisata Bali, tidak akan ada habisnya. Keindahan alam, kuliner hingga budayanya akan membuat kita terkagum-kagum. Begitupun yang saya rasakan ketika berkesempatan berkunjung ke sana selama dua hari dua malam berada di provinsi yang mendapat julukan Pulau Dewata itu.

Bisa dibilang momen nge-trip ke Bali beberapa waktu lalu juga menjadi pengalaman seru dan tak terlupakan. Salah satunya karena di perjalanan kali ini saya tidak hanya sendirian, juga bukan bersama keluarga. Tapi bersama teman-teman baru yang punya hobi serupa. Yap. Traveling.

Di trip kali ini saya bersama mas Beni dan mas Dicky dari Jakarta, mas Nasroel, Musayyarotun alias Nopus dari Banten dan Yustino dari Banyuwangi. Sementara saya sendiri dari Bengkulu. Kami berenam dipertemukan oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) di Bali.

Biarpun baru pertama kali bertemu, tapi rasanya nge-trip bareng mereka seperti bersama dengan kawan-kawan lama. Cerita nyambung, berkunjung kemana saja pun oke. Di Bali, kami mendatangi sejumlah tempat wisata dan menikmati kuliner enak. Apa saja? Ini dia destinasinya :

Pantai Pandawa

Tulisan Pantai Pandawa nan ikonik untuk berfoto

Tulisan Pantai Pandawa nan ikonik untuk berfoto

Trip pertama, kami mengunjungi Pantai Pandawa. Minggu pagi nan cerah di hari itu. Kami berangkat dari hotel yang berada di kawasan Pantai Kuta sekitar pukul 08.00 WITA selepas sarapan pagi. Kami diantar oleh sopir carteran yang disapa Beli.

Dari Kuta ke Pantai Pandawa nemepuh waktu sekitar 50 menit atau 22,5 km ke arah selatan Pulau Bali. Menurut Beli, wisata Pantai Pandawa memang sudah dikenal. Walau belum seterkenal wisata pantai lainnya seperti Pantai Kuta. Hal ini karena pengelolaan pantai secara profesional dan apik baru dilakukan beberapa tahun terakhir.

Malah ada sebutan khusus pantai yang berada di Kecamatan Kutuh, Kabupaten Badung ini. Yakni the secret beach alias pantai rahasia. Walaupun pada saat ke sana sudah ada ratusan pengunjung yang menikmati pemandangan laut biru dan pasir putihnya.

Menuju Pantai Pandawa, awalnya kita akan melintasi kawasan perkotaan padat. Tapi lambat laun rumah-rumah mulai tampak jarang. Avanza hitam yang kami kendarai mulai memasuki kawasan perbukitan kapur.

Setelah berkelok-kelok, dari balik bukit tiba-tiba saja terbentang langit dan laut yang sangat biru. Di kiri kanan tebing yang kami lalui ada enam patung pahat atau Pandawa Lima dan Kunti yang disisipkan di dinding bukit. Enam patung itu masing-masing adalah patung Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.

Berkunjung ke Pantai Pandawa, tentu saja harus membayar tiket masuk. Menurut saya tarifnya sih cukup murah. Apalagi informasi dari petugas di sana, tarif yang dikenakan kepada pengunjung dimanfaatkan untuk kebersihan dan perawatan kawasan. Tarifnya :

  • Pengunjung Rp 8.000 per orang
  • Parkir mobil 5.000
  • Parkir motor Rp 2.000

Selain menikmati pemandangan pantai yang aduhai dengan airnya yang super jernih, di Pantai Pandawa kita juga bisa berenang di tepian pantainya, olahraga kano dan jetski atau juga bisa paralayang bagi yang ingin menikmati pemandangan pantai dari udara.

Bagi yang ingin beli oleh-oleh, di Pantai Pandawa juga sudah ada toko souvenir, rumah makan dan warung-warung untuk beli snack atau sekadar buat duduk-duduk.

Pura Uluwatu

Mengenakan kain di Pura Luhur Uluwatu

Saya dan Nopus mengenakan kain sebelum masuk ke Pura Luhur Uluwatu

Dari Pantai Pandawa kami bergerak ke Pura Luhur Uluwatu. Perjalanannya sekitar 15, 2 km atau setengah jam saja. Meski sebelumnya sudah mendengar namanya, tapi saya belum pernah browsing atau cari tahu seperti apa suasana tempat wisata yang dikenal sebagai salah satu tempat ibadah umat Hindu di Bali.

Pura Luhur Uluwatu masuk ke dalam wilayah Desa Pecatu Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Masuk ke tempat wisata ini kita harus membayar tiket masuk dengan tarif:

  • Dewasa                Rp 20.000
  • Anak-anak           Rp 10.000
  • Parkir mobil        Rp 5.000
  • Tari Kecak            Rp 100.000

Setelah membeli tiket, sebelum masuk kita diminta untuk mengenakan kain yang disiapkan. Ada yang berwarna ungu dan orang. Kain wajib dikenakan oleh pengunjung, terutama yang mengenakan rok atau celana pendek. Sebagai tanda penghormatan karena di dalam area wisata ada pura tempat beribadah.

Dari pintu masuk, kita akan terus berjalan sekitar 500 meter hingga ke bibir laut. Kiri kanannya ada pohon kamboja besar-besar sebagai peneduh. Begitu sampai ke bibir laut, barulah saya sadar kalau wisatawan berada di pinggir tebing setinggi hampir 100 meter dari permukaan laut.

Pemandangan laut dari tebing di kawasan Pura Luhur Uluwatu

Pemandangan laut dari tebing di kawasan Pura Luhur Uluwatu

Dihimpun dari berbagai sumber, pura yang terletak di ujung barat daya Pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga sembilan mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya.

Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksa atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.

Btw, selama berada di dalam kawasan pura sebaiknya berhati dengan barang-barang aksesoris yang melekat. Seperti topi, dompet dan kacamata. Bukan karena copet loh ya. Tapi karena di sana banyak monyet-monyet jahil yang kadang-kadang mengambil barang pengunjung.

Seperti saya yang sempat melepas sandal jepit saat akan memotret dari atas dipan. Pas mau dipakai lagi, sandalnya sudah hilang dibawa kera ke atas atap bumbungan pondok tempat kami beristirahat. Beruntung ada ibu-ibu petugas kebersihan yang menukar telur rebus dengan sandal jepit saya. Alhamdulillah batal nyeker.

Kuliner Nasi Campur

Hari beranjak siang saat kami berada di Pura Uluwatu. Sudah sekitar pukul 12.30 WITA. Perut rasanya sudah mulai keroncongan. Tandanya sudah harus diisi supaya lebih bertenaga untuk mengunjungi satu tempat wisata lagi.

Di area luar Pura Luhur Uluwatu terdapat rumah makan yang menjual makanan tradisional khas Bali dan halal. Saya mencoba yang namanya nasi campur atau nasi ramesan dengan lauk pauk yang komplit. Di piring ada lawar sayuran atau urap, sate lilit, telur pindang, sambal, sambal kacang dan tempe. Makin enak dinikmati bersama es kelapa muda. Satu porsinya nasi campur Rp 20.000 saja.

Tanah Lot

Pura Tanah Lot yang berdiri di atas batu besar

Pura Tanah Lot yang berdiri di atas batu besar

Perut sudah kenyang. Semangat kembali pulih untuk mendatangi satu tempat wisata terkenal di Bali. Yakni Tanah Lot. Hohoho, siapa yang tidak kenal dengan destinasi wisata yang satu ini. Sunsetnya itu loh. Rasanya belum pernah saya melihat sunset seindah di sana. Tak jenuh mata memandang sampai mataharinya menghilang di ufuk barat.

Tanah Lot berada di Desa Beraban Kecamatan Kediri. Berbeda dengan Pantai Pandawa dan Pura Luhur Uluwatu yang ada di Kabupaten Badung, Tanah Lot berada di Kabupaten Tabanan. Jarak tempuhnya hampir 2 jam atau melintasi jalanan hingga 42,5 km.

Masuk ke area wisata ini para wisatawan domestik harus membayar tiket masuk :

  • Dewasa                Rp 20.000
  • Anak-anak           Rp 15.000
  • Parkir motor       Rp 2.000
  • Parkir mobil        Rp 5.000
  • Parkir bus            Rp 10.000

Sama halnya dengan wisata Bali lainnya, pintu gerbang merupakan dinding pahat seperti di pura-pura. Tanah Lot bisa dibilang sangat tertata. Usaha kecil dan menengah yang ada di sana mendapat perhatian dengan dibangunnya sentra cendramata dan kuliner. Bahkan sebelum mendekati area utama tempat wisata, jalur yang dibuat menuju ke sana melintasi area kios-kios pedagang. Membuat kita mau tak mau melihat apa saja yang dijual.

Matahari terbenam di Tanah Lot menjadi pemandangan paling berkesan

Matahari terbenam di Tanah Lot menjadi pemandangan paling berkesan

Di Tanah Lot ada dua pura yang berdiri persis di bibir pantai. Yang satu namanya Pura Tanah Lot. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Lalu di bagian utara lainnya sebuah pura lain yang dibangun di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Pura ini disebut Pura Karang Bolong.

Makin beranjak sore, makin ramai yang datang. Wisatawan mancanegara amat sangat betah menyaksikan matahari terbenam. Apalagi yang berpasangan. Senja terasa begitu romantis disaksikan dari atas tebing. Selepas maghrib, juga ada pertunjukkan tari kecak.

Dinner di Nasi Pedas Bu Andika

Nasi Pedas Bu Andika menyajikan kuliner pedas dan halal di Bali

Nasi Pedas Bu Andika menyajikan kuliner pedas dan halal di Bali

Buat makan malam, tiada yang lebih nikmat dari nasi pedas Bu Andika. Kuliner halal di Bali ini buka empat cabang. Di Jalan Raya Kuta, Jalan Patih Jelantik, Jalan Blambangan dan Jalan Nusa Dua. Kenapa banyak cabangnya, karena memang tempat kuliner yang satu ini laris manis. Terkenal di kalangan pencinta makanan pedas.

Sesuai dengan namanya, nasi pedas Bu Andika menawarkan berbagai kuliner yang pedas-pedas. Ayam, tempe orek, sayur, semua dimasak pedas. Untungnya masih ada abon sapi yang rada-rada manis karena saya kurang tahan makan pedas. Seporsinya bervariasi antara Rp 20.000-Rp 30.000 sesuai dengan lauk yang kita ambil.

Pengalaman Terbang Nan Menyenangkan

Pulau Dewata dari atas pesawat

Pemandangan Pulau Dewata dari atas pesawat

Dalam setiap perjalanan, buat saya bukan hanya mengunjungi destinasi wisata dan menikmati kuliner saja yang menyenangkan. Salah satu bagian favorit saya dari setiap perjalanan adalah saat terbang dengan pesawat. Apalagi di momen critical eleven atau 11 menit pertama penerbangan yang orang bilang waktu paling berbahaya.

Sebab pada momen itu, pemandangan dari jendela bagi saya sangat indah. Merasakan perlahan pesawat yang mulai terbang tinggi. Ketika baru akan berangkat traveling, rasanya sangat bahagia mendapati akan merasakan sebuah petualangan baru. Lalu ketika pulang, perasaan bahagia muncul karena akan segera melepas rindu dengan keluarga tercinta.

Nah, supaya perjalanan dengan pesawat semakin pesawat maka kita harus memastikan membeli tiket pesawat di tempat yang tepat. Salah satu rekomendasi saya adalah melalui situs Pegipegi. Melalui situs ini, tiket pesawat ke Bali bisa didapat dengan mudah, aman dan ada harga promonya juga.

Siapa yang tidak mau mendapatkan tiket murah ke Bali. Dengan tiket promo ke Bali, biaya perjalanan jadi bisa lebih hemat. Apalagi kalo beli tiket pesawat ke Bali untuk rombongan keluarga. Lantas kenapa sih saya pilih membeli tiket pesawat ke Bali melalui Pegipegi?

Aplikasi Pegipegi di PlayStore

Aplikasi Pegipegi di PlayStore

Menurut saya, jalan-jalan lebih mudah dan mudah bersama Pegipegi karena sudah bekerjasama dengan berbagai maskapai pilihan. Bahkan kalau dikulik dari situsnya, ada harga tiket yang bahkan lebih murah dari harga resmi. Bagi seorang traveler tentu saja tak ada yang lebih indah dari mendapatkan tiket promo ke Bali dengan harga yang lebih miring.

Beberapa maskapai atau partner resmi yang bekerjasama antara lain Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia, Sriwijaya, Wings, Air Asia, Nam Air, Batik Air, Scoot, KLM, Cathay, Malaysia, Vietnam dan Singapore Airline. Banyak kan. Terkait dengan pesawat, bisa baca tulisan saya tentang ketentuan bagasi Lion Air.

Selain jaringan yang luas, pelanggan Pegipegi juga dimudahkan dengan pilihan pembayaran yang bervariasi. Pembayaran bisa via Visa, MasterCard, BNI, BCA, Indomart, Mandiri dan CIMB Clicks.

Dari situsnya kita juga bisa memantau langsung harga pesawat per harinya dengan mudah. Bukan hanya tiket pesawat saja. Tapi juga buat booking hotel dan beli tiket kereta api. Penawaran tiket promo adn murahnya juga banyak. Termasuk  tiket promo ke Bali.

So, yang udah punya planning buat traveling ke Pulau Dewata beli tiket pesawat ke Bali lewat Pegipegi saja ya. Semakin baik merencanakan perjalanan, semakin asyik pula kisah travelingmu nanti.

Terus buat yang mau liburan ke Jakarta, Mengunjungi Museum Bank Indonesia juga menjadi destinasi wisata menarik. Baca ulasannya di tulisan saya Immersive Cinema, Wahana Baru Museum Bank Indonesia(**)

 

Immersive Cinema, Wahana Baru Museum Bank Indonesia

Immersive Cinema, Wahana Baru Museum Bank Indonesia

Apa yang terbayang ketika mendengar kata museum? Tua, kuno, antik, lawas? Kesan itu tentu tidak bisa ditinggalkan. Mengingat musem menjadi tempat sejarah tersimpan dengan rapi. Tapi beda rasanya ketika mengunjungi Musem Bank Indonesia. Pengunjung diajak melintasi masa dengan kemasan yang canggih dan modern. Area The Immersive Cinema salah satunya.

Bangunan gedung Museum Bank Indonesia memiliki arsitektur ala Eropa

Bangunan gedung Museum Bank Indonesia memiliki arsitektur ala Eropa

“Kunjungan ke Museum Bank Indonesia. Woalah, ngapain ke museum ini lagi? Paling isinya gitu-gitu aja,” gumam saya di dalam hati saat membaca itinery perjalanan pagi itu. Tak terlalu bersemangat pada awalnya. Karena tahun 2011 lalu sudah beberapa kali mengunjungi museum yang berada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Tapi berhubung mesti ikut gabung dengan rombongan, saya pergi juga.

Kami meluncur menggunakan bus pariwisata dari Hotel Mercure Sabang. Oia, yang dimaksud dengan kami itu adalah saya bersama 13 jurnalis Bengkulu dan tiga pegawai Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bengkulu. Kami berkunjung ke Jakarta dalam momen workshop pada Maret lalu.

Sekitar pukul 09.00 WIB bus kami tiba di halamannya. Lokasinya berada di Jalan Pintu Besar Utara No.3 Jakarta Barat (depan Stasiun Kota). Begitu turun dari bus, pandangan mata menyapu bangunan megah dengan arsitektur Eropa. Setelah tujuh tahun berselang, dari luar nyaris tiada yang berubah dari gedung yang catnya didominasi warna putih itu.

Masuk ke Museum

 

Jam masuk Museum Bank Indonesia. Foto: Komi Kendy

Jam masuk Museum Bank Indonesia. Foto: Komi Kendy

Loket pembelian tiket masuk Museum Bank Indonesia

Loket pembelian tiket masuk Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

Sampai di depan pintu masuk, setiap pengunjung wajib diperiksa isi tasnya. Mungkin untuk memastikan jangan sampai ada barang-barang yang bisa membahayakan pengunjung dan keberadaan museum.

Di depan pintu tertera tulisan yang berisi informasi waktu kunjungan. Jika ingin ke Museum Bank Indonesia pengunjung bisa datang setiap Selasa – Jumat pukul 08.00-15.30 WIB. Khusus Jumat istirahat pukul 11.35-13.00 WIB untuk salat Jumat. Terus pada hari lubur, Sabtu dan Minggu museum buka pukul 08.00-16.00 WIB.

Buat yang ingin didampingi guide atau tur dengan pemandu bisa dilakukan pada Selasa-Minggu  08:00, 10:00 dan 13:00 WIB. “Kalau tur didampingi pemandu, biasanya akan diajak berkumpul ke teater sebelum berkeliling,” tutur Mira, pemandu Museum Bank Indonesia usai menyapa kami dengan ramah.

“Silakan bapak dan ibu, tas dan jaketnya dititipkan ya,” tambah Mira. Setiap pengunjung yang ingin melihat isi museum wajib mengambil tiket masuk.

Naaa, untuk harga tiketnya berapa saya ga tau pasti. Soalnya di dua tiket yang didapat, sama sekali nggak tertera. Selain itu saat masuk ke sana, pengambilan tiket dikoordinir sama mbak Yudya pegawai Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bengkulu. Tapi pada beberapa artikel, informasinya gratis biaya masuk.

The Immersive Cinema

Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia

Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

 

Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

Sebelum menjelajah kemana-mana, tempat pertama yang kami lihat adalah The Immersive Cinema. Teater tertutup di sebelah sayap kiri bangunan ini merupakan salah satu wahana baru yang ada di Museum Bank Indonesia. Ukurannya sekitar 10×10 meter.

Di ruang ber-AC dengan suasana yang temaram ini pengunjung bisa menyaksikan tayangan sejarah berdirinya Museum Bank Indonesia yang tak lepas dari perjalanan Indonesia sejak masih dijajah Belanda, masa-masa perjuangan kemerdekaan, hingga sekarang.

Informasi yang didapat dari tayangan itu disebutkan bahwa Museum Bank Indonesia menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota. Museum ini adalah cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal. Bank dibangun pertama kali pada tahun 1828. Wow, artinya sampai tahun 2018 ini usia bangunan sudah 190 tahun.

Pada tahun 1625, di sana pernah dibangun sebuah gereja sederhana untuk umat Protestan. Tiga tahun kemudian, tepatnya 1628, gereja ini dibongkar. Bangunan dipakai sebagai tempat meriam besar, ketika pertama kalinya puluhan ribu tentara Sultan Agung menyerang Batavia.

Peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953. Lalu ada informasi tentang kebijakankebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

Pembukaan Museum

Spot foto Instagramable di Museum Bank Indonesia

Spot foto Instagramable di Museum Bank Indonesia

Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap. Peresmian tahap I mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada 15 Desember 2006. Saat itu peresmian dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia era Burhanuddin Abdullah. Sementara peresmian tahap II (grand opening) dilakukan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada 21 Juli 2009.

Bagian yang paling kerennya dari teater ini, layarnya ga hanya ada di depan mata saja secara 2 dimensi. Tapi lmnya juga nyaris memenuhi seisi ruangan. Jadi keinget sama teater yang ada di Benteng Marlborough. Pasti akan lebih yahud lagi kalo dibuat macam begini.

Sensasi menonton tayangan ini yang benar-benar masih pengalaman pertama bagi saya. Hmm, kalau anakanak diajak ke sini pasti akan senang. Selain berisi informasi edukatif, The Immersive Cinema juga menyajikan pengalaman menonton lm dokumenter sejarah dengan cara yang tidak membosankan.

Guide di Museum Bank Indonesia menjelaskan diorama

Guide di Museum Bank Indonesia menjelaskan diorama yang dipajang. Foto: Komi Kendy

Tayangan perjalanan sejarah berdirinya Museum Bank Indonesia diputar sekitar 15 menit saja. Kalau menurut saya sih, yang agak kurang nyaman adalah kursinya yang menggunakan kursi biasa. Coba kalau lebih empuk lagi. Lebih betah lagi nontonnya. Spot Instagramable

Usai menonton di The Immersive Cinema, akhirnya kami berkeliling ke sebagian besar ruangan yang ada di sana. Asli, bener-bener udah berbeda dari kunjungan delapan tahun lalu.  Walau menyajikan informasi sejarah masa lalu, tapi desain interior ruangannya mengikuti kekinian zaman. Sudah semakin banyak spot-spot dengan dinding dan dioarama yang instagramable.

Kalau mau liat contohnya, ya seperti foto-foto saya di tulisan ini ya. Btw yang suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah, bisa datang ke Kota Bengkulu. Ada rumah bersejarah peninggalan ibu Fatmawati. Ibu negara Indonesia pertama yang merupakan orang Bengkulu.  Sambil ke Bengkulu, jangan lupa juga mampir ke Martha Tilaar yang menawarkan wisata spa.

Sejarah Perjalanan Bangsa

Isi museum Bank Indonesia juga memamerkan benda-benda bersejarah. Mulai dari pakaian perang tentara Indonesia, Belanda, Inggris dan Jepang. Lalu aneka macam uang, koleksi emas batangan, buku elektronik yang dibuka dengan menggunakan sensor tangan.

Lalu ada foto-foto para mantan Presiden Indonesia yang kece kalau dijadikan background foto (hahahaha, foto lagi, foto lagi. Setiap koleksinya berada di ruangan yang berbeda-beda. Jadi setiap masuk ke ruangan selanjutnya, pengunjung berasa masuk ke tempat baru dengan nuansa berbeda.

Nanti kalau ada kesempatan lagi, pengennya bisa ajak Sean Kilimanjaro dan ayahnya berkunjung ke sini lagi. Saya juga mengacungkan jempol untuk pengelola museum yang menjaga kebersihan dan kerapihan museum. Tempat ini cocok sebagai tempat wisata rekreasi bersama keluarga, sekaligus edukasi.

Area cenderamata bagi yang ingin beli oleh-oleh dari Museum Bank Indonesia. Foto : Komi Kendy

Area cenderamata bagi yang ingin beli oleh-oleh dari Museum Bank Indonesia. Foto : Komi Kendy

Oia, terakhir nih. Buat yang mau beli oleh-oleh juga ada centra cenderamata dengan aneka souvenir bertuliskan Bank Indonesia dan gambar museum. Ada tempat minum, payung, gelas, mug, laptop case, tas, dompet, notebook, kaos, pin, pena dan lain-lain. Harganya juga terjangkau. Selamat menikmati kunjungan ke Museum Bank Indonesia.(**)