Cara Mengurus Izin Penggalangan Dana

Cara Mengurus Izin Penggalangan Dana

Mungkin selama ini masih banyak yang belum tahu. Bahwasanya ketika kita ingin melakukan aksi donasi untuk menggalang bantuan berupa uang maupun barang, ternyata harus mengajukan permohonan izin terlebih dahulu. Berikut cara mengurus izin penggalangan dana di Provinsi Bengkulu.

**

TERUS terang, selama ini saya mengira jika kita ingin menyelenggarakan penggalangan dana, bisa dilakukan dengan serta merta atas keinginan individu maupun komunitas secara spontan. Apakagi jika tujuan penggalangan dana untuk membantu orang yang sedang benar-benar memerlukan uluran tangan. Termasuk bagi korban bencana alam.

Izin, khususnya dari Kementerian Sosial yang saya tahu sebelumnya adalah soal UGB alias Undian Gratis Berhadiah (UGB). Tapi ternyata Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) juga diwajibkan untuk mengurus perizinannya terlebih dahulu. Aturan ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 9 tahun 1961 tentang PUB.

Kebetulan hari ini, 15 Juni 2020, saya menerima kedatangan tim terpadu dari Dinas Sosial Provinsi, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Polda Bengkulu. Yakni Pengelola Perizinan DPMPTSP Provinsi Eling Pironika, SE, Yosi Balqis, SE dari Dinas Sosial Provinsi dan AKP. Ningsih, S.Pd dari Polda Bengkulu.

Mereka menyosialisasikan tentang tata cara dan prosedur mengurus pengajuan izin PUB. Sebelum membahas syarat dan prosedurnya, alangkah baiknya kita tahu dulu apa yang dimaksud dengan PUB.

Apa Itu PUB?

Saya saat menerima kunjungan ibu Yosi, ibu Eling dan ibu Nengsih. Mereka merupakan petugas patroli pengawasan dan pemantauan PUB dan UGB di Kota Bengkulu.

Saya saat menerima kunjungan ibu Yosi, ibu Eling dan ibu Nengsih. Mereka merupakan petugas patroli pengawasan dan pemantauan PUB dan UGB di Kota Bengkulu.

PUB merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan uang atau barang untuk pembangunan dalam bidang kesejahteraan sosial, mental/agama/kerohanian, kejasmanian, pendidikan dan bidang kebudayaan. Di kalangan masyarakat, PUB dikenal juga dengan pengumpulan sumbangan.

Siapa Saja yang Boleh Menyelenggarakan

Yang berhak menyelenggarakan pengumpulan sumbangan yakni kepanitiaan yang memenuhi persyaratan dan telah mendapat izin dari pejabat berwenang. Semisal kita ingin menggalang dana untuk keluarga yang sakit dan butuh biaya pengobatan, ini bisa dilakukan dengan syarat ada surat keterangan dari rumah sakit dan pengurus RT.

Jika penyelenggaranya adalah organisasi, maka harus punya akta pendirian atau akta notaris dengan AD/ART. Apabila organisasi di bidang kedejahteraan sosial, maka harus memiliki izin dari Dinas Sosial. Lalu ada Surat Keputusan (SK) Kepanitiaan bagi pemohon.

Kenapa Harus Izin

Kalau bertanya kenapa harus izin, tujuannya tentu saja agar dana yang terhimpun mendapat pengawasan dalam proses penyalurannya. Jalannya penghimpunan sumbangan juga jadi berlangsung jelas, akuntabel dan transparan, serta tertib administrasi. Dan yang jelas bagi penyelenggara pun sudah tenang jika sudah mengantongi izin, tanpa merasa was-was kegiatannya dianggap melanggar ketentuan undang-undang.

Bentuk Penggalangan Dana

Bentuk penggalangan dana diutamakan dilakukan dengan cara-cara yang tidak mengganggu ketertiban umum seperti meminta sumbangan di lampu-lampu merah. Itu tidak dibenarkan. Yang boleh adalah sumbangan uang dan barang yang dihimpun dengan cara :

  • Mengadakan pertunjukan
  • Bazar
  • Lelang barang
  • Hasil Penjualan undangan dari acara pertunjukan
  • Penjualan blanko amal
  • Mengedarkan list derma
  • Menjual kupon atau stiker sumbangan
  • Penempatan kotak sumbangan di tempat umum
  • Penjualan barang diatas harga sebenarnya
  • SMS donasi
  • Membuka nomor rekening bank
  • Mengirim surat permintaan sumbangan

Syarat & Prosedur

Sebenarnya syarat dan prosedur cara mengurus izin penggalangan dana ini tidak terlalu sulit. Namun masih banyak kalangan masyarakat yang merasa ribet, sehingga enggan mengurus. Nyatanya tidaklah terlalu sulit asalkan kita bisa memenuhi syarat-syarat.

Adapun prosedur dan tahapan pengajuan izin PUB sebagai berikut :

  1. Pemohon mengajukan berkas :
  • Ajukan surat pengantar ditujukan kepada Gubernur Bengkulu Up. Kepala DPMPTSP Provinsi. Surat bermaterai Rp 6.000
  • Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), alamat pemohon atau organisasi pemohon dan Akta Pendirian (AD/ART) atau pembentukan kepanitiaan dalam bentuk Surat Keputusan (SK).
  • Lampiran maksud dan tujuan penggalangan dana
  • Lampirkan informasi jangka waktu, wilayah, mekanisme penyelengaraan dan penyaluran.
  1. Berkas tersebut disampaikan kepada tim DPMPTSP Provinsi
  2. Berkas dikaji oleh tim teknis Dinas Sosial Provinsi untuk diverifikasi
  3. Kunjungan lapangan (survei tim)
  4. Setelah lengkap dan verifikasinya valid, berkas kembali ke DPMPTSP.

Biaya Perizinan Gratis, Asalkan…

Menurut Eling Pironika, bagi penggalangan dana yang dilakukan hingga lintas provinsi, maka surat izin penggalangan dana ini dikenakan biaya oleh Ditjend PSDBS Kemensos. Namun jika tidak lintas provinsi, maka biaya yang dikenakan, benar-benar gratis.

Surat izin ini dikeluarkan berlaku selama tiga bulan. Bagi yang tidak memenuhi syarat, maka surat izin tidak bisa dikeluarkan dan penyelenggara dilarang melakukan aksi donasi.

Nantinya jika kegiatan diperpanjang, maka penyelenggara kegiatan penggalangan dana mengirimkan kembali berkas pengajuan izin. Pemohon izin perorangan atau kelompok masyarakat bisa melampirkan surat keterangan dari RT dan rumah sakit (jika penggalangan dana untuk membantu orang sakit).

Setelah penggalangan dana tuntas disalurkan, jangan lupa membuat semacam laporan pertanggungjawaban yang juga disampaikan ke DPMPTSP dan Dinsos Provinsi. Sehingga tim dari pemerintah ini juga bisa ikut mengawasi apakah programnya tepat sasaran atau tidak.

Selain kita yang menghimpun donasi, kita juga bisa berpartisipasi secara online dengan cara galang dana online. Untuk tahu lebih lanjut, bisa membaca artikel saya yang lainnya Galang Dana Online Bisa Via Peduli Sehat dan Lima Situs Galang Dana Online Terpercaya di Indonesia.(ken)

Perubahan Rutinitas Kala Covid-19 Melanda

Perubahan Rutinitas Kala Covid-19 Melanda

WABAH Corona Virus Disease (Covid-19) sangat mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Rutinitas dan pola hidup seketika berubah. Mau tidak mau setiap kita harus sadar pentingnya menjalani pola hidup sehat sebagai bagian dari adaptasi dan antisipasi dalam menghadapi Virus Corona.

Ada yang pernah lupa mencuci tangan sebelum makan? Beberapa bulan lalu, mungkin masih ada. Cuek bebek saja mencomot sepotong gorengan, lalu melahap dalam sekejap. Tapi sekarang, tak sengaja menyentuh benda yang banyak dipegang oleh orang lain saja, udah bikin kita parno alias paranoid. Sebisa mungkin menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut.

Apapun yang kita kerjakan, khususnya saat berada di luar rumah membuat kita was-was dan lebih mawas diri. Buat saya beberapa hal yang berubah dalam kehidupan sehari-hari sejak Covid-19 melanda di Indonesia pada pertengahan Maret lalu:

1. Jalanan Lenggang

Berangkat kerja biasanya bisa sampai dua tiga kali harus berhenti di lampu merah yang sama, saking ramainya. Tapi sekarang, selalu kedapetan paling depan di barisan traffic light. Kelas kota kecil saja, sangat terasa. Apalagi yang biasa tinggal di ibukota. Ini terjadi karena di Bengkulu, anak sekolah libur panjang sampai 29 Mei mendatang atau selepas Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

2. Wara-Wiri Mobil Peringatan

Anak generasi 80-90-an inget nggak sama mobil yang suka keliling gang-gang pakai pengeras suara mempromosikan film apa yang akan tayang di bioskop. Atau kalau ada layar tancap. Sesekali mobil kampanye Keluarga Berencana (KB). Nah ini sekarang mobil polisi dan Satpol Pamong Praja (Satpol) PP setiap malam rajin mengingatkan warga untuk pakai masker, rajin cuci tangan, menjemur pakaian hingga kering, jaga kebersihan, jaga jarak, di rumah aja dan lain-lain.

Harusnya sih biasa aja. Tapi entah kenapa mobil peringatan yang wara-wiri ini bikin kita berasa kayak berada di distrik yang ada di film triloginya The Mockingjay.

3.Ekonomi Sulit

Setiap ketemu mitra, bahasannya sama. “Ekonomi makin sulit. Penjualan anjlok. Semoga Covid-19 lekas berlalu,” doa mereka yang dengan cepat diaminkan. Tak sedikit perusahaan yang sudah merumahkan karyawannya. Bioskop, pusat perbelanjaan, rumah makan dan lain-lain, semuanya tutup. Orang menghindari keramaian. Yang bisa bertahan, makin mengencangkan ikat pinggang. Heu, paling sedih kalau bahasannya sudah berkaitan dengan cupak tanak. Semoga setelah badai Covid, semuanya akan lebih baik lagi.

4. Rutinitas Kantor

Rajin mencuci tangan jadi aktivitas baru sebagai efek pandemik Corona.

Rutinitas ini salah satu yang nggak pernah terbayang sebelumnya. Kantor mewajibkan karyawan absen di bawah jam yang ada di lobi gedung. Terus foto selfie sembari mengenakan masker. Fotonya ini dikirim melalui group WhatsApp. Tadinya aneh. Kami selalu tertawa ramai-ramai jika ada yang post foto ke grup. Tapi lambat laun terbiasa.

Selain sistem absen, suasananya juga agak aneh. Semua mengenakan masker. Sehari dua kali office boy masuk ke ruangan-ruangan buat semprot disinfektan. Di depan pintu masuk juga sekarang sudah ada wastafel portable yang sengaja diletakan agar siapapun yang mau masuk ke gedung, wajib cuci tangan.

Physical distancing dan efisiensi juga sekarang membuat sebagian karyawan kami diliburkan sementara. Jadinya suasana kantor berasa sepinya. Kawan-kawan lain yang datang ke kantor pun bingung. Klien yang mau ditemui, sedang berada di kondisi yang sama.

5. Lebih Takut Suara Bersin dari Kentut

Sungguh. Postingan status kawan-kawan di media sosial bikin ngakak so hard. Malah banyak banget yang bikin video parodinya. Tapi bisa jadi ada benernya juga. Konon katanya bersin dari orang yang positif Covid-19 bisa menularkan virusnya kemana-mana melalui cairan droplet yang muncrat dari hidungnya. Ini makanya penting sekali pakai masker. Buat tahu lebih lanjut tentang Covid-19, silakan baca tulisan saya sebelumnya Corona, Virus dari Wuhan yang Menggemparkan Dunia.

6. Pendapatan Berkurang, Pengeluaran Bertambah

Beli masker, handsanitizer, stok makanan dan susu anak supaya nggak sering keluar rumah, konsumsi buah dan vitamin, semuanya perlu uang untuk membeli. Ditengah pendapatan yang terus menurun, pengeluaran kita justru berasa makin bertambah.

7. Menikah Tanpa Resepsi

Dulu sering kerepotan kalau mesti hadir ke undangan di hari Sabtu dan Minggu. Mesti punya waktu buat dandan. Tapi sekarang, acara pernikahan hanya bole hijab Kabul saja tanpa ada resepsi. Di beberapa daerag malah pesta kawinan dibubarkan oleh polisi.

8. Serba Online

Kuliah, online. Meeting, online. Belanja, online. Seminar, online. Workshop, online. Termasuk buat beli sayur mayor. Semua serba online. Beberapa perusahaan malah sudah ada yang menerapkan Work From Home (WFH) dari rumah. Dulu, aplikasi-aplikasi ini asing dan tak sedikit yang malah buat mempelajari. Tapi lambat laun kita jadi “dipaksana” terbiasa mengandalkan teknologi tanpa perlu tatap muka secara langsung.

9. Nggak Mudik Tanda Sayang

Mungkin inilah yang namanya dunia terbalik. Dulu kalau anak nggak pernah mudik atau jarang pulang kampung menjenguk orangtuanya, bisa dikatain anak durhaka. Ehhh, sekarang kalo mudik malah tandanya nggak sayang sama orangtua dan keluarga di kampung.

Buat saya, sembilan hal diatas adalah perubahan rutinitas sehari-hari yang saya alami sejak Covid 19 melanda. Kalau teman-teman, perubahan apa yang paling dirasakan selama musim pandemik seperti sekarang ini? Share dong ceritanya di kolom komentar.(**)

Mengulas Gejala Virus Corona dan Pentingnya Physical Distancing

Mengulas Gejala Virus Corona dan Pentingnya Physical Distancing

VIRUS CORONA menjadi pandemi dunia setelah muncul pertama kali di Wuhan China. Kini virus corona sudah menginfeksi di hampir semua negara di benua Asia, Eropa serta di USA. Virus ini sangat mudah menyebar dan penyebarannya pun sangat cepat didukung oleh sifat virus yang masih mampu bertahan pada benda mati. Pasien dengan status positif corona baik yang punya gejala virus corona maupun yang tidak bergejala, memiliki kemampuan yang sama untuk menularkan virus pada orang sehat.

Akibatnya dari satu pasien saja, virus ini bisa menginfeksi hingga puluhan orang lainnya yang memiliki kontak dekat dengan pasien yang bersangkutan. Gejala virus Corona  sendiri yang mirip dengan gejala penyakit batuk biasa membuatnya semakin sulit diidentifikasi di fase-fase awal penularan.

Seperti sudah diberitakan di media. Virus Corona dapat mengakibatkan berbagai gejala yang khas seperti batuk, demam, pilek, kepala pusing dan sesak nafas. Gejala ini cukup umum karena penyakit batuk dan flu juga memiliki gejala yang sama. Yang membedakan adalah pada gejala sesak nafas dimana pada batuk dan flu tidak ditemukan gejala tersebut sedangkan di gejala Corona, sesak nafas terjadi akibat virus yang menginfeksi paru-paru dan menyebabkan pneumonia akut.

Saat sudah terjadi sesak nafas, pasien seharusnya sudah berada di rumah sakit sehingga bisa mendapatkan ventilator jika dibutuhkan. Sayangnya dengan gejala awal yang mirip dengan batuk biasa, pasien bisa jadi tidak terdeteksi di awal dan baru datang ke rumah sakit saat sudah berada di kondisi parah. Akibatnya di awal pandemi, Indonesia mencatatkan angka kematian cukup tinggi hingga 9% dimana secara umum seharusnya angka kematian akibat virus Covid19 tidak lebih dari 7 persen.

Jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu upaya mencegah penyebaran corona. Foto: canva.com

Jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu upaya mencegah penyebaran corona. Foto: canva.com

Untuk menekan penyebaran virus Corona, kini pemerintah memberlakukan prosedur tes masif atau tes massal khususnya di area zona merah, Pasien dalam Pemantauan, Orang dalam Pemantauan dan para pekerja medis yang sehari-harinya bersentuhan langsung dengan pasien maupun suspect corona. Dengan mendeteksi siapa saja yang positif dan negatif, maka kita bisa mencegah penularan yang lebih masif dengan melakukan isolasi bagi pasien positif.

Isolasi sendiri bisa dilakukan di rumah sakit, jika ia sudah memiliki gejala atau di rumah saja jika ia tidak menunjukkan gejala. Isolasi di rumah bagi pasien positif pun harus dilakukan di dalam kamar sehingga ia tidak menulari anggota keluarga lainnya. Anggota keluarga juga harus melakukan isolasi di rumah dan melakukan tes apakah sudah terinfeksi atau belum.

Dari penyebarannya yang sangat mudah dan cepat tersebut, membatasi jarak antar orang sangat bermanfaat untuk memutus rantai penyebaran. Seseorang carrier yaitu mereka yang positif namun belum terindentifikasi bisa merasa sehat-sehat saja dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Ia bisa bertemu banyak orang dan menyebarkan virus dengan cepat. Dengan physical distancing, penularan ini bisa dicegah karena semua orang menjaga jarak aman dengan orang lain. Selain itu menghindari kerumunan dan menerapkan pola hidup higienis juga menjadi perlindungan yang sangat efektif untuk menghentikan penularan virus corona.

Pencegahan virus corona agar tak semakin meluas bisa dilakukan dengan peran serta aktif pemerintah, tenaga kesehatan dan semua masyarakat. Masyarakat yang memiliki gejala virus corona harus aktif melapor untuk kebaikan semua orang. Bagi yang sehat, lebih baik tetap berada di rumah karena Anda tak akan tahu siapa carrier yang bisa Anda temui di luar sana dan menyebabkan Anda tertular virus yang sudah memakan banyak korban nyawa tersebut.(**)

Kecombrang, Hutan dan Pemenuhan Hak Perempuan

Kecombrang, Hutan dan Pemenuhan Hak Perempuan

HUTAN SUMBER MAKANAN

Kecombrang merupakan tanaman beraroma khas saat dikunyah. Di Rejang Lebong, tanaman ini tidak hanya menjadikan hutan sumber makanan. Tapi juga menjadi “simbol” pelestarian dan pemenuhan hak perempuan.

**

Tanaman kecombrang memiliki banyak nama
Tanaman kecombrang memiliki banyak nama. Hutan sumber makanan. Foto: canva.com

Perkenalan dengan kecombrang berawal saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Waktu itu setiap libur sekolah, bersama adik lelaki yang nomor dua, kami kerap diajak berlibur ke Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara oleh opung.

Opung merupakan panggilan kakek dari suku Batak. Beliau merupakan bos papa semasa masih bekerja di sebuah perusahaan swasta. Bagi orang Batak, kecombrang biasa diolah menjadi masakan enak. Terutama saat menggelar acara-acara tertentu.

Salah satu yang cukup terkenal adalah ikan mas dimasak arsik. Pada suatu kesempatan, jadinya ikut memakan menu asing bagi lidah orang Jawa seperti saya ini.

Kecombrang yang dijual di pasar tradisional.
Kecombrang yang dijual di pasar tradisional. Foto: Komi Kendy

Dimasak Ala Rumahan

Di rumah, mama memasak kecombrang untuk dijadikan urap atau lotek. Jika dimasak urap, kecombrang dicampur dengan kelapa parut yang agak muda, ditambah dengan bumbu, bawang dan cabai sebagai cita rasa.

Sayur rebusan lainnya yang ikut dicampur ada kangkung, pucuk ubi, toge, kacang panjang dan lain-lain. Sementara kalau dilotek, bahan sayurnya pun sama saja. Bedanya ada campuran kuah kacang.

Saya sendiri pernah memasak kecombrang tumis cumi. Walau belum ada penelitian yang membuktikan, konon kata orang-orang tua, kecombrang menjadi bahan makanan dari hutan yang bisa merangsang produksi Air Susu Ibu (ASI). Kebetulan saat ini saya sedang menyusui anak kedua.

Yang saya suka dari kecombrang adalah aromanya yang segar, ibarat jeruk nipis. Di lidah, agak terasa sedikit pedas. Bahan bakunya mudah dicari di pasar dan tidak mahal. Di pasar, kecombrang dijual Rp1.000-Rp2.000 per ons. Sekali masak, dua ons cukup untuk satu hidangan sekeluarga.

kecombrang-hutan-sumber-makanan (3)
Cumi tumis kecombrang. Foto: Komi Kendy

Cara memasak kecombrang tumis cumi, cukup sederhana. Pertama, bersihkan dulu cuminya. Khususnya tinta, supaya masakannya tidak berwarna hitam. Lalu iris bawang merah dan bawang putih.

Bahan lainnya adalah lengkuas diiris tebal, lalu digepruk (tumbuk kasar jangan sampai hancur). Tambah irisan cabai merah dan lada sebagai bumbunya. Bagi yang suka pedas, bisa tambah rawit. Tumis semua bumbu hingga wangi.

Selanjutnya campur dengan kecombrang yang sudah diiris dan cumi yang sudah dibersihkan. Masak hingga cumi lembut. Sangat nikmat disantap dengan nasi putih hangat. Untuk membaca lebih lengkap resep cumi tumis kecombrang, boleh banget baca di artikel lainnya di blog ini.

Menurut saya, orang perlu tahu tentang kecombrang. Sebab tanaman yang menjadikan hutan sumber makanan ini kaya akan manfaat dan khasiat. Sangat baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. Berikut ciri-ciri dan khasiat tanaman kecombrang :

Dipanen dari Hutan TNKS

Di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, kecombrang tidak hanya menjadikan hutan sumber makanan yang diolah untuk konsumsi sehari-hari. Di Desa Pal VIII tepatnya, ada Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) yang memproduksi kecombrang menjadi aneka makanan dan minuman kemasan. Seperti wajik, dodol dan sirup.

Selain itu mereka juga membuat keripik bawang dengan campuran daun pakis yang bahannya bakunya berasal dari hutan.

Menariknya, kecombrang dan pakis itu dipanen dari lahan yang masuk wilayah kawasan konservasi  Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Arealnya masuk pula sebagai kawasan hutan yang berstatus ASEAN Heritage Parks dan menjadi bagian dari situs warisan dunia (heritage sites).

Di sana, hutannya juga sudah ada yang menjadi hutan wisata yang dikenal masyarakat sebagai hutan Madapi (Mahoni Damar Pinus).

Perempuan anggota KPPL Maju Bersama dalam sebuah pertemuan di Desa Pal VIII. Foto: Komi Kendy

KPPL Maju Bersama berkelompok sejak Juli 2017. KPPL ini menjadi kelompok perempuan pertama di Indonesia yang mendapatkan hak akses memanen kecombrang liar dan membudidayakannya di areal taman nasional. Hak akses ini didapat setelah KPPL yang beranggotakan 20 perempuan menjalin kemitraan konservasi dengan Balai Besar TNKS. Luas lahan yang boleh dikelola mencapai 10 hektare.

Di areal 10 hektare itulah, mereka menerapkan 3P di kawasan konservasi. Perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan. Perjanjian kerjasama kemitraan konservasi antara Kepala Balai Besar TNKS Tamen Sitorus dengan Ketua KPPL Maju Bersama Rita Wati sudah disepakati pada 5 Maret 2019 lalu.

Awalnya KPPL mengidentifikasi ada 26 jenis makanan dari hutan TNKS. Ada tepus, cemploka, pisang hutan, kemiri dan lainnya. Lalu setelah dianalisa bersama-sama, diputuskan kecombrang dan pakis sebagai bahan makanan dari hutan yang bisa dikelola di TNKS.

Penetapannya dianalisis berdasarkan potensi banyak atau tidak tanaman tersebut, apakah dalam proses menanam dan panen merusak kawasan hutan atau tidak. Lalu ada pertimbangan jarak antara areal tumbuhnya kecombrang dan pakis dengan pemukiman.

Mengutip liveindonesia.id, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melansir data ada 6.112 kelompok masyarakat di Indonesia yang mendapatkan hak kelola kawasan hutan hingga per November 2019.  Luas kawasan yang dikelola mencapai 3,436 juta hektare.

TNKS memiliki luas 1.389.510 hektare. Kawasannya membentang di Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Selatan. Di Bengkulu, luas kawasan TNKS mencapai 348.841 hektare. Wilayahnya ada di Kabupaten Rejang Lebong 25.815 hektare, Lebong 98.287 hektare, Bengkulu Utara 71.702 hektare dan Kabupaten Mukomuko 150.036 hektare.

Di Rejang Lebong, luas kawasan TNKS mencapai 51,19 persen dari luas kawasan hutan di Rejang Lebong (50.428 ha) dan berada di 26 desa di lima kecamatan. Salah satunya Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya.

Sebagai mitra konservasi, KPPL Maju Bersama sekarang punya hak memanen dan membudidayakan kecombrang dan pakis. Mereka juga berkewajiban menjaga kelestarian TNKS. Setiap Minggu, ibu-ibu yang tergabung di KPPL melakukan pemeliharaan atau panen. Seninnya mereka memproduksi wajik dan sirup di Sekretariat Pusat Produk Olahan Pakis dan Kecombrang dari TNKS.

Selain mendapat dukungan dari Balai Besar KPPL Maju Bersama dalam beraktivitas mereka mendapatkan dukungan dari Non Timber Forest Product Exchange Proggrame (NTFP-EP) LivE dan Universitas Bengkulu.

Dodol, stik dan sirup dari kecombrang. Foto: Komi Kendy
Wajik dan sirup dari kecombrang, juga stik bawang pakis. Foto: Komi Kendy

Wajik dari Kecombrang

Wajik dan sirup kecombrang sekarang menjadi makanan yang tengah diupayakan untuk menjadi produk lokal yang bisa dijual di pasaran oleh KPPL Maju Bersama. Senin, 10 Februari lalu saya sempat bertanya langsung proses pembuatannya dengan ibu Rita Wati di Desa Pal VIII. Untuk kesana, dari Kota Bengkulu menempuh perjalanan 2,5-3 jam mengendarai mobil.

Cara membuat wajik kecombrang cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah. Membuat wajik dibutuhkan bahan-bahan berupa beras ketan, kecombrang, gula pasir dan kelapa parut yang tidak terlalu tua (kelapa untuk membuat inti).

Adonan utamanya adalah beras ketan yang ditanakkan. Setelah masak campur dengan kelapa parut dan gula pasir. Untuk kecombrangnya, rebus hingga matang lalu digiling halus sebelum masuk ke adonan utama.

“Campur semuan bahan sampai rata. Nanti ambil setengah sendok untuk dibentuk. Udah tinggal  dibungkus ke dalam kertasnya (kertas khusus pembungkus wajik),” tutur ibu Rita Wati sambil menyodorkan kantong plastik kemasan untuk mengemas wajik yang akan saya bawa pulang.

Wajik kecombrang ditimbang sebelum dikemas. Foto: Komi Kendy
Wajik kecombrang ditimbang sebelum dikemas. Foto: Komi Kendy

Pemenuhan Hak Perempuan

Berbicara tentang hutan sumber makanan, tidak lepas dari hak perempuan atas lingkungan hidup dan perempuan. Di desa khususnya, perempuan bisa dibilang paling dekat dan sangat bergantung pada hutan untuk menjalankan aktivitasnya. Paling utama, hutan sumber makanan, udara dan air bersih.

Hutan yang terjaga kelestariannya akan menghasilkan bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi keluarga. Karena hutan sumber makanan. Hutan menghasilkan udara yang baik untuk kesehatan keluarga. Hutan juga menjadi sumber air bersih. Dimana air bersih menjadi kebutuhan utama manusia, termasuk perempuan.

Dengan memberikan akses kepada perempuan untuk mengelola kawasan hutan untuk membudidayakan dan memanen kecombrang dan pakis, artinya hak perempuan terhadap lingkungan sudah mulai terpenuhi. Bahwasanya perempuan memiliki peran besar terhadap ketangguhan dan ketahanan pangan, serta peduli terhadap isu lingkungan dunia yakni perubahan iklim.

Hak-hak perempuan atas lingkungan dan hutan sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU 41/99 tentang Kehutanan dan UU 1945.

Adapun hak tersebut antara lain hak memanfaatkan hasil hutan, hak akses keadilan dalam memenuhi hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, hak untuk berperan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, hak mengadu atas dugaan pencemaran lingkungan dan hak mengajukan usul dan atau keberatan terhadap rencana dan atau kegiatan yang dapat menimbulkan dampak lingkungan.

Didapatnya hak tersebut diakui Rita Wati. Masyarakat yang dulunya takut melihat aparat polisi hutan, kini justru bisa ikut berkontribusi dan berkolaborasi untuk merawat kelestarian hutan. “Kini suara kami didengar. Kami mendapat akses mengelola lahan sebanyak 10 hektare di TNKS. Kami juga bisa melakukan audiensi dengan bupati, gubernur, untuk menyampaikan aspirasi,” kata Rita.

Walhi dan Pelestarian Hutan

Di Indonesia, ada berbagai Non Government Organization (NGO) yang peduli terhadap isu-isu lingkungan. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) salah satunya. Selama ini, nama Walhi sudah  sangat dikenal sebagai organisasi yang gencar melakukan kampanye lingkungan hidup. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang organisasi ini, silakan kunjungi situs Walhi.

Namun meski sudah ada Walhi, KPPL Maju Bersama, kelomok dan organisasi lain, pemerintah, juga elemen lainnya yang gencar mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan dan hutan, kita seluruh masyarakat Indonesia tentunya harus ikut berperan. Jangan sampai kerusakan lingkungan membuat hutan tidak lagi menjadi sumber makanan.(**)

Artikel ini diikutsertakan pada Forest Cuisine Blog Competition bertema Hutan adalah Sumber Pangan yang diadakan Walhi dan Blogger Perempuan.

#PulihkanIndonesia #RimbaTerakhir #WALHIXBPN #HutanSumberPangan #BlogCompetitionSeries 

Mombassador SGM Eksplor

Mombassador SGM Eksplor

PERJALANAN AGAR SI KECIL JADI ANAK GENERASI MAJU

BISA dibilang perjalanan menjadi Mombassador SGM Eksplor adalah berkat keberadaan Sean Kilimanjaro. Dia anak lelaki pertamaku. Empat tahun usianya kini. Sejak Sean dalam kandungan, bunda mulai banyak cari referensi soal parenting, nutrisi dan gizi supaya mendapat informasi untuk memantau tumbuh kembang anak. Kan saya pengennya Sean menjadi anak generasi maju.

Pas usia 3 bulan, Sean sempat mengonsumsi susu SGM Ananda Soya untuk usia 0-6 bulan. Saat itu kami sempat mengira Sean alergi karena di punggung, perut, leher, tangan dan kaki tumbuh bentol-bentol merah.

Dua kali periksa ke dokter anak, dibilang begitu. Sean alergi dari ASI bundanya. Untuk sementara disuruh membatasi Air Susu Ibu (ASI) dan mengonsumsi makanan yang tidak amis-amis. Karena ragu, kami pun ke dokter kulit. Hasilnya, Sean bukan alergi dari ASI bunda. Tapi kena scabies.

Pengalaman dari penyakit kulit yang sempat dialami Sean, bundanya makin aktif browsing dan gabung di grup facebook yang isinya membahas soal parenting, nutrisi dan gizi. Gabung juga grup-grup blogger yang membernya didominasi perempuan. Seperti Blogger Perempuan dan Kumpulan Emak Blogger.

Dari grup-grup Facebook, sekitar pertengahan Januari 2018 ada informasi bahwa SGM Eksplor mengundang bunda-bunda yang aktif di media sosial untuk gabung di Mombassador SGM Eksplor. Langsung dah diisi formnya. Alhamdulillah setelah proses seleksi, dinyatakan lolos dan bergabung di salah satu komunitas bunda terbesar di Indonesia.

Mombassador SGM Eksplor

Mombassador SGM Eksplor saat mengikuti outbound di Candi Prambanan.

Tentang Mombassador SGM Eksplor

Bunda sudah kenal belum apa itu Mombassador SGM Eksplor? Mombassador SGM Eksplor dibentuk oleh PT. Sarihusada Generasi Mahardika, sebuah perusahaan produsen susu untuk anak, ibu hamil dan menyusui. Komunitas ini bertujuan mengajak bunda-bunda Indonesia menjadi lebih paham dan peduli terhadap gizi, nutrisi dan perkembangan anak.

Harapannya kelak para bunda dapat mempersiapkan anak-anak menjadi anak generasi maju dan memiliki lima potensi anak generasi maju. Yakni mandiri, supel, kreatif, percaya diri, tumbuh tinggi dan kuat.

Proses Seleksinya

Untuk menjadi Mombassador, sudah barang tentu kita mesti ikut seleksi bunda. Pertama, kita mendaftar melalui form yang biasanya disampaikan melalui FanPages Facebook Aku Anak SGM atau juga info dari komunitas seperti Blogger Perempuan dan Komunitas Emak Blogger. Jadi bunda jangan lupa like Aku Anak SGM dan pantau terus informasi terupdatenya.

Lolos diseleksi pertama, ada seleksi lagi melalui pengisian form. Selanjutnya setelah lolos tahap dua, ada telepon masuk dari tim community SGM Eksplor yang memberikan informasi bahwa saya lolos. Duhh senangnya. Begitu menutup telepon, beneran lompat-lompat kegirangan. Yogja, Yogja. Yap, pengumuman lolos ini sekaligus undangan buat berangkat ke acara Temu Bunda di Kota Yogjakarta. Plus mengunjungi secara langsung pabrik SGM Eksplor.

MOMEN MENARIK, YA YOGJA

Bagi saya selama bergabung di Mombassador SGM Eksplor adalah ketika mendapat undangan ke Kota Gudeg itu pada Maret 2018 lalu. Istimewanya, ini adalah pertama kalinya ke Yogyakarta sendirian setelah dewasa. Dulu ke sana masih anak-anak. Terus untuk pertama kalinya diajak ke pabrik susu SGM Eksplor. Ikut workshop di Hotel The Alana Yogyakarta dan outbound di Prambanan.

Biar kata cuma dua malem menginap, tapi rasanya senang sekali. Untuk pertama kalinya saya berkumpul bersama bunda-bunda lain dengan berbagai latar belakang. Ada yang ibu rumah tangga, influencer, blogger, vlogger penyiar, guru, pekerja media dan lain-lain. Semuanya punya satu kesamaan. Sama-sama senang menebar manfaat melalui media sosial dan menginginkan anaknya menjadi anak generasi maju.  

Para Mombassador foto bersama di depan pabrik.
Mombassador SGM Eksplor berada di depan pabrik SGM

Benefit Mombassador SGM Eksplor

Kalau ditanya benefit apa yang didapat dengan bergabung dengan Mombassador SGM Eksplor, jawabannya jelas tidak bisa terhitung lagi. Jadi banyak mendapat informasi yang bermanfaat seputar tumbuh kembang anak dan nutrisi melalui live chat di IGTV @Aku Anak SGM dan fanspage Aku Anak SGM. Bunda juga bisa mendapatkan informasi tersebut melalui situs resmi Aku Anak SGM.

Di komunitas Mombassador SGM Eksplor, saya juga jadi paham akan pentingnya personal branding. Bagaimana membangun citra yang baik, bukan hanya di dunia maya melalui media sosial saja. Tapi juga di dunia nyata. Bagaimana pikiran, perilaku, ucapan dan penampilan bisa menjadikan diri kita sebagai perempuan yang luar biasa. Memiliki etiket, etika dan berkarakter.

Terus yang bikin saya bangga nih, tahun 2019 mendapat kesempatan menjadi Bundafluencer. Semoga tahun 2020 ini bisa kepilih lagi. Karena tahun lalu itu saya tidak mendapat izin suami berangkat ke Jakarta lantaran hamil anak kedua.

Benefit lainnya, sering voucher belanja dan transferan GoPay dari berbagai program yang diikuti. Dapet tas cantik, kain batik sebagai “baju seragamnya” Mombassador. Soal pertemanan, jaringan pun bertambah. Sekarang banyak kenal sama bunda-bunda inspiratif melalui media sosial.

Tak kalah pentingnya nih. Jadi dapet banyak ilmu soal dunia digital. SGM Eksplor rajin bener mengadakan workshop soal blog, fotografi dan media sosial. Yang jauh dan belum bisa merapat, difasilitasi melalui Kulwap alias Kuliah WhatsApp. Pokoknya bahagia banget bisa gabung di komunitas ini. Pengalaman menjadi Mombassador Eksplor juga bisa dibaca melalui artikel Tahun Baru Semangat Baru Bersama SGM Eksplor 

Nah, tahun ini SGM Eksplor berencana menambah member lagi. Sepertinya akan dibuka batch 8. Bunda-bunda yang ingin bergabung, silakan ikutin terus postingan Aku Anak SGM supaya tidak ketinggalan informasi. Semoga makin banyak lagi bunda yang bergabung, mendapat manfaat dan menebar manfaat untuk bunda-bunda lainnya.(**).

Happy Kiddy, Tempat Bermain Asyik Buat Anak

Happy Kiddy, Tempat Bermain Asyik Buat Anak

Happy Kiddy Indonesia, sekarang sudah ada di Bengkulu. Berada di Bencoolen Mall (BenMall), Happy Kiddy Bengkulu menjadi salah satu arena bermain asyik buat anak-anak.

 

**

 

Berawal dari obrolan saya dan Sean saat dia baru bangun tidur. “Bunda, abang ni bosan,” keluhnya sambil merengek. Bunda nggak menyahut. Tak diamkan saja. Sambil berpikir, diajak kemana ya biar kami sama-sama refreshing.

 

Sebenarnya wajar kalau Sean mulai merasa bosan. Usianya baru hampir empat tahun. Jadi belum masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sementara sebulan terakhir setelah bunda melahirkan, sebagian besar hari-hari dihabiskan di rumah saja.

 

Lalu terlihatlah postingan instagram seorang teman yang mengajak anaknya ke Happy Kiddy. Jadi ingat ada arena bermain baru di Bencoolen Mall (BenMall). Jadilah pagi itu begesit ria beres rumah, terus nyiapin anak-anak sebelum main ke sana.

 

Sekitar pukul 11.00 WIB kami meluncur ke BenMall di kawasan Pantai Panjang. Berhubung hari kerja, suasananya tentu tak seramai saat akhir pekan. Buat kami ini lebih nyaman. Artinya tempat bermainnya pun pasti tidak seramai hari libur. Anaknya bisa puas main, bundanya bisa puas foto-foto.

 

Harga Tiket & Membership

Harga tiket dan membership di Happy Kiddy Harga tiket dan membership di Happy Kiddy

Happy Kiddy Bengkulu berada di lantai 2 mall. Jam operasionalnya buka setiap hari pukul 10.00 WIB-21.00 WIB. Di pintu masuknya, ada kasir untuk transaksi pembelian tiket. Setelah melakukan pembayaran, anak akan diberikan gelang tangan Happy Kiddy. Sementara ayah atau bundanya akan mendapatkan kartu pendamping beserta kunci loker.

 

Tarifnya :

                             Weekday             Weekend

Member              50.000                   70.000

Non-Member    80.000                   100.000

Pakai gelang tanda masuk ke Happy Kiddy

Pakai gelang tanda masuk ke Happy Kiddy

Tiket berbayar buat anak diatas 1 tahun. Satu anak, free satu pendamping. Jika pendamping lebih dari satu, ada biaya tambahan sebesar Rp 20.000 per orang. Lalu jika tidak membawa kaos kaki, ada biaya tambahan Rp 10.000 untuk membeli kaos kaki. Dengan biaya segitu, tidak dibatasi waktu bermain alias sepuasnya.

 

Jika berencana kedepannya akan bermain lagi di Happy Kiddy Bengkulu, lebih baik daftar member. Pendaftaran member dikenakan biaya registrasi Rp 20.000 untuk setahun. Member ini bisa digunakan untuk beberapa anak. Untuk member, setiap transaksi minimal 10.000 akan mendapatkan 1 poin dan berlaku kelipatannya. Setiap poin yang dikumpulkan, bisa ditukarkan dengan merchandise menarik.

 

Beragam Wahana

 

Beli tiket sudah. Pakai gelang sudah. Saatnya bermain. Menuju ke arena, pengunjung akan menaiki anak tangga. Sesuai temanya “Adventure Land” suasana areal berukuran sekitar 30 x 20 meter itu menjadi wahana petualangan buat anak-anak karena memiliki banyak spot. Tempatnya juga menarik karena dicat dan diisi wahana warna-warni khas anak-anak. Berhubung lantainya karpet karet, tempatnya bersih untuk anak bermain sambil lesehan.

 

Wall Climbing

 

Dinding panjat dengan tinggi sekitar 2 meter. Anak bisa melatih gerak motorik. Pas sekali buat anak yang suka panjat kursi hingga terali rumah.

 

Kolam Mandi Bola

Kolam mandi bola menjadi salah satu tempat bermain favorit

Kolam mandi bola menjadi salah satu tempat bermain favorit pengunjung

Kolam mandi bolanya terbilang cukup luas dengan bola berwarna biru dan putih.

 

Adventure Slider

Seseruan naik perosotan

Seseruan naik perosotan di wahana adventure slider

Berupa perosotan besar yang terhubung dengan kolam mandi bola. Khusus perosotan yang ini karena cukup tinggi dan ada cekungannya, perlu sekali pengawasan orang tua. Apalagi kalau masih dibawah usia 4 tahun. Beberapa anak yang saya perhatikan, termasuk anak saya, rada kaget karena perosotannya membuat mereka serasa melompat saat meluncur.

 

Toy Corner

Arena permainan pasir sintesis

Arena permainan pasir sintesis

Berupa kursi dan meja yang diisi permainan. Ada susun balok, lego, pasir sintetis, alat musik, mencocokan huruf dan lain-lain. Area ini melatih gerak motorik, kreativitas dan imajinasi.

 

Role Play Town

Mendorong kereta dari supermarket buatan

Mendorong kereta dari supermarket buatan

Berupa arena yang menyerupai kantor polisi, supermarket dan restoran. Di kantor polisi, ada setelah baju polisi beserta topi yang bisa dipakai. Di dalamnya ada penjara juga loh. Begitu juga di supermarket dan restoran. Ada kostum lucu yang bisa dipakai oleh anak.

 

Flying Fox

Arena flying fox dilengkapi peralatan yang aman.

Arena flying fox dilengkapi peralatan yang aman.

Arena flying fox panjangnya sekitar 15 meter. Permainan ini aman karena perlengkapan anak seperti harness dan alat pengaman lainnya cukup lengkap.

 

Trampolin

Lompat-lompat main trampolin.

Lompat-lompat main trampolin.

Arena lompat-lompat buat anak.

 

Arena Balita

Kuda-kudaan di arena bermain balita

Kuda-kudaan di arena bermain balita

Buat yang anaknya masih 2-3 tahun, ada sepeda dan kuda-kudaan yang bisa dipakai bermain. Kalau masih merangkak pun asyik saja bermain di lantai yang bersih.

 

Keterlibatan Orangtua

Selain bermain, anak juga bisa bersosialisasi bermain bersama anak lainnya.

Selain bermain, anak juga bisa bersosialisasi bermain bersama anak lainnya.

Dari beberapa permainan, orangtua bisa ikut berpartisipasi. Misal pada meja lego, pasir sintetis, balok bentuk yang ada di Toy Corner, ayah dan bunda bisa ikut bermain bersama. Saat anak main flying fox, bisa memberikan support kalau anak sedikit merasa takut. Jadi yang nungguin jangan cuma duduk dan main smartphone aja.

 

Setelah hampir dua jam menemani anak bermain, menurut saya Happy Kiddy Bengkulu terbilang nyaman sebagai tempat bermain anak. Bayar sekali untuk semua jenis permainan, bersih, ber-AC. Mengawasi anak lebih mudah karena areanya tertutup. Soal area, jadi pertimbangan sekali buat saya berhubung Sean anaknya aktif dan nggak ada takutnya bermain ke tempat baru.

 

Selain itu, kondisi mainannya juga masih bagus-bagus. Mudah-mudahan bukan karena masih baru saja. Dan mungkin akan lebih bagus lagi kalo secara periodik arena permainannya diubah. Biar pengunjungnya tidak bosan-bosannya untuk datang.  So far, recommended lah buat buibu yang ingin membawa anaknya ke arena bermain.

 

Baca juga : Immersive Cinema, Wahana Baru Bank Indonesia

 

Tips ke Happy Kiddy

Area Happy Kiddy Bengkulu

Separo area Happy Kiddy Bengkulu

  • Kalau bakal berkali-kali ke sana, daftar member lebih hemat. Satu member bisa buat beberapa anak
  • Jika ada waktu luang selain weekend, lebih asyik ke sana saat weekday. Puas bermain tanpa harus antre dengan anak lain
  • Bawa kaos kaki dari rumah, baik anak maupun pendamping. Lumyan, bisa hemat Rp 10.000 per pasang
  • Walau ada petugasnya, ayah atau bunda tetap harus mengawasi. Khususnya untuk perosotan yang di lokasi mandi bola
  • Bisa banget bawa bekal kalau mau main rada lama. Soale ada area khusus buat makan minum.

 

Gimana, seru kan main di Happy Kiddy. Semoga artikelnya bisa menjadi referensi bagi yang ingin mengajak buah hatinya bermain di sana.(**)