Marie 18 Clinic Kini Hadir dengan Wajah Baru

Marie 18 Clinic Kini Hadir dengan Wajah Baru

Marie 18 Clinic Kini Hadir dengan Wajah Baru – Berdiri sejak 14 tahun lalu, Marie 18 Clinic menjadi salah satu pusat perawatan kulit dan tubuh terbaik di Provinsi Bengkulu. Untuk terus memberikan treatment maksimal pada pelanggannya, kini hadir dengan “wajah baru”.

“Wajah baru” Marie 18 Clinic terlihat dari berdirinya gedung baru yang terletak di Jalan Hibrida Raya No. 5 Samping Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Tri Mandiri Sakti. “Lokasinya hanya pindah ke sebelah klinik yang lama,” kata Owner Marie 18 Clinic dr. Maria Eka Patri Y. M. Biomed (AAM).

Peresmian gedung baru yang juga bertepatan dengan ulang tahun dr. Maria berlangsung Sabtu (18/7). Pada kesempatan itu turut hadir mitra-mitra Marie 18 Clinic, keluarga dan undangan lainnya.

“Meski saat ini kita masih dalam suasana pandemi Covid-19, Alhamdulillah acara peresmian yang kita adakan hari ini tetap menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Saya mengucapkan terima kasih untuk keluarga, sahabat dan mitra-mitra yang sudah banyak membantu hingga Marie 18 Clinic bisa seperti sekarang ini,” tutur dr. Maria dalam sambutannya.

Marie 18 Clinic, lanjut Maria, sudah berdiri sejak 27 Maret 2007. Saat itu Maria yang kini juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu masih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Waktu 14 tahun bagi klinik kami tentu tidaklah sebentar. Banyak hal yang kami, saya juga para karyawan lalui untuk bisa terus maju dan berkembang. Dengan tim dan karyawan yang hebat, klinik ini bisa besar seperti sekarang,” ungkap Maria.

Dapatkan Promo Menarik

Gedung baru  klinik kecantikan yang satu ini memberikan fasilitas yang lebih nyaman dan ekslusif. Ada diskon menarik berupa potongan harga hingga 20 persen untuk pembelian krim dan potongan harga 10 persen perawatan untuk semua member.

“Anda bisa mendapatkan berbagai treatment seperti Mesoterapi Yonka, facial hingga terapi laser,” tutur Maria.

Mesoterapi merupakan salah perawatan yang dilakukan untuk peremajaan dan mengencangkan kulit, serta berbagai manfaat lainnya. Treatment yang tersedia antara lain mesoterapi untuk pigment, kulit kusam, kulit kasar, bekas jerawat, acne comedonal, acne inflamasi, acne kulit sensitif, acne rekalsitrans, acne pada punggung, intermezzo, strong peeling, yonka eye treatment dan mesolit vital intense skin.

Untuk facial, treatment yang tersedia ada facial PDT, facial glow, facial glow plus, facial detok, facial biasa, facial mamber, facial kulit berminyak, facial mikrodermabrasi, RF wajah, RF badan, totok wajah, detok, cooling.

Sementara untuk treatment terapi laser ada laser melasma/ pigmentasi, laser glow, laser rejuf, laser bekas luka, laser tanda lahir/tato, laser IPL, laser IPL glow, laser IPL hairremoval untuk kumis, ketiak, kaki atau tangan. “Kami juga menyediakan laser terapi untuk messo peeling, filler, Ultra V-Lift, booster dan beberapa treatment lainnya. Silakan kunjungi akun media sosial  Marie18ClinicBengkulu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” ujar Maria.(ken)

Cara Mengurus Izin Penggalangan Dana

Cara Mengurus Izin Penggalangan Dana

Mungkin selama ini masih banyak yang belum tahu. Bahwasanya ketika kita ingin melakukan aksi donasi untuk menggalang bantuan berupa uang maupun barang, ternyata harus mengajukan permohonan izin terlebih dahulu. Berikut cara mengurus izin penggalangan dana di Provinsi Bengkulu.

**

TERUS terang, selama ini saya mengira jika kita ingin menyelenggarakan penggalangan dana, bisa dilakukan dengan serta merta atas keinginan individu maupun komunitas secara spontan. Apakagi jika tujuan penggalangan dana untuk membantu orang yang sedang benar-benar memerlukan uluran tangan. Termasuk bagi korban bencana alam.

Izin, khususnya dari Kementerian Sosial yang saya tahu sebelumnya adalah soal UGB alias Undian Gratis Berhadiah (UGB). Tapi ternyata Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) juga diwajibkan untuk mengurus perizinannya terlebih dahulu. Aturan ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 9 tahun 1961 tentang PUB.

Kebetulan hari ini, 15 Juni 2020, saya menerima kedatangan tim terpadu dari Dinas Sosial Provinsi, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Polda Bengkulu. Yakni Pengelola Perizinan DPMPTSP Provinsi Eling Pironika, SE, Yosi Balqis, SE dari Dinas Sosial Provinsi dan AKP. Ningsih, S.Pd dari Polda Bengkulu.

Mereka menyosialisasikan tentang tata cara dan prosedur mengurus pengajuan izin PUB. Sebelum membahas syarat dan prosedurnya, alangkah baiknya kita tahu dulu apa yang dimaksud dengan PUB.

Apa Itu PUB?

Saya saat menerima kunjungan ibu Yosi, ibu Eling dan ibu Nengsih. Mereka merupakan petugas patroli pengawasan dan pemantauan PUB dan UGB di Kota Bengkulu.

Saya saat menerima kunjungan ibu Yosi, ibu Eling dan ibu Nengsih. Mereka merupakan petugas patroli pengawasan dan pemantauan PUB dan UGB di Kota Bengkulu.

PUB merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan uang atau barang untuk pembangunan dalam bidang kesejahteraan sosial, mental/agama/kerohanian, kejasmanian, pendidikan dan bidang kebudayaan. Di kalangan masyarakat, PUB dikenal juga dengan pengumpulan sumbangan.

Siapa Saja yang Boleh Menyelenggarakan

Yang berhak menyelenggarakan pengumpulan sumbangan yakni kepanitiaan yang memenuhi persyaratan dan telah mendapat izin dari pejabat berwenang. Semisal kita ingin menggalang dana untuk keluarga yang sakit dan butuh biaya pengobatan, ini bisa dilakukan dengan syarat ada surat keterangan dari rumah sakit dan pengurus RT.

Jika penyelenggaranya adalah organisasi, maka harus punya akta pendirian atau akta notaris dengan AD/ART. Apabila organisasi di bidang kedejahteraan sosial, maka harus memiliki izin dari Dinas Sosial. Lalu ada Surat Keputusan (SK) Kepanitiaan bagi pemohon.

Kenapa Harus Izin

Kalau bertanya kenapa harus izin, tujuannya tentu saja agar dana yang terhimpun mendapat pengawasan dalam proses penyalurannya. Jalannya penghimpunan sumbangan juga jadi berlangsung jelas, akuntabel dan transparan, serta tertib administrasi. Dan yang jelas bagi penyelenggara pun sudah tenang jika sudah mengantongi izin, tanpa merasa was-was kegiatannya dianggap melanggar ketentuan undang-undang.

Bentuk Penggalangan Dana

Bentuk penggalangan dana diutamakan dilakukan dengan cara-cara yang tidak mengganggu ketertiban umum seperti meminta sumbangan di lampu-lampu merah. Itu tidak dibenarkan. Yang boleh adalah sumbangan uang dan barang yang dihimpun dengan cara :

  • Mengadakan pertunjukan
  • Bazar
  • Lelang barang
  • Hasil Penjualan undangan dari acara pertunjukan
  • Penjualan blanko amal
  • Mengedarkan list derma
  • Menjual kupon atau stiker sumbangan
  • Penempatan kotak sumbangan di tempat umum
  • Penjualan barang diatas harga sebenarnya
  • SMS donasi
  • Membuka nomor rekening bank
  • Mengirim surat permintaan sumbangan

Syarat & Prosedur

Sebenarnya syarat dan prosedur cara mengurus izin penggalangan dana ini tidak terlalu sulit. Namun masih banyak kalangan masyarakat yang merasa ribet, sehingga enggan mengurus. Nyatanya tidaklah terlalu sulit asalkan kita bisa memenuhi syarat-syarat.

Adapun prosedur dan tahapan pengajuan izin PUB sebagai berikut :

  1. Pemohon mengajukan berkas :
  • Ajukan surat pengantar ditujukan kepada Gubernur Bengkulu Up. Kepala DPMPTSP Provinsi. Surat bermaterai Rp 6.000
  • Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), alamat pemohon atau organisasi pemohon dan Akta Pendirian (AD/ART) atau pembentukan kepanitiaan dalam bentuk Surat Keputusan (SK).
  • Lampiran maksud dan tujuan penggalangan dana
  • Lampirkan informasi jangka waktu, wilayah, mekanisme penyelengaraan dan penyaluran.
  1. Berkas tersebut disampaikan kepada tim DPMPTSP Provinsi
  2. Berkas dikaji oleh tim teknis Dinas Sosial Provinsi untuk diverifikasi
  3. Kunjungan lapangan (survei tim)
  4. Setelah lengkap dan verifikasinya valid, berkas kembali ke DPMPTSP.

Biaya Perizinan Gratis, Asalkan…

Menurut Eling Pironika, bagi penggalangan dana yang dilakukan hingga lintas provinsi, maka surat izin penggalangan dana ini dikenakan biaya oleh Ditjend PSDBS Kemensos. Namun jika tidak lintas provinsi, maka biaya yang dikenakan, benar-benar gratis.

Surat izin ini dikeluarkan berlaku selama tiga bulan. Bagi yang tidak memenuhi syarat, maka surat izin tidak bisa dikeluarkan dan penyelenggara dilarang melakukan aksi donasi.

Nantinya jika kegiatan diperpanjang, maka penyelenggara kegiatan penggalangan dana mengirimkan kembali berkas pengajuan izin. Pemohon izin perorangan atau kelompok masyarakat bisa melampirkan surat keterangan dari RT dan rumah sakit (jika penggalangan dana untuk membantu orang sakit).

Setelah penggalangan dana tuntas disalurkan, jangan lupa membuat semacam laporan pertanggungjawaban yang juga disampaikan ke DPMPTSP dan Dinsos Provinsi. Sehingga tim dari pemerintah ini juga bisa ikut mengawasi apakah programnya tepat sasaran atau tidak.

Selain kita yang menghimpun donasi, kita juga bisa berpartisipasi secara online dengan cara galang dana online. Untuk tahu lebih lanjut, bisa membaca artikel saya yang lainnya Galang Dana Online Bisa Via Peduli Sehat dan Lima Situs Galang Dana Online Terpercaya di Indonesia.(ken)

RSUD M Yunus Rancang Konsep Green Hospital

RSUD M Yunus Rancang Konsep Green Hospital

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Yunus terus meningkatkan kualitas pelayanan, juga fasilitas sarana dan prasarana. Upaya peningkatan ditunjukkan dengan dibangunnya satu unit gedung baru senilai Rp 57 miliar dari anggaran tahun 2018.

KOMI KENDY, Kota Bengkulu

BANGUNAN empat lantai yang didominasi warna cokelat, kini sudah berdiri megah di lingkungan RSUD M. Yunus. Kemarin siang (14/1), RB ikut melihat langsung ke dalam ruangan yang nantinya akan digunakan untuk melayani pasien rawat inap di rumah sakit umum terbesar di Provinsi Bengkulu ini.

Gubernur Rohidin Mersyah saat melihat data jumlah ruangan di RSUD M. Yunus.

Gubernur Rohidin Mersyah saat melihat data jumlah ruangan di RSUD M. Yunus. Foto: Komi Kendy

Kesempatan ini bersamaan dengan inspeksi mendadak (sidak) oleh Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah yang meninjau langsung kondisi ruangan. Ia tampak didampingi oleh Direktur RSUD M. Yunus dr. Zulki Maulub Ritonga, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi H. Herwan Antoni, SKm, M.Kes, M, Si, Wadir Umum dan Keuangan dr. Nita Wulansari.

Jika dilihat, bangunan yang cukup mencolok ini tidak mirip dengan arsitektur rumah sakit sebelumnya. Dari luar justru lebih mirip dengan hotel. Mulai dari kamar hingga toilet.

“Karena dari luarnya sudah mirip dengan hotel, maka pelayanan dan fasilitas di dalamnya juga sudah kami rancang mirip juga dengan hotel,” kata Direktur RSUD M. Yunus dr. Zulki Maulub Ritonga mengawali perbincangan di halaman gedung baru.

Zulki mengungkapkan, ada 82 kamar yang nantinya dioperasikan dengan 160 tempat tidur. Terdiri dari 2 kamar VVIP, 17 kamar VIP, 24 kamar kelas I, 21 kamar kelas II, 12 kamar high care dan enam kamar isolasi. “Lantai 1 sampai lanta 3 kelas 1,2 dan 3. Lantai 4 khusus VIP dan VIIP. Dilengkapi dengan lift,” tutur Zulki.

Gedung baru RSUD M. Yunus, ungkap Zulki, dibangun sejak 12 Juli 2018 lalu. Proyek yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana pendamping dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ini dirancang mengusung konsep green hospital.

Apa Itu Konsep Green Hospital?

Sidak Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di bagian luar gedung baru.

Sidak Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di bagian luar gedung baru. Foto: Komi Kendy

Zulki menjelaskan, perancangan dan manajemen green hospital berorientasi bangunan yang berwawasan lingkungan. Konsep ini menjadi jawaban atas tuntutan kebutuhan pelayanan atas pelayanan prima, berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit.

Demi menciptakan penyembuhan pasien yang efisien, paduan antara arsitektur dan pelayanan rumah sakit perlu dipadankan. Arsitektur memiliki peranan penting dalam usaha penyembuhan pasien. Sehingga desain bangunan, interior dan lingkungan di sekitarnya harus memberikan motivasi dalam proses penyembuhan pasien.

“Makanya ini gedungnya dibuat jendela yang lebar. Supaya pencahayaannya cukup. Di siang hari tidak perlu menghabiskan banyak energi listrik. Pengelolaan limbahnya akan diatur pro terhadap lingkungan. Kita juga akan buatkan taman dengan tanaman hijau,” ujar Zulki.

Selain mengedepankan green hospital, RSUD M. Yunus juga dirancang menjadi rumah sakit yang tersentralisasi. Khususnya ruang perawatan yang cukup berada satu komplek gedung saja.

Pasien dan keluarga juga akan lebih nyaman dengan fasilitas kamar mandi umum per lantai, musala, konter khusus perawat, juga apotek untuk peracikan dan penampungan obat.

Selain itu juga akan dibangun selasar penghubung antara gedung baru dengan komplek utama bangunan rumah sakit untuk memudahkan akses. Baik tenaga medis maupun pasien, keluarga dan pengunjung.

“Selama ini ruang perawatan di sini masih tersebar di beberapa titik. Jadi kinerja tenaga medis dan perawatnya kurang efisien. Ada juga yang kondisi ruangan dan bangunannya yang sudah tidak layak. Seperti ruang operasi yang bocor. Akan kita tingkatkan lagi sarana prasarananya,” ujar Zulki.

Lantas kapan akan mulai beroperasi?

Mengecek kondisi pintu toilet yang bahannya tahan air. Foto: Komi Kendy

Mengecek kondisi pintu toilet yang bahannya tahan air. Foto: Komi Kendy

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah disela sidak menargetkan setidaknya akhir tahun ini, sebagian ruang perawatan yang baru sudah bisa beroperasi. Apalagi sudah dipastikan pada tahun 2019 ini, sudah dialokasikan dana Rp 15 miliar untuk pembangunan lanjutan.

“Kalau Maret sudah mulai kontrak dengan kontraktornya, dalam waktu tiga bulan kedepan penataan halaman, pengadaan prasarana dan sarana pendukung tiap ruangan, juga finishing akhir interior bisa tuntas,” kata Rohidin.

Saat sidak, Rohidin melihat masih banyak yang perlu dibenahi dari proyek tersebut. Khususnya pada bagian interior. Ia meminta agar interior rumah sakit mampu mengimbangi megahnya bangunan tersebut. Sehingga pasien merasa nyaman.

Rohidin berharap dengan adanya fasilitas gedung baru, RSUD M. Yunus bisa meningkatan pelayanan kepada masyarakat yang menjadi pasien di sana.

“Manajemen rumah sakit juga harus melakukan perubahan dalam segi pengawasan, kontrol setiap lantai. Sehingga pelayanan lebih cepat, mudah, terjangkau dan makin baik lagi,” pesan Rohidin.

Dorong Kualitas Pelayanan

Pada kesempatan itu Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu Herwan Antoni juga mengharapkan agar momen pembangunan gedung baru RSUD M. Yunus bisa mendorong kualitas pelayanan lebih maksimal.

“Tentu saja agar pelayanan lebih berkualitas harus ada sarana prasarana memadai. Pembangunan ini adalah bentuk upaya memenuhi prasarana dan sarana. Silakan terus evaluasi kinerja pegawainya. Mana yang kurang maksimal, harus dievaluasi,” ujar Herwan.(**)