8 Kiat Menjalani New Normal Ditengah Pandemi Corona

8 Kiat Menjalani New Normal Ditengah Pandemi Corona

MULAI 1 Juni 2020, pemerintah pusat gencar menyosialisasikan penerapan New Normal atau Kenormalan Baru di Indonesia. Kehidupan ala New Normal akan dilalui masyarakat dalam menjalani hari-hari ditengah pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease) yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

Mengutip dari beberapa sumber, new normal adalah langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Menurut ahli bahasa Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayat dari Universitas Indonesia, badan bahasa sudah memberikan istilah Indonesia dari New Normal. Yaitu Kenormalan Baru. Kata Normal sebetulnya dalam bahasa Inggris sudah dijadikan nomina. Makanya jadi disebut New Normal.

Di Bengkulu, baik pemerintah provinsi, kota maupun kabupaten, tengah mempersiapkan diri untuk menerapkan new normal. Agar kita bisa tetap survive alias bertahan menjalani kehidupan berdampingan dengan virus corona yang telah banyak menelan korban jiwa, tentu saja bukan semata mengandalkan program pemerintah. Melainkan memulai kesadaran dari diri sendiri.

Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi beberapa kiat atau tips tetap survive menjalani kehidupan New Normal disaat pandemi :

1. Jangan Panik

Jangan panik adalah tips yang pertama. Saya menerapkan tips yang satu ini sebagai urutan nomor satu karena jika kita bisa mengendalikan rasa panik, maka kita bisa mengendalikan diri kita untuk tetap rasional, menjalankan protokol kesehatan dan menjaga keluarga terdekat.

2. Hindari Stres

Mengurangi media sosial dan membaca banyak berita adalah salah satu cara untuk menghindari stres. Menghindari perasaan stres adalah salah satu kunci menjaga imun tubuh agar tetap kuat. Boleh saja kita mencari informasi. Namun baca atau tontonlah situs atau media kredibel yang tidak membuat kita makin merasa parno (paranoid).

3. Beraktivitas Seperlunya

Pemberlakuan New Normal akan membuat semua aktivitas perlahan kembali normal. Tapi jangan terlena, apalagi sampai kalap kebanyakan nongkrong sana-sini. Penyebaran virus masih sangat-sangat bisa terjadi dimana saja. Jadi, beraktivitaslah seperlunya. Rumah-kerja-rumah atau rumah-kuliah-rumah. Tahan dulu keinginan untuk hangout atau kongkow bersama teman-teman untuk sementara. Setidaknya sampai pandemi ini mulai berakhir.

4. Kenakan Masker

Jadikan masker sebagai outfit harian kita. Wajib. Anggap saja saking wajibnya tak ubahnya kita mengenakan baju, celana dan jilbab (untuk perempuan muslim). Masker adalah “benteng” bagi diri kita kalau lupa tidak sengaja ingin menyentuh hidung dan mulut sebelum cuci tangan. Masker juga mencegah cairan droplet dari orang bersin, langsung masuk ke saluran pernapasan. Selain itu tentu saja masker adalah cara kita melindungi orang lain.

5. Rajin Cuci Tangan

Biasakan rutin mencuci tangan menggunakan sabun setelah berkegiatan. Tidak ada salahnya kita menyisihkan waktu untuk membasuh tangan di air mengalir.  Seperti yang disarankan World Health Organization (WHO), mencuci tangan dilakukan setidaknya 20 detik menggunakan sabun agar Covid-19 enyah dari kedua tangan kita.

6. Kantongi Hand Sanitizer

Tidak ada salahnya menjadikan hand sanitizer sebagai barang bawaan wajib ditas kita. Jika kita berinteraksi di tempat-tempat umum atau diragukan kebersihannya, segeralah semprotkan hand sanitizer ke tangan.

7. Jaga Jarak

Jaga jarak atau physical distancing juga merupakan cara kita melindungi diri sendiri dan orang lain. Hindari kerumunan orang dan berjarak ketika terpaksa harus antre di tempat umum. Yang paling aman ya tentu saja, kurangi bepergian atau keluar rumah lah seperlunya.

8. Makan Sehat dan Olahraga

Menjaga stamina agar tetap fit dan tidak mudah sakit, sangat penting. Maka mulailah dengan mengonsumsi makan makanan yang bergizi, kaya serat, tambah vitamin dan olahraga ringan.

Itu dia delapan tips tetap survive menjalani kehidupan new normal ditengah pandemi Covid-19. Kita semua tentu saja ingin pandemi ini lekas berakhir. Bahkan tak sedikit yang berdoa agar semua kembali seperti sedia kala sebelum pandemi mendera. Tapi hidup harus tetap maju. Jika tidak bisa bertahan dan beradaptasi, maka kitalah yang akan punah. Semoga kita senantiasa sehat.(ken) 

Perubahan Rutinitas Kala Covid-19 Melanda

Perubahan Rutinitas Kala Covid-19 Melanda

WABAH Corona Virus Disease (Covid-19) sangat mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Rutinitas dan pola hidup seketika berubah. Mau tidak mau setiap kita harus sadar pentingnya menjalani pola hidup sehat sebagai bagian dari adaptasi dan antisipasi dalam menghadapi Virus Corona.

Ada yang pernah lupa mencuci tangan sebelum makan? Beberapa bulan lalu, mungkin masih ada. Cuek bebek saja mencomot sepotong gorengan, lalu melahap dalam sekejap. Tapi sekarang, tak sengaja menyentuh benda yang banyak dipegang oleh orang lain saja, udah bikin kita parno alias paranoid. Sebisa mungkin menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut.

Apapun yang kita kerjakan, khususnya saat berada di luar rumah membuat kita was-was dan lebih mawas diri. Buat saya beberapa hal yang berubah dalam kehidupan sehari-hari sejak Covid-19 melanda di Indonesia pada pertengahan Maret lalu:

1. Jalanan Lenggang

Berangkat kerja biasanya bisa sampai dua tiga kali harus berhenti di lampu merah yang sama, saking ramainya. Tapi sekarang, selalu kedapetan paling depan di barisan traffic light. Kelas kota kecil saja, sangat terasa. Apalagi yang biasa tinggal di ibukota. Ini terjadi karena di Bengkulu, anak sekolah libur panjang sampai 29 Mei mendatang atau selepas Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

2. Wara-Wiri Mobil Peringatan

Anak generasi 80-90-an inget nggak sama mobil yang suka keliling gang-gang pakai pengeras suara mempromosikan film apa yang akan tayang di bioskop. Atau kalau ada layar tancap. Sesekali mobil kampanye Keluarga Berencana (KB). Nah ini sekarang mobil polisi dan Satpol Pamong Praja (Satpol) PP setiap malam rajin mengingatkan warga untuk pakai masker, rajin cuci tangan, menjemur pakaian hingga kering, jaga kebersihan, jaga jarak, di rumah aja dan lain-lain.

Harusnya sih biasa aja. Tapi entah kenapa mobil peringatan yang wara-wiri ini bikin kita berasa kayak berada di distrik yang ada di film triloginya The Mockingjay.

3.Ekonomi Sulit

Setiap ketemu mitra, bahasannya sama. “Ekonomi makin sulit. Penjualan anjlok. Semoga Covid-19 lekas berlalu,” doa mereka yang dengan cepat diaminkan. Tak sedikit perusahaan yang sudah merumahkan karyawannya. Bioskop, pusat perbelanjaan, rumah makan dan lain-lain, semuanya tutup. Orang menghindari keramaian. Yang bisa bertahan, makin mengencangkan ikat pinggang. Heu, paling sedih kalau bahasannya sudah berkaitan dengan cupak tanak. Semoga setelah badai Covid, semuanya akan lebih baik lagi.

4. Rutinitas Kantor

Rajin mencuci tangan jadi aktivitas baru sebagai efek pandemik Corona.

Rutinitas ini salah satu yang nggak pernah terbayang sebelumnya. Kantor mewajibkan karyawan absen di bawah jam yang ada di lobi gedung. Terus foto selfie sembari mengenakan masker. Fotonya ini dikirim melalui group WhatsApp. Tadinya aneh. Kami selalu tertawa ramai-ramai jika ada yang post foto ke grup. Tapi lambat laun terbiasa.

Selain sistem absen, suasananya juga agak aneh. Semua mengenakan masker. Sehari dua kali office boy masuk ke ruangan-ruangan buat semprot disinfektan. Di depan pintu masuk juga sekarang sudah ada wastafel portable yang sengaja diletakan agar siapapun yang mau masuk ke gedung, wajib cuci tangan.

Physical distancing dan efisiensi juga sekarang membuat sebagian karyawan kami diliburkan sementara. Jadinya suasana kantor berasa sepinya. Kawan-kawan lain yang datang ke kantor pun bingung. Klien yang mau ditemui, sedang berada di kondisi yang sama.

5. Lebih Takut Suara Bersin dari Kentut

Sungguh. Postingan status kawan-kawan di media sosial bikin ngakak so hard. Malah banyak banget yang bikin video parodinya. Tapi bisa jadi ada benernya juga. Konon katanya bersin dari orang yang positif Covid-19 bisa menularkan virusnya kemana-mana melalui cairan droplet yang muncrat dari hidungnya. Ini makanya penting sekali pakai masker. Buat tahu lebih lanjut tentang Covid-19, silakan baca tulisan saya sebelumnya Corona, Virus dari Wuhan yang Menggemparkan Dunia.

6. Pendapatan Berkurang, Pengeluaran Bertambah

Beli masker, handsanitizer, stok makanan dan susu anak supaya nggak sering keluar rumah, konsumsi buah dan vitamin, semuanya perlu uang untuk membeli. Ditengah pendapatan yang terus menurun, pengeluaran kita justru berasa makin bertambah.

7. Menikah Tanpa Resepsi

Dulu sering kerepotan kalau mesti hadir ke undangan di hari Sabtu dan Minggu. Mesti punya waktu buat dandan. Tapi sekarang, acara pernikahan hanya bole hijab Kabul saja tanpa ada resepsi. Di beberapa daerag malah pesta kawinan dibubarkan oleh polisi.

8. Serba Online

Kuliah, online. Meeting, online. Belanja, online. Seminar, online. Workshop, online. Termasuk buat beli sayur mayor. Semua serba online. Beberapa perusahaan malah sudah ada yang menerapkan Work From Home (WFH) dari rumah. Dulu, aplikasi-aplikasi ini asing dan tak sedikit yang malah buat mempelajari. Tapi lambat laun kita jadi “dipaksana” terbiasa mengandalkan teknologi tanpa perlu tatap muka secara langsung.

9. Nggak Mudik Tanda Sayang

Mungkin inilah yang namanya dunia terbalik. Dulu kalau anak nggak pernah mudik atau jarang pulang kampung menjenguk orangtuanya, bisa dikatain anak durhaka. Ehhh, sekarang kalo mudik malah tandanya nggak sayang sama orangtua dan keluarga di kampung.

Buat saya, sembilan hal diatas adalah perubahan rutinitas sehari-hari yang saya alami sejak Covid 19 melanda. Kalau teman-teman, perubahan apa yang paling dirasakan selama musim pandemik seperti sekarang ini? Share dong ceritanya di kolom komentar.(**)

Corona, Virus dari Wuhan yang Menggemparkan Dunia

Corona, Virus dari Wuhan yang Menggemparkan Dunia

Desember 2019. Kala itu mendengar berita di Wuhan, Cina sedang mulai mewabah virus baru bernama Corona. Belakangan disebut Corona Virus Disease (Covid) 19. Yang terbesit saat itu, ah, di Cina. Masih jauh dari sini. Dari tempat tinggalku di Bengkulu. Namun tiada disangka-sangka. Kini menjelang Ramadhan 1441 Hijriah, Virus Corona juga mewabah di Indonesia.

Dalam sekejap. Hitungan hari ritme  kehidupan kita pun berubah. Apalagi sejak ada dua warga Depok yang positif setelah salah satunya mengikuti kelas menari. Lalu disusul Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif Corona pada pertengahan Maret lalu. Rasa khawatir akan penyebaran virus ini pun bertambah. Amerika, Italia dan Cina yang notabene negara besar saja kewalahan. Apalagi Indonesia.

Khawatir, tentu saja boleh. Tapi jangan takut berlebihan. Agar kita bisa melakukan tindakan pencegahan dan minimal bisa melindungi keluarga, terlebih dahulu kita harus banyak membaca. Kita harus mengenal segala sesuatunya tentang virus corona.

Apa Itu Corona?

Stop penyebaran virus corona mulai dari diri sendiri

Stop penyebaran virus corona mulai dari diri sendiri

Menurut World Health Organization (WHO) sebuah organisasi internasional yang fokus pada bidang kesehatan dunia, corona adalah keluarga besar virus yang bisa menyebabkan penyakit. Virus ini bisa hinggap pada hewan atau manusia.

Pada manusia, corona menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus corona paling terbaru yang ditemukan adalah virus corona Covid-19. Virus ini termasuk penyakit menular dan baru ditemukan di Wuhan, Cina pada Desember 2019. Kemudian virus ini menjadi wabah di seluruh penjuru dunia.

Apa Saja Gejalanya?

Gejala COVID-19 yang paling umum dialami :

  • Demam
  • Kelelahan
  • Batuk kering

Namun beberapa pasien mungkin mengalami :

  • Sakit dan nyeri
  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Diare

Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap. Untuk tau lebih lanjut mengenai Gejala Virus Corona dan Physical Distancing, bisa mampir ke artikel lainnya di blog ini.

Apakah orang terinfeksi selalu merasakan gejala diatas? Belum tentu. Ada yang namanya OTG alias Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bahkan tidak merasakan keluhan apapun pada tubuhnya. OTG yang memiliki imun tubuh baik inilah yang bisa menularkan kepada orang lain.

Meski demikian, kebanyakan orang (sekitar 80 persen) bisa sembuh dari penyakit corona tanpa perlu perawatan khusus. Perbandingannya jika ada 6 orang terpapar Covid-19, maka 1 orang diantaranya mengalami sakit parah dan sulit bernapas.

Yang Rentan Kena Virus Corona

Kita boleh bernapas lega karena corona yang menyerang anak-anak, efeknya tidak membahayakan. Sebab imun anak, khususnya yang berusia diatas 5 tahun sudah cukup baik. Pada saat jumlah kasus corona di dunia sudah mencapai 97 ribu, sekitar 44 ribu diantaranya terjadi di Cina. Virus mayoritas menginfeksi orang dewasa dan lanjut usia (lansia).

Dari total keseluruhan kasus, ernyata kurang dari 1 persen virus corona Covid-19 menginfeksi anak-anak. Bahkan dari 84 negara yang positif corona Covid-19, belum ada yang melaporkan kasus kematian pada anak-anak usia 0-9 tahun akibat virus tersebut.

Yang rentan jika terkena virus corona adalah orang yang lebih tua. Juga mereka yang punya masalah kesehatan seperti sakit paru-paru, tekanan darah tinggi atau masalah jantung atau diabetes. Jika ada yang mengalami demam, batuk dan sulit bernapas, harus mendapat perhatian medis.

Bagaimana Virus Menyebar

Pernah menonton film Contagion garapan Steven Soderbergh? Penularan virus corona di dunia nyata seperti yang terjadi sekarang sama persis dengan film yang dibintangi Gwyneth Paltrow itu. Masih menurut WHO, Covid 19 menyebar orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas.

Tetesan cairan yang disebut droplet ini kemudian jatuh ke benda yang disentuh oleh orang lain. Orang tersebut kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Lantas apakah Corona bisa menular melalui udara secara begitu saja? Jawabannya tidak. Berdasarkan studi yang ada saat ini belum ditemukan penyebaran Covid-19 melalui udara bebas.

Itu artinya kita juga tidak perlu mendiskriminasikan orang-orang yang sudah positif Covid. Cukup dengan menggunakan masker, tidak bersentuhan dan menjaga jarak aman, membuat kita masih aman dari paparan virus corona.

Yang Bisa Kita Lakukan

Menggunakan hand sanitizer merupakan langkah alternatif penyebaran virus corona. Namun mencuci tangan itu lebih baik.

Menggunakan hand sanitizer merupakan langkah alternatif penyebaran virus corona. Namun mencuci tangan itu lebih baik.

Akhir-akhir ini dari radio mobil saya sering sekali mendengar kampanye bahwa semua kita bisa menjadi pahlawan ditengah wabah Covid 19 yang melanda. Paling utama yang bisa kita lakukan adalah:

  1. Jangan stres dan tetap tenang. Perasaan panic dan stres bisa membuat imun tubuh menurun.
  2. Keep #StayAtHome alias #DiRumahAja. Semakin sedikit berinteraksi. kita meminimalisir kesempatan tertular atau menularkan virus kepada orang lain.
  3. Jika terpaksa keluar rumah, selalu kenakan masker. Masker berfungsi melindungi orang lain ketika kita bersih. Apalagi jika kita positif. Selain itu masker juga melindungi bagian hidung dan mulut.
  4. Rajin mencuci tangan di air yang mengalir dengan sabun selama 20 detik. Tidak peduli apapun merek sabunnya, yang penting sabun. Sebab sabun membuat bagian-bagian dari virus bisa terurai.
  5. Hindari memegang hidung, mulut dan tidak mengucek mata. Penularan virus paling cepat jika tangan kita yang sudah tertempel virus menyentuh indera-indera tersebut.
  6. Jaga jarak alias physical distancing. Kalau masih tetap harus beraktivitas, kita harus tetap selalu jaga jarak dengan orang lain. Dan pastikan tidak berada dalam kerumunan manusia.
  7. Konsumsi makanan sehat dan bergizi
  8. Olahraga teratur
  9. Perbanyak minum air putih dan tambah dengan vitamin jika diperlukan.

Bagaimana? Sudah jelas kah informasinya? Kita semua sangat-sangat berharap agar pandemic ini lekas berlalu. Dan kita semua senantiasa diberkahir kesehatan dari Allah SWT. Khususnya dalam menghadapi bulan Ramadhan 1441 Hijriah ini.(**)

 

Tulisan ini disertakan dalam Blog Challange #BPNRamadan2020

Mengulas Gejala Virus Corona dan Pentingnya Physical Distancing

Mengulas Gejala Virus Corona dan Pentingnya Physical Distancing

VIRUS CORONA menjadi pandemi dunia setelah muncul pertama kali di Wuhan China. Kini virus corona sudah menginfeksi di hampir semua negara di benua Asia, Eropa serta di USA. Virus ini sangat mudah menyebar dan penyebarannya pun sangat cepat didukung oleh sifat virus yang masih mampu bertahan pada benda mati. Pasien dengan status positif corona baik yang punya gejala virus corona maupun yang tidak bergejala, memiliki kemampuan yang sama untuk menularkan virus pada orang sehat.

Akibatnya dari satu pasien saja, virus ini bisa menginfeksi hingga puluhan orang lainnya yang memiliki kontak dekat dengan pasien yang bersangkutan. Gejala virus Corona  sendiri yang mirip dengan gejala penyakit batuk biasa membuatnya semakin sulit diidentifikasi di fase-fase awal penularan.

Seperti sudah diberitakan di media. Virus Corona dapat mengakibatkan berbagai gejala yang khas seperti batuk, demam, pilek, kepala pusing dan sesak nafas. Gejala ini cukup umum karena penyakit batuk dan flu juga memiliki gejala yang sama. Yang membedakan adalah pada gejala sesak nafas dimana pada batuk dan flu tidak ditemukan gejala tersebut sedangkan di gejala Corona, sesak nafas terjadi akibat virus yang menginfeksi paru-paru dan menyebabkan pneumonia akut.

Saat sudah terjadi sesak nafas, pasien seharusnya sudah berada di rumah sakit sehingga bisa mendapatkan ventilator jika dibutuhkan. Sayangnya dengan gejala awal yang mirip dengan batuk biasa, pasien bisa jadi tidak terdeteksi di awal dan baru datang ke rumah sakit saat sudah berada di kondisi parah. Akibatnya di awal pandemi, Indonesia mencatatkan angka kematian cukup tinggi hingga 9% dimana secara umum seharusnya angka kematian akibat virus Covid19 tidak lebih dari 7 persen.

Jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu upaya mencegah penyebaran corona. Foto: canva.com

Jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu upaya mencegah penyebaran corona. Foto: canva.com

Untuk menekan penyebaran virus Corona, kini pemerintah memberlakukan prosedur tes masif atau tes massal khususnya di area zona merah, Pasien dalam Pemantauan, Orang dalam Pemantauan dan para pekerja medis yang sehari-harinya bersentuhan langsung dengan pasien maupun suspect corona. Dengan mendeteksi siapa saja yang positif dan negatif, maka kita bisa mencegah penularan yang lebih masif dengan melakukan isolasi bagi pasien positif.

Isolasi sendiri bisa dilakukan di rumah sakit, jika ia sudah memiliki gejala atau di rumah saja jika ia tidak menunjukkan gejala. Isolasi di rumah bagi pasien positif pun harus dilakukan di dalam kamar sehingga ia tidak menulari anggota keluarga lainnya. Anggota keluarga juga harus melakukan isolasi di rumah dan melakukan tes apakah sudah terinfeksi atau belum.

Dari penyebarannya yang sangat mudah dan cepat tersebut, membatasi jarak antar orang sangat bermanfaat untuk memutus rantai penyebaran. Seseorang carrier yaitu mereka yang positif namun belum terindentifikasi bisa merasa sehat-sehat saja dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Ia bisa bertemu banyak orang dan menyebarkan virus dengan cepat. Dengan physical distancing, penularan ini bisa dicegah karena semua orang menjaga jarak aman dengan orang lain. Selain itu menghindari kerumunan dan menerapkan pola hidup higienis juga menjadi perlindungan yang sangat efektif untuk menghentikan penularan virus corona.

Pencegahan virus corona agar tak semakin meluas bisa dilakukan dengan peran serta aktif pemerintah, tenaga kesehatan dan semua masyarakat. Masyarakat yang memiliki gejala virus corona harus aktif melapor untuk kebaikan semua orang. Bagi yang sehat, lebih baik tetap berada di rumah karena Anda tak akan tahu siapa carrier yang bisa Anda temui di luar sana dan menyebabkan Anda tertular virus yang sudah memakan banyak korban nyawa tersebut.(**)

Warung Anak Sehat Dukung Anak Generasi Maju

Warung Anak Sehat Dukung Anak Generasi Maju

Sudah delapan tahun  PT Sarihusada Generasi Mahardhika dan Danone Ecosystem Fund meluncurkan program Warung Anak Sehat. Program ini terbukti turut menciptakan generasi maju dengan memberikan akses jajanan berkualitas, sekaligus memberdayakan perempuan. Seperti apa programnya? 

**

Setiap bunda pasti ingin anaknya mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Biar repot di pagi hari, tetap disempatkan menyiapkan bekal untuk dibawa ke sekolah. Tapi namanya anak-anak. Mereka acapkali juga menginginkan makanan jajanan kantin. Selain karena beragam, jajan di kantin terasa menyenangkan ketika anak berkumpul bersama teman-temannya.

Kalau sudah begitu, bunda tentu khawatir. Apakah makanannya higienis? Bagaimana kemasannya? Pakai pengawet dan pewarna berbahaya tidak ya? Pemanis buatannya seberapa banyak? Pelezatnya ? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu biasanya terbesit di hati bunda.

Bunda memang harus berhati-hati. Jangan sampai si kecil makan jajanan yang kurang sehat. Selain anak rentan kena berbagai penyakit, makanan tidak sehat juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) 2013 seperti dikutip dari situs mix.co.id, satu dari tiga anak berusia 5-12 tahun menderita masalah gizi. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan makan atau jajanan yang kurang higienis. Laporan aksi nasional Pangan dan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) tahun 2014 menunjukkan sebanyak 23,82 persen jajanan anak sekolah yang diuji Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) masih tidak memenuhi syarat akibat cemaran biologi.

Ciri-ciri Jajanan Tidak Sehat

Untuk mengantisipasi jajanan kurang sehat, bunda harus tahu apa saja ciri-ciri jajanan yang kurang sehat. Bisa juga disampaikan kepada anak sebagai edukasi dini mengenali jajanan yang kurang sehat. Ini dia ciri-cirinya:

Grafis: Komi Kendy
Grafis: Komi Kendy

Program Warung Anak Sehat

Untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi, PT. Sarihusada Generasi Mahardhika bersama Danone Ecosystem Fund melakukan program sosial. Namanya Warung Anak Sehat. Program ini bertujuan membentuk kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman sehat dan bernutrisi. Khususnya anak-anak usia SD, 6-12 tahun.

Program Warung Anak Sehat dimulai sejak 2011. Awalnya, pada 2011-2012 program sosial ini dilakukan di Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Konsepnya mengidentifikasi wanita di daerah yang masih memiliki tantangan malnutrisi untuk diajak menjadi pengusaha mikro. Ada 85 Warung Anak Sehat yang dibangun. Programnya terus meluas ke 446 sekolah di empat wilayah. Yakni dari Ambon, Bandung, Bogor dan Yogyakarta.

Manfaat Warung Anak Sehat

Siapa Saja yang Terlibat?

Berdasarkan data yang dirilis melalui fanpage facebook Warung Anak Sehat, hingga tahun 2018 program ini sudah melibatkan sekitar 34 ribu orang lebih. Terdiri dari :

27.861 Anak
6.122 Ibu
350 IWAS
232 Guru Sekolah

Apa Saja Kegiatannya?

Pelatihan

Resep masakan yang di-share oleh tim Warung Anak Sehat sebagai referensi membuat jajanan sehat.
Resep masakan yang di-share oleh tim Warung Anak Sehat sebagai referensi membuat jajanan sehat.

WAS melatih para ibu untuk membuat jajanan bernutrisi dan aman dari segi penggunaan bahan makanan. Secara berkesinambungan pelatihan diberikan kepada para IWAS untuk dapat menyediakan alternatif jajanan sehat berbasis lokal. Ketersediaan akses jajanan sehat serta edukasi gizi, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memperbaiki gizi anak sekolah.

Pendampingan

Para IWAS mendapat pendampingan secara berkala dalam mengelola usahanya.

Peningkatan Kemampuan Bisnis

Para IWAS dilatih mengelola keuangan agar modalnya terus berputar. Termasuk melakukan pembukuan secara mendasar untuk memantau laba berkala.

Duta Nutrisi

Pemilik kantin WAS Ibu Sri Wahyuni beserta rekan IWAS lain menjadi narasumber pada saat kunjungan Danone Vlogger Academy pada 2 Oktober 2019 lalu di SDN Sukasari Bogor, Jawa Barat.
Pemilik kantin WAS Ibu Sri Wahyuni beserta rekan IWAS lain menjadi narasumber pada saat kunjungan Danone Vlogger Academy pada 2 Oktober 2019 lalu di SDN Sukasari Bogor, Jawa Barat.

IWAS yang sudah mendapat pelatihan berbagi ilmu dengan menjadi narasumber ke sekolah. Salah satu contoh kegiatannya seperti yang dilaksanakan di SD Negeri Sukasari Bogor. Baru-baru ini, tepatnya pada 2 Oktober 2019 lalu sekolah itu mendapat kunjungan dari Danone Vlogger Academy.

Pemilik kantin WAS Ibu Sri Wahyuni beserta rekan IWAS lainnya menjadi narasumber. Ibu Sri menjelaskan aktivitasnya sebagai IWAS. Ia juga menjelaskan bagaimana mengelola pembukuan keuangan, jajanan apa saja yang dijual setiap harinya, hingga membuat menu sehat.

Libatkan Perempuan Penyandang
Disabilitas

Disisi lain, Kota Bengkulu belum masuk ke dalam program Warung Anak Sehat. Sebagai warga Kota Bengkulu tentu saya berharap agar program Warung Anak Sehat juga dilaksanakan di kota yang menjadi tempat lahirnya ibu negara pertama RI Fatmawati ini. Di Kota Bengkulu ada 95 SD negeri dan swasta. Selama ini pengawasan dan sosialisasi terhadap jajanan di kantin sekolah-sekolah memang sudah dilakukan oleh BPOM Bengkulu. Tapi proses pengawasannya masuk kurang maksimal.

Langkah PT Sarihusada Generasi Mahardhika patut diapresiasi. Dengan kemampuan bisnis yang mumpuni, para ibu bisa mengembangkan usahanya untuk membantu ekonomi keluarga. Apalagi mungkin ada diantaranya yang menjadi tulang punggung keluarga.

Perempuan penyandang disabilitas di Bengkulu saat mengikuti pelatihan menulis. Diantara mereka ada yang mencari uang dengan menjual jajanan di kantin sekolah. Foto: Komi Kendy
Perempuan penyandang disabilitas di Bengkulu saat mengikuti pelatihan menulis. Diantara mereka ada yang mencari uang dengan menjual jajanan di kantin sekolah. Foto: Komi Kendy
Perempuan penyandang disabilitas di Bengkulu saat mengikuti pelatihan menulis. Diantara mereka ada yang mencari uang dengan menjual jajanan di kantin sekolah. Foto: Komi Kendy
Perempuan penyandang disabilitas di Bengkulu saat mengikuti pelatihan menulis. Diantara mereka ada yang mencari uang dengan menjual jajanan di kantin sekolah. Foto: Komi Kendy

Previous
Next

Namun mengingat program ini adalah program berkelanjutan, diharapkan kedepannya tidak hanya menyasar IWAS dari kalangan ibu-ibu dengan kondisi fisik normal saja. Tapi juga penyandang disabilitas. Mengapa perlu melibatkan difabel?

Data Pusat Informasi dan Konsultasi Perempuan Penyandang Disabilitas (PIK PPD) Provinsi Bengkulu, ada 50 perempuan penyandang disabilitas. Mereka penyandang tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa. Sekitar lima orang diantaranya memiliki usaha sebagai penjual jajanan di kantin sekolah. Sebagai kaum marginal yang keberadaannya kerap dipandang sebelah mata, kesempatan mereka untuk mendapat pelatihan dalam program Warung Anak Sehat tentu akan menjadi lebih berarti. Sebagian besar difabel akan lebih berdaya ketika mereka memiliki keterampilan sendiri. Semoga kedepannya WAS makin banyak lagi menyasar sekolah yang ada di Indonesia. (**)

Tulisan ini disertakan dalam lomba menulis blog #jajansehatWAS #MombassadorSGMEksplor

Galang Dana Online Makin Mudah Via Peduli Sehat

Galang Dana Online Makin Mudah Via Peduli Sehat

Seiring dengan makin canggihnya teknologi dan digital, aksi galang dana online menjadi “trend” di Indonesia. Hadirnya Peduli Sehat Id membuat setiap kita bisa melakukan tindakan nyata sebagai wujud peduli terhadap sesama.

**

“Sayangi yang di bumi maka yang di langit akan menyayangimu. Tolong yang di bumi, maka yang di langit akan menolongmu.”

Kutipan lirik lagu Suara Langit yang dinyanyikan mantan gitaris band cadas Ustad Derry Sulaiman dan Helmi Hasan itu acapkali terdengar dan terbaca di beberapa tempat yang ada di kota saya. Setiap kali membaca tulisannya, saya berpikir sangat sangat setuju dengan dua bait diatas.

Kepedulian kita dengan sesama mahluk yang ada di bumi, akan berbalas kebaikan pula dari Allah SWT. Apalagi jika dijalankan dengan penuh keikhlasan. Niscaya pahala dan rezeki akan dilipatgandakan.

Kondisi Kesehatan Indonesia

Di Indonesia, bidang kesehatan masih menjadi persoalan. Meski pemerintah sudah mengeluarkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), namun masih ada masyarakat yang belum tercover.

Atau yang seringkali ditemui, jika pun pengobatannya sudah tercover, namun keluarga pasien yang sakit membutuhkan dana lebih untuk operasional. Apalagi jika pengobatan dilakukan di kota lain melalui rujukan.

Sebagian dari kita mungkin tidak termasuk yang pernah mengalami kebutuhan dana mendesak untuk pengobatan. Kita patut bersyukur ketika Allah masih memberikan rezeki kesehatan baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Bersyukur pula memiliki asuransi jaminan kesehatan dari tempat bekerja dengan fasilitas yang baik. Bahkan bisa melakukan cek kesehatan secara rutin.

Untuk pengecekan kesehatan secara rutin saya pernah menulis Prodia Bengkulu Buka Layanan Cek Kesehatan. Di sana saya beberapa kali melakukan check up dengan biaya yang bisa dicover oleh asuransi. Atau bisa cek juga klinik kesehatan lainnya di Poniran Khitan Center, Klinik Terbaik di Bengkulu buat yang sekarang sedang mencari info khitan buat ananda.

Kembali pada topik persoalan kesehatan, dalam keseharian bisa dilihat sekitar kita. Ada begitu banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Melalui pesan berantai dan grup WhatsApp (WA) dan media sosial, nyaris tiada hari tanpa melihat informasi ada bayi, anak-anak, orang tua juga muda yang mengalami penyakit kronis dan kritis. Pengobatannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Mengutip data World Health Organization (WHO) dan World Bank, diperkirakan 12 juta penduduk Indonesia didiagnosa menderita penyakit kritis pada tahun 2017. Sementara itu, tahun 2008, ada 36,1 juta orang meninggal dunia akibat penyakit kritis. Menyedihkan bukan?

Yang Bisa Kita Lakukan

Pertanyaannya, apa yang bisa kita perbuat? Sementara jika melihat kondisi keuangan, kita belum mumpuni untuk menanggung biaya kesehatan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan secara keseluruhan.

Untungnya berkat kecanggihan teknologi digital, ternyata sekarang kita sudah bisa berbuat melalui donasi online, berapapun nilainya. Bantuan sekecil apapun sangat berarti, apalagi jika kita bisa mengajak orang lain untuk ikut donasi melalui galang dana online.

Apa Itu Galang Dana Online

Galang dana (fundrising) secara online adalah menghimpun donasi secara online melalui platform situs dan aplikasi. Setiap pendonasi bisa memilih secara langsung kemana donasinya akan diberikan dan memantau perkembangan donasi yang sudah diberikan secara real time dan terpercaya. Tulisan mengenai situs-situs galang dana online terpercaya bisa juga dilihat di artikel sebelumnya Lima Situs Galang Dana Online Terpercaya di Indonesia.

Kenapa Pilih Galang Dana Online

Sebagian besar orang memilih galang dana online tentu saja karena kemudahannya dan lebih praktis. Ada kalanya karena kesibukan dan jarak, kita tidak bisa mengantarkan secara langsung donasi kepada yang membutuhkan.  Hanya dari ujung jari saja kita bisa donasi online saat itu juga tanpa terhambat ruang dan waktu.

Mengenal Peduli Sehat Id

Optimasi galang dana online melalui smartphone

Optimasi galang dana online melalui smartphone

Melalui seorang teman, saya jadi mengenal sebuah platform bernama Peduli Sehat. Situs galang dana online ini bisa diklik langsung melalui www.pedulisehat.id. Situs Peduli Sehat ini hadir sebagai wadah yang menawarkan layanan penggalangan dana kesehatan dan menyebarkan penggalangan dana melalui media sosial.

Perusahaan berbasis teknologi dengan kesadaran tinggi mengenai tanggung jawab sosial ini berdiri sejak tahun 2019 dengan latar belakang sebagai platform donasi yang khusus membantu mengumpulkan dana untuk penderita penyakit serius, kritis tapi tidak memiliki cukup dana. Tidak hanya untuk perawatan tapi juga bisa untuk pengobatan dan bertahan hidup dikarenakan masih terdapat biaya lainnya. Seperti biaya obat, biaya susu khusus untuk pasien bayi dan balita, alat medis penunjang kesehatan yang tidak dapat dibiayai melalui program kartu BPJS atau JKN.

Peduli Sehat memiliki visi memperlengkapi setiap keluarga dengan keberanian dan kekuatan dalam menghadapi berbagai penyakit. Misinya menjadi perusahaan berbasis teknologi dengan kesadaran tertinggi perihal tanggung jawab sosial.

Peduli sehat menjadi platform galang dana online yang terpercaya karena sudah tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) dengan Nomor AHU-0033383.AH.01.01 tahun 2018. Selain itu juga sudah tercatat di Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan No 01204/DJAI.PSE/10/2018 dan dipantau aktivitasnya oleh Kementerian Sosial.

Bagaimana Mengakses Peduli Sehat

Selain dibuka melalui PC atau laptop, kita juga bisa membuka situs www.pedulisehat.id melalui optimasi smartphone. Saat ini aplikasi Peduli Sehat juga sudah bisa diunduh melalui PlayStore khusus pengguna android. Dalam waktu dekat juga akan tersedia di Apple App Store.

Layanan di Peduli Sehat

Kampanye galang dana online yang tersedia di situs Peduli Sehat.

Kampanye galang dana online yang tersedia di situs Peduli Sehat.

Peduli Sehat ini layanannya bukan hanya untuk berdonasi saja. Tapi kita juga bisa melakukan penggalangan dana untuk keluarga atau orang lain yang memerlukan bantuan. Proses pendaftarannya pun cukup mudah. Cukup login menggunakan sinkronisasi email google atau facebook. Lalu verifikasi nomor ponsel. Setelah memasukkan kode verifikasi dengan benar dari SMS kita bisa melakukan donasi, maupun kampanye.

Per Maret 2019, ada lebih dari 500 kampanye yang tersedia dengan 100 lebih kampanye sudah dinyatakan sukses. Kesuksesan kampanye ini tak lepas dari kedermawanan para donatur yang sudah memberikan donasi online, hingga lebih dari 500 online per hari.

Platform ini sekarang sudah memiliki 1 juta user per bulan, dimana 90 persen diantaranya menggunakan smartphone. User sebagian besar beromisili di Jakarta, Surabaya, Medan, Makkasar, Bandung dengan komposii 60 persen wanita dan 40 persen diantaranya usia produktif 25034 tahun.

Cara dan Meteode Berdonasi

Contoh galang dana online yang ada di situs Peduli Sehat

Contoh galang dana online yang ada di situs Peduli Sehat

Cara berdonasinya cukup mudah :

  1. Untuk berdonasi, kita bisa melihat langsung daftar kampanye yang ada.
  2. Selain foto dan keterangan, di situs Peduli sehat juga dicantumkan berapa dana yang diperlukan dan yang sudah dikumpulkan.
  3. Lalu akan ada pilihan dibawahnya. Bagikan apabila kita ingin mengajak orang lain untuk berdonasi. Atau pilih donasi jika kita ingin memberikan bantuan.
  4. Masukkan jumlah donasi, metode pembayaran dan komentar atau pesan untuk penerima bantuan (opsional). Kita juga bisa menjadi pendonasi anonim jika tak mau namanya terekspose di situs.
  5. Jumlah donasi minimal Rp 10.000 dan harus dengan kelipatan ribuan.
  6. Klik selanjutnya hingga proses tuntas.

Metode berdonasi di Peduli Sehat sangat mudah diakses karena sudah memiliki kerjasama dengan perbankan, e-Wallet hingga minimarket. Untuk perbankan, bisa melalui Bank Sinar Mas, BCA, BNI Virtual Account, Danamon Online Banking, Danamon Virtual Account, Mandiri Virtual Account, Maybank Virtual Account dan Permata Virtual Account. Donasi juga bisa menggunakan e-wallet Ovo Point atau cashback Go Pay. Bisa juga datang langsung ke minimarket Alfamart. Gampang kan?

Kunjungi Komunitasnya

Untuk semakin mengenal Peduli Sehat, kita juga bisa berkunjung langsung ke media sosial instagramnya @pedulisehatindonesia, Facebook Fanpage Pedulisehat.id, Line @pedulisehat.id atau pedulisehat.blog.

Bagaimana, semakin mudah kan untuk melakukan galang dana online? Pastikan kita menjadi bagian untuk peduli terjadap sesama. Bukan karena kita bisa, tetapi karena kita peduli.(**)