25th-anniversary-of-rafflesia-arnoldii-5911724094914560-law.FOTO GOOGLE DOODLE
BENGKULU LIPUTAN TRAVELING

Bunga Rafflesia di Google Doodle Bikin Ikut Bangga

SEJAK pagi beranda medsos saya, baik itu di Instagram, Facebook maupun Twitter berseliweran informasi padma langka kebanggaan Bengkulu ada di Google Doodle. Yap. Animasi bunga rafflesia dalam bentuk gif hari ini tepatnya 9 Januari 2018 menjadi ikon di situs mesin pencarian terbesar di dunia.

Entah kenapa ada kebanggaan tersendiri begitu melihat gambar bunga rafflesia mendapat tempat khusus. Momennya bersamaan dengan peringatan perak alias 25 tahun bunga rafflesia ditetapkan sebagai puspa nasional bersama melati dan anggrek bulan.

Ulasan bunga rafflesia di Harian Bengkulu Ekspress.

Penetapan rafflesia sebagai puspa langka nasional ditetapkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Keppres ditandatangani Presiden Soeharto pada 9 Januari 1993.

Provinsi Bengkulu sendiri sudah sejak lama dikenal dengan nama Bumi Rafflesia. Hal ini karena memang Bengkulu menjadi salah satu habitat bunga yang tidak bisa tumbuh mekar dimana saja. Adalah Dr. Joseph Arnold pria berkebangsaan Inggris yang juga penjelajah, dokter dan pencinta alam melihat bunga ini pertama kalinya pada tahun 1818.

Kala itu Dr. Joseph Arnold disebutkan sangat takjub melihat sekuntum bunga raksasa yang diameternya mencapai 110 meter di pedalaman Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.  Tepatnya di daerah bernama Pulo Lebbar, yang ditempuh selama dua hari perjalanan menyusuri Sungai Manna.

Mengutip buku “Rafflesia Pesona Bunga Terbesar di Dunia” karangan Agus Susatya, Rafflesia disebut sebagai tumbuhan yang unik.

Kenapa unik? Bunga ini dikategorikan dalam parasit sempurna yang tidak memiliki batang, daun dan akar sejati. Serta salah satu darinya merupakan bunga tunggal terbesar di dunia.

Kelopak bunganya yang merah montok dan dihiasi bintik-bintik putih hanya muncul dari Tetrastigma, tanaman mirip pohon anggur yang menjadi inangnya, saat siap bereproduksi.

Menilik dari perjalanannya, wisata bunga rafflesia di Bengkulu sendiri mulai menggeliat kisaran akhir tahun 2009-awal 2010. Sebelumnya keberadaan bunga rafflesia, khususnya yang berada di kawasan Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kepahiang acapkali luput dari perhatian. Baik itu pemerintah, maupun masyarakat.

Upaya penyelamatan dan pelestarian justru datang dari warga setempat. Yakni Pak Holidin yang dikenal sebagai salah satu “tokohnya” penyelamat bunga rafflesia di Bengkulu. Seiring dengan maraknya penggunaan teknologi dan medsos, nama bunga rafflesia semakin harum hingga kancah dunia. Banyak orang yang ingin datang melihat bukan hanya dari provinsi lain saja. Tapi juga turis mancanegara.(ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top