Penasaran Nonton Video Mapping, Yuk ke Benteng Marlborough

Penasaran Nonton Video Mapping, Yuk ke Benteng Marlborough

Siapa yang tidak kenal dengan Benteng Marlborough. Benteng peninggalan Inggris ini dikenal sebagai yang terkuat di wilayah Timur. Dibangun pada tahun 1713-1714 dibawah kepemimpinan Joseph Callet, Gubernur East India Company (EIC). Sebuah sajian video mapping rencananya akan ditayangkan di Benteng Marlborough.

Benteng yang tampak seperti kura-kura yang sedang mendarat jika dilihat dari udara ini dikenal juga sebagai saksi sejarah perlawanan masyarakat Bengkulu dari penjajahan bangsa asing. Setelah Belanda angkat kaki pada 1950, benteng Marlborough pernah menjadi markas TNI-AD. Selanjutnya pada 1977, benteng ini diserahkan kepada Depdikbud (sekarang Kemendikbud) untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya.

Sekarang setelah tiga abad berlalu, keberadaan Benteng Marlborough menjadi salah satu aset wisata sejarah terbaik. Orang-orang yang datang tak hanya untuk berwisata dan berfoto-foto ria. Tapi juga sebagai sarana edukasi dan menambah pengetahuan.

 Salah satu yang akan disajikan Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dalam waktu dekat adalah video mapping “The Story of Fort Marlborough”. Sajian video mapping ini ditayangkan dalam rangka Bencoolen Internasional Marine Festival yang akan berlangsung 28-29 September 2019.

Pertunjukkan video mapping hasil kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi akan berlangsung Sabtu, 28 September 2019 pukul 19.30 WIB. Duh, jadi program ekspresi seni media di ruang publik ini.

Sejarah Pembangunan Benteng

Bencoolen Marine Festival yang akan diselenggarakan di Kota Bengkulu.

Bencoolen Marine Festival yang akan diselenggarakan di Kota Bengkulu.

Direktur Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan mengatakan, video mapping ini nantinya akan bercerita singkat pada masyarakat Bengkulu terkait sejarah Benteng Marlborough. “Cerita singkatnya dituangkan dalam seni media menggunakan teknologi kekinian,” kata Restu.

Video Mapping di Benteng Marlborough ini merupakan implementasi dari strategi pemajuan kebudayaan yang diamanatkan undang-undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 Tentang pemajuan kebudayaan. Khususnya dalam hal pemanfaatan pendayagunaan objek pemajuan kebudayaan sebagai ruang ekspresi budaya masyarakat dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Kepala BPCB Jambi Iskandar mengatakan, Benteng Marlborough nantinya akan menjadi media proyeksi video mapping kata. Sehingga tergambar dari para penonton bagaimana awal mula pembangunan Fort Marlborough.

Begitu halnya dengan peperangan yang terjadi akibat penjajahan dan eksploitasi kekayaan alam Bengkulu yang berlebihan sampai beberapa kali mengalami alih fungsi menjadi benteng pertahanan Hindia-Belanda-Jepang hingga kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

“Ini baru pertama di Bengkulu. Kegiatan ini merupakan sinergi sekaligus dukungan terhadap gagasan besar bapak Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membangun Bengkulu lewat sektor parawisata dengan program Visit 2020 Wonderful Bengkulu,” jelas Iskandar.

Selain pertunjukan video mapping, di Benteng Marlborough juga akan ada pentas seni Sanggar Seni Cikak Bengkulu. Sanggar tersebut akan mengangkat tema “Rentak Musik Serpihan Pulau Perca”.

Masih dalam satu rangkaian kegiatan besar Bencoolen Marine Festival 2019, juga akan digelar berbagai macam kegiatan lainnya. Mulai dari Bencoolen Coffee Festival, Brewing Coffee Competition, Tasters Coffee Competition, Roasting Coffee Competition, Fort Malrborough Art and Culture Festival, Sea Culinary Festival, Chinatown Festival dan Kampoeng Komunitas Bencoolen.(**)

USB OTG SanDisk, Cara Ampuh Simpan Data dengan Aman

USB OTG SanDisk, Cara Ampuh Simpan Data dengan Aman

Era milenial, eranya digital. Nyaris tiada hari kehidupan dijalani tanpa berkutat dengan data di smartphone. Baik itu foto, video, musik maupun dokumen penting lainnya. Nyatanya, untuk penyimpanan yang aman, USB OTG SanDisk adalah solusinya.

Belasan tahun lalu, tepatnya zaman mahasiswa, memiliki flashdisk dengan kapasitas 1-2 gigabyte (GB) sudah menjadi barang mewah. Bangga rasanya ketika mengalungkannya di leher. Kala itu, file yang disimpan hanya sebatas foto dan logo universitas atau berkapasitas kecil. Juga dokumen word atau excel berisi tugas. Aksesnya pun hanya melalui perangkat PC.

Seiring berjalannya waktu dan kecanggihan teknologi, media tempat penyimpanan yang dibutuhkan semakin besar. Perangkatnya pun mulai beragam. Tak hanya PC dan laptop. Kemana-mana kita semakin dimudahkan membawa berbagai macam data dari perangkat yang paling mudah diakses melalui satu genggaman. Yap. Smartphone.

Smartphone Andalan Jutaan Umat

USB OTG Sandisk

USB OTG Sandisk kompatibel untuk laptop dan smartphone. Foto: Komi Kendy

Berdasarkan data Western Digital yang menaungi brand Sandisk #SanDiskAPAC, 97 persen responden menyatakan sepenuhnya mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam kesehariannya. Sebanyak 93 persen menggunakan fitur kamera untuk mengambil gambar, 87 persen menelpon, 72 persen chatting, 63 persen merekam video dan 63 persen mengakses media sosial.

Terbanyak, data yang tersimpan di memori 98 persennya berupa foto, 79 persen video, 71 persen musik, 56 persen aplikasi dan 28 persen dokumen. Survei ini dilakukan pada 27 Februari-11 Maret 2019 lalu dengan 1.120 responden dewasa diatas 18 tahun di enam kota besar. Yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Makassar.

Sayangnya, tak semua dari kita mampu membeli  smartphone flagship dengan memori besar dengan harga dua digit, alias diatas Rp 10 juta. Dimana dengan harga semahal itu, kita bisa menjadi pemilik smartphone berkapasitas internal up to 64 GB. Alhasil, notifikasi “media penyimpanan Anda hampir habis” kerap wara-wiri di layar. Jelas ini menjengkelkan.

Survei Western Digital menyebutkan mayoritas pengguna smartphone di Indonesia berkapasitas 16-32 GB. Dimana 30 persen diantaranya pengguna ponsel dengan memori 16 GB dan 26 persen menggunakan ponsel bermemori 32 GB. Setelah dipakai untuk menginstall aplikasi-aplikasi wajib dan menyimpan sedikit data, 49 persen responden mengakui hanya memiliki sisa 1-3 GB saja di ponselnya.

Untungnya sekarang sudah dikenal USB On the Go (OTG). Fungsinya sangat istimewa. Menjadi andalan untuk memindahkan file dari satu perangkat Android ke perangkat lainnya. Bahkan dilengkapi dengan space penyimpanan yang mumpuni. Selain untuk keperluan pribadi, pekerjaan saya sejak masih menjadi jurnalis aktif hingga kini menggawangi divisi iklan di sebuah media cetak terbesar di Bengkulu, semakin dimudahkan.

Kehilangan Nan Jadi Pelajaran

Bentuknya yang mungil membuat USB OTG SanDisk ringan dan nyaman dibawa kemana-mana

Bentuknya yang mungil membuat USB OTG SanDisk ringan dan nyaman dibawa kemana-mana. Foto: Komi Kendy

Soal kehilangan, tak ada manusia yang merasa sedih jika kehilangan hal yang berharga. Apalagi itu berupa foto, video atau data penting lainnya. Baik menyangkut privasi seperti foto kenang-kenangan pribadi saat traveling atau bersama orang terkasih, maupun data penting terkait pekerjaan.

Soal kehilangan yang satu ini siapapun mungkin pernah merasakan. Begitu halnya dengan saya yang awalnya hanya mengandalkan media penyimpanan memori internal di ponsel semata. Bahkan bukan cuma satu kali.

Kehilangan pertama adalah ketika ponsel secara tak sengaja diserang virus akibat menyambungkan ponsel ke PC di kantor yang sudah terjangkit lebih dulu. Tanpa ampun, semua file berharga di smartphone lenyap tanpa bekas. Bagian paling menyedihkan, isinya adalah foto-foto yang dipindahkan dari kamera sepulang traveling.

Memang biasanya saya memindahkan foto-foto hasil bidikan terbaik dari kamera ke ponsel, untuk diedit. Selanjutnya lebih mudah dipost ke media sosial. Walau ada jejaknya beberapa di medsos. Namun file asli dengan kapasitas berharga. Apalagi tidak semuanya sudah masuk medsos. Bagaimanapun kenangan tak bisa diulang.

Kali kedua kehilangan data foto dan video berharga saat ponsel dimainkan Sean Kilimanjaro. Putra pertama saya yang masih balita. Entah apa yang disentuh-sentuh, semua foto di ponsel mendadak hilang. Paling disayangkan yang banyak hilang adalah foto dan rekaman saat Sean baru lahir dan masih bayi. Apesnya, saya tidak melakukan back-up data ke perangkat lainnya.

Ternyata masalah kehilangan data bukan hanya saya seorang yang pernah mengalami. Masih berdasarkan hasil survei Western Digital 67 persen pengguna smartphone di Indonesia pernah kehilangan data. Lalu 80 persen diantaranya sudah menyadari pentingnya mem-back up data. Sayangnya hanya sepertiganya saja yang mem-back up data tersebut secara rutin.

Dibuang Sayang Bikin Galau

 

Selain kehilangan data karena virus (18 persen) dan terhapus secara tidak sengaja (21 persen), masalah kehilangan data yang terbesar adalah #DibuangSayang. Terus terang saya termasuk yang suka galau kalau harus menyeleksi mana foto-foto yang mau dihapus, supaya memori tidak cepat penuh. Dan ada 51 persen responden mengalami hal serupa.

Lalu masalah lainnya sebanyak 26 persen mendapatkan notifikasi memori penuh dan 22 persen mengalami malfungsi pada ponselnya. Nah, untuk membantu pengguna ponsel mengelola data dengan mudah dan cepat, Western Digital memproduksi Sandisk Dual Drive dan iXpand® Flash Drives.

Mengenal USB OTG SanDisk

USB OTG SanDisk dijual dengan berbagai varian bentuk, kapasitas dan harga

USB OTG SanDisk dijual dengan berbagai varian bentuk, kapasitas dan harga. Foto: Komi Kendy

Punya pengalaman kehilangan data, membuat saya sadar akan pentingnya melakukan back up. Hasil berselancar di dunia maya, penggunaan USB OTG menjadi solusinya. Dari referensi seorang teman di kantor, menggunakan USB OTG SanDisk Dual Drive dan iXpand® Flash Drives adalah cara paling praktis dan aman.

Kenapa lebih praktis? Bukankah sudah ada fitur bluetooth, WiFi Direct, hingga melalui e-mail dan aplikasi pesan instan lainnya, kita bisa tinggal share? Nyatanya fitur-fitur yang sudah tersemat di ponsel itu akan menemui kendalah jika file yang ingin disimpan adalah file original ukuran besar. Belum lagi jumlahnya yang bisa sampai ratusan atau bahkan ribuan megabyte. Baik itu video, musik atau foto. Filenya pun tidak cuma hitungan jari. Sungguh butuh waktu lama untuk mentransfer. Mana betah lama-lama. Sementara dengan menggunakan USB OTG SanDisk, kecepatan transfer filenya mencapai 150MB/s.

Baru-baru ini saya membeli SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 dengan garansi lima tahun. Pas sekali sedang ada promo khusus dengan harga terjangkau. Kenapa saya pilih SanDisk, alasannya tentu saja karena brand ini sudah tidak asing lagi. Sejak bertahun-tahun lalu saya menggunakan memori SDHC Extreme Pro dan CF Extreme Pro untuk kebutuhan memotret dan video.

USB OTG SanDisk yang saya beli berkapasitas 32 GB berwarna hitam transparan. Cukuplah untuk mem-back up memori ponsel saya yang sudah 64 GB. Ukurannya sebanding dengan flash drive biasa. USB 3.0 dikenal berkecepatan tinggi , sehingga mampu mentransfer satu film penuh ke drive dengan lebih cepat dari drive USB 2.0 standar. Di pasaran, USB OTG memiliki empat varian penyimpanan. Paling kecil penyimpanan 16 GB. Sementara terbesar 128 GB. Tinggal pilih sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki.

Punya Dual Konektor

Dual konektor yang ada pada USB OTG SanDisk. Foto: Komi Kendy

Dual konektor yang ada pada USB OTG SanDisk. Foto: Komi Kendy

OTG yang saya miliki punya dua jenis konektor. Yaitu USB 3.0 tipe A standar (untuk PC) dan USB 3.0 Micro B (untuk smartphone). Berhubung salah satu ponsel yang saya pakai memerlukan konektor tipe C, saya memanfaatkan konektor penghubung tambahan. Diamati dari bentuknya, setiap konektor ditempatkan di sisi berlawanan. Hanya satu buah konektor yang bisa dipakai dalam satu waktu.

Konektor yang sedang tidak dipakai bisa ditutup dengan cover terintegrasi yang meminimalisir resiko kehilangan penutup. Tinggal di-slide atau geser saja untuk menyesuaikan dengan fungsinya. Dengan dua jenis konektor tersebut, otomatis Ultra Dual USB Drive bukan hanya bisa dipakai memindahkan data antar perangkat smartphone. Tapi juga namun juga PC desktop, notebook, Mac ataupun perangkat lain yang memiliki port USB.

SanDisk Memory Zone

Memory Zone, aplikasi yang digunakan pada smartphone oleh para pengguna USB OTG SanDisk

Memory Zone, aplikasi yang digunakan pada smartphone oleh para pengguna USB OTG SanDisk. Foto: Komi Kendy

Untuk menggunakan USB OTG SanDisk, caranya cukup mudah. Apalagi kalau sudah download SanDisk Memory Zone di PlayStore. Tapi sebelumnya untuk memastikan ponsel kita kompatibel atau tidak dengan OTG ini, cek dulu seri ponselmu di situs www.sandisk.com/dualdrive.

Setelah OTG ditancapkan, perangkat smartphone akan langsung mendeteksi. Tampilan ponsel pun akan diarahkan untuk secara otomatis masuk ke aplikasi untuk melihat, mengakses, menyalin, menyimpan data dari memori ponsel Anda dalam satu lokasi. Aplikasi ini juga mampu secara otomatis memindahkan file dari perangkat ke drive untuk membebaskan ruang.

Selain keutamaan menyimpan, salin dan transfer, Memory Zone sendiri menyediakan fitur pembersih media WhatsApp dan pencadangan. Selain itu juga ada alat untuk menghapus file sampah. Setelah selesai memindahkan data, jangan lupa “safe remove” atau menggunakan fitur melepaskan dengan aman melalui notification panel Android untuk melepas Ultra Dual USB Drive ini.

Di Memory Zone, baik pengguna Sandisk Dual Drive maupun iXpand® Drive App juga dapat mem-back up berbagai konten langsung dari media sosial. Baik itu fto maupun video, semua bisa dipindahkan ke USB OTG Sandisk atau iXpand Flash Drive. Dengan begitu para pengguna tidak mudah kehilangan file dan konten penting dari media sosial. Bukan hanya yang diposting oleh akun sendiri, tapi juga yang di-tag oleh akun teman.

Lantas bagaimana dengan penggunaan di laptop, notebook atau PC? Tetap sama mudahnya. Karena perangkat ini akan berlaku seperti flash drive standar lainnya. Tinggal tancapkan di port USB-nya, lalu akan terdeteksi dengan perangkat kita. Oh iya, pastikan perangkatmu sudah terinstal Windows Vista, WIndows 7, Windows 8, Windows 10 atau Mac OS X v10.7+. Untuk melepasnya, tinggal klik kanan, pilih “eject”. Gampang sekali bukan?

USB OTG SanDisk, si mungil yang jadi andalan back up data. Foto: Komi Kendy

USB OTG SanDisk, si mungil yang jadi andalan back up data. Foto: Komi Kendy

Kesimpulannya buat saya, OTG USB Sandisk dan iXpand® Flash Drives punya keunggulan :

  1. Praktis digunakan
  2. Ringan dibawa kemana-mana
  3. Data yang disimpan aman
  4. Transfer data sangat cepat
  5. Modelnya kece
  6. Bikin lega memori smartphone

So, tunggu apalagi. Jatuhkan pilihanmu dengan mempercayakan pencadangan data penting dan berharga hanya kepada USB OTG SanDisk.(**)

 

 

Inisiasi Kelas Menulis Untuk Difabel di Bengkulu

Inisiasi Kelas Menulis Untuk Difabel di Bengkulu

Di negara atau kota-kota lain, kelas menulis untuk difabel mungkin bukan suatu hal yang baru. Bahkan sejak 2006 lalu sudah ada mewadahi karya difabel. Salah satunya kartunet.com yang kontennya diisi para tuna netra. Di Bengkulu, ide yang nyaris serupa saat ini tengah diinisiasi.

**

Bermula dari tawaran diskusi bersama Pusat Informasi dan Konsultasi Perempuan Penyandang Difabel (PIK-PPD) dan Gen Inklusi pada Jumat, 16 Agustus 2019 lalu, kepada Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu. Setelah diskusi dua jam di Kedai Kopi Jurnal, kami sepakat berkolaborasi memulai kelas menulis untuk difabel.

Tantangannya jelas cukup besar. Khususnya dalam hal berkomunikasi. Metode yang diterapkan untuk menyampaikan materi jelas tidak sama dengan kelas menulis untuk non-difabel. Tentunya kami memerlukan bantuan pendamping yang sudah berpengalaman dan referensi pelatihan serupa. Traninernya juga harus menyiapkan media dan peralatan yang mudah untuk dipahami.

Dari Irna Riza Ketua Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Bengkulu, Ketua Gen Inklusi Vike Juzeplin dan Ketua Umum PIK PPD Rina Oktaviana, saya yang sekarang merupakan Koordinator Bidang Perempuan AJI Bengkulu dan Ketua Umum AJI Bengkulu Harry Siswoyo, membuka diskusi dengan memetakan latar belakang peserta.

Siapa Saja Pesertanya

Peserta rencananya terdiri dari tuna daksa, tuna rungu dan tuna grahita. Selain itu juga ada kawan-kawan non-difabel dari Gen Inklusi. Di awal pertemuan, mungkin akan ada sekitar 20 peserta lebih yang ikut. Seluruhnya berusia dewasa dengan usia 20 tahun keatas.

Kami juga menggali bagaimana biasanya mereka berkomunikasi dengan orang lain. Baik sesama difabel maupun non difabel. Setelah pertemuan pertama akan ditekankan siapa yang berminat untuk serius. Supaya kelasnya lebih efektif. Kelas pertama akan berlangsung Jumat, 23 Agustus 2019.

Latihan Menulis Apa?

Walau dari AJI Bengkulu basic-nya adalah jurnalis, namun materi kelas menulis yang diberikan tidak melulu tentang menulis berita. Sebab pada dasarnya dunia menulis itu luas dan bebas. Maka yang pertama kali akan diberikan adalah dasar-dasar menulis itu dulu. Lalu spesifikasinya, silakan penulis itu sendiri yang mengembangkan minatnya mau menulis apa.

Apalagi di era teknologi seperti sekarang ini, ada begitu banyak media yang bisa digunakan untuk menulis. Menulis caption untuk media sosial, mempromosikan usahanya, mengulas hobi, curhat, menulis resep dan lain-lain. Intinya yang terpenting kawan-kawan difabel ini terlatih mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan pikirkan.

“Kawan-kawan difabel ini memiliki sudut pandang sendiri dalam melihat suatu peristiwa. Baik yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Melalui tulisan, tentu akan menarik membaca dan melihat karya mereka,” kata Irna Riza.

Baca Juga : Belajar Food Fotografi Bareng Kelas Kecil

Kenapa Kita Harus Peduli

Alasan paling sederhana kenapa kita harus peduli, menurut Irna, adalah bahwa setiap kita yang saat ini dianugerahi fisik sempurna, berpotensi menjadi difabel. Khususnya di Bengkulu yang rawan bencana gempa dan tsunami.

Kondisi kesehatan pun mempengaruhi. Siapa menjamin kita selalu sehat hingga tua. Lihat saja. Tak sedikit orang struk mendadak di usia muda. Atau bisa jadi kita mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuat kondisi fisik berubah drastis. Hal serupa bisa menimpa keluarga kita. Jadi kepedulian yang kita bangun sejak dini terhadap orang-orang difabel, sama halnya dengan membangun kepedulian untuk diri kita sendiri juga orang terdekat.

Hal lainnya, walau sudah mendapat perlindungan sesuai Pasal 96 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, namun pada kenyataannya orang-orang difabel masih mendapat tempat kelas 3 di Indonesia. Konon kata Irna, masih ada anggapan bahwa kelas 1 ditempati oleh laki-laki. “Katanya kelas 2 itu kaum perempuan. Dan kelas 3 di negara kita adalah orang-orang difabel,” ungkapnya.

Bukan hanya itu saja. Penyandang disabilitas di Provinsi Bengkulu ternyata menempati urutan nomor 1 terbanyak. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Sensunas) tahun 2012 persentase disabilitas Peovinsi Bengkulu mencapai 3,96 persen. Sementara yang terendah adalah Papua dengan angka 1,05 persen.

Output Kelas Menulis

Dari kelas menulis untuk difabel, kami mengharapkan ada sebuah media yang bisa menjadi wadah karya-karya mereka. Misalnya dalam bentuk blog atau situs yang mudah diakses siapa saja dan mengikuti perkembangan industri 4.0. Cakupannya pun jelas lebih luas. Selain tulisan, melalui situs bisa menampilkan karya visual berupa foto dan video. Jadi tidak menutup kemungkinan Kelas Menulis akan berkembang menjadi kelas fotografi juga videografi.

Dan jangan salah. Kawan-kawan difabel zaman now pun sudah melek teknologi informasi. Mereka aktif menggunakan media sosial dan aplikasi di android untuk berkomunikasi. Tuna netra misalnya. Mereka memanfaatkan aplikasi voice note untuk menyampaikan pesan melalui tulisan. Begitu pula dengan pemanfaatan  WhatsApp sebagai media komunikasi dan media sosial facebook. Mereka sudah familiar sebagai pengguna. (**)

 

Serunya Bermain Hadiah dari Bunda, Ada Hadiahnya Loh

Serunya Bermain Hadiah dari Bunda, Ada Hadiahnya Loh

BUNDA tentu sudah tahu kan ya, bahwa setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Peringatan HAN di Indonesia sudah berlangsung sejak tahun 1984 di era Presiden Indonesia ke-2 yakni Soeharto.

Dari beberapa artikel yang pernah saya baca, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Indonesia (KPPAI) memaknai peringatan HAN sebagai kepedulian seluruh bangsa terhadap perlindungan anak Indonesia. Tujuannya agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Cara agar anak tumbuh dan berkembang optimal yang paling efektif adalah mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama. Khususnya dalam memberikan perlindungan kepada anak. Sehingga nantinya akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan memiliki rasa cinta tanah air.

Di Indonesia, momen HAN disambut antusias oleh berbagai lembaga, instansi, komunitas dan lain-lain. Termasuk oleh kita sendiri sebagai orang tua. Ada berbagai macam kegiatan diadakan untuk memperingati HAN. Salah satunya seperti yang diadakan oleh Panduan Bunda.

Kompetisi Seru

Kunjungi situs Panduan Bunda untuk mendapatkan info bermanfaat. Bisa main games Hadiah dari Bunda juga loh.

Kunjungi situs Panduan Bunda untuk mendapatkan info bermanfaat. Bisa main games Hadiah dari Bunda juga loh.

Di Hari Anak Nasional tahun ini, Panduan Bunda mengadakan kompetisi Hadiah dari Bunda. Kompetisi melalui games yang bisa diakses menggunakan smartphone ini berlangsung mulai tanggal 23 Juli hingga 22 Agustus mendatang. Masih cukup panjang waktunya bunda.

Hadiah Menarik

Dengan mengikuti kompetisi ini, tentu saja bunda dan si kecil berkesempatan memenangkan hadiah menarik dari Panduan Bunda. Lima pemain dengan poin tertinggi bisa meraih skuter, lego toystory, creativity table, playgo magnetic dan playdoh. Keren-keren kan bunda hadiahnya.

Bagaimana Cara Daftarnya?

Buat dulu akun di situs Panduan Bunda sebelum bermain Hadiah dari Bunda. Ada di bagian menu sebelah kanan atas situs.

Buat dulu akun di situs Panduan Bunda sebelum bermain Hadiah dari Bunda. Ada di bagian menu sebelah kanan atas situs.

  • Menjadi peserta kompetisi Hadiah dari Bunda caranya cukup mudah. Hal pertama yang harus dilakukan oleh bunda adalah mengikuti akun sosial media Panduan Bunda. Baik di instagram, facebook maupun twitter.
  • Setelah itu masuk ke website www.panduanbunda.com. Di bagian atas situs, akan terlihat beberapa menu. Ada artikel, fitur, galeri, produk, kontak, indeks penyakit. Dan yang paling kanan, ada menu Hadiah dari Bunda.
  • Sebelum meng-klik Hadiah dari Bunda, bunda wajib register terlebih dahulu untuk memiliki akun. Menunya ada di bagian paling kanan situs. Bagi yang sudah punya akun di Panduan Bunda, tinggal login saja.
  • Pada menu register, bunda akan diarahkan mengisi biodata, nama pengguna dan kata sandi alias password. Setelah klik submit, akan ada link konfirmasi yang masuk ke email bunda. Klik saja. Nanti pada tab baru akan diarahkan ke halaman login. Bunda tinggal memasukkan nama pengguna yang sudah didaftarkan sebelumnya, beserta password. Jika bunda tidak menemukan email konfirmasi pada kotak masuk, ada baiknya bunda coba cek ke spam.
  • Selanjutnya setelah login, bunda bisa kembali meng-klik menu Hadiah Dari Bunda di website Panduan Bunda. Nanti akan langsung muncul halaman games yang bisa langsung dimainkan oleh bunda dan si kecil.

Mulai Bermain

Cara bermain Hadiah dari Bunda di situs Panduan Bunda

Cara bermain Hadiah dari Bunda di situs Panduan Bunda

  • Jika sudah terhubung dengan halaman permainan, bunda dan si kecil bisa bekerjasama mencocokan gambar yang ada di sebelah kiri, dengan gambar yang ada pada bagian kanan. Setiap sesinya, ada tiga jenis permainan yang harus diikuti untuk mendapatkan poin. Mencocokan buah, hewan dan jenis obat yang paling tepat untuk mengobati penyakit.
  • Yang perlu diketahui, untuk satu permainan setiap user hanya punya kesempatan 3 kali main. Jika berhasul mencocokan gambar, bunda dan si kecil akan mendapatkan poin secara acak antara 5 sampai 10 poin.
  • Di tiap akhir sesi permainan, bunda dan si kecil akan diberikan pilihan untuk share halaman permainan ke facebook. Lumayan loh, kita bisa dapat poin tambahan secara acak sebesar 1 sampai 5 poin.
  • Per harinya, bunda dan si kecil hanya bisa bermain satu sesi saja. Kalaupun masih ingin bermain, masih bisa. Tapi tidak ada penambahan poin. Baik dari permainan maupun dari hasil share.
  • Untuk mendapatkan penambahan poin lagi, bunda bisa kembali membuka games ini esok harinya. Jumlah batas permainan per hari dapat dilihat oleh bunda di halaman utama page activity.

 Asyiknya Bermain Bareng Anak

MAin HAdiah dari Bunda bareng Sean di situs Panduan Bunda

Main games Hadiah dari Bunda bareng Sean di situs Panduan Bunda.

Btw kemarin sore Sean Kilimanjaro, putra pertama saya, senang sekali diajak bermain Hadiah dari Bunda. Di usianya yang sudah 3,5 tahun, Sean memang sedang belajar mengenal berbagai macam hal. Termasuk mengenal gambar buah dan hewan. Kemampuan berpikirnya pun jadi terasah dengan mengenal bentuk yang sama antara gambar yang ada di kanan dan di kiri kolom.

Setiap kali berhasil dan gambarnya cocok, Sean dengan riang bertepuk tangan seraya berkata,  “Abang pintar kan bunda,” ujarnya dengan mata berbinar. Bundanya pun jadi ikut bahagia.

Banyak Manfaatnya

Menurut saya, bermain Hadiah dari Bunda banyak manfaatnya. Permainan ini tidak tidak hanya sekadar mengajak si kecil bermain dan bersenang-senang. Tapi juga sembari belajar. Beberapa manfaatnya antara lain:

  1. Menstimulasi Otak

Otak anak yang sedang berkembang kecerdasannya jadi terstimulasi dengan cara yang menyenangkan.

  1. Melatih Ketelitian

Permainan mencocokan gambar, melatih ketelitian anak. Dia akan mengamati setiap gambar di sebelah kiri, lalu memutuskan mana yang benar-benar pas dengan bagian gambar yang kosong di sebelah kanannya.

  1. Melatih logika berpikir

Saat mengamati gambar yang terlihat jelas di sebelah kiri, lalu mengamati gambar kosong di sebelah kanan, si kecil akan mengembangkan logika berpikirnya. Ia akan membayangkan bagian yang kosong itu dengan mencermati ciri-cirinya.

  1. Konsentrasi dan Melatih Daya Ingat

Si kecil akan mencermati ciri-ciri bagian yang kosong. Untuk menemukan gambar yang cocok dengan potongannya, dibutuhkan konsentrasi. Daya ingat pun dikerahkan untuk mengingat dengan baik ciri-ciri pada bagian yang kosong dengan ciri-ciri gambar.

Update Info Via Medsos

Mudah dan seru kan bunda bermain Hadiah dari Bunda bersama si kecil? Ikuti terus informasi terbaru tentang parenting dan dunia anak melalui sosial media dan website Panduan Bunda. Bunda bisa kunjungi dan mengikuti media sosialnya di akun instagram @panduanbunda, facebook https://www.facebook.com/panduanbunda/  dan twitter di alamat  https://twitter.com/panduanbunda

Selain itu banyak juga artikel bermanfaat di official website https://www.panduanbunda.com.  Yuk bunda, kita ajak si kecil ikutan kompetisi Hadiah dari Bunda. Siapa tahu menjadi yang beruntung mengumpulkan poin terbanyak.(**)

Konservasi Penyu di Bengkulu, Yuk Kita Dukung

Konservasi Penyu di Bengkulu, Yuk Kita Dukung

Konservasi Penyu di Bengkulu gencar dilakukan. Gerakan Lestari Alam Laut untuk Negeri (Latun) dan Marine Concervation and Education Program (MCEP) yang bermarkas di kawasan Tapak Paderi, melakukan aksi nyata. Mulai dari diskusi, edukasi, penangkaran, melepasliarkan hingga menggalang donasi.

**

BEBERAPA waktu lalu saat sedang asyik snorkeling di perairan Pulau Tikus, ada pemandangan menarik di bawah laut. Untuk pertama kalinya saya melihat langsung seekor penyu tengah asyik berenang sekitar 3 meter di kedalman laut biru.

Waktu itu keinginan untuk mengikuti arah berenang penyu sangat besar. Sayangnya walau terlihat santai mengayuh kaki, penyu meluncur dengan cepat di dalam air. Jadinya ga sempat mengamati penyu jenis apakah itu. Tulisan lain tentang pengalaman melihat penyu bisa dibaca di artikel saat saya Diving ke Bunaken.

Pertemuan dengan penyu makin membuat saya yakin bahwa spesies imut ini masih ada di Bengkulu. Walaupun kondisinya saat ini disebut-sebut berada dalam ancaman kepunahan.

Penyu jenis sisik yang ditangkar di konservasi penyu Tapak Paderi

Penyu jenis sisik yang ditangkar di konservasi penyu Tapak Paderi. Foto: Komi Kendy

Penyu di dunia ada tujuh jenis. Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu ketujuh jenis itu yakni penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu pipih (Natator depressus), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu kemp’s ridley (Lepidochelys kempi).

Mengutip dari situs National Geographic, dari tujuh spesies penyu itu enam diantaranya berpotensi segera punah. Penyu hijau, penyu lekang atau penyu abu-abu dan penyu tempayan atau loggerhead digolongkan sebagai terancam punah.

Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Hanya penyu pipih yang diperkirakan tidak terancam.

Bengkulu sebenarnya menjadi provinsi yang “beruntung”. Sebab ada empat jenis penyu teridentifikasi “mendarat” di pantai Bengkulu. Penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing.

Kenapa Penyu Terancam Punah?

Telur penyu yang dikumpulkan dari berbagai pantai dan hasil membeli dengan nelayan dietaskan di lokasi konservasi penyu.

Telur penyu yang dikumpulkan dari pantai dan hasil membeli dengan nelayan dietaskan di lokasi konservasi penyu. Foto: Komi Kendy

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab penyu terancam punah. Beberapa penyebabnya :

Perburuan

Ancaman kepunahan penyu akibat perburuan, jelas disebabkan oleh manusia. Walau sudah dilarang oleh pemerintah, bahkan sudah ada sanksi bagi pemburu, namun tetap saja masih ada yang melakukannya. Penyu ditangkap untuk disantap daging dan telurnya, hingga dengan alasan memiliki kandungan yang baik untuk pengobatan.

Perdagangan Cangkang

Selain menyantap daging dan telur, cangkang penyu juga banyak diperjualbelikan. Bentuknya yang menarik biasanya diolah menjadi pajangan atau perhiasan lainnya.

Kondisi Alam

Kondisi alam yang mengancam keberlangsungan hidup penyu adalah perubahan iklim. Termasuk jenis kelamin keturunan. Perubahan iklim membuat suhu lingkungan menjadi lebih hangat, sehingga menghasilkan lebih banyak penyu betina. Hal ini mengganggu rasio jenis kelamin normal dan mengurangi kesempatan reproduksi serta menurunkan keragaman genetik.

Kerusakan Habitat

Pencemaran air laut seperti sampah dan limbah membuat habitat hidup penyu menjadi rusak. Bahkan pernah terbaca di salah satu artikel, ada penyu yang sampai makan sampah plastik. Miris.

Gerakan Konservasi Penyu

Gerakan konservasi penyu di Bengkulu, sebenarnya sudah sejak lama dilakukan. Seperti yang ada di kawasan konservasi Air Hitam Desa Retak Ilir Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko. Lalu sekarang juga ada Komunitas Pencinta Alam (KPA) Konservasi Penyu Mukomuko.

Begitu halnya di Kabupaten Bengkulu Tengah. Saat ini ada Kelompok Konservasi Penyu Alun Utara yang peduli terhadap keberlangsungan hidup spesies yang keberadaannya sudah ada sejak 100 juta tahun lalu. Kelompok- kelompok konservasi ini beranggotakan masyarakat setempat.

Upaya penyelamatan penyu ini juga tengah giat digalakkan di Kota Bengkulu. Kesadaran ini juga muncul seiring dengan keinginan memajukan wisata bahari berbasis lingkungan. Tentunya dengan memperhatikan mahluk hidup yang berada di ekosistem kawasan wisata.

Ajak Beri Donasi

Anak penyu atau disebut tukik dilepas di Tapak Paderi Kegiatan konservasi penyu secara swadaya ini dilakukan oleh Latun

Anak penyu atau disebut tukik dilepas di Tapak Paderi. Konservasi penyu secara swadaya ini dilakukan oleh Latun. Foto: Komi Kendy

Berbagai elemen masyarakat membentuk komunitas yang bernama Latun, MCEP, Kelompok Pelestari dari Mahasiswa Ilmu Kelautan (BSTC) dan Kelompok Pelestari Penyu Pantai Sekube di Kaur. Lokasinya terpusat berada di kawasan pantai Tapak Paderi yang juga menjadi sekretariat keluarga selam Bengkulu. Saat ini di sana ada puluhan telur penyu yang tengah dalam proses penetasan. Lalu ada puluhan tukik sisik, sebutan anak penyu, yang belum lama menetas dan tengah dipelihara. Penangkaran ini dikelola secara swadaya, sekaligus menjadi bahan penelitian.

Mari berdonasi sebagai bentuk dukungan kita terhadap konservasi penyu di Bengkulu.

Mari berdonasi sebagai bentuk dukungan kita terhadap konservasi penyu di Bengkulu. Foto: facebook Ari Anggoro

Koordinator Latun Ari Anggoro mengatakan, untuk perawatan tukik serta penyelamatan telur-telur lainnya, memerlukan keterlibatan dan kepedulian masyarakat. Oleh sebab itu ia mengajak untuk ikut melakukan donasi telur penyu dan pelepasan penyu ke habitat. Donasi bisa disalurkan melalui rekening Mandiri Ari Anggoro 9000010507052 atau menghubungi 081377856280 untuk konfirmasi. Selain itu bisa juga kontak ke Eko Sumartono di nomor HP 082138129668.

Saat ini Latun dan MCEP juga tengah ada program Mari Selamatkan Penyu. Program ini mengajak masyarakat memberikan donasi sebesar Rp 150 ribu dan mendapatkan baju #KawanLatun. Selain itu bagi yang berdonasi lebih dari Rp 500 ribu, selain mendapatkan kaos juga mendapatkan sertifikat khusus sebagai apresiasi kepada pendonasi. Selain berdonasi, kita juga bisa ikut secara langsung melepasliarkan tukik ke laut di Pantai Tapak Paderi setiap pukul 16.00 WIB.(**)