8 Kiat Menjalani New Normal Ditengah Pandemi Corona

8 Kiat Menjalani New Normal Ditengah Pandemi Corona

MULAI 1 Juni 2020, pemerintah pusat gencar menyosialisasikan penerapan New Normal atau Kenormalan Baru di Indonesia. Kehidupan ala New Normal akan dilalui masyarakat dalam menjalani hari-hari ditengah pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease) yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

Mengutip dari beberapa sumber, new normal adalah langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Menurut ahli bahasa Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayat dari Universitas Indonesia, badan bahasa sudah memberikan istilah Indonesia dari New Normal. Yaitu Kenormalan Baru. Kata Normal sebetulnya dalam bahasa Inggris sudah dijadikan nomina. Makanya jadi disebut New Normal.

Di Bengkulu, baik pemerintah provinsi, kota maupun kabupaten, tengah mempersiapkan diri untuk menerapkan new normal. Agar kita bisa tetap survive alias bertahan menjalani kehidupan berdampingan dengan virus corona yang telah banyak menelan korban jiwa, tentu saja bukan semata mengandalkan program pemerintah. Melainkan memulai kesadaran dari diri sendiri.

Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi beberapa kiat atau tips tetap survive menjalani kehidupan New Normal disaat pandemi :

1. Jangan Panik

Jangan panik adalah tips yang pertama. Saya menerapkan tips yang satu ini sebagai urutan nomor satu karena jika kita bisa mengendalikan rasa panik, maka kita bisa mengendalikan diri kita untuk tetap rasional, menjalankan protokol kesehatan dan menjaga keluarga terdekat.

2. Hindari Stres

Mengurangi media sosial dan membaca banyak berita adalah salah satu cara untuk menghindari stres. Menghindari perasaan stres adalah salah satu kunci menjaga imun tubuh agar tetap kuat. Boleh saja kita mencari informasi. Namun baca atau tontonlah situs atau media kredibel yang tidak membuat kita makin merasa parno (paranoid).

3. Beraktivitas Seperlunya

Pemberlakuan New Normal akan membuat semua aktivitas perlahan kembali normal. Tapi jangan terlena, apalagi sampai kalap kebanyakan nongkrong sana-sini. Penyebaran virus masih sangat-sangat bisa terjadi dimana saja. Jadi, beraktivitaslah seperlunya. Rumah-kerja-rumah atau rumah-kuliah-rumah. Tahan dulu keinginan untuk hangout atau kongkow bersama teman-teman untuk sementara. Setidaknya sampai pandemi ini mulai berakhir.

4. Kenakan Masker

Jadikan masker sebagai outfit harian kita. Wajib. Anggap saja saking wajibnya tak ubahnya kita mengenakan baju, celana dan jilbab (untuk perempuan muslim). Masker adalah “benteng” bagi diri kita kalau lupa tidak sengaja ingin menyentuh hidung dan mulut sebelum cuci tangan. Masker juga mencegah cairan droplet dari orang bersin, langsung masuk ke saluran pernapasan. Selain itu tentu saja masker adalah cara kita melindungi orang lain.

5. Rajin Cuci Tangan

Biasakan rutin mencuci tangan menggunakan sabun setelah berkegiatan. Tidak ada salahnya kita menyisihkan waktu untuk membasuh tangan di air mengalir.  Seperti yang disarankan World Health Organization (WHO), mencuci tangan dilakukan setidaknya 20 detik menggunakan sabun agar Covid-19 enyah dari kedua tangan kita.

6. Kantongi Hand Sanitizer

Tidak ada salahnya menjadikan hand sanitizer sebagai barang bawaan wajib ditas kita. Jika kita berinteraksi di tempat-tempat umum atau diragukan kebersihannya, segeralah semprotkan hand sanitizer ke tangan.

7. Jaga Jarak

Jaga jarak atau physical distancing juga merupakan cara kita melindungi diri sendiri dan orang lain. Hindari kerumunan orang dan berjarak ketika terpaksa harus antre di tempat umum. Yang paling aman ya tentu saja, kurangi bepergian atau keluar rumah lah seperlunya.

8. Makan Sehat dan Olahraga

Menjaga stamina agar tetap fit dan tidak mudah sakit, sangat penting. Maka mulailah dengan mengonsumsi makan makanan yang bergizi, kaya serat, tambah vitamin dan olahraga ringan.

Itu dia delapan tips tetap survive menjalani kehidupan new normal ditengah pandemi Covid-19. Kita semua tentu saja ingin pandemi ini lekas berakhir. Bahkan tak sedikit yang berdoa agar semua kembali seperti sedia kala sebelum pandemi mendera. Tapi hidup harus tetap maju. Jika tidak bisa bertahan dan beradaptasi, maka kitalah yang akan punah. Semoga kita senantiasa sehat.(ken) 

Galang Bantuan Peduli Covid-19

Galang Bantuan Peduli Covid-19

NAMA Yuli mendadak viral. Ibu 4 anak warga Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Banten, itu dikabarkan meninggal setelah sempat tidak makan selama dua hari. Ia hanya meminum air galon saja. Yuli dan keluarganya tidak punya uang karena tidak punya penghasilan sejak wabah Corona melanda.

Berita tentang Yuli yang meninggal karena kelaparan ditengah wabah Corona Virus Disease (Covid)-19 sungguh memilukan hati. Ini menjadi alarm bagi kita untuk lebih peduli lagi dengan sekitar. Jika kita tergolong orang yang masih diberi rezeki lebih dari Allah SWT, tak ada salahnya kita melihat dan memastikan.

Apakah orangtua kita, kerabat kita, tetangga kita, masih punya beras atau tidak untuk dimakan. Bukankah berbagi rezeki itu adalah cara untuk mensyukuri nikmat?

Kita semua tahu, sejak Corona melanda, makin banyak orang yang kesusahan. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi dimana-mana. Restoran, bioskop, mall, toko-toko, semuanya tutup. Ojek online, kehilangan penumpang. Pedagang sepi pembeli. Pengusaha besar pun mengalami hal serupa. Kesulitan membayar gaji dan biaya operasional untuk menjalankan bisnisnya.

Apa yang bisa kita lakukan selama menghadapi masa sulit ini? Ya saling membantu sesama, Memang. Tidak semua kita punya uang atau bahan pokok untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan secara langsung. Makanya, di momen bencana wabah seperti sekarang ini, masyarakat harus kompak. Jalin rasa kebersamaan dan gotong-royong untuk membantu sesama.

Di Bengkulu, Alhamdulillah sudah banyak elemen masyarakat yang melakukan penggalangan dana. Baik itu secara pribadi, kelompok, maupun melalui organisasi atau aliansi. Cara yang dilakukan pun bermacam-macam. Ada beberapa cara membantu sesama saat pandemi masih berlangsung:

1. Galang Dana Secara Terbuka

Kita bisa melakukan penggalangan dana secara terbuka dengan mengumumkan donasi di media sosial. Donasi bisa dalam bentuk uang, sembako, masker, Alat Pelindung Diri (APD), handsanitizer dan lain-lain yang bermanfaat untuk orang terdampak covid. Beberapa yang melakukan penggalangan dana secara terbuka juga dilakukan oleh perusahaan dan organisasi wartawan.

2. Membeli Jualan Teman

Musim pandemi dimana orang diimbau untuk tetap #DiRumahAja mungkin terdengar membosankan. Sisi lainnya, orang bisa berupaya menambah penghasilan dengan membuat dagangan dari rumah, seperti makanan dan kerajinan. Nah, tak ada salahnya kita membantu sesame dengan cara membeli dagangan teman.

3. Promosi Gratis

Tidak punya budget lebih untuk membeli jajanan teman, kita bisa bantu dalam bentuk lain. Kia bisa bantu mempromosikan produk atau jualan melalui media sosial. Toh gratis. Yaa paling hanya memakan sedikit kuota.

4. Jadi Relawan

Tak punya uang untuk dibagi-bagikan, kita juga bisa membantu dalam bentuk tenaga. Salah satunya dengan berpartisipasi aktif di lingkungan. Minimal di RT sendiri. Saat ada penyaluran bantuan dari pemerintah, tidak ada salahnya ikut berbagi.

5. Buat Kegiatan Amal atau Berjualan

Cara lainnya yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama di musim pandemi ini, bisa juga dengan menggelar lapak kaos, gantungan kunci, mug atau barang-barang lainnya. Keuntungannya bisa kita sumbangkan sebagai donasi. Selain itu bisa juga dengan menggelar event, yang hasil biaya pendaftarannya disumbangkan untuk donasi.

6. Galang Dana Online

Di era teknologi canggih seperti sekarang ini, sangat banyak platform yang menyediakan aplikasi galang dana online. Sebut saja Peduli Sehat, Kita Bisa, ACT dan lain-lain. Cara berdonasinya pun praktis bisa via mobile banking atau via GoPay, OVO, Dana dan lain-lain. Bahkan donasi ada yang bisa dilakukan dengan mulai menyumbang Rp 1.000 saja.(**)

Perubahan Rutinitas Kala Covid-19 Melanda

Perubahan Rutinitas Kala Covid-19 Melanda

WABAH Corona Virus Disease (Covid-19) sangat mempengaruhi banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Rutinitas dan pola hidup seketika berubah. Mau tidak mau setiap kita harus sadar pentingnya menjalani pola hidup sehat sebagai bagian dari adaptasi dan antisipasi dalam menghadapi Virus Corona.

Ada yang pernah lupa mencuci tangan sebelum makan? Beberapa bulan lalu, mungkin masih ada. Cuek bebek saja mencomot sepotong gorengan, lalu melahap dalam sekejap. Tapi sekarang, tak sengaja menyentuh benda yang banyak dipegang oleh orang lain saja, udah bikin kita parno alias paranoid. Sebisa mungkin menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut.

Apapun yang kita kerjakan, khususnya saat berada di luar rumah membuat kita was-was dan lebih mawas diri. Buat saya beberapa hal yang berubah dalam kehidupan sehari-hari sejak Covid-19 melanda di Indonesia pada pertengahan Maret lalu:

1. Jalanan Lenggang

Berangkat kerja biasanya bisa sampai dua tiga kali harus berhenti di lampu merah yang sama, saking ramainya. Tapi sekarang, selalu kedapetan paling depan di barisan traffic light. Kelas kota kecil saja, sangat terasa. Apalagi yang biasa tinggal di ibukota. Ini terjadi karena di Bengkulu, anak sekolah libur panjang sampai 29 Mei mendatang atau selepas Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

2. Wara-Wiri Mobil Peringatan

Anak generasi 80-90-an inget nggak sama mobil yang suka keliling gang-gang pakai pengeras suara mempromosikan film apa yang akan tayang di bioskop. Atau kalau ada layar tancap. Sesekali mobil kampanye Keluarga Berencana (KB). Nah ini sekarang mobil polisi dan Satpol Pamong Praja (Satpol) PP setiap malam rajin mengingatkan warga untuk pakai masker, rajin cuci tangan, menjemur pakaian hingga kering, jaga kebersihan, jaga jarak, di rumah aja dan lain-lain.

Harusnya sih biasa aja. Tapi entah kenapa mobil peringatan yang wara-wiri ini bikin kita berasa kayak berada di distrik yang ada di film triloginya The Mockingjay.

3.Ekonomi Sulit

Setiap ketemu mitra, bahasannya sama. “Ekonomi makin sulit. Penjualan anjlok. Semoga Covid-19 lekas berlalu,” doa mereka yang dengan cepat diaminkan. Tak sedikit perusahaan yang sudah merumahkan karyawannya. Bioskop, pusat perbelanjaan, rumah makan dan lain-lain, semuanya tutup. Orang menghindari keramaian. Yang bisa bertahan, makin mengencangkan ikat pinggang. Heu, paling sedih kalau bahasannya sudah berkaitan dengan cupak tanak. Semoga setelah badai Covid, semuanya akan lebih baik lagi.

4. Rutinitas Kantor

Rajin mencuci tangan jadi aktivitas baru sebagai efek pandemik Corona.

Rutinitas ini salah satu yang nggak pernah terbayang sebelumnya. Kantor mewajibkan karyawan absen di bawah jam yang ada di lobi gedung. Terus foto selfie sembari mengenakan masker. Fotonya ini dikirim melalui group WhatsApp. Tadinya aneh. Kami selalu tertawa ramai-ramai jika ada yang post foto ke grup. Tapi lambat laun terbiasa.

Selain sistem absen, suasananya juga agak aneh. Semua mengenakan masker. Sehari dua kali office boy masuk ke ruangan-ruangan buat semprot disinfektan. Di depan pintu masuk juga sekarang sudah ada wastafel portable yang sengaja diletakan agar siapapun yang mau masuk ke gedung, wajib cuci tangan.

Physical distancing dan efisiensi juga sekarang membuat sebagian karyawan kami diliburkan sementara. Jadinya suasana kantor berasa sepinya. Kawan-kawan lain yang datang ke kantor pun bingung. Klien yang mau ditemui, sedang berada di kondisi yang sama.

5. Lebih Takut Suara Bersin dari Kentut

Sungguh. Postingan status kawan-kawan di media sosial bikin ngakak so hard. Malah banyak banget yang bikin video parodinya. Tapi bisa jadi ada benernya juga. Konon katanya bersin dari orang yang positif Covid-19 bisa menularkan virusnya kemana-mana melalui cairan droplet yang muncrat dari hidungnya. Ini makanya penting sekali pakai masker. Buat tahu lebih lanjut tentang Covid-19, silakan baca tulisan saya sebelumnya Corona, Virus dari Wuhan yang Menggemparkan Dunia.

6. Pendapatan Berkurang, Pengeluaran Bertambah

Beli masker, handsanitizer, stok makanan dan susu anak supaya nggak sering keluar rumah, konsumsi buah dan vitamin, semuanya perlu uang untuk membeli. Ditengah pendapatan yang terus menurun, pengeluaran kita justru berasa makin bertambah.

7. Menikah Tanpa Resepsi

Dulu sering kerepotan kalau mesti hadir ke undangan di hari Sabtu dan Minggu. Mesti punya waktu buat dandan. Tapi sekarang, acara pernikahan hanya bole hijab Kabul saja tanpa ada resepsi. Di beberapa daerag malah pesta kawinan dibubarkan oleh polisi.

8. Serba Online

Kuliah, online. Meeting, online. Belanja, online. Seminar, online. Workshop, online. Termasuk buat beli sayur mayor. Semua serba online. Beberapa perusahaan malah sudah ada yang menerapkan Work From Home (WFH) dari rumah. Dulu, aplikasi-aplikasi ini asing dan tak sedikit yang malah buat mempelajari. Tapi lambat laun kita jadi “dipaksana” terbiasa mengandalkan teknologi tanpa perlu tatap muka secara langsung.

9. Nggak Mudik Tanda Sayang

Mungkin inilah yang namanya dunia terbalik. Dulu kalau anak nggak pernah mudik atau jarang pulang kampung menjenguk orangtuanya, bisa dikatain anak durhaka. Ehhh, sekarang kalo mudik malah tandanya nggak sayang sama orangtua dan keluarga di kampung.

Buat saya, sembilan hal diatas adalah perubahan rutinitas sehari-hari yang saya alami sejak Covid 19 melanda. Kalau teman-teman, perubahan apa yang paling dirasakan selama musim pandemik seperti sekarang ini? Share dong ceritanya di kolom komentar.(**)

Corona, Virus dari Wuhan yang Menggemparkan Dunia

Corona, Virus dari Wuhan yang Menggemparkan Dunia

Desember 2019. Kala itu mendengar berita di Wuhan, Cina sedang mulai mewabah virus baru bernama Corona. Belakangan disebut Corona Virus Disease (Covid) 19. Yang terbesit saat itu, ah, di Cina. Masih jauh dari sini. Dari tempat tinggalku di Bengkulu. Namun tiada disangka-sangka. Kini menjelang Ramadhan 1441 Hijriah, Virus Corona juga mewabah di Indonesia.

Dalam sekejap. Hitungan hari ritme  kehidupan kita pun berubah. Apalagi sejak ada dua warga Depok yang positif setelah salah satunya mengikuti kelas menari. Lalu disusul Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif Corona pada pertengahan Maret lalu. Rasa khawatir akan penyebaran virus ini pun bertambah. Amerika, Italia dan Cina yang notabene negara besar saja kewalahan. Apalagi Indonesia.

Khawatir, tentu saja boleh. Tapi jangan takut berlebihan. Agar kita bisa melakukan tindakan pencegahan dan minimal bisa melindungi keluarga, terlebih dahulu kita harus banyak membaca. Kita harus mengenal segala sesuatunya tentang virus corona.

Apa Itu Corona?

Stop penyebaran virus corona mulai dari diri sendiri

Stop penyebaran virus corona mulai dari diri sendiri

Menurut World Health Organization (WHO) sebuah organisasi internasional yang fokus pada bidang kesehatan dunia, corona adalah keluarga besar virus yang bisa menyebabkan penyakit. Virus ini bisa hinggap pada hewan atau manusia.

Pada manusia, corona menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus corona paling terbaru yang ditemukan adalah virus corona Covid-19. Virus ini termasuk penyakit menular dan baru ditemukan di Wuhan, Cina pada Desember 2019. Kemudian virus ini menjadi wabah di seluruh penjuru dunia.

Apa Saja Gejalanya?

Gejala COVID-19 yang paling umum dialami :

  • Demam
  • Kelelahan
  • Batuk kering

Namun beberapa pasien mungkin mengalami :

  • Sakit dan nyeri
  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Diare

Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap. Untuk tau lebih lanjut mengenai Gejala Virus Corona dan Physical Distancing, bisa mampir ke artikel lainnya di blog ini.

Apakah orang terinfeksi selalu merasakan gejala diatas? Belum tentu. Ada yang namanya OTG alias Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bahkan tidak merasakan keluhan apapun pada tubuhnya. OTG yang memiliki imun tubuh baik inilah yang bisa menularkan kepada orang lain.

Meski demikian, kebanyakan orang (sekitar 80 persen) bisa sembuh dari penyakit corona tanpa perlu perawatan khusus. Perbandingannya jika ada 6 orang terpapar Covid-19, maka 1 orang diantaranya mengalami sakit parah dan sulit bernapas.

Yang Rentan Kena Virus Corona

Kita boleh bernapas lega karena corona yang menyerang anak-anak, efeknya tidak membahayakan. Sebab imun anak, khususnya yang berusia diatas 5 tahun sudah cukup baik. Pada saat jumlah kasus corona di dunia sudah mencapai 97 ribu, sekitar 44 ribu diantaranya terjadi di Cina. Virus mayoritas menginfeksi orang dewasa dan lanjut usia (lansia).

Dari total keseluruhan kasus, ernyata kurang dari 1 persen virus corona Covid-19 menginfeksi anak-anak. Bahkan dari 84 negara yang positif corona Covid-19, belum ada yang melaporkan kasus kematian pada anak-anak usia 0-9 tahun akibat virus tersebut.

Yang rentan jika terkena virus corona adalah orang yang lebih tua. Juga mereka yang punya masalah kesehatan seperti sakit paru-paru, tekanan darah tinggi atau masalah jantung atau diabetes. Jika ada yang mengalami demam, batuk dan sulit bernapas, harus mendapat perhatian medis.

Bagaimana Virus Menyebar

Pernah menonton film Contagion garapan Steven Soderbergh? Penularan virus corona di dunia nyata seperti yang terjadi sekarang sama persis dengan film yang dibintangi Gwyneth Paltrow itu. Masih menurut WHO, Covid 19 menyebar orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas.

Tetesan cairan yang disebut droplet ini kemudian jatuh ke benda yang disentuh oleh orang lain. Orang tersebut kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Lantas apakah Corona bisa menular melalui udara secara begitu saja? Jawabannya tidak. Berdasarkan studi yang ada saat ini belum ditemukan penyebaran Covid-19 melalui udara bebas.

Itu artinya kita juga tidak perlu mendiskriminasikan orang-orang yang sudah positif Covid. Cukup dengan menggunakan masker, tidak bersentuhan dan menjaga jarak aman, membuat kita masih aman dari paparan virus corona.

Yang Bisa Kita Lakukan

Menggunakan hand sanitizer merupakan langkah alternatif penyebaran virus corona. Namun mencuci tangan itu lebih baik.

Menggunakan hand sanitizer merupakan langkah alternatif penyebaran virus corona. Namun mencuci tangan itu lebih baik.

Akhir-akhir ini dari radio mobil saya sering sekali mendengar kampanye bahwa semua kita bisa menjadi pahlawan ditengah wabah Covid 19 yang melanda. Paling utama yang bisa kita lakukan adalah:

  1. Jangan stres dan tetap tenang. Perasaan panic dan stres bisa membuat imun tubuh menurun.
  2. Keep #StayAtHome alias #DiRumahAja. Semakin sedikit berinteraksi. kita meminimalisir kesempatan tertular atau menularkan virus kepada orang lain.
  3. Jika terpaksa keluar rumah, selalu kenakan masker. Masker berfungsi melindungi orang lain ketika kita bersih. Apalagi jika kita positif. Selain itu masker juga melindungi bagian hidung dan mulut.
  4. Rajin mencuci tangan di air yang mengalir dengan sabun selama 20 detik. Tidak peduli apapun merek sabunnya, yang penting sabun. Sebab sabun membuat bagian-bagian dari virus bisa terurai.
  5. Hindari memegang hidung, mulut dan tidak mengucek mata. Penularan virus paling cepat jika tangan kita yang sudah tertempel virus menyentuh indera-indera tersebut.
  6. Jaga jarak alias physical distancing. Kalau masih tetap harus beraktivitas, kita harus tetap selalu jaga jarak dengan orang lain. Dan pastikan tidak berada dalam kerumunan manusia.
  7. Konsumsi makanan sehat dan bergizi
  8. Olahraga teratur
  9. Perbanyak minum air putih dan tambah dengan vitamin jika diperlukan.

Bagaimana? Sudah jelas kah informasinya? Kita semua sangat-sangat berharap agar pandemic ini lekas berlalu. Dan kita semua senantiasa diberkahir kesehatan dari Allah SWT. Khususnya dalam menghadapi bulan Ramadhan 1441 Hijriah ini.(**)

 

Tulisan ini disertakan dalam Blog Challange #BPNRamadan2020

Lomba Blog April 2020

Lomba Blog April 2020

Lomba Blog April 2020

LOMBA BLOG APRIL – Sudah bulan April, musim Corona belum juga berakhir. Mumpung kita masih disarankan buat stay #DiRumahAja buat jadi pahlawan, yuk manfaatkan waktu luangnya buat hal yang bermanfaat. Yap. Salah satunya dengan ikutan lomba blog. Lumayan kan, kalau menang hadiahnya bisa buat saving selama menghadapi masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Di tulisan kali ini saya merangkum beberapa lomba blog yang bisa banget kita ikutin. Ini dia beberapa lombanya :

1.Rumah Web Competition

Lomba Blog Rumah Web

Lomba Blog Rumah Web

Sudah pada kenal kan sama Rumah Web. Perusahaan hosting penyedia layanan web hosting, cloud servise dan registrasi domain ini mengadakan lomba yang bekaitan dengan era industri 4.0. Peserta lomba diminta menuangkan ide kreatif dan pendapatnya tentang website dan marketplace. Mana yang lebih baik.

Periode Lomba :

  • Registrasi dan Pengiriman Artikel 1 April – 20 Juni 2020
  • Periode Penjurian 21-25 Juni 2020
  • Pengumuman Pemenang 27 Juni 2020
  • Pengumuman Hadiah 1 Juli 2020

Tema : Website vs Marketplace – Pilihan Atau Sinergi

Total Hadiah : Uang Tunai Rp 6.500.000

Syarat dan Ketentuan : Link Lomba Blog Rumah Web

 

2. Kopi Jujur Blog Competition

Lomba Blog Kopi Jujur

Lomba Blog Kopi Jujur

Situs kopijujur.id mengadakan lomba blog dengan tema Kopi Jujur, Kopi Tanpa Campuran Essen. Di tulisannya, blogger diminta menulis tentang pengertian kopi pengertian essen, dan berbagai hal yang berkaitan dengan  kopi jujur.

Periode Lomba:

  • Registrasi Artikel 1 April-1 Mei 2020
  • Periode Penjurian 2-9 Mei 2020
  • Pengumuman Pemenang 10 Mei 2020
  • Pengiriman Hadiah 11 Mei 2020

Tema : Kopi Jujur, Kopi Tanpa Campuran Essen

Total Hadiah : Uang Tunai Rp 7.500.000 & GoPay Total Rp 500.000

Syarat dan Ketentuan : Link Lomba Blog KopiJujur

 

3. Kontes Blog #THRBigRamadhanSale2020

Kontes Blog Shoppee

Kontes Blog Shoppee

Kontes Blog yang satu ini diadakan oleh Shoppee. Salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia. Kali ini Shoppe berencana bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR) buat blogger dan content creator dengan karya terbaik. Hadiahnya lumayan banget. Berikut informasinya.

Periode Lomba:

  • Submit Artikel Tahap I 7 April – 20 April 2020
  • Submit Artiket Tahap II Bagi 50 Finalis 22 April – 10 Mei 2020
  • Pengumuman 12 Mei 2020

Tema : #THRBigRamadhanSale2020

Total Hadiah : Rp 25.000.000

Syarat dan Ketentuan : Link Kontes Blog Shoppee

 

4. Lomba Menulis Artikel CloudKilat

Selain Rumah Web, ada juga Cloudkilat yang mengadakan lomba menulis artikel berhadiah jutaan rupiah. Cloudkilat merupakan perusahaan penyedia layanan web hosting dan vps. Kali ini CloudKilat mengadakan lomba menulis artikel untuk pelanggan. Artikel yang ditulis mengulas (review) layanan CloudKilat yang digunakan.

Periode Lomba :

  • Submit Artikel 1-30 April 2020 via email marketing@cloudkilat.com dengan subject Lomba Menulis Artikel CK
  • Pengumuman 15 Mei 2020

Tema : Mengulas (Review) Layanan Cloudkilat

Total Hadiah : Rp 3.250.000

Syarat dan Ketentuan : Link Lomba Blog CloudKilat

 

5. Satu Persen Blog Competition

Lomba Blog Satu Persen

Lomba Blog Satu Persen

Sudah pernah tau kan sama Satu Persen. Startup pendidikan di Indonesia ini mengajari tentang hal-hal yang belum diajarkan di sekolah konvensional dengan membuka kelas online. Di bulan April ini Satu Persen mengadakan lomba menulis blog yang meminta pesertanya untuk membagikan cerita inspiratif.

Periode Lomba :

  • Submit Artikel : 12-24 April 2020

Tema : Bahagia dengan Caraku Sendiri

Total Hadiah : Free Kelas Online Satu Persen

Syarat, Ketentuan dan Pendaftaran : Link Lomba Blog Satu Persen

6. Lomba Blog #MenebarKebaikan

Lomba Blog Dompet Dhuafa

Lomba Blog Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah Lembaga Amil Zakat milik masyarakat. Lembaga ini berdiri sejak tahun 1993 dan memiliki visi mengangkat harkat sosial kemanusiaan dengan mendayagunakan dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) serta dana sosial lainnya baik dari individu, kelompok maupun perusahaan.

Pada lomba blog ini, Dompet Dhuafa meminta peserta menceritakan pengalaman pribadi atau dari pengalaman orang lain yang menarik dan dapat menginspirasi tentang menebar kebaikan pada sesama. Selain itu peserta juga boleh menulis mengenai pandangan, opini, pendapat, tentang makna #MenebarKebaikan dalam sudut pandang pribadi.

Periode Lomba:

  • Pengiriman Artikel : 1-30 April 2020

Tema : Menebar Kebaikan

Total Hadiah : Uang Tunai Rp 10 juta dan Total Rp 2,5 juta untuk Pemenang Favorit

Syarat dan Ketentuan : Link Lomba Dompet Dhuafa

 

7. Blog Competition Edu Center

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional Edu Center mengajak blogger dan content creator mendukung dan memperjuangkan hak perempuan. Salah satunya dengan cara mengikuti Blog Competition bertema “Pendidikan Sebagai Kunci Penguatan Peran Perempuan.

Periode Lomba :

  • Submit Artikel 8 Maret – 3 Mei 2020

Tema: Pendidikan sebagai Kunci Penguatan Peran Perempuan

Total Hadiah: Uang Tunai Rp 3.750.000

Syarat dan Ketentuan : Link Lomba Edu Center