MULAI 1 Juni 2020, pemerintah pusat gencar menyosialisasikan penerapan New Normal atau Kenormalan Baru di Indonesia. Kehidupan ala New Normal akan dilalui masyarakat dalam menjalani hari-hari ditengah pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease) yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

Mengutip dari beberapa sumber, new normal adalah langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Menurut ahli bahasa Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayat dari Universitas Indonesia, badan bahasa sudah memberikan istilah Indonesia dari New Normal. Yaitu Kenormalan Baru. Kata Normal sebetulnya dalam bahasa Inggris sudah dijadikan nomina. Makanya jadi disebut New Normal.

Di Bengkulu, baik pemerintah provinsi, kota maupun kabupaten, tengah mempersiapkan diri untuk menerapkan new normal. Agar kita bisa tetap survive alias bertahan menjalani kehidupan berdampingan dengan virus corona yang telah banyak menelan korban jiwa, tentu saja bukan semata mengandalkan program pemerintah. Melainkan memulai kesadaran dari diri sendiri.

Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi beberapa kiat atau tips tetap survive menjalani kehidupan New Normal disaat pandemi :

1. Jangan Panik

Jangan panik adalah tips yang pertama. Saya menerapkan tips yang satu ini sebagai urutan nomor satu karena jika kita bisa mengendalikan rasa panik, maka kita bisa mengendalikan diri kita untuk tetap rasional, menjalankan protokol kesehatan dan menjaga keluarga terdekat.

2. Hindari Stres

Mengurangi media sosial dan membaca banyak berita adalah salah satu cara untuk menghindari stres. Menghindari perasaan stres adalah salah satu kunci menjaga imun tubuh agar tetap kuat. Boleh saja kita mencari informasi. Namun baca atau tontonlah situs atau media kredibel yang tidak membuat kita makin merasa parno (paranoid).

3. Beraktivitas Seperlunya

Pemberlakuan New Normal akan membuat semua aktivitas perlahan kembali normal. Tapi jangan terlena, apalagi sampai kalap kebanyakan nongkrong sana-sini. Penyebaran virus masih sangat-sangat bisa terjadi dimana saja. Jadi, beraktivitaslah seperlunya. Rumah-kerja-rumah atau rumah-kuliah-rumah. Tahan dulu keinginan untuk hangout atau kongkow bersama teman-teman untuk sementara. Setidaknya sampai pandemi ini mulai berakhir.

4. Kenakan Masker

Jadikan masker sebagai outfit harian kita. Wajib. Anggap saja saking wajibnya tak ubahnya kita mengenakan baju, celana dan jilbab (untuk perempuan muslim). Masker adalah “benteng” bagi diri kita kalau lupa tidak sengaja ingin menyentuh hidung dan mulut sebelum cuci tangan. Masker juga mencegah cairan droplet dari orang bersin, langsung masuk ke saluran pernapasan. Selain itu tentu saja masker adalah cara kita melindungi orang lain.

5. Rajin Cuci Tangan

Biasakan rutin mencuci tangan menggunakan sabun setelah berkegiatan. Tidak ada salahnya kita menyisihkan waktu untuk membasuh tangan di air mengalir.  Seperti yang disarankan World Health Organization (WHO), mencuci tangan dilakukan setidaknya 20 detik menggunakan sabun agar Covid-19 enyah dari kedua tangan kita.

6. Kantongi Hand Sanitizer

Tidak ada salahnya menjadikan hand sanitizer sebagai barang bawaan wajib ditas kita. Jika kita berinteraksi di tempat-tempat umum atau diragukan kebersihannya, segeralah semprotkan hand sanitizer ke tangan.

7. Jaga Jarak

Jaga jarak atau physical distancing juga merupakan cara kita melindungi diri sendiri dan orang lain. Hindari kerumunan orang dan berjarak ketika terpaksa harus antre di tempat umum. Yang paling aman ya tentu saja, kurangi bepergian atau keluar rumah lah seperlunya.

8. Makan Sehat dan Olahraga

Menjaga stamina agar tetap fit dan tidak mudah sakit, sangat penting. Maka mulailah dengan mengonsumsi makan makanan yang bergizi, kaya serat, tambah vitamin dan olahraga ringan.

Itu dia delapan tips tetap survive menjalani kehidupan new normal ditengah pandemi Covid-19. Kita semua tentu saja ingin pandemi ini lekas berakhir. Bahkan tak sedikit yang berdoa agar semua kembali seperti sedia kala sebelum pandemi mendera. Tapi hidup harus tetap maju. Jika tidak bisa bertahan dan beradaptasi, maka kitalah yang akan punah. Semoga kita senantiasa sehat.(ken) 

Share This