Bayar Pajak Kendaraan Bisa Via ATM Bank Bengkulu

Bayar Pajak Kendaraan Bisa Via ATM Bank Bengkulu

Bayar pajak kendaraan di Bengkulu sekarang semakin mudah. Khususnya bagi nasabah Bank Bengkulu. Saat ini sudah ada program baru untuk membayar pajak melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). 

Pernah nggak sih ketika kita merasa malas bayar pajak kendaraan gara-gara sudah keduluan membayangkan panjangnya antrean di Kantor Samsat? Ini saya sekali. Apalagi kalau mesti meluangkan waktu di jam kerja. Alhasil karena dinanti-nanti, molor dari tenggat waktu. Kena denda deh.

Yakin deh. Yang merasakan hal serupa bukan hanya saya. Itu sebabnya tak sedikit diantara pemilik kendaraan alias wajib pajak kerap telat bayar pajak kendaraan. Secara tak sadar ini membuat angka penunggak pajak menjadi terus bertambah.

Oleh sebab itu, Bank Bengkulu membuat terobosan baru. Dengan bekerjasama dengan Badan Pendapatan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi, Polda Bengkulu dan Jasa Raharja meluncurkan program yang memudahkan masyarakat untuk bayar pajak kendaraan.

Program e-Smilan

Direktur Utama Bank Bengkulu Agusalim saat menyampaikan sambutan pada program e-Smilan yang memudahkan nasabah bayar pajak kendaraan melalui ATM Bank Bengkulu

Direktur Utama Bank Bengkulu Agusalim saat menyampaikan sambutan pada program e-Smilan yang memudahkan nasabah bayar pajak kendaraan melalui ATM Bank Bengkulu

Program yang diluncurkan Bank Bengkulu namanya e-Smilan: baca Semilan. Program ini merupakan singkatan dari Elektronik Samsat Online Langsung Transaksi. Peluncuran berlangsung pada Minggu 23 Juni 2019 di Sport Center Pantai Panjang

“Keutamaan layanan ini memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan, baik mobil maupun motor tanpa perlu antre di Samsat. Cukup melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri),” kara Direktur Utama Bank Bengkulu H. Agusalim, SE, ME melalui Pemimpin Divisi Pemasaran Iswahyudi.

Melalui program Semilan masyarakat yang sudah membayar melalui ATM bisa mencetak pembayaran di mesin E-smilan yang akan disediakan di tempat-tempat umum. Dengan begitu pemilik kendaraan yang tadinya menunda pembayaran pajak karena enggan antre, bisa berkurang.

Dengan membayar tepat waktu, pemilik kendaraan pun tidak perlu membayar denda. Bayar pajak kendaraan bisa kapan saja. Tinggal datang ke mesin ATM yang ada di berbagai penjuru Provinsi Bengkulu, lalu datang ke lokasi mesin e-Smilan di Bencoolen Mall dan Kantor Pusat Bank Bengkulu.

Bagaimana Alurnya?

Penasaran kan bagaimana caranya bisa bayar pajak kendaraan melalui ATM Bank Bengkulu dan mesin e-Smilan. Ini dia caranya :

Alur bayar pajak kendaraan melalui mesin ATM Bank Bengkulu dan e-Smilan

Alur bayar pajak kendaraan melalui mesin ATM Bank Bengkulu dan e-Smilan

  • Pemilik kendaraan yang merupakan nasabah Bank Bengkulu bisa datang ke ATM yang tersebar di berbagai titik. Setelah memasukkan kartu dan PIN, pilih menu pembayaran pajak kendaraan.
  • Masukkan tanggal jatuh tempo pajak kendaraan yang terdapat pada Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran (TBPKP), melalui notice/ pemberitahuan. Setelah berhasil, maka wajib pajak akan mendapatkan bukti bayar dan kode referensi pembayaran.
  • Simpan bukti bayar dan kode referensi untuk melakukan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan pencetakan TBPKP sementara pada mesin Semilan.
  • Selanjutnya wajib pajak mendatangi mesin Semilan. Masukkan nomor referensi yang didapat dari pembayaran ATM. Nantinya wajib pajak akan mendapatkan TBPKP. Lalu masukkan STNK untuk melakukan emboss yakni pembubuhan cap dan paraf petugas Polri secara elektronik sebagai bukti pengesahan.
  • Yang perlu diingat juga, wajib pajak harus melakukan cetak ulang notice TBPKP di kantor samsat terdekat.
  • Untuk memiliki TBPKP yang asli sesuai ketentuan yang berlaku, maka wajib pajak harus mendatangi Kantor Samsat terdekat untuk menggantikan TBPKP sementara yang diperoleh dari mesin Semilan.

Ngomong-ngomong soal Bank Bengkulu, sudah pada ikutan program undian berhadiahnya apa belum? Kalau belum, buruan yuk ikuti programnya. Infonya ada di tulisan saya berjudul Grand Prize Fortuner Undian Bank Bengkulu Sudah Dipajang.(**)

Ayam Saos Lada Hitam Favorit Sahur & Berbuka

Ayam Saos Lada Hitam Favorit Sahur & Berbuka

RAMADHAN memang bulan yang penuh berkah. Selain karena di bulan suci ini pintu mencari pahala terbuka lebar dan berlipat, kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga juga jadi lebih sering. Saya juga jadi punya waktu untuk masak ayam saos lada hitam favorit keluarga karena jam kantor lebih cepat pulangnya.

Selain itu, jika pada hari biasa makan malam hanya bersama suami, maka di bulan Ramadhan ini saya yang masih tinggal bersama mama dan dua adik di rumah selalu buka bersama keluarga. Nah karena setiap orang punya selera yang berbeda-beda, terkadang jadi suka bingung kalau mau masak. Masak ikan, suami yang nggak doyan. Daging sapi, adik perempuan yang gak doyan. Masak soto, adik yang laki-laki yang ga suka.

Hingga pada suatu hari timbul ide bikin masakan dari bahan ayam, tanpa tulang dengan saos yang rasanya mirip dengan masakan salah satu restoran favorit keluarga. Saya menyebutnya ayam saos lada hitam. Dan ternyata masakan inilah yang seleranya kompak. Selalu ludes dari piring tanpa sisa. Rasanya manis, pedas dan gurih di lidah.

Sebagai perempuan pekerja yang hari liburnya cuma Minggu dan setiap hari pulang menjelang Magrib, terus terang saya lebih memilih masak makanan dengan cara yang praktis dan cepat. Apalagi kalau bulan Ramadhan, masaknya jadi harus lebih gesit.

Nah, memasak ayam saos lada hitam ini menjadi masakan yang disukai oleh keluarga, tapi masaknya gampang dan nggak pakai lama. Jadi melalui tulisan perdana menulis resep masakan hasil buatan sendiri ini saya ingin berbagi resep Ramadhan yang bisa dijadikan sebagai menu sahur atau makanan buka puasa. Dimulai dari menyiapkan bahan-bahannya :

Resep Ayam Saos Lada Hitam

Bahan masakan ayam saos lada hitam

Bahan-bahan masakan ayam saos lada hitam. Foto: Komi Kendy

Bahan

800 gr – Ayam potong daging dada bersih

5 siung – Bawang merah

3 siung – Bawang putih

1 ons – Bawang bombay

3 bks – Saos lada hitam kemasan

1/2 sendok – Merica

4 sendok – Kecap Manis

10 buah – Cabai rawit (sesuai selera)

1 sendok – Garam

 

Meracik Bahan

  • Cuci daging ayam hingga bersih, lalu iris kecil dengan potongan lebar seperti di-fillet
  • Iris 1 ons bawang bombay atau bisa ditambah sesuai selera
  • Giling halus 5 siung bawang merah dan 3 siung bawang putih dengan garam dan merica.
  • Iris 10 buah cabai rawit atau bisa ditambah dan dikurangi sesuai selera
  • Tahapan Masak di Kompor
  • Panaskan minyak goreng di kuali
  • Tumis bawang merah, bawang putih, garam dan merica yang sudah digiling halus hingga aroma harumnya keluar
  • Masukkan daging ayam, aduk sampai rata
  • Masukkan kecap dan cabai rawit. Lalu tambah sedikit air hingga meresap. Biarkan 10 menit.
  • Setelah daging ayam mulai matang, masukkan lada hitam cair dan bawang bombay, biarkan 5 menit.
  • Kalau ingin kuahnya lebih banyak, bisa ditambah sedikit air.
  • Setelah kuahnya tampak kental, pindahkan ke piring. Selesai deh.

Gimana? Gampang kan masak ayam saos lada hitam. Daging ayam ini bisa juga diganti sama daging sapi, tahu atau tempe loh. Saya juga udah pernah coba memasaknya dengan bahan lain. Saya juga punya resep masakan lain berbahan ayam. Namanya rolade ayam. Bisa dibaca juga ya buat referensi memasak untuk keluarga.

Walau memasaknya mudah dan praktis, tapi yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bahannya. Semuanya harus segar. Baik itu daging, maupun bawang dan cabainya. Karena kalau bukan bahan terbaik yang dibeli, akan mempengaruhi rasa. Misal kalau dagingnya sudah kurang segar, rasanya jadi tidak manis lagi. Walau sudah dibumbui sedemikian rupa, ada rasa “sepah” yang tersisa.

Belanja di HappyFresh

Kurir Happy Fresh

Kurir Happy Fresh

Buat yang ingin membeli bahan masakan segar tapi punya waktu banyak untuk berbelanja, tidak usah khawatir tidak mendapatkan bahan masakan yang masih fresh. Karena sekarang ada layanan belanja online khusus bahan masakan segar. Yap. HappyFresh namanya.

Jasa layanan HappyFresh ini sangat membantu. Khususnya yang nyaris tidak punya waktu buat belanja. Jadi kita bisa menghemat waktu. Nggak perlu capek mondar-mandir bawa troli sampe berdiri antre panjang di kasir.

Selain itu juga menghindarkan diri dari pengeluaran belanja lainnya yang bikin budget belanja bahan makanan jadi membengkak. Hihihi tau sendiri kan ibu-ibu biasanya ngeliat yang lain, semuanya jadi bikin merasa perlu dibeli.

Apalagi belanja dengan menggunakan layanan HappyFresh ada promo #BukaKebahagiaan selama Ramadhan. So, sangat tepat menjadikan HappyFresh sebagai pilihan utama para buat berbelanja.

Seperti yang kita ketahui, di zaman digital seperti sekarang ini aktivitas berbelanja bahan masakan segar pun bisa dilakukan cukup menggunakan ujung jari saja. HappyFresh memberikan kemudahan itu melalui aplikasi yang diluncurkan melalui AppStore atau Google Play Store.

Meski bukan kita sendiri yang memilih langsung sayur, bahan mentah lauk dan lain-lain, namun HappyFresh memberikan jaminan yang dibeli adalah kualitas terbaik. Soalnya tenaga alias sumber daya manusia yang berbelanja, sudah dibekali oleh pengetahuan dan keahlian memilih bahan masakan yang oke punya.

Download Aplikasinya

Download aplikasi Happy Fresh di PlayStore

Download aplikasi Happy Fresh di PlayStore

Terus gimana dong kalau mau menggunakan jasa layanan berbelanja bahan masakan segar dari HappyFresh? Caranya gampang bingits. Tinggal buka AppStore (pengguna smartphone Aplle) atau Google Play Store. Ketik HappyFresh di pencarian. Install. Berat aplikasi ini hanya 29 MB dan sekarang sudah dipakai oleh lebih dari 1 juta orang.

Asyiknya lagi, HappyFresh sekarang lagi ada diskon Rp 50 ribu loh untuk order pertama dengan pembelian minimal Rp 150 ribu. Diskon ini bisa kita dapatkan dengan memasukkan kode BUKARESEP di halaman checkout yang ada di aplikasi. Atau bisa juga dengan memasu  Promo ini berlaku 1 Januari-31 Desember 2018.

Cara Belanja

Cara belanja HappyFresh mirip kayak kita berbelanja online di aplikasi belanja lainnya. Bedanya, HappyFresh khusus untuk berbelanja di supermarket. Kita tinggal tentukan melalui maps atau peta dimana tempat kita tinggal.

Nantinya aplikasi tinggal mengarahkan supermarket mana yang terdekat dengan rumah. HappyFresh dengan personal shopper terlatih yang akan berbelanja. Setelah itu dianter sampai ke rumah.

Supermarket Premium

Saat ini HappyFresh bekerja sama dengan banyak supermarket ternama. Ada Ranch Market, Farmers Market, Superindo, LOKA Lifestyle Supermarket, LotteMart, Grand Lucky dan Carrefour. Selain itu juga tersedia toko yang menjual barang khusus seperti Red & White.

Mahal Nggak?

Pilih barang yang kita perlukan. Barang yang kita beli melalui aplikasi, tetep sama dengan harga toko. Sistem pembayaran bisa dilakukan dengan kartu kredit dan cash on delivery. Kita bisa membayar ketika barang sampai dan kita terima.

Waktu antar belanjaan juga bisa diatur dengan rentang waktu panjang. Mulai dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Jadi kalau masih ada keperluan di luar rumah, kita bisa bikin janji sama kurirnya kapan sudah ada di rumah. Mudah kan?(**)

Immersive Cinema, Wahana Baru Museum Bank Indonesia

Immersive Cinema, Wahana Baru Museum Bank Indonesia

Apa yang terbayang ketika mendengar kata museum? Tua, kuno, antik, lawas? Kesan itu tentu tidak bisa ditinggalkan. Mengingat musem menjadi tempat sejarah tersimpan dengan rapi. Tapi beda rasanya ketika mengunjungi Musem Bank Indonesia. Pengunjung diajak melintasi masa dengan kemasan yang canggih dan modern. Area The Immersive Cinema salah satunya.

Bangunan gedung Museum Bank Indonesia memiliki arsitektur ala Eropa

Bangunan gedung Museum Bank Indonesia memiliki arsitektur ala Eropa

“Kunjungan ke Museum Bank Indonesia. Woalah, ngapain ke museum ini lagi? Paling isinya gitu-gitu aja,” gumam saya di dalam hati saat membaca itinery perjalanan pagi itu. Tak terlalu bersemangat pada awalnya. Karena tahun 2011 lalu sudah beberapa kali mengunjungi museum yang berada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Tapi berhubung mesti ikut gabung dengan rombongan, saya pergi juga.

Kami meluncur menggunakan bus pariwisata dari Hotel Mercure Sabang. Oia, yang dimaksud dengan kami itu adalah saya bersama 13 jurnalis Bengkulu dan tiga pegawai Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bengkulu. Kami berkunjung ke Jakarta dalam momen workshop pada Maret lalu.

Sekitar pukul 09.00 WIB bus kami tiba di halamannya. Lokasinya berada di Jalan Pintu Besar Utara No.3 Jakarta Barat (depan Stasiun Kota). Begitu turun dari bus, pandangan mata menyapu bangunan megah dengan arsitektur Eropa. Setelah tujuh tahun berselang, dari luar nyaris tiada yang berubah dari gedung yang catnya didominasi warna putih itu.

Masuk ke Museum

 

Jam masuk Museum Bank Indonesia. Foto: Komi Kendy

Jam masuk Museum Bank Indonesia. Foto: Komi Kendy

Loket pembelian tiket masuk Museum Bank Indonesia

Loket pembelian tiket masuk Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

Sampai di depan pintu masuk, setiap pengunjung wajib diperiksa isi tasnya. Mungkin untuk memastikan jangan sampai ada barang-barang yang bisa membahayakan pengunjung dan keberadaan museum.

Di depan pintu tertera tulisan yang berisi informasi waktu kunjungan. Jika ingin ke Museum Bank Indonesia pengunjung bisa datang setiap Selasa – Jumat pukul 08.00-15.30 WIB. Khusus Jumat istirahat pukul 11.35-13.00 WIB untuk salat Jumat. Terus pada hari lubur, Sabtu dan Minggu museum buka pukul 08.00-16.00 WIB.

Buat yang ingin didampingi guide atau tur dengan pemandu bisa dilakukan pada Selasa-Minggu  08:00, 10:00 dan 13:00 WIB. “Kalau tur didampingi pemandu, biasanya akan diajak berkumpul ke teater sebelum berkeliling,” tutur Mira, pemandu Museum Bank Indonesia usai menyapa kami dengan ramah.

“Silakan bapak dan ibu, tas dan jaketnya dititipkan ya,” tambah Mira. Setiap pengunjung yang ingin melihat isi museum wajib mengambil tiket masuk.

Naaa, untuk harga tiketnya berapa saya ga tau pasti. Soalnya di dua tiket yang didapat, sama sekali nggak tertera. Selain itu saat masuk ke sana, pengambilan tiket dikoordinir sama mbak Yudya pegawai Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bengkulu. Tapi pada beberapa artikel, informasinya gratis biaya masuk.

The Immersive Cinema

Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia

Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

 

Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

Sebelum menjelajah kemana-mana, tempat pertama yang kami lihat adalah The Immersive Cinema. Teater tertutup di sebelah sayap kiri bangunan ini merupakan salah satu wahana baru yang ada di Museum Bank Indonesia. Ukurannya sekitar 10×10 meter.

Di ruang ber-AC dengan suasana yang temaram ini pengunjung bisa menyaksikan tayangan sejarah berdirinya Museum Bank Indonesia yang tak lepas dari perjalanan Indonesia sejak masih dijajah Belanda, masa-masa perjuangan kemerdekaan, hingga sekarang.

Informasi yang didapat dari tayangan itu disebutkan bahwa Museum Bank Indonesia menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota. Museum ini adalah cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal. Bank dibangun pertama kali pada tahun 1828. Wow, artinya sampai tahun 2018 ini usia bangunan sudah 190 tahun.

Pada tahun 1625, di sana pernah dibangun sebuah gereja sederhana untuk umat Protestan. Tiga tahun kemudian, tepatnya 1628, gereja ini dibongkar. Bangunan dipakai sebagai tempat meriam besar, ketika pertama kalinya puluhan ribu tentara Sultan Agung menyerang Batavia.

Peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953. Lalu ada informasi tentang kebijakankebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

Pembukaan Museum

Spot foto Instagramable di Museum Bank Indonesia

Spot foto Instagramable di Museum Bank Indonesia

Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap. Peresmian tahap I mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada 15 Desember 2006. Saat itu peresmian dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia era Burhanuddin Abdullah. Sementara peresmian tahap II (grand opening) dilakukan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada 21 Juli 2009.

Bagian yang paling kerennya dari teater ini, layarnya ga hanya ada di depan mata saja secara 2 dimensi. Tapi lmnya juga nyaris memenuhi seisi ruangan. Jadi keinget sama teater yang ada di Benteng Marlborough. Pasti akan lebih yahud lagi kalo dibuat macam begini.

Sensasi menonton tayangan ini yang benar-benar masih pengalaman pertama bagi saya. Hmm, kalau anakanak diajak ke sini pasti akan senang. Selain berisi informasi edukatif, The Immersive Cinema juga menyajikan pengalaman menonton lm dokumenter sejarah dengan cara yang tidak membosankan.

Guide di Museum Bank Indonesia menjelaskan diorama

Guide di Museum Bank Indonesia menjelaskan diorama yang dipajang. Foto: Komi Kendy

Tayangan perjalanan sejarah berdirinya Museum Bank Indonesia diputar sekitar 15 menit saja. Kalau menurut saya sih, yang agak kurang nyaman adalah kursinya yang menggunakan kursi biasa. Coba kalau lebih empuk lagi. Lebih betah lagi nontonnya. Spot Instagramable

Usai menonton di The Immersive Cinema, akhirnya kami berkeliling ke sebagian besar ruangan yang ada di sana. Asli, bener-bener udah berbeda dari kunjungan delapan tahun lalu.  Walau menyajikan informasi sejarah masa lalu, tapi desain interior ruangannya mengikuti kekinian zaman. Sudah semakin banyak spot-spot dengan dinding dan dioarama yang instagramable.

Kalau mau liat contohnya, ya seperti foto-foto saya di tulisan ini ya. Btw yang suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah, bisa datang ke Kota Bengkulu. Ada rumah bersejarah peninggalan ibu Fatmawati. Ibu negara Indonesia pertama yang merupakan orang Bengkulu.  Sambil ke Bengkulu, jangan lupa juga mampir ke Martha Tilaar yang menawarkan wisata spa.

Sejarah Perjalanan Bangsa

Isi museum Bank Indonesia juga memamerkan benda-benda bersejarah. Mulai dari pakaian perang tentara Indonesia, Belanda, Inggris dan Jepang. Lalu aneka macam uang, koleksi emas batangan, buku elektronik yang dibuka dengan menggunakan sensor tangan.

Lalu ada foto-foto para mantan Presiden Indonesia yang kece kalau dijadikan background foto (hahahaha, foto lagi, foto lagi. Setiap koleksinya berada di ruangan yang berbeda-beda. Jadi setiap masuk ke ruangan selanjutnya, pengunjung berasa masuk ke tempat baru dengan nuansa berbeda.

Nanti kalau ada kesempatan lagi, pengennya bisa ajak Sean Kilimanjaro dan ayahnya berkunjung ke sini lagi. Saya juga mengacungkan jempol untuk pengelola museum yang menjaga kebersihan dan kerapihan museum. Tempat ini cocok sebagai tempat wisata rekreasi bersama keluarga, sekaligus edukasi.

Area cenderamata bagi yang ingin beli oleh-oleh dari Museum Bank Indonesia. Foto : Komi Kendy

Area cenderamata bagi yang ingin beli oleh-oleh dari Museum Bank Indonesia. Foto : Komi Kendy

Oia, terakhir nih. Buat yang mau beli oleh-oleh juga ada centra cenderamata dengan aneka souvenir bertuliskan Bank Indonesia dan gambar museum. Ada tempat minum, payung, gelas, mug, laptop case, tas, dompet, notebook, kaos, pin, pena dan lain-lain. Harganya juga terjangkau. Selamat menikmati kunjungan ke Museum Bank Indonesia.(**)

Merasakan Diving di Bunaken

Merasakan Diving di Bunaken

Taman laut Bunaken dulunya hanya diketahui dari buku bacaan sekolah dasar. Siapa sangka di usia 31 tahun akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di pulaunya, sekaligus menikmati keindahan bawah lautnya. Diving di Bunaken menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Tim selam Bengkulu bersiap menjelajah di Pulau Bunaken

Tim selam Bengkulu bersiap menjelajah di Pulau Bunaken

AWAN mendung bergelayut manja saat kami menunggu perahu jemputan dari Pulau Bunaken. Kami menunggu di dermaga milik Grand Luley Hotel di Sulawesi Utara. Dermaga “pribadi” milik hotel ini berada di Kelurahan Tongkeina, Kota Manado. Para wisatawan biasa memanfaatkan dermaga untuk menyeberang ke Pulau Bunaken.

Grand Luley sendiri merupakan hotel berbintang yang menurut saya keren sekali. Walaupun belum sempat menginap ke sana, tapi dari membaca situsnya hotel ini memiliki layanan yang baik. Kawasannya asri dan cocok untuk berlibur. Wisatawan yang menginap tak sedikit diantaranya berasal dari luar negeri alias wisatawan asing. Terbanyak dari Cina, Filipina dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Hari itu sudah menjelang pukul 14.00 WITA. Awalnya kami berencana diving di Bunaken menggunakan jasa dive center Grand Luley. Tapi karena jadwalnya sudah terlewat, jadinya kami menggunakan jasa dive langsung dari Pulau Bunaken.

FYI, setidaknya kalau mau diving di Bunaken melalui hotel ini pemberangkatan terakhir pukul 13.00 WITA. Divingnya di spot khusus. Biayanya Rp 900 ribu per dive bagi yang sudah punya lisensi minimal A1 atau open water. Lalu Rp 1,3 juta per dive bagi yang belum punya lisensi.

Grand Luley Hotel

Kawasan mangrove di Grand Luley Hotel Manado

Kawasan mangrove di Grand Luley Hotel Manado

Menuju dermaga dari Grand Luley Hotel, kita mesti berjalan melintasi jembatan dengan hutan mangrove di kiri kanannya. Panjangnya sekitar 1 kilometer. Jika berjalan kaki, bisa 20-30 menit. Untungnya ada mobil pick up yang melintas. Jadi hanya duduk tak sampai 5 menit.

Sejujurnya, rencana menyelam sore itu Minggu, 19 Agustus 2018 bisa dibilang diving dadakan. Awalnya kami sudah sempat “putus harapan” untuk bisa menyelam selama berada di Manado. Beberapa teman yang dihubungi, sudah kehabisan tabung dan full booking perahu.

Gimana nggak kehabisan. Kami ke Manado bertepatan dengan kegiatan Wanita Selam Indonesia (WASI) memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Saya, Cece Silvia, Jeni, Maryam dan Mbak Devi ikut serta memecahkan rekor penyelam wanita terbanyak dan membentangkan bendera terpanjang di bawah laut. Kami didampingi official Bang Ari Anggoro yang juga dosen Universitas Bengkulu.

Dermaga di Grand Luley Hotel

Dermaga di Grand Luley Hotel

Berhubung yang ke sana para lady divers, sudah barang tentu sayang melewatkan momen menyelami keindahan bawah laut Sulawesi Utara. Apalagi di sana memang terkenal sebagai salah satu surganya para penyelam. Ada begitu banyak pulau dan spot indah untuk dijelajah.

Alhasil sore itu kami ke Bunaken tanpa membawa perlengkapan pribadi.  Di Pulau Bunaken, sudah disediakan pakaian sewa. Sebenarnya kurang sreg. Lebih nyaman pakai punya sendiri. Minimal masker sama rashguard sendiri. Tapi daripada nggak ada ya.

Setelah menunggu di dermaga, akhirnya perahu yang ditunggu tiba. Perahunya cukup nyaman. Memang untuk wisata. Ada tiga kru di perahu, termasuk dua guide. Mereka adalah warga Pulau Bunaken yang sudah terlatih menjadi guide. Salah satunya bernama Darman Makausi yang menjadi buddy utama kami. Oia, untuk trip ini kami merogoh kocek Rp 800 ribu per orang.

Membelah Ombak

Perahu melaju perlahan membelah air. Dengan kecepatan 20 kilometer per jam, kami pun merasa puas melihat pemandangan di sana. Berbeda dengan diving di Bengkulu yang sepanjang mata memandang hanya melihat lautan dan pulau. Di perairan menuju Pulau Bunaken ada gugusan pulau yang berbukit-bukit.

Gugusan pulau yang membentuk Taman Nasional Bunaken ini terdiri dari Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Siladen, Mantehage dan Nani. Dari beberapa referensi, luas taman nasional menccapai 89.065 hektare.

Yang paling mencolok adalah Pulau Manado Tua. Bisa dibilang pulau ini adalah yang tertinggi dibanding dengan pulau lainnya. Sehingga lebih mencolok. Daratannya berbentuk gunung, berdiri kokoh dengan ketinggian 655 meter dari permukaan laut (mdpl).

Pulau didominasi warna hijau pepohonan rindang. Dari info Hal yang menarik dari Pulau Manado Tua, walau berbentuk gunung namun bukan gunung berapi. Justru gunung api aktif ada di bawah lautnya dengan kedalaman 150 meter.

Menuju Pulau Bunaken

Bapak tua, salah satu awak perahu yang membawa kami ke Bunaken

Bapak tua, salah satu awak perahu yang membawa kami ke Bunaken

 

Gapura selamat datang di Pulau Bunaken

Gapura selamat datang di Pulau Bunaken

Makin dekat dengan Pulau Bunaken, kami bisa melihat rumah-rumah penduduk berada di tepi pantai. Di sana ada masjid dan gereja sebagai tempat ibadah. Tapi yang begitu mencolok dari kejauhan adalah gereja yang bentuknya unik. Gereja memang lebih mencolok di Manado karena di sana mayoritas penduduknya adalah umat Kristen.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, kami tiba di Pulau Bunaken. Tulisan selamat datang menyambut kunjungan perdana kami di pulau itu. Sayangnya, baru beberapa menit menjejakan kaki dan belum sempat banyak foto-foto, hujan deras mengguyur.

Kami memilih berteduh di pondok-pondok milik pedagang. Pondok berjajar di sepanjang pantai. Mereka menjajakan makanan dan minuman. Yang lainnya menyewakan aneka peralatan diving. “Alat-alat divingnya ada yang bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan wisata, sekaligus meningkatkan ekonomi warga di sini,” cerita Darman Makausi yang menjadi guide kami.

Setengah jam kemudian, hujan pun reda. Kami memilih wetsuit (baju selam), masker dan fins yang pas. Rada susah memang. Saya yang maunya dapat lengan panjang, harus pakai yang pendek. Usai berganti pakaian, kami naik lagi ke perahu menju spot diving.

Aslinya rada kurang nyaman menggunakan alat sewa. Apalagi yang ala kadarnya. Padahal peralatan kami sendiri sangat lengkap di hotel. Gara-gara sudah putus asa duluan nggak dapat tabung dan perahu, jadi gak bawa apa-apa sama sekali. Bahkan kamera dan go pro pun ditinggalkan.

Menuju Spot Diving

Saya bersama Darman Makausi, buddys yang menjadi guide selam di Likuan 3

Saya bersama Darman Makausi, buddys yang menjadi guide selam di Likuan 3

Dari perjalanan Pulau Bunaken menuju spot diving, Darman bercerita ada banyak spot diving di sekitar Bunaken untuk berbagai jenis penyelaman. Mulai dari yang dangkal dibawah 10 meter, penyelaman sedang dibawah 30 meter hingga yang diatas 30 meter untuk penyelaman dalam.

Untuk jenis penyelaman dalam, tidak bisa dilakoni sembarangan. Harus menyesuaikan dengan lisensi yang dimiliki oleh penyelam, juga jumlah jam selam. Berhubung kami rata-rata baru mengantongi lisensi selam A1 alias open water, so pasti ikut penyelaman dangkal.

Lagipula besok paginya kami harus terbang ke Jakarta dari Manado kembali pulang ke Bengkulu. Yang artinya durasi dan kedalaman menyelam memang harus terbatas. Secara kesehatan, harus ada jeda bagi tubuh untuk mengeluarkan nitrogen dari dalam darah setelah menyelam.

Jika langsung terbang sementara kadar nitrogen di darah belum habis, dampaknya bisa membuat kadar nitrogen tidak bisa lepas. Inilah yang kerap menyebabkan penyakit lumpuh pada para penyelam. So, kami pilih yang aman-aman saja. Biar sebentar dan ga terlalu dalam, yang penting sudah merasakan asinnya laut Bunaken.

Fukui Point

Masih dari cerita Darman, di perairan Bunaken ada beberapa spot menyelam yang menjadi favorit. Seperti spot penyelaman yang bernama Fukui Point. Spot ini cukup terkenal. Penemunya orang Jepang. Di Fukui Point, areanya berupa lereng turunan yang rendah hingga curam dengan begitu banyak biota laut. Ada belut moray berbintik putih (white-spotted moray eels), napoleon wrasse dan hingga kerang raksasa (giant clams) di kedalaman 15 meter.

Celah-celah

Lalu ada spot favorit bernama Celah-celah. Seperti namanya, di spot ini ada dinding laut yang dalam dengan rekahan-rekahan besar pada permukaannya. Celah-celah berada di bagian Selatan Pulau Bunaken dekat Teluk Liang.

Masyarakat Pulau Bunaken kerap memanfaatkan pantainya untuk bersantai. Lekukan pulau yang ada pada titik ini melindungi area Celah-celah dari angin dan ombak yang terlalu besar. Bagi yang beruntung, penyelam bisa melihat hiu karang (reef shark) atau pari elang (eagle ray) sesekali muncul saat kita diving  di Bunaken.

Selain Fukui dan Celah-celah, juga ada spot bernama Likuan 1, 2 dan 3. Tiga tempat yang terpisah. Spot ini kerap dimanfaatkan bagi wisatawan yang ingin snorkeling, penyelam pemula, maupun penyelam berpengalaman.

Likuan 1, 2 dan 3

Di Likuan 1, 2 dan 3 spotnya berupa ombak yang tenang dan air yang jernih. Di area Taman Laut Bunaken ini ada variasi jenis ikan yang beragam. Beberapa biota laut yang ada disana adalah penyu, bannerfish, napoleon wrasse dan pyramid butterflyfish. “Di Likuan 2 ada dinding vertikal ditumbuhi berjenis terumbu karang yang keras dan lunak,” ujarnya.

Darman mengajak kami ke spot Likuan 3. Karena hari sudah menjelang sore, kami mencari spot yang dekat. Katanya Likuan 3 adalah salah satu spot selam terbaik di Bunaken. Saat mulai turun menyelam petualangan dimulai dari lereng pasir yang landai dengan sedikit puncak bawah laut, setelah itu kamu akan menjumpai dinding laut.

Konon katanya dinding itu tingginya hampir sedalam 200 meter. Sementara kami hanya menyisir tipis-tipis di tepiannya. Sebelum melepas oksigen dari jaket BCD (Bouyancy Control Device) Darman mengingatkan untuk tidak terlalu jauh dari dinding. Jaga-jaga kalau ada arus, bisa berpegangan atau menjaga keseimbangan dengan berpegangan pada dinding.

Menyelam di Likuan 3

Mulai turun menyelam di Lakuan 3

Mulai turun menyelam di Lakuan 3 Pulau Bunaken

Perlahan tapi pasti, kami turun masuk ke dalam air. Setelah beradaptasi di kedalaman 5 meter, mulai lah kami menjelajah. Walau jarak pandang saat itu sudah tidak terlalu jauh karena sudah sore, tapi masih terlihat koral kipas laut (gorgonians) dan spons-spons besar menghiasi dinding. Ikan yang berwarna-warni tampak berenang-renang.

Berdasarkan catatan log book saya, kami menyelam selama 50 menit. Mulai pukul 17.00 WITA hingga pukul 17.50 WITA. Kami masuk hingga kedalaman rata-rata 10 meter. Jarak panjang saat itu secara horizontal sekitar 8-10 meter. Begitupun dengan jarak pandang vertikal. Tapi seiring bertambahnya waktu, jarak pandang semakin pendek karena sudah menjelang magrib.

Habitat Penyu

Di Likuan 3 pemandangan yang paling berkesan tentu saja dinding tinggi dengan berbagai macam tanaman laut dan karang. Pada beberapa bagian, sudah ada yang rusak karena aktivitas penyelaman. Kadang kala ada penyelam yang tidak sengaja finsnya menyapu atau menginjak karang. Begitu kata Darman. Makanya saat menyelam ia juga mengajak kami menjaga jarak supaya tidak terlalu dekat dengan karang.

Pemandangan lainnya yang paling berkesan adalah banyaknya penyu yang ada di sana. Likuan 3 memang dikenal sebagai habitatnya penyu. Rasanya ada belasan penyu yang saya lihat dari jarak sangat dekat. Sementara saat menyelam di Pulau Tikus, Kota Bengkulu, baru satu kali saya bertemu penyu. Itupun jaraknya cukup jauh.

Walau bisa dipegang dengan tangan, saya memilih untuk tidak menyentuh penyu-penyu itu. Saya kuatir sentuhan saya justru akan membuat penyu merasa tidak nyaman, lalu malah kabur. Pokoknya buat saya menyelam sama lah kira-kira dengan menyusuri goa. Tidak mengambil/menyentuh apapun, tidak membunuh apapun dan tidak meninggalkan apapun.

Di Likuan 3 saya juga sempat membentangkan bendera ucapan selamat ulang tahun Harian Rakyat Bengkulu yang ke-17 tahun. Ini menjadi salah satu misi saya berkeinginan datang ke sana. Sayangnya fotonya kurang bagus karena kami menggunakan GoPro sewaan yang sangat standar kualitasnya.

Laut biru semakin pekat. Artinya malam semakin dekat. Darman memberikan kode jempol ke atas yang artinya kami harus mulai baik secara perlahan. Begitu sampai di perumukaan, matahari sudah menghilang dari barat. Walaupun masih cukup terang. Kami pun kembali ke Pulau Bunaken untuk membilas diri, mengembalikan peralatan dan mengenakan kembali pakaian kering.

Pulang ke Manado

Saya bersama bendera RBDC di perairan Pulau Bunaken

Saya bersama bendera RBDC di perairan Pulau Bunaken

Perjalanan pulang dari Pulau Bunaken ke dermaga Grand Luley Hotel bagi saya cukup mencekam. Rupanya perahu yang kami naiki adalah perahu wisata yang biasa digunakan hanya pada siang hari. Malamnya perahu ini tidak punya lampu penerangan. Beruntung kru kapal sudah siap dengan lampu senter. Walau tidak mumpuni, tapi cukup untuk menerangi perjalanan dengan kecepatan lambat.

Begitu tiba di lobi hotel, kami kembali dijemput untuk kembali ke Kota Manado. Sepanjang perjalanan saya sangat bersyukur dengan hari itu. Akhirnya bisa merasakan diving di Bunaken. Sangat bersyukur pada Allah SWT memiliki kesempatan dan rezeki ke sana. Apalagi biaya perjalanannya nyaris semuanya gratis. Terima kasih RBDC dan Polair Bengkulu.

Btw, kalau kalian juga suka wisata petualangan lainnya seperti menjelajah goa, silakan baca travel story saya saat ke Goa Petruk di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. (**)

Resep Rolade Ayam Favorit Keluarga

Resep Rolade Ayam Favorit Keluarga

Aslinya saya adalah orang yang jarang masak. Tapi bukan karena nggak bisa atau nggak hobi. Ada kalanya karena lelah bekerja, keinginan untuk memasak di dapur acapkali menjadi urusan nomor dua. Makanya saya selalu mencoba resep masakan yang mudah dan cepat membuatnya, tapi dinikmati semua anggota keluarga. Salah satunya rolade ayam.

Seperti namanya, rolade ayam berbahan dasar ayam potong yang sudah dipisahkan dagingnya dari tulang. Rolade ayam biasanya digemari anak-anak karena rada mirip seperti makanan fast food. Mirip nugget, tapi sedikit berbeda. Lebih aman dikonsumsi karena bisa dipastikan tanpa bahan pengawet.

Supaya nilai gizi dan nutrisi anak tercukupi, kita bisa menambahkan sayur seperti wortel, labu kuning atau brokoli. Rolade ayam juga bisa dijadikan stok ya. Disimpan ke dalam freezer terus tinggal dihangatkan saat ingin disantap. Btw sebelum membaca resepnya, mau ngasih info nih buat kawan-kawan yang mau membuka bisnis kuliner. Untuk manajemen yang lebih baik, bisa menggunakan aplikasi SPOT.

Ini dia resep rolade ayam favorit keluarga saya:

Bahan Kulit Rolade

  • 2 butir telur
  • 4 sdm air
  • 1/2 sdt garam

Cara Mengolah Kulit

  • Campur semua bahan kulit dengan dikocok pakai whisk (kocokkan telur yang dengan tangan) atau garpu.
  • Tuang adonan rolade ayam diatas teflon seperti membuat pancake di atas api sedang sampai matang.
  • Setelah matang, letakan diatas piring yang rata.

Bahan Isi

  • 1/4 daging ayam giling
  • 2 butir telur ayam
  • 4 sdm tepung panir
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt tepung terigu
  • 3 siung bawang putih halus
  • 1 batang daun bawang iris tipis
  • 1 batang wortel parut
  • 75 gr keju cheddar parut

Cara Mengolah Isi

  • Campur semua bahan diatas sampai rata
  • Ratakkan diatas kulit rolade ayam
  • Lipat kedua sisi kulit lalu gulung perlahan
  • Bungkus dengan daun pisang atau allumunium foil
  • Kukus selama 15-20 menit
  • Setelah dingin balur rolade dengan telur yang sudah dikocok
  • Lumurkan tepung panir ke seluruh permukaan rolade (boleh tidak usah pakai panir, sesuai selera)
  • Goreng setengah matang lalu iris dengan ketebalan sesuai selera
  • Bisa disimpan dalam freezer. Tinggal digoreng lagi sampai matang saat akan dihidangkan

Kandungan Gizi

Gimana, mudah kan membuatnya. Hayuk dicobain. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, selain enak, mudah dan cepat memasaknya, rolade ayam yang satu ini juga memiliki nilai gizi yang baik. Apa saja?

Daging Ayam

Daging yang menjadi bahan dasar rolade ayam sudah jelas mengandung protein rendah lemak yang baik untuk perkembangan otot. Selain itu daging ayam juga mengandung mineral, fosfor dan kalsium yang baik untuk tulang.

Sayur Wortel

Wortel dikenal sebagai sayuran yang kaya akan vitamin A. Selain itu mengandung hidrat arang, kalsium, fosfor dan beta karoten. Zat yang disebutkan terakhir mampu memberikan perlindungan terhadap kanker, penyakit jantung, menurunkan tekanan darah dan memperlambat efek penuaan.

Nah, kalau buat anak menurut sejumlah penelitian yang dikutip dari beberapa sumber, wortel juga baik untuk mempertahankan kekebalan tubuh. Anak yang rajin mengonsumsi wortel lebih memiliki daya tahan dari infeksi yang diakibatkan virus.

Telur Ayam

Telur menjadi salah satu bahan dasar yang paling banyak digunakan pada rolade ayam. Telur ayam memiliki manfaat memberikan perlindungan terhadap otak, membantu menyerap kalsium, menyehatkan mata, menurunkan risiko jantung dan kanker serta menjadikan kulit lebih sehat.

Daun Bawang

Daun bawang memiliki kandungan quercetin dan kemferol yang merupakan zat antioksidan. Artinya baik untuk tubuh. Selain itu daun bawang pada rolade ayam juga baik untuk pencernaan, menjaga kadar gula, mencegah anemia dan manfaat lainnya.

Keju Cheddar

Sama halnya seperti daging ayam. Keju pada rolade ayam juga kaya akan protein. Kandungan protein pada keju bisa meningkatkan energi, meningkatkan kesehatan tulang dan otor, meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi lain, memperkuat rambut dan lain-lain.(**)