Menjelajah Goa Petruk

Menjelajah Goa Petruk

Beberapa waktu lalu saya sempat menjelajah ke beberapa tempat di Kebumen, Jawa Tengah. Salah satunya Goa Petruk. Seperti apa pemandangan goa yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terindah di Asia dan terdalam di dunia itu? 

***

Genangan air di dalam Goa Petruk. Foto: Komi Kendy

Genangan air di dalam Goa Petruk. Foto: Komi Kendy

HARI beranjak siang ketika saya bersama mama mengendarai Revo pinjaman dari Pak Lek Karmanto. Kami mengikuti sepeda motor lain yang dikendarai Lek Yani dan Lek Wati saat menjadi guide menuju Goa Petruk. Maklum tidak hapal jalan. Sebab walau Kebumen adalah kampung halaman, kami tidak terlalu sering pulang kampung.

Kami berkendara dari Desa Jogomulyo Kecamatan Buayan, menuju Desa Candirenggo Kecamatan Ayah. Jaraknya sekitar 20 km. Jika dari pusat Kota Kebumen, jaraknya sekitar 39,5 km.

Saat itu bagi saya, agak sulit menghapal rutenya. Karena begitu banyak gang dan belokan yang dilalui. Akses angkutan umum pun masih terbatasa. Jadi bagi yang ingin traveling ke goa ini, lebih baik ada teman yang sudah pernah ke sana.

Tiba di depan pintu gerbang, areal wisata tampak sepi. Apalagi jika dibandingkan dengan tempat wisata goa lainnya, Goa Jatijajar, yang jaraknya sekitar 7 km dari Goa Petruk. Mungkin ini karena fasilitas dan sarananya belum dibuat seperti Jatijajar yang lebih lengkap. Tapi di sinilah asyiknya.

Untuk masuk, pengunjung wajib beli tiket. Dewasa Rp 7.500 dan anak-anak dibawah 5 tahun Rp 4.000. Tarif itu sesuai dengan Peraturan  Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.

Biaya tambahan dikenakan jika tidak membawa senter atau headlamp, plus guide Goa Petruk. Waktu itu untungnya saya bawa perlengkapan senter dan headlamp sendiri dari Bengkulu. Jadi tak perlu sewa. Hanya saja untuk guide yang membawa lampu petromaks, diberi sukarela Rp 20 ribu.

Kode Etik Penelusuran Goa: Tidak membunuh apapun kecuali waktu. Tidak meninggalkan apapun kecuali jejak. Tidak mengambil apapun kecuali foto.

Kesan mistis dan angker, sebenarnya sedikit terbesit di hati saat mempersiapkan perlatan masuk ke goa. Lokasinya yang sepi dan rimbun, ditambah lagi memang baru pertama kalinya menginjakkan kaki ke sana, membuat kesan itu jadi terasa. Untung saja ada yang menemani.

Track Menguras Tenaga

Air terjun di Goa Petruk. Foto: Komi Kendy

Air terjun di Goa Petruk. Foto: Komi Kendy

Dari gerbang menuju mulut goa, pengunjung Goa Petruk harus melewati undakan tangga menanjak hingga 1 km. Kira-kira ada 250 anak tangga yang dilewati. Karena jarak yang jauh ini, mama dan Lek Wati lebih memilih menunggu saja di pondok yang ada dekat pintu masuk. Jadilah saya, Lek Yani dan guide saja yang berjalan ke sana.

Udara segar dan dingin menghapus rasa lelah meniti anak tangga. Apalagi di sebelah kiri tersaji pemandangan indah air terjun mini. Gemericik air sungai dan hewan-hewan khas hutan, menemani sepanjang perjalanan. Sekitar 15 menit kemudian, tibalah di depan mulut goa. Setelah menunggu mas guide menghidupkan lampu, kami pun mulai menjelajah goa yang masih alami ini.

Aroma khas guano (kotoran kelelawar) mulai menusuk hidung ketika kaki terus melangkah masuk. Cahaya matahari yang tadinya terang benderang, mulai redup berganti kegelapan hingga pekat. Saya pun lekas-lekas menghidupkan headlamp dan senter.

Dari mulut goa, pengunjung akan melintasi anak sungai di dalam goa untuk menyeberang ke dalam perut goa. Sebaiknya memang yang ingin ke sini mempersiapkan sepatu boot supaya tidak basah. Tapi saat itu saya pakai sandal jepit. Sepanjang jalan, suara air dan kelalawar sesekali terdengar.

Setelah menyeberangi anak sungai, mata disuguhkan pemandangan menarik berbagai ornamen goa. Beberapa diantaranya yang cukup khas, sudah diberi papan nama. Sebut saja sendang katak, batu otak, batu tirai, sendang gulung, batu prangko, batu semar, batu petruk, kali pelangi, batu layon, batu buaya, kamar lukar busono dan lain-lain.

Baca Juga : Melihat Keindahan Goa Petruk

Ornamen Cantik

Stalaktit dan stalakmit yang usianya diperkirakan ratusan tahun.

Stalaktit dan stalakmit yang usianya diperkirakan ratusan tahun.

Pemberian nama ornamen itu biasanya menyesuaikan dengan bentuknya. Misalnya batu semar. Dinamai begitu karena ada ornamen yang mirip patung semar, tokoh perwayangan.

Nah buat pengunjung, sebaiknya ornamen tidak disentuh, karena mudah rusak. Cukup dilihat dan ambil fotonya saja. Pemandangan indah terlihat saat ornamen-ornamen itu tertimpa cahaya. Berkilauan mirip berlian. Ada juga yang bias warna-warni mirip pelangi.

Selain itu sama dengan goa-goa lainnya, di dalam Goa Petruk juga ada stalagtit dan stalakmit yang masih tampak hidup dan berair. Stalagmit merupakan pembentukan gua secara vertikal (tumbuh dari bawah ke atas). Stalagmit terbentuk dari kumpulan kalsit yang berasal dari air yang menetes. Stalagmit ditemukan di lantai gua, biasanya langsung ditemukan di bawah stalaktit.

Semakin masuk ke dalam goa, semakin penasaran. Pengunjung akan melintasi jalan menanjak menuju “lantai dua”. Perlu berhati-hati karena licin. Namun di bagian kiri sudah ada pegangan yang dibuat oleh pengelola.

Di “lantai dua” ini pemandangannya nyaris serupa. Hanya saja ada semacam kolam besar yang airnya terasa dingin sekali. Di dalam goa ini kita bisa berfoto-foto. Tapi perlu blitz atau lampu yang menerangi.

Aman untuk Penelusuran Wisatawan

Jalur licin untuk menjelah Goa Petruk.

Jalur licin untuk menjelah Goa Petruk. Foto: Komi Kendy

Menelusuri Goa Petruk ini hingga ke lantai 2, saya kira bisa dilakukan oleh siapa saja. Termasuk anak-anak. Hanya saja memang perlu berhati-hati karena licin dan jangan sampai merusak bebatuan yang ada. Teknik penelusuran di areal wisata juga bisa dilakukan dengan berjalan seperti biasa. Tak perlu jongkok, merangkak apalagi sambil merayap. Langit-langit goanya terbilang cukup tinggi.

Menikmati pemandangan di dalam goa selama 30 menit, kami sebenarnya masih penasaran dengan “lantai tiga” goa ini. Namun memang tidak bisa dilintasi begitu saja. Perlu peralatan standar climbing agar aman saat memanjat. Akhirnya kami pun memilih putar balik kembali ke mulut goa.

Baca Juga : Lebih Dekat dengan ZenBook di Gtahering ASUS Bengkulu

Secara keseluruhan, saya sangat puas sudah berhasil mengunjungi goa ini. Apalagi sejak kecil saat pulang kampung bersama papa, sudah beberapa kali minta diajak kemari, tapi batal terus. Alasannya karena khawatir berbahaya karena fasilitas dan kondisi goanya berbeda dengan Goa Jatijajar.

Lalu meski sudah menjadi goa wisata namun Goa Petruk terbilang masih alami dan terjaga. Arealnya bersih bebas sampah. Ornamen yang masih tampak basah dan hidup menandakan bahwa ekosistem sekitarnya, khususnya pada bagian atas goa, masih hutan. Lalu tidak ada listrik yang dipasang membuat mahluk hidup yang ada di dalamnya tetap natural.

Kondisi ini tentu berbeda jika kita melihat Goa Jatijajar. Meski sudah dibangun jalan khusus dari semen dan paving block, juga dipasangi lampu dimana-mana, tapi sepertinya sedih melihat bagian dinding dan ornamen goa yang tampak kering. Belum lagi banyak coret-coretan.

Mirip Petruk

Nama Goa Petruk yang ruang jelajahnya mencapai 2 km ini sendiri memang diambil dari nama salah satu tokoh wayang Punakawan, yakni Petruk. Konon di lantai dua juga terdapat patung petruk yang sedang berdiri nyodong menerima wahyu dari Dewata Yang Agung. Namun karena aktivitas penambangan oleh Belanda, patung runtuh karena peledak. Sehingga patungnya sudah tidak bisa ditemukan lagi.(**)

Lebih Dekat dengan ZenBook di Gathering ASUS Bengkulu

Lebih Dekat dengan ZenBook di Gathering ASUS Bengkulu

Di kalangan blogger Indonesia, event yang diselenggarakan ASUS di setiap kota tentu saja paling dinanti. Begitu juga di Bengkulu. Hadirnya travel blogger Katerina S dan content creator Anjas Maradita, membawa inspirasi. Apalagi secara khusus ASUS menghadirkan ZenBook seri terbaru. Seperti apa keseruannya?

**

KAPAK tumpul jika tidak pernah diasah. Itu sebabnya kenapa saya selalu bersemangat mengikuti kegiatan semacam workshop, talk show, pelatihan atau gathering. Tujuannya supaya saya selalu bersemangat dan termotivasi untuk menambah pengetahuan baru dan terus mengikuti perkembangan teknologi.

Jadi saat member Blogger Rafflesia (Bloraf) Aninditia Ayu pada akhir Maret lalu woro-woro bakal ada gathering ASUS di Bengkulu, saya dengan cepat mengisi formulirnya. Kenapa mesti cepat-cepat? Soalnya pesertanya terbatas. Kan sayang kalo sampai nggak bisa ikutan acara keren ini. Blogger emang mesti gercep alias gerak cepat.

Beruntungnya Sabtu, 6 April 2019 saya yang biasanya menghabiskan satu hari penuh di kampus, sedang libur. Kebetulan pekan sebelumnya baru saja menyelesaikan Ujian Tengah Semester (UTS). So, pas banget ikut ZenBook Blogger Gathering buat mengisi hari libur. Tentunya ikut kegiatan ini dengan izin dari anak saya, Sean Kilimanjaro yang berusia 3 tahun dan suami.

Nah, buat menambah pengetahuan dan inspirasi jelas bisa dilakukan dengan banyak cara. Tidak melulu dengan duduk manis menyimak materi demi materi yang monoton. Tapi bisa dilakukan dengan cara yang have fun alias sembari bersenang-senang. Dan benar saja. Selama setengah hari di Sabtu itu, kami bersenang-senang di ZenBook Bloger Gathering.

Ada Apa di Gathering ZenBook?

Sambil menunggu peserta lain registrasi, para peserta mulai memotret ZenBook sebagai modelnya. Foto: Komi Kendy

Sambil menunggu peserta lain registrasi, para peserta mulai memotret ZenBook sebagai modelnya. Foto: Komi Kendy

Gathering ZenBook di Bengkulu merupakan roadshow ASUS kedua tahun ini setelah Kota Batam. Gathering yang diadakan pada Sabtu, 6 April 2019 diawali dengan sesi sharing di restoran Rafflesia Grage Hotel Bengkulu. FYI, Grage Hotel merupakan hotel berbintang dengan view terbaik di Kota Bengkulu. Selain ada kolam renang di alam terbuka, hotel ini terkenal karena lokasinya yang berada di atas bukit dan menghadap langsung ke Pantai Panjang. Objek wisata primadonanya Bengkulu.
Satu per satu peserta datang untuk registrasi pukul 11.00 WIB. Tadinya karena tidak tahu mbak Katerina dan Anjas sudah ada di ruangan, saya, Anin, Intan, Diska, Ambar dan beberapa teman lainnya menunggu di lobi hotel.
Setelah diinfokan melalui grup, rupanya tim ASUS sudah ada di dalam. “Ayo kawan-kawan, sambil registrasi, sudah bisa foto-foto loh sama ZenBook Series. Laptopnya sudah ada di dalam,” pesan Mbak Katerina melalui grup WhatsApp.

Perkenalan Pertama

Sesi foto sebelum acara dimulai, adalah momen pertama saya berkenalan dengan ZenBook. Kesan pertama saat menyentuh ASUS ZenBook UX333 adalah laptop ini ringan sekali. Jadi ingat sama filosofi Zen yang pernah saya baca. Tipis, elegan dan bertenaga. Semua ada di ZenBook berwarna royal blue yang sedang saya sentuh.

Oia, perkenalan dengan ZenBook ini dilombakan dalam bentuk lomba foto. Jadi challange-nya, setiap peserta dibebaskan membawa ZenBook kemana saja untuk mencari spot terbaik, terus berfoto. Tapi bukan dibawa pulang ya. Lalu hasil fotonya dilombakan.

Lomba Foto

Puspita, Fredy dan Julia tiga diantara 36 peserta lomba foto ZenBook Blogger Gathering

Puspita, Fredy dan Julia tiga diantara 36 peserta lomba foto instagram ZenBook Blogger Gathering Bengkulu. Foto: Komi Kendy

Sesi foto dengan ASUS ZenBook Series memang merupakan salah satu agenda gathering. Hasil fotonya dilombakan dengan hadiah uang tunai. Foto diunggah ke akun instagram peserta dengan ketentuan menyertakan tiga hastag #ZenBookID #2019PakaiZenBook #ZenBookID_Bengkulu.
Lalu wajib juga follow @ASUSid dan mention tim ASUS yang bakal menjadi juri lomba foto @travelerien @emmet24son @aryendaatma dan @anjas_maradita (ini mention tambahan). Ketentuannya tidak terlalu sulit. Yang pasti fotonya mesti bagus, caption-nya juga menarik. “Ada tambahan penilaian ya buat yang upload foto terbanyak. Paling lambat upload jam 6 sore,” tambah Mbak Katerina.
Terang saja semua peserta yang sudah datang duluan bergegas mendekati dua dari tiga seri ASUS yang ada di meja. Yakni ASUS ZenBook UX333 dan ASUS ZenBook UX533. Mumpung belum ramai ya kan.

Sesi Sharing

Dipandu Anjas Maradita, travel blogger Katerina berbagi pengalamannya.

Dipandu Anjas Maradita, travel blogger Katerina berbagi pengalamannya. Foto: Komi Kendy

Sesi foto dengan ZenBook dijeda ketika acara mulai usai makan siang. Sesi sharing diisi travel blogger Katerina S. Karya-karya seputar perjalanannya sangat menginspirasi buat saya. Kawan-kawan bisa baca langsung di situs www.travelerien.com. Atau bisa di-kepoin juga Instagramnya di @travelerien.
Mbak Katerina lebih banyak mengulas pengalamannya menjadi seorang travel blogger. Ada tips bagaimana menjadi travel blogger yang konsisten, tips bagaimana agar bisa menjadi pemenang lomba hingga membawanya digandeng oleh brand-brand ternama sebesar ASUS.
Satu pembicara lagi ada Anjas Maradita. Ia merupakan pemilik channel youtube Daunnet Film-Anjas Maradita. Dari channelnya terlihat Anjas menguasai bidang tekno. Jika ingin berkenalan bisa kunjungi Instagramnya di @anjas_maradita.

Di sesi kedua, Anjas lebih banyak mengulas tentang ASUS ZenBook Series yang punya tagline Unleash Your Creative Vision. Asli gaes, mendengar paparan Anjas soal tiga seri ZenBook terbaru benar-benar bikin saya jadi kepingin menabung buat beli laptop seri ini. Ya. Saya mesti menabung agar kesampaian #2019PakaiZenBook.

Menyebut #2019PakaiZenBook jadi inget nih, yel-yel yang dikenalkan sama Anjas sebelum acara dimulai. Semua peserta diminta menghapalkan yel-yel yang menjadi ciri khas ZenBook. Yelnya, “2019, Pakai ZenBook…., yeaaaaa,” seru Anjas. Yel penyemangat suasana ini dilontarkan pada beberapa kesempatan.

Btw, Mbak Katerina dan Anjas ini kompak sekali. Awalnya saya kira akan ada banyak kru yang menjadi penyelenggara ZenBook Blogger Gathering. Ternyata mereka cuma berdua. Mulai dari nyiapin acara, memberikan materi, mengatur kawan-kawan peserta city tour sampai acara bubar. Keren euy. Tapi support tim ASUS tetap ada, secara online untuk memberikan nilai pada saat penjurian foto dan memantau aktivitas kawan-kawan blogger di Bengkulu.

Menulislah Sesuai Passionmu

Sesi pertama sharing ZenBook Blogger Gathering pun dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Pembicara pertama dimulai dari Mbak Katerina dengan Anjas sebagai moderatornya. Di sesi ini peserta dengan asyik menyimak cerita-cerita seru dari Mbak Katerina.

Travel Blogger Katerina mengajak blogger rajin menulis sesuai passion

Travel Blogger Katerina mengajak blogger rajin menulis sesuai passion. Foto : Komi Kendy

“Menulislah tentang apa saja yang telah kalian lalui. Bisa soal hotelnya, kulinernya, tempat wisata atau hal unik yang ditemui selama perjalanan. Karena kita tidak tahu, tulisan mana yang nantinya akan membawa kita pada hal-hal lain yang lebih menarik.”

Kata-kata Mbak Katerina saat menjawab pertanyaan dari peserta bagaimana caranya agar bisa digandeng sponsor, menjadi kalimat yang sampai sekarang masih terngiang di kepala. Menurut saya kata-kata Mbak Katerina itu 100 persen benar.
Kadang kala saya pribadi, juga mungkin dialami oleh blogger lain adakalanya melewatkan waktu menulis hal menarik yang sudah dilalui. Padahal siapa tahu, tulisan kita itu bisa membawa kita pada hal-hal lain yang lebih menarik lagi.
Hal lainnya yang disampaikan Mbak Katerina kepada peserta adalah menulis sesuai passion. Di zaman sekarang tak sedikit blogger yang punya blog gado-gado. Atau niche (tema blog) kerennya Lifestyle. Menulis traveling oke, kuliner ada, tekno dan gadget dipost juga. Sekali-kali terselip beauty dan finance.

Konsisten

Padahal idealnya sebuah blog itu konsisten dengan niche-nya. “Kalau saya punya prinsip menulislah sesuai dengan passion kita. Sesuai dengan yang kita kuasai. Kurang nyaman rasanya menulis sesuatu yang bukan bidang kita,” ungkap Mbak Katerina yang sejak 2012 konsisten menjadi travel blogger. Ia juga menulis traveling baik di media cetak koran dan majalah, maupun secara daring.

Punya Ciri Khas
Katerina mengenakan kain tradisional saat berada di Bali. Foto Instagram @travelerien

Katerina mengenakan kain tradisional yang menjadi ciri khasnya saat traveling ke Bali. Foto Instagram @travelerien

Ini adalah tips lain dari Mbak Katerina agar kisah setiap perjalanannya dinanti dan diingat pembaca. Para blogger pun disarankan untuk memiliki ciri khas masing-masing yang unik dan mudah diingat.
“Ada yang memperhatikan foto-foto saya kalau traveling? Saya punya ciri khas berfoto dengan kain tradisional Indonesia. Saat traveling saya memang membawa kain batik atau sejenisnya. Ini menarik. Bandingkan kalau kita berfoto dengan baju yang kasual. Biasa saja,” tutur wanita kelahiran Palembang itu.
Setengah jam lebih waktu berlalu. Namun seakan tidak terasa. Ini karena sesi sharing berjalan mengalir dan santai, diselingi pertanyaan-pertanyaan dari peserta. Pengalaman pribadi yang disampaikan Mbak Katerina membuat peserta serasa ikut larut dalam perjalanan yang ia lalui tujuh tahun menjadi seorang travel blogger.

Si Ringkas Berdaya Maksimal

Youtuber dan content creator Anjas Maradita membeberkan ketangguhan ZenBook Classic Series

Youtuber dan content creator Anjas Maradita membeberkan ketangguhan ZenBook  Series. Foto Komi Kendy

Di sesi kedua, lanjut materi dari Anjas Maradita. Youtuber dengan 271 ribu subscriber ini lebih banyak membeberkan keunggulan ASUS ZenBook Series yang terbaru. Seri UX333, UX433 dan UX533. Biar gampang mengingatnya, saya menandai angka paling depan sesuai dengan lebar layarnya. UX333 ukuran 13 inci, UX433 ukuran 14 inci dan UX533 ukuran 15 inci.
Brand ASUS sendiri sebenarnya buat saya sudah tidak asing lagi. Saya adalah pengguna ASUS VivoBook. Namun jika boleh membandingkan, keunggulan ZenBook Series berkali-kali lipat dari yang saya pakai.

Apa saja keunggulannya?

ZenBook Classic Series memiliki begitu banyak keunggulan

ZenBook Series memiliki begitu banyak keunggulan. Foto: Komi Kendy

Saat mau membeli laptop, bobot dan tebalnya menjadi pertimbangan utama. Secara tiada hari tanpa laptop. Bekerja, kuliah, menulis blog, editing foto, bahkan sambil traveling, perangkat yang satu ini tidak bisa tertinggal. Laptop membuat kita beraktivitas dari mana saja. Jadi kalau bobotnya bikin punggung pegal dan makan tempat, mikir-mikir dulu buat beli.
Sesuai dengan jargonnya The World’s Smallest 13,14,15 Inch Laptop, ZenBook emang enteng sekali di tangan. Bobotnya 1,19 kg saja untuk seri UX433. Dua seri lainnya, tidak jauh berbeda. Bobot yang ringan ini berkat beberapa teknologi yang disematkan oleh ASUS. Ini dia teknologi ZenBook series yang paling istimewa:

NanoEdge Display

Teknologi NanoEdge Display membuat bezel atau tepi layar laptop lebih tipis, sehingga layar tampak lega.Foto: Komi Kendy

Teknologi NanoEdge Display membuat bezel atau tepi layar laptop lebih tipis, sehingga layar tampak lega.Foto: Komi Kendy

NanoEdge Display adalah salah satu rahasia dibalik ultra ringkasnya ZenBook Series. Teknologi ini membuat bezel pada empat sisi layar laptop ukuran hanya 2,8 milimeter-5,9 milimeter saja. Sebagai perbandingan, laptop konvensional yang bezelnya bisa mencapai 20 milimeter. Lumayan jauh ukurannya.

Berkat NanoEdge Display, jajaran ZenBook memiliki screen-to-body ratio yang sangat tinggi. Yaitu mencapai 95 persen sehingga layarnya terlihat lebih lega dan hampir tanpa batas. Tapi yang bikin keren nih, meski bingkai layarnya sangat tipis ketiganya masih sanggup disematkan IR Camera yang mendukung Windows Hello.

ErgoLift Design

Teknologi Ergilift Design membentuk sudut 3 derajat diantara layar dan body

Teknologi ErgoLift Design membentuk sudut 3 derajat diantara layar dan body. Foto: Komi Kendy

Teknologi ekslusif lainnya dari ZenBook adalah ErgoLift Design. “Body laptop jadi terangkat dan membentuk sudut 3 derajat. Posisi ini membuat pengguna ZenBook Series jadi nyaman untuk mengetik,” terang Anjas.

Keuntungan lainnya, posisi bodi dengan sudut 3 derajat juga membuat laptop ini jadi punya rongga ekstra di bawah body-nya ketika digunakan. Rongga ekstra membuat sirkulasi udara lancar. Suhu komponen pun jadi lebih terjaga. Selain itu, rongga tersebut juga membantu speaker pada laptop ini menghadirkan performa audio yang lebih baik.

Harman Kardon

Tulisan Harman Kardon di bawah keyboard. Foto: Komi Kendy

Tulisan Harman Kardon di bawah keyboard. Foto: Komi Kendy

“Ada yang mengamati tulisan di bawah keyboard? Tulisannya Harman Kardon?” tanya Anjas. Tak sedikit diantara peserta yang menggelang sembari menjawab belum.
Anjas menjelaskan, Harman Kardon merupakan brand teknologi audio speaker yang disematkan pada ZenBook series. Kelebihannya adalah kualitas suaranya yang lebih jernih dan nyaman didengar telinga. Disematkannya Harman Kardon ini membuat teknologi ErgoLite Design jadi lebih maksimal.

Fitur NumberPad

NumberPad sebagai keyboard virtual dilengkapi dengan lampu latar. Memudahkan bagi pengguna yang gemar bermain dengan angka. Foto : Komi Kendy

NumberPad sebagai keyboard virtual dilengkapi lampu latar. Memudahkan bagi pengguna yang gemar bermain dengan angka. Foto : Komi Kendy

Yang tak kalah menarik dari ZenBook adalah fitur unik NumberPad pada ZenBook UX333 dan ZenBook UX433. Ada keyboard virtual dengan lampu biru yang terintegrasi dengan touchpad. Sementara ZenBook UX533 mengusung layar 15 inci dan dilengkapi dengan tombol numpad fisik.

Seninya atau dua hari setelah gathering, Manajer Keuangan di kantor saya Mas Agus bilang, “Cocok nih laptop buat accounting. Kalau yang kerjanya ngitung-ngitung, sangat butuh ada NumberPad khusus di laptopnya.”

Saat dicoba secara langsung, mengetik di atas keyboardnya juga nyaman. Ini karena full-size backlit keyboard. Key travel sejauh 1,4 milimeter membuat setiap tombol pada jajaran laptop ZenBook terbaru terasa sangat nyaman ketika ditekan. Terus ada LED backlit-nya. Jadi kalau ruangan rada gelap, huruf dan angka tetap terlihat berkat lampu keyboard yang menyala.

Tenaga Kencang

ZenBook disematkan prosesor kencang Intel Core generasi ke-8. ASUS juga menyematkan discrete GPU NVIDIA.

ZenBook disematkan prosesor Intel Core generasi ke-8. Selain itu juga disematkan discrete GPU NVIDIA.Foto: Komi Kendy

ZenBook Series boleh saja menjadi laptop terkecil di dunia. Tapi jangan salah. Spesifikasinya bisa dibilang “the biggest”. ZenBook disematkan prosesor kencang Intel Core generasi ke-8. Selain itu ASUS juga sudah menyematkan discrete GPU NVIDIA. Makin gahar dah.

GPU membuat seri ZenBook performa grafis semakin powerful. GPU juga memastikan pengalaman visual jauh lebih baik ketimbang laptop dengan integrated GPU. Pada ZenBook UX533, ASUS menyematkan GPU NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-Q. Alhasil laptop ini dapat diandalkan menjalankan berbagai aplikasi yang membutuhkan performa grafis ekstra seperti video editor.

Selain itu, GTX 1050 Max-Q juga membuat ZenBook UX533 bsia menjalankan berbagai game. Sementara ZenBook UX333 dan UX433, ASUS menghadirkan GPU NVDIA MX150 yang sangat mumpuni untuk menemani kebutuhan bekerja dan hiburan sehari-hari. Hemat daya pula.

Tidak cukup itu saja. ZenBook terbaru ini semakin optimal berkat NVMe SSD 512GB. NVMe SSD memiliki kecepatan baca dan tulis yang lebih cepat dibandingkan SSD SATA standar. RAM tidak tanggung-tanggung. Kapasitasnya hingga 16GB.

Sistem Kemanan

Fitur singkat ASUS. Sumber: Youtube Asus

Laptop bisa dibilang ibarat diary pribadi. Bagi sebagian orang, laptop adalah barang privasi yang didalamnya ada data penting. Baik berupa foto, dokumen, program maupun video. Supaya isinya aman dan tidak sembarang orang bisa mengakses, ASUS sudah menyematkan sistem keamanan face recognition alias sistem pengenal wajah.
Sistem ini terintegrasi dengan Windows Hello. Penggunanya bisa masuk ke dalam sistem tanpa harus memasukkan password ataupun PIN. Karena menggunakan kamera infra merah khusus, laptop ini dapat memindai wajah secara akurat. Kameranya masih dapat mengenali penggunanya meski menggunakan aksesori topi atau kacamata.

Baterai Tahan Lama

Keunggulan lain dari trio ZenBook adalah daya tahan baterinya yang cukup lama. Konon laptop ini bisa bertahan hingga 14 jam dalam keadaan menyala. Keren banget ini kalau dibawa kerja ke luar kantor atau sambil traveling, nggak perlu bolak -balik sibuk cari colokan listrik buat ngecas. Jadi inget sama laptop saya yang baterainya cuma tahan 2 jam saja. Jauh sekali ya bedanya.

Mudah Terkoneksi

Sebagai perangkat yang mudah dibawa kemana-mana, laptop harus mudah pula terkoneksi. Baik dengan internet maupun dengan perangkat lainnya. Untuk itu ZenBook dilengkapi dengan fitur konektivitas yang lengkap. Laptop ini mengandalkan dual-band WiFi 802.11ac (2×2) untuk koneksi cepat dan stabil. Lalu ada konektivitas nirkabel Bluetooth 5.0 yang bisa digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat eksternal.

Sementara konektivitas melalui kabel pada jajaran laptop ini disokong oleh serangkaian port mulai dari USB Type-A dan Type-C, HDMI, hingga combo-audio jack untuk kebutuhan data, audio dan video.

Tahan Banting dan Getaran

Youtuber Anjas Maradita menjelaskan ketangguhan ZenBook. Foto: Komi Kendy

Youtuber Anjas Maradita menjelaskan ketangguhan ZenBook di ZenBook Blogger Gathering. Foto: Komi Kendy

Keunggulan lain dari Trio ZenBook terbaru adalah mengusung bodi yang lebih kokoh dari sebelumnya. Rupanya laptop ini sudah mengantongi sertifikasi standar militer MIL-STD-810G. Semua lini terbaru ZenBook lolos berbagai tes ekstrem. Mulai dari uji ketinggian, uji suhu dan kelembapan, hingga uji banting dan getaran.

Yang artinya ZenBook sangat cocok untuk orang-orang yang kesehariannya memaksimalkan penggunaan laptop bukan hanya untuk kerja di dalam ruangan saja. Tapi juga di luar ruangan. Sambil traveling maupun melakukan tugas lapangan.

Pilihan Warna

Dua pilihan warna Asus, Royal Blue dan Icicle Silver

Dua pilihan warna Asus, Royal Blue dan Icicle Silver. Sumber: Situs Asus

Desain body seri ZenBook terbaru ini menggunakan konsep Zen dengan spun-metal finish di bagian belakang layarnya. Untuk pilihan warna, ada dua pilihan warna yang tersedia. Ada Royal Blue yang memberikan kesan mewah dan premium seperti yang dibawa Mbak Katerina dan Anjas saat ZenBook Blogger Gathering. Dan satu pilihan warna lainnya adalah Icicle Silver hadir dengan nuansa unik dan elegan.

Berapa Harga ZenBook

Harga ZenBook. Sumber: Situs Asus

Harga ZenBook. Sumber: Situs Asus

Harga ZenBook. Sumber: Situs Asus

Harga ZenBook. Sumber: Situs Asus

Dengan fitur canggih dan spesifikasi premium, berapa sih harga ZenBook Series? Di situs resminya, harga ZenBook UX333 dan UX 433 dijual dengan harga Rp 15,3 juta-Rp 18,3 juta. Lalu untuk seri ZenBook UX533 harganya sekitar 26,9 juta.

Lengkap sekali ya pemaparan Anjas. Peserta semakin dibuat terkagum-kagum dengan laptop ini. Setelah memberikan review ZenBook Series, Anjas memberikan beberapa kuis seputar ASUS. Sebelum akhirnya sesi sharing ditutup dan peserta lanjut city tour.

Traveling Bareng ASUS

City Tour di Benteng Marlborough

Peserta ZenBook Blogger Gathering mengikuti city tour di Benteng Marlborough. Foto: Komi Kendy

Kalau biasanya yang namanya gathering hanya diselenggarakan indoor, ZenBook Blogger Gathering ini berbeda. Ada sesi city tour ke tempat wisata sejarah tersohor di Bengkulu. Namanya Benteng Marlborough.
Konon benteng peninggalan Inggris ini disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Begitu dikenal karena kondisi bangunannya yang masih utuh. Ditambah lagi view-nya yang menghadap laut. Jadi nilai tambah buat wisatawan berkunjung ke sini.
Sekitar pukul 14.30 WIB, para peserta meluncur menggunakan angkutan Grab dari Grage Hotel. Jaraknya hanya sekitar 10 menit ke Benteng Marlborough. Saya sendiri membawa kendaraan pribadi. Jadi bisa mengajak Mbak Katerina, Anjas dan beberapa kawan blogger ikut bareng. Kami melintasi daerah pesisir Pantai Panjang.

Saling Support
Blogger perempuan Bengkulu asyik mantengin ZenBook di Benteng Marlborough

Blogger perempuan Bengkulu asyik mantengin ZenBook di Benteng Marlborough. Foto: Komi Kendy

Anin foto bersama ZenBook UX333. Foto: Komi Kendy

Anin foto bersama ZenBook UX333 saat City Tour Zenbook Blogger Gathering. Foto: Komi Kendy

Matahari cukup menyengat ketika kami tiba. Setelah membayar tiket masuk Rp 5.000 per orang, cusss sesi foto-foto berlanjut. Sesi foto di benteng tak kalah seru dan kocak dari Grage Hotel. Totalitas kawan-kawan untuk menghasilkan foto terbaik bersama ZenBook.
Sangat terlihat dari semangat dan pose berfoto. Ada yang berguling di rumput, ada naik ke atap benteng, semua berpose ceria. Kerennya lagi nih, biarpun sesama peserta berkompetisi menampilkan foto terbaik, tapi semuanya bahu-membahu saling membantu bergantian memotret.
Tak terasa, dua jam kami berada di Benteng Marlborough. Yang artinya kami harus berlanjut ke agenda berikutnya di Aloha Cafe and Resto Pantai Panjang. Acara diisi dengan istirahat sembari menunggu dinner, pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah.

Event yang Berkesan

Peserta ZenBook Blogger Gathering di Aloha Cafe and Resto Pantai Panjang. Foto: Komi Kendy

Peserta ZenBook Blogger Gathering di Aloha Cafe and Resto Pantai Panjang. Foto: Komi Kendy

Overall, ZenBook Blogger Gathering di Bengkulu benar-benar sukses dan berkesan. Terbukti semua peserta antusias dan happy. Saya termasuk yang berbahagia. Sudah lama rasanya nggak hangout bareng blogger-blogger kece Bengkulu. Saya juga jadi kenal Mbak Katerina dan Anjas.
Biar kata sempat lelah karena kondisi fisik menurun berkat hamil 3 bulan, tapi “terbayar” dengan keseruan ZenBook Blogger Gathering. Apalagi saat foto-foto. Lama rasanya nggak motret. Sejenak saya melupakan rasa mual dan ngantuk yang sudah beberapa minggu terakhir kerap mendera.

Senangnya Dapat Hadiah
Sepuluh pemenang lomba foto ZenBook Blogger Gathering

Saya bersama sembilan pemenang lomba foto ZenBook Blogger Gathering lainnya. Foto Katerina

Para pemenang kuis di ZenBook Blogger Gathering

Para pemenang kuis di ZenBook Blogger Gathering. Foto: Katerina

Apalagi bonusnya, saya mendapat dua hadiah sekaligus dari ASUS. Berupa uang tunai. Yang pertama karena menjawab pertanyaan Anjas teknologi apa yang digunakan ASUS untuk membuat bezel pada empat sisi layar laptop ukurannya hanya 2,8 milimeter hingga 5,9 milimeter saja. Jawabannya NanoEdge Display.
Lalu hadiah kedua adalah yang paling dinanti. Lomba foto Instagram. Ehem, sempat nggak percaya bisa menang. Secara blogger yang lain masih pada lebih bersemangat, masih muda-muda dan segar. Biar begitu saya berusaha memposting foto terbaik dan menulis caption seperti yang disyaratkan tim ASUS.
Alhamdulillah, setelah mengirim 13 foto ke Instagram, akun @kendy_inop milik saya disebutkan Mbak Katerina sebagai satu dari 10 pemenang. Beberapa diantara yang saya posting hasil jepretannya Anin, Mbak Gia dan Fredy. Untungnya saya memiliki 5200 follower Instagram yang membuat saya makin pede buat share foto-foto brand Asus. Kalau kawan-kawan ingin menambah follower juga, klik tulisan saya terkait Tips Menambah Follower Instagram ya.

Hadiah untuk pemenang kuis, menciptakan pantun dan lomba foto diserahkan sebelum acara ditutup di Aloha Cafe and Resto Pantai Panjang sekitar pukul 19.00 WIB. Saya berharap acara ASUS di Bengkulu tidak hanya satu kali ini saja. Tapi ada lagi kedepannya ada challange dengan hadiah laptop ZenBook. Terima kasih ASUS.(**)

Artikel ini disertakan dalam lomba menulis ZenBook Blogger Gathering yang diselenggarakan ASUS.

Simulasi Pinjam Uang Online dari Kredivo

Simulasi Pinjam Uang Online dari Kredivo

SIMULASI pinjam uang online tak serumit yang dibayangkan kok. Yang jelas kamu harus perhatikan bunga, biaya admin serta tenor cicilan. Pastikan sudah disesuaikan dengan kemampuan finansial ya.

Makanya lembaga keuangan biasanya memberikan beberapa persyaratan. Maksudnya untuk mengukur seberapa besar risikonya dan seberapa besar kredit limit yang bisa diberikan sesuai dengan kemampuan finansial.

Buat jaga-jaga aja sih sebetulnya. Supaya nasabah enggak tergoda kalau dikasih kredit limit gede. Apalagi kalau lembaga pinjam uang online-nya bisa ngasih sampe Rp 30 juta kayak Kredivo. Uang segitu bukan cuma bisa memenuhi kebutuhan konsumtif aja lho. Tapi juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif.

Cara Pendaftaran

Namanya juga fintech, ya daftarnya juga harus online dong. Begitu juga dengan Kredivo. Untuk daftar Kredivo hal pertama yang harus kamu lakukan adalah unduh aplikasinyadi Google Play Store maupun App Store. Pilih salah satu sesuai dengan smartphone yang kamu miliki. Setelah itu tinggal ikuti saja langkah-langkah pendaftarannya seperti di bawah ini.

  1. Buka aplikasi Kredivo
  2. Pilih akun Premium Reguler
  3. Foto KTP (Data harus terlihat jelas)
  4. Foto selfie diri dengan wajah terlihat jelas
  5. Hubungkan akun e-commerce dengan riwayat transaksi sebagai bukti alamat
  6. Sambungkan internet banking sebagai bukti penghasilan
  7. Lengkapi data dengan benar
  8. Tunggu konfirmasi dalam waktu 1×24 jam

Mudah sekali bukan. Buat freelancer sih Kredivo udah pas banget karena tidak perlu pakai slip gaji. Oh ya, buat mendaftar menjadi member Kredivo memang ada syaratnya. Simak baik-baik ya syaratnya. Kadang-kadang syarat ini yang menentukan disetujui atau tidaknya pengajuan pinjam uang online serta menentukan besaran kredit limit yang akan diterima.

  • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon
  • Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan

Simulasi Pinjam Uang Online dari Kredivo

Proses pendaftaran memang membutuhkan waktu 1×24 jam. Tapi, untuk proses pengajuan pinjaman bisa lebih cepat kok, kurang dari 2 menit saja untuk membutuhkan persetujuan.

Cara mengajukan pinjaman mudah juga. Tinggal buka aplikasi Kredivo dan pilih antara pinjaman mini atau pinjaman jumbo sesuai dengan nominal yang dibutuhkan. Untuk pinjaman mini dibatasi hanya antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta saja. Sedangkan untuk pinjaman jumbo bisa sama dengan atau lebih besar dari Rp1 juta. Tergantung sisa kredit limit yang dimiliki juga ya.

Nah, berikut ini adalah simulasi kredit supaya kamu bisa punya gambaran tentang pinjaman dana tunai dari Kredivo. Biaya transparan dan tidak ada yang ditutupi.

Deskripsi Pinjaman Mini Pinjaman Jumbo Pinjaman Jumbo
Jumlah Pinjaman Rp1 Juta Rp1 Juta Rp1 Juta
Tenor 30 hari 3 bulan 6 bulan
Cicilan (2.95%) Rp1.034.790 Rp356.790 Rp187.540
Uang Diterima (Admin 6%) Rp940.000 Rp940.000 Rp940.000

Bunga Kredivo termasuk 50% paling rendah dibandingkan dengan fitech lainnya. Hanya 2,95% per bulan. Biaya admin pun hanya dikenakan di awal saja. Beda dengan fintech lain. Ada yang menerapkan bunga hingga 1% perhari. Selain itu dibebankan biaya layanan per hari dengan suku bunga yang tinggi. Risikonya juga lebih besar karena fintech seperti ini cukup banyak dan mulai meresahkan.

Cara Aman Memilih Fintech Terbaik

Baru-baru ini saja satgas Waspada Investasi baru saja menghentikan 168 aplikasi pinjam uang online yang tidak terdaftar apalagi memiliki lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka dihentikan karena berpotensi melanggar undang-undang. Salah satunya adalah membebani debitur dengan bunga yang sangat tinggi.

Cara paling aman untuk memilih fintech terbaik adalah perusahaan yang sudah terdaftar di OJK. Karena OJK sudah mengatur pengelolaan fintech terbaik yang memiliki orientasi tak hanya mencari keuntungan tapi juga menjadi solusi keuangan bagi masyarakat.

Perhatikan juga situsnya. Idealnya situs fintech sudah menyediakan informasi transparan tentang bunga, biaya admin, tenor serta denda jika melakukan keterlambatan pembayaran. Informasi ini sangat penting karena beberapa fintech abal-abal memang sengaja menyamarkan informasi ini untuk menjebak calon debitur.

Oleh karena itu, pahami perusahaan keuangan yang menawarkan pinjaman tunai dengan proses cepat secara menyeluruh. Pilih fintech yang sudah terdaftar di OJK seperti Kredivo. (**)