Warung Anak Sehat untuk Anak Generasi Maju - komikendy.com

Warung Anak Sehat Dukung Anak Generasi Maju

Sudah delapan tahun  PT Sarihusada Generasi Mahardhika dan Danone Ecosystem Fund meluncurkan program Warung Anak Sehat. Program ini terbukti turut menciptakan generasi maju dengan memberikan akses jajanan berkualitas, sekaligus memberdayakan perempuan. Seperti apa programnya? 

**

Setiap bunda pasti ingin anaknya mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Biar repot di pagi hari, tetap disempatkan menyiapkan bekal untuk dibawa ke sekolah. Tapi namanya anak-anak. Mereka acapkali juga menginginkan makanan jajanan kantin. Selain karena beragam, jajan di kantin terasa menyenangkan ketika anak berkumpul bersama teman-temannya.

Kalau sudah begitu, bunda tentu khawatir. Apakah makanannya higienis? Bagaimana kemasannya? Pakai pengawet dan pewarna berbahaya tidak ya? Pemanis buatannya seberapa banyak? Pelezatnya ? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu biasanya terbesit di hati bunda.

Bunda memang harus berhati-hati. Jangan sampai si kecil makan jajanan yang kurang sehat. Selain anak rentan kena berbagai penyakit, makanan tidak sehat juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) 2013 seperti dikutip dari situs mix.co.id, satu dari tiga anak berusia 5-12 tahun menderita masalah gizi. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan makan atau jajanan yang kurang higienis. Laporan aksi nasional Pangan dan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) tahun 2014 menunjukkan sebanyak 23,82 persen jajanan anak sekolah yang diuji Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) masih tidak memenuhi syarat akibat cemaran biologi.

Ciri-ciri Jajanan Tidak Sehat

Untuk mengantisipasi jajanan kurang sehat, bunda harus tahu apa saja ciri-ciri jajanan yang kurang sehat. Bisa juga disampaikan kepada anak sebagai edukasi dini mengenali jajanan yang kurang sehat. Ini dia ciri-cirinya:

Grafis: Komi Kendy
Grafis: Komi Kendy

Program Warung Anak Sehat

Untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi, PT. Sarihusada Generasi Mahardhika bersama Danone Ecosystem Fund melakukan program sosial. Namanya Warung Anak Sehat. Program ini bertujuan membentuk kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman sehat dan bernutrisi. Khususnya anak-anak usia SD, 6-12 tahun.

Program Warung Anak Sehat dimulai sejak 2011. Awalnya, pada 2011-2012 program sosial ini dilakukan di Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Konsepnya mengidentifikasi wanita di daerah yang masih memiliki tantangan malnutrisi untuk diajak menjadi pengusaha mikro. Ada 85 Warung Anak Sehat yang dibangun. Programnya terus meluas ke 446 sekolah di empat wilayah. Yakni dari Ambon, Bandung, Bogor dan Yogyakarta.

Manfaat Warung Anak Sehat

Siapa Saja yang Terlibat?

Berdasarkan data yang dirilis melalui fanpage facebook Warung Anak Sehat, hingga tahun 2018 program ini sudah melibatkan sekitar 34 ribu orang lebih. Terdiri dari :

27.861 Anak
6.122 Ibu
350 IWAS
232 Guru Sekolah

Apa Saja Kegiatannya?

Pelatihan

Resep masakan yang di-share oleh tim Warung Anak Sehat sebagai referensi membuat jajanan sehat.
Resep masakan yang di-share oleh tim Warung Anak Sehat sebagai referensi membuat jajanan sehat.

WAS melatih para ibu untuk membuat jajanan bernutrisi dan aman dari segi penggunaan bahan makanan. Secara berkesinambungan pelatihan diberikan kepada para IWAS untuk dapat menyediakan alternatif jajanan sehat berbasis lokal. Ketersediaan akses jajanan sehat serta edukasi gizi, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memperbaiki gizi anak sekolah.

Pendampingan

Para IWAS mendapat pendampingan secara berkala dalam mengelola usahanya.

Peningkatan Kemampuan Bisnis

Para IWAS dilatih mengelola keuangan agar modalnya terus berputar. Termasuk melakukan pembukuan secara mendasar untuk memantau laba berkala.

Duta Nutrisi

Pemilik kantin WAS Ibu Sri Wahyuni beserta rekan IWAS lain menjadi narasumber pada saat kunjungan Danone Vlogger Academy pada 2 Oktober 2019 lalu di SDN Sukasari Bogor, Jawa Barat.
Pemilik kantin WAS Ibu Sri Wahyuni beserta rekan IWAS lain menjadi narasumber pada saat kunjungan Danone Vlogger Academy pada 2 Oktober 2019 lalu di SDN Sukasari Bogor, Jawa Barat.

IWAS yang sudah mendapat pelatihan berbagi ilmu dengan menjadi narasumber ke sekolah. Salah satu contoh kegiatannya seperti yang dilaksanakan di SD Negeri Sukasari Bogor. Baru-baru ini, tepatnya pada 2 Oktober 2019 lalu sekolah itu mendapat kunjungan dari Danone Vlogger Academy.

Pemilik kantin WAS Ibu Sri Wahyuni beserta rekan IWAS lainnya menjadi narasumber. Ibu Sri menjelaskan aktivitasnya sebagai IWAS. Ia juga menjelaskan bagaimana mengelola pembukuan keuangan, jajanan apa saja yang dijual setiap harinya, hingga membuat menu sehat.

Libatkan Perempuan Penyandang Disabilitas

Disisi lain, Kota Bengkulu belum masuk ke dalam program Warung Anak Sehat. Sebagai warga Kota Bengkulu tentu saya berharap agar program Warung Anak Sehat juga dilaksanakan di kota yang menjadi tempat lahirnya ibu negara pertama RI Fatmawati ini. Di Kota Bengkulu ada 95 SD negeri dan swasta. Selama ini pengawasan dan sosialisasi terhadap jajanan di kantin sekolah-sekolah memang sudah dilakukan oleh BPOM Bengkulu. Tapi proses pengawasannya masuk kurang maksimal.

Langkah PT Sarihusada Generasi Mahardhika patut diapresiasi. Dengan kemampuan bisnis yang mumpuni, para ibu bisa mengembangkan usahanya untuk membantu ekonomi keluarga. Apalagi mungkin ada diantaranya yang menjadi tulang punggung keluarga.

Namun mengingat program ini adalah program berkelanjutan, diharapkan kedepannya tidak hanya menyasar IWAS dari kalangan ibu-ibu dengan kondisi fisik normal saja. Tapi juga penyandang disabilitas. Mengapa perlu melibatkan difabel?

Data Pusat Informasi dan Konsultasi Perempuan Penyandang Disabilitas (PIK PPD) Provinsi Bengkulu, ada 50 perempuan penyandang disabilitas. Mereka penyandang tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa. Sekitar lima orang diantaranya memiliki usaha sebagai penjual jajanan di kantin sekolah. Sebagai kaum marginal yang keberadaannya kerap dipandang sebelah mata, kesempatan mereka untuk mendapat pelatihan dalam program Warung Anak Sehat tentu akan menjadi lebih berarti. Sebagian besar difabel akan lebih berdaya ketika mereka memiliki keterampilan sendiri. Semoga kedepannya WAS makin banyak lagi menyasar sekolah yang ada di Indonesia. (**)

Tulisan ini disertakan dalam lomba menulis blog #jajansehatWAS #MombassadorSGMEksplor

Komi Kendy

Halo, saya adalah blogger pemula yang menyukai dunia menulis, fotografi dan traveling.

23 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Oktober 31, 2019 - 13:29

Bagus nih programnya, semoga makin luas program warung sehat seperti ini

Balas
Oktober 31, 2019 - 15:30

iya mbak, semoga semakin banyak lagi di kota kota lainnya

Balas
Oktober 31, 2019 - 15:28

Dengan adanya warung sehat, selain anak terjaga makanan jajanan bergizi nya, juga anak bisa belajar berwirausaha ya. Menjual dan membeli

Balas
Oktober 31, 2019 - 15:30

wirausahanya ditujukan kepada pemilik kantin teh Okti 😀

Balas
November 02, 2019 - 05:44

Wah ini sih program favorit ibu-ibu pasti yang pengen ngasi jajanan sehat buat anaknya tapi praktis. Semoga semakin meluas dan merata ya

Balas
November 01, 2019 - 13:23

Bagus banget ya programnya. Sebagai ibu, kita bisa jauh lebih tenag dengan adanya program ini.

Balas
November 01, 2019 - 22:58

iyaa mbk.. kalo kantinnya bersih, jajanannya sehat, bundanya ga khawatir lagi

Balas
November 01, 2019 - 20:56

berharap sekali warung anak sehat ini ada di setiap sekolah, soalnya sekarang di sekolah banyak sekali jajanan yang tidak sehat dan sulit tentunya mengontrol anak-anak untuk tidak jajan.

Balas
November 01, 2019 - 22:59

Anak-anak susah dilarang jajan.. saya juga berharap program ini nanti bisa tambah banyak menyasar sekolah lainnya

Balas
November 02, 2019 - 01:45

Postingan nya menarik nih mbak, infografis nya cantik. Ajari dong mbak bikin postingan kayak gini. Atau ini template blognya ya.

Balas
November 03, 2019 - 09:49

Atraktif deh blognya mba. Keren.

Btw senang ada program Warung Anak Sehat di Bogor, tapi masih penasaran nih, detailnya ada di daerah Bogor mana saja. Kan saya happy banget kalau ternyata ada di dekat tempat tinggal saya.

Balas
November 03, 2019 - 13:54

Banyaknya berita anak keracunan jajanan, membuat aku khawatir

Selama ini aku g pernah kasih uang saku ke anak, dan selalu membawakan bekal..

Aku takut dia jajan sembarangan

Balas
November 04, 2019 - 00:23

Wuih, bagus banget nih program Warung Sehat ini. Ya produknya, ya pengelolaannya. Mana melibatkan disabilitas pula. Semoga semakin banyak ya Warung Sehat seperti ini. Supaya banyak anak yang mendapatkan manfaatnya.

Balas
November 04, 2019 - 03:57

Waah…salut banget sama program Warung Sehat.
Memang kecerdasan anak selain dimulai dari stimulasi juga dari asupan makanan yang di konsumsi yaa..
Kalau sering sakit-sakitan karena makanannya gak bener kan…jadi menghambat anak pintar juga…

Balas
November 04, 2019 - 14:25

Selalu satu langkah lebih maju ya PT SGM i ni. Dengan jajanan sehat kita tidak perlu was-was jajanan yang dikonsumsi ne bahaya.

Balas
November 04, 2019 - 16:01

Sari Husada ini emang banyak banget programnya untuk membentuk generasi baru yang unggul ya keren deh

Balas
November 05, 2019 - 04:39

Warung jajanan sehat paling penting buat anak ya. Apalagi di sekolahan sangat banyak jajanan tapi kan secara kesehatan kita gak tau itu sehat bersih apa tidak.

Balas
November 05, 2019 - 22:07

Dengan adanya warung sehat di sekolah-sekolah, para orang tua tidak khawatir lagi klo anaknya jajan di sekolah karena sudah ada warung sehat.

Balas
November 06, 2019 - 04:15

Warung anak sehat memang diperlukan untuk menjaga kesehatan anak

Balas
November 06, 2019 - 06:36

jajanan sehat menurut ku penting banget, karena makanan yang di konsumsi berpengaruh terhadap kesehatan dan kecerdasan si anak.

Balas
November 06, 2019 - 07:24

Programnya keren ya mbak…. Memberi umpan sehingga dapat digunakan semaksimal mungkin untuk memancing ikan… jadi gak memberi ikan langsung… Jadi manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan… Mantap… semoga manfaatnya bisa meluas ke kota dan daerah lain di indonesia yaa

Balas
November 12, 2019 - 02:30

Tips nya menarik, bisa jadi bekal pengetahuan untuk calon ibu dan ibu-ibu muda jika anaknya ingin jajan. Terima kasih informasinya 😀

Balas
November 21, 2019 - 00:07

Saya selalu memberikan anak saya bekal makanan untuk di sekolahnya. Dan kalaupun saat tidak bawa saya anjurkan kakak untuk jajan di kantin sehat milik sekolah.

Balas

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *