USB OTG SanDisk, Cara Ampuh Simpan Data dengan Aman

USB OTG SanDisk, Cara Ampuh Simpan Data dengan Aman

Era milenial, eranya digital. Nyaris tiada hari kehidupan dijalani tanpa berkutat dengan data di smartphone. Baik itu foto, video, musik maupun dokumen penting lainnya. Nyatanya, untuk penyimpanan yang aman, USB OTG SanDisk adalah solusinya.

Belasan tahun lalu, tepatnya zaman mahasiswa, memiliki flashdisk dengan kapasitas 1-2 gigabyte (GB) sudah menjadi barang mewah. Bangga rasanya ketika mengalungkannya di leher. Kala itu, file yang disimpan hanya sebatas foto dan logo universitas atau berkapasitas kecil. Juga dokumen word atau excel berisi tugas. Aksesnya pun hanya melalui perangkat PC.

Seiring berjalannya waktu dan kecanggihan teknologi, media tempat penyimpanan yang dibutuhkan semakin besar. Perangkatnya pun mulai beragam. Tak hanya PC dan laptop. Kemana-mana kita semakin dimudahkan membawa berbagai macam data dari perangkat yang paling mudah diakses melalui satu genggaman. Yap. Smartphone.

Smartphone Andalan Jutaan Umat

USB OTG Sandisk
USB OTG Sandisk kompatibel untuk laptop dan smartphone. Foto: Komi Kendy

Berdasarkan data Western Digital yang menaungi brand Sandisk #SanDiskAPAC, 97 persen responden menyatakan sepenuhnya mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam kesehariannya. Sebanyak 93 persen menggunakan fitur kamera untuk mengambil gambar, 87 persen menelpon, 72 persen chatting, 63 persen merekam video dan 63 persen mengakses media sosial.

Terbanyak, data yang tersimpan di memori 98 persennya berupa foto, 79 persen video, 71 persen musik, 56 persen aplikasi dan 28 persen dokumen. Survei ini dilakukan pada 27 Februari-11 Maret 2019 lalu dengan 1.120 responden dewasa diatas 18 tahun di enam kota besar. Yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Makassar.

Sayangnya, tak semua dari kita mampu membeli  smartphone flagship dengan memori besar dengan harga dua digit, alias diatas Rp 10 juta. Dimana dengan harga semahal itu, kita bisa menjadi pemilik smartphone berkapasitas internal up to 64 GB. Alhasil, notifikasi “media penyimpanan Anda hampir habis” kerap wara-wiri di layar. Jelas ini menjengkelkan.

Survei Western Digital menyebutkan mayoritas pengguna smartphone di Indonesia berkapasitas 16-32 GB. Dimana 30 persen diantaranya pengguna ponsel dengan memori 16 GB dan 26 persen menggunakan ponsel bermemori 32 GB. Setelah dipakai untuk menginstall aplikasi-aplikasi wajib dan menyimpan sedikit data, 49 persen responden mengakui hanya memiliki sisa 1-3 GB saja di ponselnya.

Untungnya sekarang sudah dikenal USB On the Go (OTG). Fungsinya sangat istimewa. Menjadi andalan untuk memindahkan file dari satu perangkat Android ke perangkat lainnya. Bahkan dilengkapi dengan space penyimpanan yang mumpuni. Selain untuk keperluan pribadi, pekerjaan saya sejak masih menjadi jurnalis aktif hingga kini menggawangi divisi iklan di sebuah media cetak terbesar di Bengkulu, semakin dimudahkan.

Kehilangan Nan Jadi Pelajaran

Bentuknya yang mungil membuat USB OTG SanDisk ringan dan nyaman dibawa kemana-mana
Bentuknya yang mungil membuat USB OTG SanDisk ringan dan nyaman dibawa kemana-mana. Foto: Komi Kendy

Soal kehilangan, tak ada manusia yang merasa sedih jika kehilangan hal yang berharga. Apalagi itu berupa foto, video atau data penting lainnya. Baik menyangkut privasi seperti foto kenang-kenangan pribadi saat traveling atau bersama orang terkasih, maupun data penting terkait pekerjaan.

Soal kehilangan yang satu ini siapapun mungkin pernah merasakan. Begitu halnya dengan saya yang awalnya hanya mengandalkan media penyimpanan memori internal di ponsel semata. Bahkan bukan cuma satu kali.

Kehilangan pertama adalah ketika ponsel secara tak sengaja diserang virus akibat menyambungkan ponsel ke PC di kantor yang sudah terjangkit lebih dulu. Tanpa ampun, semua file berharga di smartphone lenyap tanpa bekas. Bagian paling menyedihkan, isinya adalah foto-foto yang dipindahkan dari kamera sepulang traveling.

Memang biasanya saya memindahkan foto-foto hasil bidikan terbaik dari kamera ke ponsel, untuk diedit. Selanjutnya lebih mudah dipost ke media sosial. Walau ada jejaknya beberapa di medsos. Namun file asli dengan kapasitas berharga. Apalagi tidak semuanya sudah masuk medsos. Bagaimanapun kenangan tak bisa diulang.

Kali kedua kehilangan data foto dan video berharga saat ponsel dimainkan Sean Kilimanjaro. Putra pertama saya yang masih balita. Entah apa yang disentuh-sentuh, semua foto di ponsel mendadak hilang. Paling disayangkan yang banyak hilang adalah foto dan rekaman saat Sean baru lahir dan masih bayi. Apesnya, saya tidak melakukan back-up data ke perangkat lainnya.

Ternyata masalah kehilangan data bukan hanya saya seorang yang pernah mengalami. Masih berdasarkan hasil survei Western Digital 67 persen pengguna smartphone di Indonesia pernah kehilangan data. Lalu 80 persen diantaranya sudah menyadari pentingnya mem-back up data. Sayangnya hanya sepertiganya saja yang mem-back up data tersebut secara rutin.

Dibuang Sayang Bikin Galau

 

Selain kehilangan data karena virus (18 persen) dan terhapus secara tidak sengaja (21 persen), masalah kehilangan data yang terbesar adalah #DibuangSayang. Terus terang saya termasuk yang suka galau kalau harus menyeleksi mana foto-foto yang mau dihapus, supaya memori tidak cepat penuh. Dan ada 51 persen responden mengalami hal serupa.

Lalu masalah lainnya sebanyak 26 persen mendapatkan notifikasi memori penuh dan 22 persen mengalami malfungsi pada ponselnya. Nah, untuk membantu pengguna ponsel mengelola data dengan mudah dan cepat, Western Digital memproduksi Sandisk Dual Drive dan iXpand® Flash Drives.

Mengenal USB OTG SanDisk

USB OTG SanDisk dijual dengan berbagai varian bentuk, kapasitas dan harga
USB OTG SanDisk dijual dengan berbagai varian bentuk, kapasitas dan harga. Foto: Komi Kendy

Punya pengalaman kehilangan data, membuat saya sadar akan pentingnya melakukan back up. Hasil berselancar di dunia maya, penggunaan USB OTG menjadi solusinya. Dari referensi seorang teman di kantor, menggunakan USB OTG SanDisk Dual Drive dan iXpand® Flash Drives adalah cara paling praktis dan aman.

Kenapa lebih praktis? Bukankah sudah ada fitur bluetooth, WiFi Direct, hingga melalui e-mail dan aplikasi pesan instan lainnya, kita bisa tinggal share? Nyatanya fitur-fitur yang sudah tersemat di ponsel itu akan menemui kendalah jika file yang ingin disimpan adalah file original ukuran besar. Belum lagi jumlahnya yang bisa sampai ratusan atau bahkan ribuan megabyte. Baik itu video, musik atau foto. Filenya pun tidak cuma hitungan jari. Sungguh butuh waktu lama untuk mentransfer. Mana betah lama-lama. Sementara dengan menggunakan USB OTG SanDisk, kecepatan transfer filenya mencapai 150MB/s.

Baru-baru ini saya membeli SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 dengan garansi lima tahun. Pas sekali sedang ada promo khusus dengan harga terjangkau. Kenapa saya pilih SanDisk, alasannya tentu saja karena brand ini sudah tidak asing lagi. Sejak bertahun-tahun lalu saya menggunakan memori SDHC Extreme Pro dan CF Extreme Pro untuk kebutuhan memotret dan video.

USB OTG SanDisk yang saya beli berkapasitas 32 GB berwarna hitam transparan. Cukuplah untuk mem-back up memori ponsel saya yang sudah 64 GB. Ukurannya sebanding dengan flash drive biasa. USB 3.0 dikenal berkecepatan tinggi , sehingga mampu mentransfer satu film penuh ke drive dengan lebih cepat dari drive USB 2.0 standar. Di pasaran, USB OTG memiliki empat varian penyimpanan. Paling kecil penyimpanan 16 GB. Sementara terbesar 128 GB. Tinggal pilih sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki.

Punya Dual Konektor

Dual konektor yang ada pada USB OTG SanDisk. Foto: Komi Kendy
Dual konektor yang ada pada USB OTG SanDisk. Foto: Komi Kendy

OTG yang saya miliki punya dua jenis konektor. Yaitu USB 3.0 tipe A standar (untuk PC) dan USB 3.0 Micro B (untuk smartphone). Berhubung salah satu ponsel yang saya pakai memerlukan konektor tipe C, saya memanfaatkan konektor penghubung tambahan. Diamati dari bentuknya, setiap konektor ditempatkan di sisi berlawanan. Hanya satu buah konektor yang bisa dipakai dalam satu waktu.

Konektor yang sedang tidak dipakai bisa ditutup dengan cover terintegrasi yang meminimalisir resiko kehilangan penutup. Tinggal di-slide atau geser saja untuk menyesuaikan dengan fungsinya. Dengan dua jenis konektor tersebut, otomatis Ultra Dual USB Drive bukan hanya bisa dipakai memindahkan data antar perangkat smartphone. Tapi juga namun juga PC desktop, notebook, Mac ataupun perangkat lain yang memiliki port USB.

SanDisk Memory Zone

Memory Zone, aplikasi yang digunakan pada smartphone oleh para pengguna USB OTG SanDisk
Memory Zone, aplikasi yang digunakan pada smartphone oleh para pengguna USB OTG SanDisk. Foto: Komi Kendy

Untuk menggunakan USB OTG SanDisk, caranya cukup mudah. Apalagi kalau sudah download SanDisk Memory Zone di PlayStore. Tapi sebelumnya untuk memastikan ponsel kita kompatibel atau tidak dengan OTG ini, cek dulu seri ponselmu di situs www.sandisk.com/dualdrive.

Setelah OTG ditancapkan, perangkat smartphone akan langsung mendeteksi. Tampilan ponsel pun akan diarahkan untuk secara otomatis masuk ke aplikasi untuk melihat, mengakses, menyalin, menyimpan data dari memori ponsel Anda dalam satu lokasi. Aplikasi ini juga mampu secara otomatis memindahkan file dari perangkat ke drive untuk membebaskan ruang.

Selain keutamaan menyimpan, salin dan transfer, Memory Zone sendiri menyediakan fitur pembersih media WhatsApp dan pencadangan. Selain itu juga ada alat untuk menghapus file sampah. Setelah selesai memindahkan data, jangan lupa “safe remove” atau menggunakan fitur melepaskan dengan aman melalui notification panel Android untuk melepas Ultra Dual USB Drive ini.

Di Memory Zone, baik pengguna Sandisk Dual Drive maupun iXpand® Drive App juga dapat mem-back up berbagai konten langsung dari media sosial. Baik itu fto maupun video, semua bisa dipindahkan ke USB OTG Sandisk atau iXpand Flash Drive. Dengan begitu para pengguna tidak mudah kehilangan file dan konten penting dari media sosial. Bukan hanya yang diposting oleh akun sendiri, tapi juga yang di-tag oleh akun teman.

Lantas bagaimana dengan penggunaan di laptop, notebook atau PC? Tetap sama mudahnya. Karena perangkat ini akan berlaku seperti flash drive standar lainnya. Tinggal tancapkan di port USB-nya, lalu akan terdeteksi dengan perangkat kita. Oh iya, pastikan perangkatmu sudah terinstal Windows Vista, WIndows 7, Windows 8, Windows 10 atau Mac OS X v10.7+. Untuk melepasnya, tinggal klik kanan, pilih “eject”. Gampang sekali bukan?

USB OTG SanDisk, si mungil yang jadi andalan back up data. Foto: Komi Kendy
USB OTG SanDisk, si mungil yang jadi andalan back up data. Foto: Komi Kendy

Kesimpulannya buat saya, OTG USB Sandisk dan iXpand® Flash Drives punya keunggulan :

  1. Praktis digunakan
  2. Ringan dibawa kemana-mana
  3. Data yang disimpan aman
  4. Transfer data sangat cepat
  5. Modelnya kece
  6. Bikin lega memori smartphone

So, tunggu apalagi. Jatuhkan pilihanmu dengan mempercayakan pencadangan data penting dan berharga hanya kepada USB OTG SanDisk.(**)

 

 

Komi Kendy

Halo, saya adalah blogger pemula yang menyukai dunia menulis, fotografi dan traveling.

7 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Nofriannda

September 25, 2019 - 13:16

milenial gampang digunakan dan dibawa2 kmn2

Balas
September 25, 2019 - 18:12

Praktis sekali memindahkan data dari smartphone ke penyimpanan yang lebih aman.. ya pakenya OTG SanDisk

Balas
September 26, 2019 - 03:08

WAh iya banget Kehilangan bisa jadi Pelajaran, kehilangan sesuatu yang harusnya kita simpan baik-baik pasti nyesek. Tapi sekarang sudah ada OTG dari SanDisk ya mbak, jadi gak khawatir lagi kehabisan memori.

Balas
September 30, 2019 - 04:05

Kecil praktis n berguna banget buat legain kapasitas smartphone pas lagi butuh-butuhnya

Balas
Oktober 01, 2019 - 02:08

Bener banget.. USB otg sekarang jadi barang wajib punya untuk mindahin data atau backup..

Balas
Oktober 03, 2019 - 13:25

Lebih mudah dibawa kemana-mana ini mah
aku juga jadi kepincut sama yang 128 GB
kayaknya bakoh banget gitu bisa nyimpen apa aja 😀

Balas
Oktober 05, 2019 - 06:10

Karena pengalaman kehilangan data smartphone, jadi tambah aware untuk rutin backup
Dan backupnya pakai USB OTG SanDisk dong yang punya 2 konektor, buat USB dan micro-USB hheeee

Balas

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *