Tiga Air Terjun Baturoto dan Mitos Jodoh

PANORAMA indah tiga air terjun di kawasan kaki Gunung Hulu Palik, Desa Batu Roto, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, mungkin sudah ada yang pernah mendengarnya. Yakni Air Terjun Cincin, Air Terjun Tengah dan Air Terjun Ujung.

Tapi hingga kini yang datang ke sana, masih kalangan terbatas. Didominasi mahasiswa dan para penggiat alam. Wajar saja. Karena bagi masyarakat umum, jalurnya yang masih tanah liat, licin dan berair, membuat aksesnya sulit dilalui. Jarak sekitar 4 kilometer, dari pos tempat terakhir yang bisa dilalui kendaraan bermotor, membuat pengunjungnya perlu waktu hingga dua jam untuk berjalan kaki.

Belum lagi banyak hewan pacet yang kerap hinggap di kaki dan mengisap darah. Beberapa waktu lalu, saya mendatangi tiga air terjun itu bersama anggota Komunitas Pencinta Puspa Langka, mahasiswa Universitas Dehasen (Unived) dan Universitas Prof. Dr. Hazairin. Kelompok perjalanan ini disebut Jalan-Jalan Bersama Sahabat (JJBS).

Rombongan datang hingga 17 orang menggunakan kendaraan roda dua dan ditemani guide penggiat alam bernama Bram.

Dari pintu rimba hingga air terjun cincin, berjalan hingga 45 menit melintasi perkebunan warga, hutan bambu dan lumut, juga menyeberangi sungai berbatu licin. Kami juga sempat melihat lorong tanah liat yang konon kabarnya bisa tembus ke jalur utama bagi yang beruntung, tapi tembus ke terowongan.

Tiba di air terjun Cincin, Anda akan disajikan pemandangan air terjun yang menerobos batu melingkar. Itulah mungkin sebabnya mengapa disebut air terjun cincin. Tingginya sekitar 20 meter dengan curah air yang lumayan deras terutama ketika hujan turun. Di sini banyak batu besar yang bisa dijadikan tempat piknik menikmati makan siang.

Mitos Jodoh

Kepala Desa Batu Roto, Wasri menerangkan keindahan air terjun di desanya memiliki potensi dan daya tarik yang besar. Namun sayangnya, belum didukung dengan akses jalan yang bagus. Untuk sementara, baru jalan masuk dari jalan raya menuju pos utama saja yang sudah dikoral menggunakan dana Pemberdayaan Nasional Masyarakat Pedesaan (PNPM).

“Biasanya yang datang ya dari kalangan mahasiswa itulah. Ada yang dari Kota Bengkulu, juga pernah ada dari Jambi. Kalau diolah dan dipoles lagi oleh Dinas Pariwisata, terutama dibukakan akses jalannya, saya yakin banyak pengunjungnya. Dampaknya bisa membantu perekonomian warga,” tutur Wasri.

Di sisi lain, tiga air terjun nan cantik itu dikatakan Wasri punya mitos tersendiri. Mitos diceritakan turun temurun dari orang-orang tua mereka dulunya. Diyakini di sana ada batu balok bertumpuk sepanjang 4 meter, yang tidak bisa dilihat oleh semua pengunjung. Batu yang kerap menghilang dan muncul itu, hanya bisa dilihat oleh orang tertentu.

“Bila bernasib baik dan bisa duduk di atas batu itu, mitosnya bisa cepat mendapat jodoh. Apalagi jika lekas mencuci muka dan berwudhu. Saya sendiri Alhamdulillah pernah melihat batu balok itu. Biasanya suka muncul di air terjun Tengah,” tutur Wasri.

Selain air terjun Cincin, Tengah dan Ujung, lanjut Wasri, Desa Batu Roto masih memiliki banyak aset wisata yang belum terjamah. Di kaki gunung Hulu Palik itu juga ada Danau dan Air Terjun Rau-Rau dan Danau Kese’ (sebutan warga).

“Jaraknya cukup jauh dibandingkan tiga air terjun itu. Makanya sangat sedikit yang pernah ke danau dan air terjun Rau Rau. Warga kami sudah ada yang pernah ke sana,” pungkasnya.(ken)

10 Comments Add yours

  1. Apura berkata:

    Wih keren banget air terjunnya. Fotonya bagus bagus mba

    1. admin berkata:

      iyaahhh kerenn apura air terjunnya.. sayangnya aksesnya masih sulit.. banyak pacetnyaa..

  2. Ria fasha berkata:

    Wahh baturoto punya cerita sendiri untuk keluarga aku mbak. Dulu adikku hanyut diterpa air bah di baturoto tapi dy selamat. Temannya meninggal…
    Dibalik keindahan tetap harus hati2 krn sering ada adir bah tiba2

    1. admin berkata:

      innalillahiwainnalillahirojiun.. iya ya mbak.. mesti hati-hati.. apalagi jalurnya ada yang nyebrang sungai..

  3. Relinda Puspita berkata:

    Pernah ke sini. Gak tahu ada mitos itu.

    1. admin berkata:

      ini juga baru tau ada mitosnya karena setelah pulang, nelpon kepala desanya buat cari info tambahan 😀

  4. Keluarganawra berkata:

    Dulu kecil2 pernah diajak uwak ke sini tapi ya gitu udah lama, gak dakamrea juga, jadi pada gak ngeh ya

    alamnya juga asri, mandi di siring aliran sungainya aja sejuk bangetlah

    1. admin berkata:

      Udah pernah yaa mbak ke sini

  5. wah ada mitosnya juga toh mb, baru ngeh, btw penasaran karena gak jadi2 mau kesana hiks hiks

    1. admin berkata:

      aiii banyak pacetnya Prio kalo ke sana 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *