Pendiri Benmall Jebri Kertadjaja masih energik di usianya yang sudah 65 tahun.
LIPUTAN REVIEW

Sejarah Benmall, Berawal dari Niat Ingin Majukan Bengkulu (1)

Tepat 17 Maret, Kota Bengkulu tahun ini memasuki usia 299 tahun. Dalam perjalanannya keberadaan Bencoolen Mall (Benmall) sebagai mall pertama di Bumi Rafflesia menjadi salah satu titik awal bergeliatnya percepatan ekonomi. Keberadaannya juga andil dalam tumbuhnya iklim investasi.

KOMI KENDY, Kota Bengkulu

DULU orang melihat kawasan yang sekarang berdirinya Bencoolen Mall (Benmall) adalah rawa becek yang sama sekali tidak dilirik pembangunan. Tapi 12 tahun lalu, Jebri Kertadjaja, pendiri Benmall, bersama rekannya melihat rawa terbengkalai itu sebagai tempat strategis. Cocok untuk mendirikan pusat perbelanjaan dan wahana wisata.

Terbukti. Kawasan Penurunan yang dulu sepi, sekarang menjadi “pusat kota” baru. Hotel, restoran, ruko fashion, Statisun Umum Bahan Bakar (SPBU), hingga rumah kos, ikut berdiri di sekitar mall.

“Tahun 2006 kami beli lahan 1,5 hektare. Lalu ajukan izin ke walikota. Sebagian rawa, ada kebun kelapa. Banyak yang heran kenapa beli tanah rawa. Bukannya di kawasan jalan lintas, atau tempat lain. Bahkan saat itu sempat ditawari lahan lain oleh Pak Gubernur era bapak Agusrin Najamuddin,” kata Jebri membuka pembicaraan dengan RB saat kunjungannya ke Bengkulu, Jumat (16/3) lalu.

Saat itu, Jebri menolak. Ia berprinsip, mall lebih potensial jika berdiri di kawasan pantai. Apalagi Pantai Panjang nyatanya memang menjadi primadonanya wisata Kota Bengkulu. Lantas bermodal dana Rp 15 miliar, pembangunan dimulai.

Pembangunan mal, berjalan mulus. Bahkan mendapat support penuh dari Walikota Bengkulu era alm. H. Chalik Effendi. Bahkan Chalik meminjamkan lahan Pemkot dengan perjanjian, kurun 30 tahun aset Benmall yang sekarang akan menjadi milik Pemkot.

“Tidak hanya mall yang kami bangun. Setahun kemudian, tepatnya tahun 2007, kolam renang dengan water boom pertama di Bengkulu selesai dibangun. Kita (Benmall) yang pertama kali membuka,” tutur pria berusia 65 tahun ini.

Sempat Sulit Cari Investor

Seiring dengan dibukanya water boom, Benmall yang dulu dikenal dengan dana Bengkulu Indah Mall (BIM) pun mulai beroperasi. Ada 40 ruko disewakan. Tantangan terbesar bagi Jebri pun muncul.

“Tantangan yang terberat itu bukan pada proses dan pembangunan mendirikan mall. Tapi mendatangkan orang dari luar untuk investasi di Bengkulu. Investor masih enggan masuk Bengkulu karena persoalan akses transportasi yang masih sangat sedikit. Kalau nggak ada Garuda, belum mau buka cabang di Bengkulu. Selain itu juga terkait dengan persoalan administrasi (perizinan, red),” ungkap Jebri.

Sembari mencari investor dari luar, Jebri berinisiatif membuka supermarket sendiri. Jika masih ada yang ingat, Jesco namanya. “Terus terang saya ini basic-nya kontraktor. Tidak punya bakat dagang. Tapi supaya mall-nya terisi, ya kita buka lah supermarket sendiri,” ujar Jebri.

Lambat laun, seiring dengan percepatan pembangunan dan gencarnya membuka akses transportasi udara dan darat, investor mulai masuk. Hypermart sebagai salah satu supermarket terbesar di Indonesia, bersedia menanamkan investasi buka di Bengkulu.

Setelah itu pengelolaan yang tadinya “tradisional” kini dipercayakan pada pengelolaan modern. Berbagai inovasi dan pengembangan dilakukan oleh manajemen baru, yang semuanya merupakan orang Bengkulu. Mulai dengan mengubah nama dari BIM menjadi Benmall, hingga menambah fasilitas lainnya.

Melihat perjuangan yang dilakukannya 12 tahun lalu, Jebri mengakui senang melihat kondisi Benmall saat ini. Walau dalam perjalanannya progress pertumbuhan mall di Bengkulu lebih lambat dibandingkan dengan provinsi lain, namun ia optimis Benmall bisa menjadi mall yang manfaatnya sangat besar bagi perekonomian Kota Bengkulu ke depan.

Apalagi Benmall merupakan pusat perbelanjaan yang sasaran investornya adalah investor nasional. Sebut saja yang sudah dibuka sekarang selain Hypermart. Ada Matahari, Planet Surf, Miniso, Sport Station, Erafone, 3 Second dan lain-lain.

“Niat awal membangun mall di Bengkulu, bukan hanya mencari keuntungan. Tapi lebih pada niat ingin membangun Kota Bengkulu. Setelah investasinya membaik, saya berharap kedepannya mall tidak hanya menjadi pusat belanja. Tapi juga menjadi sarana liburan keluarga dan pusatnya membangun karakter anak muda yang baik,” ungkap Jebri.(bersambung)

12 thoughts on “Sejarah Benmall, Berawal dari Niat Ingin Majukan Bengkulu (1)

  1. Baru tahu ternyata begitu banyak nya perjuangan untuk mendirikan Benmall yang saat ini sudah ramai pengunjung dalam ataupun luar negeri. segala sesuatu memang butuh penggagas dan perjuangan untuk yang lebih baik. semoga Bengkulu lebih dan tambah maju lagi.

  2. wah.. aku baru tahu lho sejarah pembangunan Bencoolen Mall ini, tapi belum lengkap banget yakk karena masih to be continued,, aku jadi gak sabar pingin nunggu sambungannya.. jangan lama-lama ya Mbak nulisnya.. hihi

  3. Niat awal yang sangat mulia,tidak hanya mengejar keuntungan tetapi lebih ke tujuan untuk membangun Kota Bengkulu, dan Alhamdulillah hasilnya bisa kita rasakan sekarang, tak hanya BennMall yang maju,kawasan sekitar pun ikut maju. Sukses selalu untuk Bennmall dan Bengkulu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top