Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu
FOTO HARI INI TRAVELING

Rumah Pengasingan Bung Karno

JIKA bertandang ke Kota Bengkulu, jangan lewatkan tempat wisata yang satu ini. Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu. Selama kurun empat tahun, tepatnya 1938-1942 presiden RI yang pertama itu pernah menempati rumah yang berada di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Anggut Atas.

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu
Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu termasuk mudah untuk dijangkau. Dari pusat kota di Jalan Soeprapto, hanya sekitar 500 meter saja. Menyusuri trotoar dengan berjalan kaki menuju ke sana sudah juga cukup nyaman. Karena bisa sambil melihat-lihat toko souvenir yang ada di jalan yang sama.

Walau sudah berusia puluhan tahun, namun Rumah Pengasingan Bung Karno cukup terawat. Dibawah pengelolaan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, rumah ini  masih tampak asri dan tertata. Khususnya di bagian taman. Walaupun di bagian dalam, khusus koleksi-koleksi buku peninggalan Bung Karno, sudah ada yang mulai lapuk.

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu
Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Tiket Masuk

Bagi pengunjung, sudah ada tarif khusus yang dikenakan sebagai biaya masuk. Rp 3.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp 2.000 untuk pengunjung anak-anak. Namun biaya cukup mahal dikenakan bagi yang ingin memotret prewedding dan liputan wartawan secara khusus.

Untuk prewedding dikenakan Rp 150 ribu. Sementara untuk liputan media mencapai Rp 200 ribu per satu kali liputan. Buat saya, untuk yang liputan khusus media, rada kemahalan ya. Padahal kan kalo diliput media secara gratis, dampaknya buat promosi wisata juga. Tapi yaaaa, mungkin ada pertimbangan lain.

Begitu menginjak lantai teras rumah, rasanya adem. Rumah ini memang berlantai semen dan semi permanen. Ada beberapa bagian ruangan yang dindingnya berbahan kayu. Langit-langitnya pun cukup tinggi.

Pertama-tama kita akan menemukan penjagaan tempat mengisi buku pengunjung. Sembari membayar tiket masuk. Bagian teras ini menghubungkan antara ruang kerja Bung Karno di bagian depan dan bagian ruang tamu.

Rumah Pengasingan Bung Karno menyimpan berbagai koleksi. Mulai dari sepeda ontel, buku-buku, baju pementasan Monte Carlo, ranjang dan perabotan lainnya.

Karena sudah mulai termakan usia, pengunjung yang datang hendaknya tak perlu menyentuh benda-benda itu. Cukup lah ya dengan melihat dan memotretnya saja. Untuk mengantisipasi pengunjung yang “jahil” seperti sepeda ontel, sekarang sudah dimasukkan ke dalam kotak kaca.

Kenapa saya bilang pengunjung jahil? Percaya atau enggak nih ya. Menurut keterangan penjaganya, busa tempat duduk sepeda itu aja dicungkilin dikit-dikit oleh oknum pengunjung. Padahal buat apa ya untungnya. Hanya merusak. Padahal kalo dulu zaman saya kecil, kita bisa lof berfoto sambil pegang-pegang atau duduk di sepedanya. Sekarang, sudah dilarang.

Selain koleksi diatas, juga ada foto-foto Bung Karno bersama keluarganya saat masih di Bengkulu. Beberapa diantaranya ada foto bersama istrinya yang asli putri Bengkulu, ibu Fatmawati.

Konon rumah ini juga menjadi saksi bisu kisah cinta Bung Karno dengan ibu negara pertama Republik Indonesia ini. Terus juga ada papan diorama berisi keterangan dan informasi seputar sejarah Rumah Pengasingan Bung Karno.

Pada bagian belakang rumah, juga ada teras. Di sana ada penjual souvenir dan makanan khas.

Di bagian belakang rumah, juga ada yang kerap menarik perhatian pengunjung. Yap. Sumur. Banyak yang cerita, kalau ke Rumah Pengasingan Bung Karno jangan lupa mencuci muka atau berwudhu. Bukan karena supaya awet muda loh ya, hehe, tapi supaya lebih segar terutama saat berkunjung di waktu cuaca Bengkulu sedang terik-teriknya.

Nah, penasaran sama Rumah Pengasingan Bung Karno? Ayo berkunjung ke Bengkulu.(**)

3 thoughts on “Rumah Pengasingan Bung Karno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top