Pulau Tikus, Pulau Cantik di Seberang Kota Bengkulu

Pulau Tikus, Pulau Cantik di Seberang Kota Bengkulu

Pulau Tikus menawarkan pemandangan alam yang indah.
Pulau Tikus menawarkan pemandangan alam yang indah.

NAMA Pulau Tikus sebagai destinasi wisata bahari di Kota Bengkulu, sudah cukup dikenal. Apalagi seiring dengan bertambahnya jasa perjalanan wisata yang menawarkan paket menarik, dengan harga bersaing. Ini membuat akses menuju ke sana semakin mudah.

Pulau Tikus letaknya berada sekitar 10 mil laut dari Kota Bengkulu. Biasa ditempuh dengan perjalanan 20-30 menit menggunakan kapal wisata atau nelayan jika laut tidak terlalu bergelombang. Tapi bisa lebih kalau ada angin kencang dan ombak besar.

Biasanya wisatawan yang ke sana naik perahu dari Pasar Malabro, atau bisa juga dari Kampung Bahari Pelabuhan Pulai Baai. Dari pinggir Pantai Panjang, Tapak Paderi atau Pantai Jakat pulau ini cukup terlihat.

Waktu yang paling ramai ke Pulau Tikus, tentu saja saat akhir pekan. Selain wisatawan, ada juga para mancing mania yang menghabiskan hari libur dengan melakukan hobi bersama keluarga atau sahabat.

Biayanya untuk ongkos menuju pulau hingga kembali lagi ke Kota Bengkulu, bervariasi. Mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 250.000 sesuai dengan paket yang ditawarkan. Paket termurah biasanya hanya untuk membiayai ongkos kapal saja.

Tapi semakin mahal, paket sudah dilengkapi dengan asuransi, sewa alat snorkling, makan siang, wellcome drink, hingga foto bawah laut. Malah sekarang juga sudah ada yang menawarkan untuk dibuatkan video khusus. Sebagian besar pengunjung yang datang ke sana juga melakukan one day trip (perjalanan sehari pulang pergi).

Pulau Tikus ini luasnya hanya 0,6 hektare. Namun yang menarik, pulau ini ditopang dengan terumbu karang yang melingkarinya dengan luas 200 hektare. Jika air sedang surut bebatuan karang terlihat jelas menghampar di pantainya.

Karena luasnya yang hanya setengah hektare saja, untuk mengitari pulau tidak perlu waktu yang lama. Dengan berjalan kaki santai, 15 menit saja pengunjung sudah bisa mengitarinya.

Pulau ini seyogyanya tidak berpenghuni. Tapi di sana kita bisa menemui sepasang suami istri yang menempati sebuah pondokan. Dalam jangka waktu tertentu, mereka ini menginap di pulau karena memang berprofesi sebagai nelayan. Di pondokan ini pengunjung bisa menitip barang dengan aman atau menumpang berganti pakaian.

Untuk pemandangan, seluas mata memandang wisatawan bakal melihat lautan biru dan kapal-kapal nelayan yang melintas. Di pantainya sendiri, pasir putih menghampar bak permadani. Bedanya dengan pasir Pantai Panjang yang halus, pasir di sana kasar karena bercampur dengan pecahan karang yang terbawa ombak hingga ke tepian.

Aktivitas Seru

Kalau di Pantai Panjang pengunjung dilarang mandi, ke Pulau Tikus rasanya ada yang kurang bila tidak menceburkan diri di air laut yang biru. Pantainya cukup tenang karena ombak langsung pecah begitu memasuki kawasan perairan yang didominasi karang.

Wisatawan bisa berenang, juga snorkling. Ya, aktivitas skin diving direkomendasikan di Pulau Tikus karena ada beberapa spot karang yang memiliki terumbu indah, habitat ikan-ikan cantik. Buat yang ingin snorkling, jangan lupa membawa masker, snorkle dan fin. Kalau tidak punya alat pribadi, biasanya jasa perjalanan wisata menyediakan peralatannya.

Pada saat arus tidak terlalu deras, di sekitar perairannya pengunjung juga bisa melakukan aktivitas diving. Namun untuk diving, memerlukan perlatan khusus yang tidak dimiliki semua jasa perjalanan wisata. Di Bengkulu salah satu komunitas yang punya alat diving lengkap dan disewakan yakni Rafflesia Bengkulu Diving Center yang bermarkas di Pantai Panjang. Tepatnya di eks Dit’s Resto.

Selain snorkle dan diving, para pemancing juga menjadikan spot Pulau Tikus sebagai favorit. Luasnya terumbu karang yang ada di sana menjadi rumah bagi ikan-ikan berukuran kecil, sedang hingga ikan-ikan yang cukup besar.

Nah, buat yang sekadar ingin santai di pantai, juga bisa duduk-duduk di bawah teduhnya pohon ketaping atau kelapa yang berjajar rapi. Lebih asyik lagi membawa hammock alias ayunan untuk tiduran. Diterpa angin sepoi, so pasti bisa rileks sampai tertidur.(**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *