Mengenal Olahraga Selam

SUDAH lama saya penasaran sama aktivitas outdoor yang satu ini. Menyelam. Makanya, waktu ada postingan rekruitmen anggota dari Komunitas Rafflesia Bengkulu Diving Center (RBDC) cepet-cepet ngisi formulir, lalu menyerahkan berkas pendaftaran.

Bergabung ke sebuah komunitas yang sudah diakui kredibilitasnya tentu sangat penting. Khususnya komunitas selam. Selain peralatannya sudah lengkap, sumber daya manusia yang menjadi instrukturnya juga sudah mahir dan terlatih.

Saya sendiri termasuk orang yang jika ingin melakukan aktivitas outdoor, harus punya bekal pengetahuan terlebih dahulu. Tak berbeda ketika ingin naik gunung atau masuk hutan. Diawal-awal mengikuti pembekalan dulu melalui pendidikan dasar. Pengetahuan yang cukup, membuat risiko celaka saat berkegiatan alam bebas bisa diminimalisir.

Olahraga air sendiri sebenarnya bukan hal yang asing. Sejak kelas III SD saya sudah ikut ekskul renang, hingga berhenti kuliah semester III (tahun 2005). Pelatihnya Pak Edwar Nurmansyah. Beliau baru saja pindah dari SDN 60 ke SDN 5 tempat saya menempuh pendidikan enam tahun.

Berkat kemampuan berenang yang diasah selama 10 tahun, mempelajari dasar-dasar penyelaman jadi lebih mudah. Setidaknya tidak mudah panik ketika berada di dalam air dengan mengenakan sejumlah peralatan.

Mempelajari olahraga selam, tentu saja ada tahapannya. Tidak bisa ujuk-ujuk ikut naik kapal, terus nyemplung. Kita harus paham dulu apa itu olahraga selam melalui materi ruang sebelum praktik langsung. Mulai dari peralatan apa saja yang digunakan, Latihan Keterampilan Kolam (LKK), pengetahuan tentang mahluk hidup dan kehidupan bawah laut, hingga nantinya siap menjelajah di kedalaman laut biru.

Pengetahuan Akademis Penyelaman (PAP)

Materi dasar selam pertama kali diikuti Jumat, 7 Juli 2017. Sore itu instruktur Ayub Sugara memperkenalkan olahraga menyelam di Sekretariat RBDC Jalan Batanghari 7 No. 70A RT. 15 Kelurahan Nusa Indah Kecamatan ratu Agung Kota Bengkulu. Materinya seputar Pengetahuan Akademis Penyelaman (PAP).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), selam adalah olahraga renang yang masuk ke dalam air sampai ke kedalaman yang jauh dari permukaan air. Meski begitu, ada juga aktivitas yang dilakukan di permukaan air.

Dua tipe aktivitas selam ini berbeda, sesuai dengan peralatan dan tujuan menyelam itu sendiri. Dua aktivitas ini terbagi menjadi skin diving dan scuba diving.

Skin diving biasa dikenal dengan aktivitas snorkling. Penyelam menikmati panorama bawah laut dengan kedalaman yang tidak terlalu jauh masuk ke dalam laut. Ada juga yang melakukan skin diving untuk olahraga saja.

Peralatan yang digunakan untuk skin diving, terbilang sederhana. Dengan kata lain hanya menggunakan perlatan dasar. Yakni fins, masker dan snorkle (alat bantu napas di permukaan air), rashguard (kaos yang bahannya seperti baju renang). Serta bouyancy/life vest atau rompi yang bisa berisi udara sehingga penggunanya bisa mengapung (bisa dipakai atau tidak).

Sementara scuba diving adalah penyelaman yang memakai peralatan lengkap yang disebut alat Scuba (Self Breathing Underwater Breathing Apparatus). Peralatan yang digunakan selain fins dan masker, ada BCD (Bouyance Compensator Device), wetsuit (baju khusus selam), tabung oksigen, regulator, weight belt (sabuk dengan pemberat), jam selam (mengukur kedalaman dan waktu), pisau selam, sepatu selam (bootis), sarung tangan, senter dan tas.

Nah, lebih banyak kan ya peralatan untuk scuba diving. Inilah sebabnya kenapa harus memulai olahraga selam dari dasar-dasarnya terlebih dahulu.

Latihan Keterampilan Kolam (LKK)

Latihan perdana LKK dilakukan pada Sabtu, 7 Juli 2017 di Kolam Renang Intan Permata, Kelurahan Lingkar Barat. Beberapa hal yang kami pelajari antara lain berenang, apnea, masker clearing, equalizing, water trap, snorkling, fin swimming, tuckdive dan duck dive. Istilahnya banyak menggunakan bahasa asing ya. Hal ini tak terlepas dari mana olahraga selam berasal.

Olahraga selam berasal dari Amerika Serikat. Dikutip dari situs wikipedia, olahraga selam bermula dari tahun 1939. Dimana saat itu Navy AS (sebutan untuk pasukan angkatan laut) mencoba alat penyelaman militer sebagai alat bantu pernapasan di dalam air. Sistem ini mula-mula dirancang oleh Jacques Yves Cousteau dan Emile Gagnan pada tahun 1942 sampai 1944.

Kembali ke latihan dasar selam ya. Kalau berenang, tentu saja sudah lebih familiar. Jadi begitu mendengar kata berenang, sudah bisa dibayangkan aktivitasnya seperti apa. Untuk materi yang lain, kita akan menggunakan alat dasar selam. Berikut ulasannya:

1.Pernapasan

Dasar pernapasan dari menyelam sepenuhnya menggunakan mulut. Baik saat membuang napas, maupun saat mengambil napas. Ini berbeda dengan pernapasan olahraga renang yang mengambil napas menggunakan mulut, lalu saat wajah masuk ke air napas dibuang melalui lubang hidung.

Saya sendiri awalnya cukup kesulitan melatih napas melalui mulut saja. Karena sejak awal sudah terlatih dalam olahraga renang, yang sistem pernapasannya sedikit berbeda. Sehingga saat alat snorkle sudah masuk mulut, sedikit berat untuk mengambil dan membuang napas melalui mulut saja.

2.Apnea

Apena adalah berenang dibawah air tanpa mengambil napas sama sekali untuk beberapa saat. Misalnya di kolam renang itu lebar kolamnya 15 meter, maka berenang di bawah air bolak-balik tanpa bernapas. Apnea ini melatih paru-paru kita terbiasa untuk mampu menahan napas di bawah air.

2. Masker Clearing

Ini adalah teknik membersihkan kacamata (masker) yang berkabut ketika kita berada di dalam air. Kabut atau fog yang melapisi kacamata ini biasanya terjadi karena kita mengeluarkan udara melalui hidung. Udara itu terjebak di dalam area masker yang kedap.

Cara membersihkan masker di dalam air, susah-susah gampang. Saat di dalam air sembari menahan napas, angkat bagian atas masker menggunakan kedua tangan. Masukkan sedikit air ke dalam masker. Geleng-gelengkan kepala dengan posisi masker menghadap ke bawah, sampai masker jernih kembali.

Selanjutny buang air yang ada di dalam masker dengan membuka sedikit bagian bawah masker. Secara bersamaan, hembuskan napas dari hidung sampai air di dalam masker habis. Saat membuang napas, sebaiknya wajah menghadap ke depan.

3. Snorkle Clearing

Teknik ini adalah membersihkan snorkle dari air yang masuk pada ujung yang terbuka. Caranya adalah membuat gerakan mulut seperti meludah pada bagian snorkle yang berada di mulut atau disebut mouth piece.

4. Water trap

Water trap merupakan teknik mengapung di permukaan air dengan posisi tubuh tegak dengan bagian kepala di atas permukaan air. Seperti namanya water trap, tekniknya adalah “menjebak” air di sekitar tubuh kita agar tidak tenggelam ke dalam.

Gerakan yang digunakan adalah kedua tangan menyapu permukaan air membentuk setengah lingkaran secara teratur ke kanan dan kiri. Sementara kaki, bisa menggunakan teknik gaya dada. Bisa juga dengan cara seperti kita sedang menginjak-injak air.

5. Fin Swimming

Penggunaan fin saat menyelam, sangat membantu. Menyelam jadi lebih cepat karena kayuhan kaki terbantu dengan fin yang memiliki bentuk seperti sirip. Semakin panjang dan lentur fin yang kita kenakan, biasanya semakin berat. Tapi tubuh bisa meluncur lebih cepat. Untuk latihan, fin swimming bisa dilakukan sembari berenang atau saat apnea (ada penjelasannya diatas).

6. Snorkling

Snorkling adalah teknik menyelam tidak jauh dari batas permukaan air. Penyelam mengenakan peralatan dasar fin, masker dan snorkle. Saat mempelajari snorkling, kita akan mempelajari bagaimana caranya mengambil oksigen menggunakan snorkle, membuang air yang masuk melalui snorkle, hingga mencoba teknik masker clearing.

7. Equalizing

Saat menyelam, kita akan terus turun ke kedalaman 1 meter, 2 meter, 3 meter, 4 meter dan seterusnya. Ini tidak bisa dilakukan secara langsung. Tapi harus bertahap hingga tubuh kita mampu menyesuaikan diri dari tekanan air. Kalau sudah ada yang pernah coba-coba menyelam, pernah kan merasakan telinga mendadak sakit. Ini jangan dibiarkan. Tapi harus diantisipasi dengan teknik equalizing.

Caranya, ketika menyelam dan mulai merasa sakit pada bagian telinga, sebaiknya stop sejenak. Sembari memencet hidung, hembuskan napas sampai di telinga terdengar seperti bunyi “tebb”. Biasanya kalau equalizing berhasil, sakit di telinga akan berkurang dan hilang.

8. Tuck Dive

Teknik tuck dive yakni menyelam menggunakan alat dasar selam snorkel, masker dan fin. Menjelajah secara horizontal menyusuri dasar perairan. Bisa dari posisi water trap langsung masuk ke dalam air dengan posisi kepala terlebih dahulu melucur ke dasar kolam/laut.

9. Duck Dive

Duck Dive teknik masuk ke dalam air dengan metode vertikal terlebih dahulu. Caranya mengayuh fin sebagai awalan atau sembari berenang, lalu badan ditekuk kedalam masuk ke air. Ketika ujung fins berhasil masuk ke air, fins dikayuh kembali untuk mendapatkan daya jelajah dalam posisi vertikal.

Nah, kalau semua teknik ini sudah dikuasai dengan baik artinya kita sudah siap untuk materi selanjutnya. Sekali lagi, materi yang dipaparkan berdasarkan pengalaman saya berlatih ya. Dan ini belum tuntas, karena masih ada empat kali pertemuan lagi. Akan diulas pada tulisan selanjutnya. Jika ada penulisan dan salah persepsi soal teknis, yuk kita diskusi di kolom komentar :D.(ken)

13 Comments Add yours

  1. Mildaini berkata:

    Sometime mau juga ah ikutn nyelam

    1. admin berkata:

      hayukkk mbak dicoba 😀

  2. Apura berkata:

    Kalau gak bisa berenang gak boleh ikutan diving ya? 😅

    1. admin berkata:

      akan diajari dulu dasar-dasarnya mbak 😀

  3. Ria fasha berkata:

    Keren ihh
    Aku ga bisa renang hiksss

  4. Ambar Pravita berkata:

    Wahh,, keren ya.. Pengen, tp berenang aj ga bisa.. 😢

    1. admin berkata:

      yang ikut latihan ada juga yang ga bisa berenang mbak 😀 akan diberi pelatihan dasar dulu

  5. Lutfi Retno berkata:

    Aku pengen nyobain nyelam… Sering datang ke tempat yang katanya terumbu karangnya bagus tapi ga pernah lihat langsung. Paling banter cuma snorkling.

    1. admin berkata:

      Ayo mbak dicoba, ini juga baru pemula.. belajar dasar dulu sebelum ke laut
      Salam kenal ya mbak Lutfi Retno 🙂

  6. wahhh keren, mau dunk ikutan belajar mb

    1. admin berkata:

      hayuuukkk prio 😀

  7. Kuma Seo berkata:

    saya mau jugalah belajar nyelam, dan berenang, biar bisa trip ke wisata air,,

    1. admin berkata:

      hayuk ikutan mas kuma.. biar safety kalo mau snorklingan 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *