Video mapping Benteng Marlborough

Penasaran Nonton Video Mapping, Yuk ke Benteng Marlborough

Siapa yang tidak kenal dengan Benteng Marlborough. Benteng peninggalan Inggris ini dikenal sebagai yang terkuat di wilayah Timur. Dibangun pada tahun 1713-1714 dibawah kepemimpinan Joseph Callet, Gubernur East India Company (EIC). Sebuah sajian video mapping rencananya akan ditayangkan di Benteng Marlborough.

Benteng yang tampak seperti kura-kura yang sedang mendarat jika dilihat dari udara ini dikenal juga sebagai saksi sejarah perlawanan masyarakat Bengkulu dari penjajahan bangsa asing. Setelah Belanda angkat kaki pada 1950, benteng Marlborough pernah menjadi markas TNI-AD. Selanjutnya pada 1977, benteng ini diserahkan kepada Depdikbud (sekarang Kemendikbud) untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya.

Sekarang setelah tiga abad berlalu, keberadaan Benteng Marlborough menjadi salah satu aset wisata sejarah terbaik. Orang-orang yang datang tak hanya untuk berwisata dan berfoto-foto ria. Tapi juga sebagai sarana edukasi dan menambah pengetahuan.

 Salah satu yang akan disajikan Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dalam waktu dekat adalah video mapping “The Story of Fort Marlborough”. Sajian video mapping ini ditayangkan dalam rangka Bencoolen Internasional Marine Festival yang akan berlangsung 28-29 September 2019.

Pertunjukkan video mapping hasil kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi akan berlangsung Sabtu, 28 September 2019 pukul 19.30 WIB. Duh, jadi program ekspresi seni media di ruang publik ini.

Sejarah Pembangunan Benteng

Bencoolen Marine Festival yang akan diselenggarakan di Kota Bengkulu.
Bencoolen Marine Festival yang akan diselenggarakan di Kota Bengkulu.

Direktur Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan mengatakan, video mapping ini nantinya akan bercerita singkat pada masyarakat Bengkulu terkait sejarah Benteng Marlborough. “Cerita singkatnya dituangkan dalam seni media menggunakan teknologi kekinian,” kata Restu.

Video Mapping di Benteng Marlborough ini merupakan implementasi dari strategi pemajuan kebudayaan yang diamanatkan undang-undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 Tentang pemajuan kebudayaan. Khususnya dalam hal pemanfaatan pendayagunaan objek pemajuan kebudayaan sebagai ruang ekspresi budaya masyarakat dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Kepala BPCB Jambi Iskandar mengatakan, Benteng Marlborough nantinya akan menjadi media proyeksi video mapping kata. Sehingga tergambar dari para penonton bagaimana awal mula pembangunan Fort Marlborough.

Begitu halnya dengan peperangan yang terjadi akibat penjajahan dan eksploitasi kekayaan alam Bengkulu yang berlebihan sampai beberapa kali mengalami alih fungsi menjadi benteng pertahanan Hindia-Belanda-Jepang hingga kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.

“Ini baru pertama di Bengkulu. Kegiatan ini merupakan sinergi sekaligus dukungan terhadap gagasan besar bapak Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membangun Bengkulu lewat sektor parawisata dengan program Visit 2020 Wonderful Bengkulu,” jelas Iskandar.

Selain pertunjukan video mapping, di Benteng Marlborough juga akan ada pentas seni Sanggar Seni Cikak Bengkulu. Sanggar tersebut akan mengangkat tema “Rentak Musik Serpihan Pulau Perca”.

Masih dalam satu rangkaian kegiatan besar Bencoolen Marine Festival 2019, juga akan digelar berbagai macam kegiatan lainnya. Mulai dari Bencoolen Coffee Festival, Brewing Coffee Competition, Tasters Coffee Competition, Roasting Coffee Competition, Fort Malrborough Art and Culture Festival, Sea Culinary Festival, Chinatown Festival dan Kampoeng Komunitas Bencoolen.(**)

Komi Kendy

Halo, saya adalah blogger pemula yang menyukai dunia menulis, fotografi dan traveling.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *