Ombak tenang Pantai Pandawa
TRAVELING

One Day Trip Bali; Pantai Pandawa

Rezeki datang kerap tak terduga. Allah mengabulkan keinginan setiap umatnya di waktu yang tak disangka-sangka. Begitulah yang saya alami hingga akhirnya bisa menginjakkan kaki di Pulau Dewata, Bali. Di one day trip kali ini saya bisa melihat keelokan Pantai Pandawa melalui trip gratis.

Pulau Bali dari udara

Udah pada tau dong, Bali menjadi destinasi wisata yang menjadi impian banyak orang. Bahkan dari berbagai penjuru dunia. Mulai dari pesona pantai, pemandangan gunung dan hutan hingga budayanya, membuat orang yang datang ke sana akan terkagum-kagum. Begitupun dengan saya.

Yap. Menjelajah Bali adalah salah satu keinginan yang sudah sejak lama tersimpan di dalam hati. Tapi karena belum ada kesempatan, selalu tertunda. Dan benar saja. Ketika berada di sana, walau di waktu yang sangat amat singkat, saya benar-benar terpesona pada pulau seribu pura itu.

Hamparan Permadani Pemandangan

Hamparan Pantai Pandawa
Hamparan Pantai Pandawa

Diantara begitu banyak destinasi wisata di Bali, tempat pertama yang dikunjungi adalah Pantai Pandawa. Terus terang buat saya nama panta ini tidak sefamiliar Pantai Kuta, Uluwatu atau Tanah Lot. Tapi rupanya di kalangan wisatawan Pantai Pandawa menawarkan pemandangan laut biru yang cantik dan bersih.

Mengendarai mobil dari kawasan Kuta menuju Pantai Pandawa memakan waktu sekitar 30 menit. Pantai ini masuk dalam wilayah administratifnya Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Sepanjang jalan menuju pantai ini tidaklah macet. Kendaraan bisa melintasi jalanan mulus lurus, lalu berkelok. Di sisi kanan dan kiri jalan tampak sisa bukit kapur yang terbelah. Tebing kokoh tampak menjulang. Lalu dalam hitungan menit di balinya terhampar lautan, langit dan pasir putih dengan warna yang kontras.

Ikon berupa tulisan Pantai Pandawa tampak mentereng. Terpampang besar di atas tebing. Selain ikon tulisan, juga ada patung ksatria Pandawa yang ada di sisi kiri jalan. Tepatnya di dinding tebing. Patung sebagai simbol betapa kentalnya kebudayaan itu terdiri dari patung Arjuna, Bima, Yudistira, Nakula dan Sadewa.

Informasinya, lima patung “penjaga” pantai tersebut diukir dengan indah oleh para seniman asli Bali. Di lokasi yang sama, ada pula patung Dewi Kunti yang merupakan ibu dari kelima ksatria Pandawa. Semua patung-patung tersebut berwarna putih dengan tinggi sekitar lima meter.

Dari atas bukit, Pantai Pandawa bagai permadani yang menghampar di depan mata. Begitu didekati, keindahannya tidak berkurang. Udaranya segar, tak tercium aroma air asin seperti di pantai lain pada umumnya. Ombak di pantai ini tenang. Pasir putihnya berbulir besar seperti pecahan kecil bekas karang-karang.

Tarif Masuk

Tiket masuk Pantai Pandawa
Tiket masuk Pantai Pandawa

Setiap pengunjung, tentu saja dikenakan biaya masuk. Sebab pantai ini sudah terkelola dengan baik dan dilengkapi fasilitas toilet, area parkir dan rumah makan. Tarifnya sebagai berikut :

  • HTM Rp 8.000 per orang

  • Parkir mobil Rp 5.000 per 1 mobil

  • Parkir motor Rp 2.000 per 1 motor

Pengunjung yang ingin berjemur atau sekadar santai di pinggir pantai, bisa menggunakan jasa penyewaan kursi lengkap dengan payung lebar dengan harga terjangkau. Bisa berteduh sembari menikmati suasana pantai yang tenang.

Kalau saya dan kawan-kawan, kami memilih ngadem di salah satu auning, ngobrol ngalor-ngidul sembari menikmati minuman dingin.

Selian sewa kursi santai, pengunjung juga bisa berenang atau menyewa kano. Kano dengan kapasitas satu orang bisa disewa Rp25.000 per satu jam. Untuk kano seat dua orang, sewanya Rp 50.000 per satu jam. Di siang hari yang sewa kano tidak terlalu ramai. Pagi dan sore menjadi waktu favorit.

Salah satu yang menarik perhatian, di tepi pantai banyak rumput laut yang menepi. Setelah browsing sana-sini, baru tahu ternyata ada budidaya rumput laut. Dimana pengunjung bisa melihat langsung aktivitas para petani bekerja, mulai dari mengikat bibit, menanam, hingga menjemur rumput laut.

Paralayang/ Paradigling

Bisa paralayang juga loh

Bagi yang ingin menikmati pemandangan Pantai Pandawa secara langsung tanpa menggunakan drone, adalah dengan cara paragliding atau paralayang. Aktivitas ekstrim yang memacu adrenaline ini bisa dilakukan di Bukit Timbis.

Untuk bisa menikmati aktivitas seru ini, ada banyak jasa penyewaan peralatan paragliding. Harganya bervariasi mulai Rp 400.000, tergantung jenis paket yang kamu ambil.

Sebelum pulang, jangan lewatkan membeli berbagai macam souvenir unik yang dijual di auning yang berdiri sepanjang pantai.

Pantai Pandawa sebenarnya tidak memiliki jam operasional. Hanya saja, biasanya pantai ini akan lebih ramai dikunjungi ketika siang hari dan menjadi sepi setelah sore hari. Tepat pukul 18.00 WIB ada spot khusus bagi yang ingin menyaksikan secara langsung pertunjukan Tari Kecak.

Sejarah Pantai Pandawa

Penyewaan kursi di Pantai Pandawa

Pantai ini ada sejarahnya juga loh. Seperti yang tertera pada tiket. Diceritakan, dulu kawasan Pantai Pandawa dikenal dengan nama Pantai Penyejekan. Perubahan nama menjadi Pantai Pandawa dilandasi pada spirit kisah pengasingan Panca Pandawa selama 12 tahun ke hutan dan Goa Gala-gala.
Kisah ini sejalan dengan perjuangan kehidupan masyarakat adat Kutuh yang selama kurun waktu tertentu membelah tebing untuk melepaskan diri dari ketergantungan dan keterasingan kehidupan.
Mulai tahun 2012, kawasan Pantai Pandawa dinyatakan sebagai kawsan wisata untuk dapat dikunjungi wisatawan. Baik domestik maupun mancanegara. Masyarakat setempat juga berharap agar spirit cahaya perjuangan Panca Pandawa yang telah menyinari kehidupan masyarat Adat Kutuh dapat bermanfaat untuk dunia.

Bagi yang memerlukan lokasi pantai ini bisa mengakses www.pandawabeach.net milik Bhaga Usaha Manunggal Desa Adat Kutuh. Gimana, menarik kan yaa pantai ini. Ayo kunjungi Pantai Pandawa di Desa Kutuh.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top