My Yummie Predator, Pedesnya “Nendang”

Sajian My YumMie Predator di atas piring hotplate. Sungguh menggugah selera.
Sajian My YumMie Predator di atas piring hotplate. Sungguh menggugah selera.

MY YumMie Predator menjadi salah satu hidangan mie yang saat ini lagi nge-hits nge-hits-nya di Bengkulu. Khususnya di kalangan anak muda. Varian pedas mie ayam kekinian yang berada hingga level sembilan, bisa bikin penggemar kuliner pedas jadi ketagihan.

Saat ini ada dua cabang My Yummie Predator yang sudah buka. Di Jalan WR Supratman Kandang Limun samping Colorado Course Universitas Bengkulu (Unib) Belakang dan Jalan Jend. Sudirman No. 246 Pintu Batu samping Hotel Samudera Dwinka.

“Kami sudah buka sejak September 2016 lalu. Perdana di Unib belakang. Lalu Desember 2016 buka lagi di Pintu Batu. Memang baru beberapa bulan. Tapi pengunjung yang datang selalu ramai. Terutama saat weekend Sabtu Minggu seperti sekarang ini,” tutur owner My YumMie Predator Chachap, kemarin (11/3).

Chachap (kanan) owner My YumMie Predator.
Chachap (kanan) owner My YumMie Predator.

Dari segi mie, Mie YumMie Predator sama dengan mie ayam biasa. Tapi cita rasa yang spesial ada di kuahnya. Kuahnya mirip dengan saos steak kental. Lengkap dengan sayur sawi, wortel dan buncis. Toppingnya ada daging ayam cincang dan ceker endol. Buat yang mau topping lebih, dikenakan tambahan harga.

Bedanya lagi dengan mie ayam biasa lainnya, level pedas cabai rawitnya My YumMie Predator bukan kita yang memasukkan sendiri ke piring. Tapi langsung dieksekusi saat saos dipanaskan di atas hotplate. Tentuanya sesuai level yang dipesan.

Jadi begitu datang ke sana, pelanggan yang memesan tinggal pilih dari level 1 sampai level 9. Namanya pun unik-unik, ada baby zero, cabe-cabean, pedas mampus, pedas garuk, pedas jerit, pedas jahanam, pedas sadis, pedas mafia, pedas bunuh diri.

“Nama menunya memang sengaja dibuat unik. Namanya zaman kekinian, jadi di-create supaya menarik dan mudah diingat oleh pengunjung,” tutur Chachap.

Nggak perlu heran dan bingung ya membaca nama-nama level pedas mie di daftar menu. Dari yang paling atas pedas bunuh diri level 9, sudah pasti yang paling menggigit. Kalau yang suka pedasnya sedang, direkomendasikan cukup pesan pedas mampus atau pedas garuk.

Harga Murmer

Harga Mie YumMie Predator, terbilang bersahabat di kantong. Mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 18.000 untuk level terpedas. Harganya miring dengan rasa yang nggak kalah dengan makanan ala restoran besar, membuat pengunjung ketagihan.

“Saya sudah sembilan kali ke sini. Mie-nya enak, bersih, nggak mahal. Tempatnya juga asyik. Biasa ajak teman atau sendiri,” tutur Utari, pengunjung My YumMie Predator.

Dua pengunjung My YumMie Predator memesan mie pedas mampus dan pedas garuk.
Dua pengunjung My YumMie Predator memesan mie pedas mampus dan pedas garuk.Foto: Komi Kendy

Spot Asyik Buat Selfie

Spot makan di My YumMie Predator, terbilang nyaman. Meski tak terlalu luas, tapi penataan meja dan kursi tak membuat kesan sempit. Membuat pengunjung merasa nyaman. Ide kreatif pemilik usaha kuliner yang satu ini juga terlihat dari dinding-dinding yang tak dibiarkan kosong.

Ada beberapa tulisan quote dan stiker ditempel yang ditempel. Ditambah cat warna-warni yang cerah. Tidak heran, pengunjung memanfaatkan waktu menunggu hidangan sembari berselfie ria menggunakan handphone. Sebagian besar diantaranya mem-posting di instagram dengan hastag #mieayamkekinian atau tag ke @myyumiepredator.(ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *