Musik Dol di Kancah Nasional

Musik Dol di Kancah Nasional

SUDAH sejak lama musik dol dikenal sebagai salah satu musik tradisional Bengkulu. Tabuhan dan iramanya yang menghentak, mampu membakar semangat para pendengarnya.

Dahulu alat tabuh mirip bedug yang terbuat dari bongkol akar kelapa yang ditutupi kulit lembu atau kerbau ini lebih sering didengar pada saat perayaan tabot 1-10 Muharram saja. Seperti pada ritual upacara arak sorban, menjara, tabot besanding dan tabot tebuang.

Selama 20 tahun lebih musik ini bagai “musik keramat”. Pemainnya hanya dibatasi dari kalangan keluarga Tabot saja. Tidak boleh yang lain. Lambat laun, kesenian yang dipukul menggunakan alat pukul kayu berlapis kain ini mengalami perubahan.

Musik dol mulai terlihat pada penyambutan tamu-tamu penting yang datang ke Bengkulu saja. Melainkan tampil di berbagai acara level nasional, hingga internasional.

Sebut saja saat Sanggar Puspa Kencana yang tampil di Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair 2017 pada Maret lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Tak kalah membanggakan musik dol ikut menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al Saud awal Maret.

Nah, yang paling anyar musik dol Bengkulu tampil energik di Jakarta. Ada 100 dol dan 50 penari tradisional berkolaborasi. Mereka “mengguncang” penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ke-42, Minggu, 23 April 2017.

Di hadapan Direktur Utama TMII, para penabuh dol yang sebagaian besar didatangkan langsung dari Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Provinsi Bengkulu ini, tampil memukau dan membanggakan.

Acara penutupan rangkaian HUT TMII ini, dihadiri Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, serta beberapa tokoh-tokoh penting lainnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rohidn Mersyah yang turut hadir pada kesempatan tersebut, mendapat kesempatan menyampaikan sambutan, mewakili pemerintah daerah.

Program Prioritas

Dalam sambutannya, Rohidin menyampaikan beberapa potensi wisata dan program prioritas Bengkulu. Khususnya terkait event-event besar, seperti Mountain Valley, Maritime Festival, Garden Festival, Bencoolen Festival, serta Lake and River Festival.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk datang dan berkunjung ke Bengkulu,” kata Rohidin.(rls)

 

 

2 Replies to “Musik Dol di Kancah Nasional”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *