Mengunjungi Outlet JeThe, Wisata Kaos Unik di Jogja

JALAN-JALAN ke Yogyakarta tentu kurang lengkap jika tidak mengunjungi sentra oleh-oleh. Rabu, 7 Maret 2018 saya berkesempatan mengunjungi sentra kaos yang unik. Omah Oblong ini dikenal dengan nama JeThe alias Jogja T-Shirt.

Sore itu hujan rintik mengguyur Kota Gudeg saat lima unit bus membawa rombongan dari Candi Prambanan, menuju sentra kaos JeThe. Saya berada di Yogya karena mendapat undangan untuk mengikuti rangkaian Mombassador SGM Eksplor Batch 7.

Selama perjalanan melintasi ring road, rasa penasaran muncul ketika mbak Eka, guide bus kami menginformasikan bus akan mampir sebentar ke toko oleh-oleh. Sempat rada malas juga ketika toko yang didatangi adalah toko kaos. Soalnya yang ingin saya kunjungi adalah toko makanan. Bukan souvenir.

Pembuatan kaos JeThe
Pembuatan kaos JeThe

Bus besar yang kami tumpangi meluncur mulus ke jalan yang jalurnya cukup sempit. Lalu berhenti di areal parkir yang cukup luas. Belakangan setelah searching alamat toko Kaos JeThe itu berada di Jalan Jambon RT 01/RW 19, Baturan, Trihanggo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bukan hanya lima bus yang dicater SGM Sarihusada saja yang berada di sana. Ada sekitar empat bus lainnya yang datang bersamaan dengan kami. Ramai memang. Untung tempat dan stok kaosnya banyak. Jadi yang belanja nggak usah takut bakal kehabisan.

Kedatangan pengunjung disambut ramah oleh karyawan yang mengenakan baju kebaya khas Jawa. Ada dua pintu terpisah sebagai jalur masuk dan keluar. Sampai di sini, masih bertanya-tanya. Kenapa harus diberi jalur khusus mirip berkunjung ke museum.

Wisata Kaos

Setelah masuk, barulah saya tahu keunikan toko yang satu ini. Rasa malas itu pun menghilang. Pengunjung bukan hanya bisa transaksi jual beli. Tapi juga bisa melihat proses pembuatan kaos JeThe nan apik. Ketika masuk ke sebuah lorong, tepatnya di sebelah kanan, ada sebuah ruangan besar.

Sablon kaos JeThe
Sablon kaos JeThe

Ruangan itu terbagi dua. Sebelah kanan berbaris rapi mesin jahit yang memproduksi bahan kaos. Pekerjanya didominasi perempuan. Sementara di sebelah kiri ada barisan meja sablon, lengkap dengan peralatannya. Khusus sablon, didominasi oleh lelaki.

Saya sempat masuk melihat-lihat. Karena memang proses pembuatan kaos ini sudah dijadikan sebagai tempat wisata, para pekerja yang ada di sana sepertinya tak jengah ketika ada orang lain masuk dan mengambil foto.

Kata pramuniaganya, outlet mereka memang sudah biasa menerima kunjungan. Selain wisatawan, biasanya ada pelajar dan mahasiswa yang datang untuk melihat proses pembuatan kaos. Keren nih. Industri bisnis kreatif, memiliki nilai edukasi.

Kalau yang punya waktu senggang, pengunjung juga bisa membuat sendiri di lokasi untuk sablonnya. Tentu akan menjadi pengalaman menarik, terutama buat yang belum pernah merasakan sensasi menyablon kaos.

Desain Menarik

Kaos yang diproduksi memiliki desain menarik. Desainnya menyesuaikan dengan tema budaya yang ada di tanah Jawa. Khususnya Yogyakarta. Ada gambar wayang, landmark Jogja, penjual jamu, gerobak angkringan, becak, penari, petani, Petruk dan lainnya. Ada juga kaos yang dipadu dengan motif batik.

Pengunjung memilih-milih kaos JeThe
Pengunjung memilih-milih kaos JeThe

Warna, juga bahan kaosnya juga menarik dan bervariasi. Pengunjung bisa memilih sesuai dengan ukuran dan harganya. Untuk kaos dengan warna-warna ala kaos distro, berkisar Rp 59.000 – Rp 89.000. Tapi kalau yang ingin harga miring, ada kaos dengan harga 3 pcs Rp 50.000.

Sambil melihat-lihat, saya jadi ingat akan kaos lawas produksi Yogyakarta yang dulu ternama. Dagadu kalau tidak salah. Sekitar tahun 1994, produksi kaos yang dibuat oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sempat booming karena desain kaosnya yang unik dan tertulis kata-kata lucu dan menarik. Di era zaman now, kayaknya kaos JeThe ini nih yang lagi naik daun.

Balik lagi ke outlet JeThe. Jika di lantai satu ada tempat pembuatan kaos dan outlet penjualan kaos oblong, maka di lantai dua ada tambahan penjualan souvenir lainnya seperti topi dan batik. Lalu ada juga areal tempat kaos-kaos Polo shirt. Kasir juga berada di lantai 2. Seingat saya ada empat kasir yang melayani pembeli dengan sigap.

So setelah mengunjungi seluruh sudut Toko JeThe dalam waktu 30 menit saja, pendapat saya tentang toko ini nyaman untuk berbelanja. Pelayanannya ramah. Banyak pilihan dan kemasannya menarik. Semoga suatu saat nanti di Bengkulu, akan ada destinasi belanja dan wisata semacam ini. Tentunya dengan ide yang lebih menarik lagi.(**)

16 Komentar Tambahkan milikmu
  1. Wah baru tau ada brand kaos ini, menarik juga konsepnya menggabungkan antara outlet dengan workshop sebagai wisata edukasi. Keren ini, kalo ada waktu ke jogja saya mau ke sini juga ah.

  2. Aaah jogja.. Selalu memiliki banyak kreatifitas, keunikan dan harga2 terjangkau 😍 semogaa segera bisa berkunjung k jogja dan mengunjungi tmpt di atas aamiin

  3. Mengingatkan diriku pada kota pelajar ini…., semakin banyak pengrajin yang ada di jogja dan banyak pilihan tempat untuk berkeliling menikmati keindahan suasana jogja…Jogja memang istimewa

  4. wah ini bisa reques kaos sendiri neh, jogja emang istimewa. selain kuliner dan wisatanya yang menarik untuk di kunjungi. yah, walaupun aku belum pernah sempetin ke jogja. next, semoga bisa jalan-jalan ke sana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *