Memimpikan Bali sekali lagi bersama Traveloka Experience

Memimpikan Bali Sekali Lagi Bersama Traveloka Xperience

Siapa yang tidak kenal dengan Bali. Pulau Dewata yang menjadi tujuan destinasi wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Setelah pernah berkunjung sekali ke sana, saya memimpikan bisa berkunjung ke Bali lagi bersama Traveloka Xperience.

“Kita gak jadi ke event yang di Jakarta. Lokasinya pindah ke Bali.” Sebuah pesan masuk ke WhatsApp pagi itu bikin saya lompat-lompat girang sekali. Ya iyalah. Kalau ke Jakarta walau tiketnya gratisan juga, saya sudah cukup sering ke ibu kota dan menjelajah berbagai tempat wisata dan kulinernya.

Tapi kali ini Bali. Destinasi wisata yang menarik para turis dunia untuk berkunjung ke sana. Beruntungnya akhirnya di usia 32 tahun saya pun bisa pelesiran ke sana buat melihat langsung keindahan alam, budaya dan mencicipi kulinernya.

Bertolak Menuju Bali

Pulau Dewata menjelang landing di Bandara Ngurah Rai
Pulau Dewata menjelang landing di Bandara Ngurah Rai

Bertolak ke Bali dari Bengkulu, Jumat pagi di bulan September saya naik pesawat terpagi dari Bandara Fatmawati menuju Bandara Soekarno Hatta. Perjalanannya hanya sejam. Pukul 06.05 WIB pesawat take off, lalu landing sekitar pukul 07.20 WIB. Kemudian dilanjutkan penerbangan berikutnya sekitar pukul 11.00 WIB.

Setibanya di Bandara Ngurah Rai, cukup excited sama udara Bali yang cukup terik siang itu. Biar sama-sama berada di pinggir pantai, Bengkulu berasa lebih adem udaranya. Mungkin cuaca terik ini juga yang bikin para turis betah lama-lama berjemur di pinggir pantainya.

Bersama beberapa orang teman dari Jakarta, Banten dan Aceh, kami dijemput oleh mobil carteran yang siap mengantar kami berkeliling Bali selama dua hari.

Beachwalk Shopping Center

Kawasan Beachwalk Shopping Center di malam hari.
Kawasan Beachwalk Shopping Center di malam hari.

Tempat pertama yang kami kunjungi di Bali setelah menyimpan barang di hotel adalah Beachwalk Shooping Center. Kebetulan event yang kami datangi lokasinya berada di salah satu mall terbesar di kawasan Pantai Kuta.

Mall yang satu ini bisa menjadi alternatif wisata di Kuta kalau merasa jenuh memandangi kawasan pantai yang 24 jam nyaris tanpa sepi. Konon banyak orang mendatangi Beachwalk Mall bukan hanya untuk berbelanja dan hiburan. Tapi juga tertarik dengan desain mallnya yang unik dan futuristik.

Banyak spot instagramablenya juga. Seperti pohon permen, jembatan kayu sampai view indah dari lantai dua mall. Jadi selain berbelanja, cuci mata, nonton, makan-makan atau menikmati spa, pengunjung bakalan puas foto-foto di sana.

Secret Beach

Saya berada di depan tulisan Pantai Pandawa yang ikonik.
Saya berada di depan tulisan Pantai Pandawa yang ikonik.

Hari kedua di Bali. Kami memanfaatkan waktu yang cuma satu hari saja berada di sana buat puas-puasin berwisata ke beberapa tempat. Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah “secret beach” nya Pulau Dewata. Dulu julukan dari para turis begitu. Tapi sekarang pantainya bukan lagi pantai rahasia. Di hari Minggu pagi, cukup ramai pelancong yang datang ke sana. Di kalangan wisatawan, pantai ini dikenal sebagai Pantai Pandawa.

Menggunakan mobil carteran, kami berangkat dari hotel di kawasan Kuta menunju Pantai Pandawa. Jarak tempuhnya sekitar 50 menit atau 22,5 km ke arah selatan Pulau Bali. Tepatnya di Kecamatan Kutuh. Karena berada di kawasan Kutuh, warga setempat menyebutnya Pantai Kutuh.

Menuju Pantai Pandawa, awalnya kita akan melintasi kawasan perkotaan padat. Tapi lambat laun rumah-rumah mulai tampak jarang. Avanza hitam yang kami kendarai mulai memasuki kawasan perbukitan kapur.

Setelah berkelok-kelok, dari balik bukit tiba-tiba saja terbentang langit dan laut yang sangat biru. Di kiri kanan tebing yang kami lalui ada enam patung pahat atau Pandawa Lima dan Kunti yang disisipkan di dinding bukit. Enam patung itu masing-masing adalah patung Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.

Berkunjung ke Pantai Pandawa, tentu saja harus membayar tiket masuk. Menurut saya tarifnya sih cukup murah. Apalagi informasi dari petugas di sana, tarif yang dikenakan kepada pengunjung dimanfaatkan untuk kebersihan dan perawatan kawasan. Tarifnya :

  • Pengunjung Rp 8.000 per orang
  • Parkir mobil 5.000
  • Parkir motor Rp 2.000

Selain menikmati pemandangan pantai yang aduhai dengan airnya yang super jernih, di Pantai Pandawa kita juga bisa berenang di tepian pantainya, olahraga kano dan jetski atau juga bisa paralayang bagi yang ingin menikmati pemandangan pantai dari udara. Barisan kursi pantai juga bisa disewa bagi yang ingin berjemur.

Terus kalau mau beli oleh-oleh, di Pantai Pandawa juga sudah ada toko souvenir. Ada juga rumah makan dan warung-warung untuk beli snack dan minuman atau sekadar buat duduk-duduk.

Pura Uluwatu

Pura Uluwatu
Pura Uluwatu

Dari Pantai Pandawa kami menuju Pura Luhur Uluwatu. Perjalanannya sekitar 15, 2 km atau setengah jam saja. Meski sebelumnya sudah mendengar namanya, tapi saya belum pernah browsing atau cari tahu seperti apa suasana tempat wisata yang dikenal sebagai salah satu tempat ibadah umat Hindu di Bali.

Pura Luhur Uluwatu masuk ke dalam wilayah Desa Pecatu Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Masuk ke tempat wisata ini kita harus membayar tiket masuk dengan tarif:

  • Dewasa                Rp 20.000
  • Anak-anak           Rp 10.000
  • Parkir mobil        Rp 5.000
  • Tari Kecak            Rp 100.000

Setelah membeli tiket, sebelum masuk kita diminta untuk mengenakan kain yang disiapkan. Ada yang berwarna ungu dan orang. Kain wajib dikenakan oleh pengunjung, terutama yang mengenakan rok atau celana pendek. Sebagai tanda penghormatan karena di dalam area wisata ada pura tempat beribadah.

Dari pintu masuk, kita akan terus berjalan sekitar 500 meter hingga ke bibir laut. Kiri kanannya ada pohon kamboja besar-besar sebagai peneduh. Begitu sampai ke bibir laut, barulah saya sadar kalau wisatawan berada di pinggir tebing setinggi hampir 100 meter dari permukaan laut.

Btw, selama berada di dalam kawasan pura sebaiknya berhati dengan barang-barang aksesoris yang melekat. Seperti topi, dompet dan kacamata. Bukan karena copet loh ya. Tapi karena di sana banyak monyet-monyet jahil yang kadang-kadang mengambil barang pengunjung.

Seperti saya yang sempat melepas sandal jepit saat akan memotret dari atas dipan. Pas mau dipakai lagi, sandalnya sudah hilang dibawa kera ke atas atap bumbungan pondok tempat kami beristirahat. Beruntung ada ibu-ibu petugas kebersihan yang menukar telur rebus dengan sandal jepit saya. Alhamdulillah pulangnya batal “nyeker”.

Tanah Lot Nan Legendaris

MAtahari terbenam di Tanah Lot
MAtahari terbenam di Tanah Lot

Menjelang sore, satu tempat wisata terkenal di Bali. Yakni Tanah Lot. Siapa yang tidak kenal dengan destinasi wisata yang satu ini. Sunsetnya itu. Rasanya belum pernah saya melihat sunset seindah di sana. Tak jenuh mata memandang sampai mataharinya menghilang di ufuk barat.

Tanah Lot berada di Desa Beraban Kecamatan Kediri. Berbeda dengan Pantai Pandawa dan Pura Luhur Uluwatu yang ada di Kabupaten Badung, Tanah Lot berada di Kabupaten Tabanan. Jarak tempuhnya hampir 2 jam atau melintasi jalanan hingga 42,5 km.

Masuk ke area wisata ini para wisatawan domestik harus membayar tiket masuk :

  • Dewasa                Rp 20.000
  • Anak-anak           Rp 15.000
  • Parkir motor       Rp 2.000
  • Parkir mobil        Rp 5.000
  • Parkir bus            Rp 10.000

Sama halnya dengan wisata Bali lainnya, pintu gerbang merupakan dinding pahat seperti di pura-pura. Tanah Lot bisa dibilang sangat tertata. Usaha kecil dan menengah yang ada di sana mendapat perhatian dengan dibangunnya sentra cendramata dan kuliner. Bahkan sebelum mendekati area utama tempat wisata, jalur yang dibuat menuju ke sana melintasi area kios-kios pedagang. Membuat kita mau tak mau melihat apa saja yang dijual.

Di Tanah Lot ada dua pura yang berdiri persis di bibir pantai. Yang satu namanya Pura Tanah Lot. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Lalu di bagian utara lainnya sebuah pura lain yang dibangun di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Pura ini disebut Pura Karang Bolong.

Makin beranjak sore, makin ramai yang datang. Wisatawan mancanegara amat sangat betah menyaksikan matahari terbenam. Apalagi yang berpasangan. Senja terasa begitu romantis disaksikan dari atas tebing. Selepas Maghrib, juga ada pertunjukkan tari kecak. Tari tradisional yang disajikan puluhan penari sembari melingkari api unggun.

Nasi Campur vs Nasi Pedas

Aneka sayur dan lauk yang ada di nasi pedas bu Andika
Aneka sayur dan lauk yang ada di nasi pedas bu Andika

Selama berada di Bali, pastikan untuk tidak melewatkan dua kuliner terkenal yang ada di Bali. Nasi campur dan nasi pedas. Saya juga sempat mencoba makan yang namanya nasi campur atau nasi ramesan dengan lauk pauk yang komplit.

Di piring ada lawar sayuran atau urap, sate lilit, telur pindang, sambal, sambal kacang dan tempe. Makin enak dinikmati bersama es kelapa muda. Satu porsinya nasi campur Rp 20.000 saja.

Selain nasi campur, nasi pedas tak kalah nikmatnya. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah nasi pedas Bu Andika. Kuliner halal di Bali ini buka empat cabang. Di Jalan Raya Kuta, Jalan Patih Jelantik, Jalan Blambangan dan Jalan Nusa Dua. Kenapa banyak cabangnya, karena memang tempat kuliner yang satu ini laris manis. Terkenal di kalangan pencinta makanan pedas.

Sesuai dengan namanya, nasi pedas Bu Andika menawarkan berbagai kuliner yang pedas-pedas. Ayam, tempe orek, sayur, semua dimasak pedas. Untungnya masih ada abon sapi yang rada-rada manis karena saya kurang tahan makan pedas. Seporsinya bervariasi antara Rp 20.000-Rp 30.000 sesuai dengan lauk yang kita ambil.

Traveloka Xperience

Traveloka Xperience
Traveloka Xperience

Satu hari berada di Bali sebenarnya bagi saya belumlah cukup. Masih ada banyak spot wisata yang masih ingin saya kunjungi. Bukan hanya traveling sendirian. Tapi bareng keluarga. Bersama dua anak saya Sean Kilimanjaro dan Zafran Kahfi Wijaya, juga ayahnya.

Nah baru-baru ini saya tertarik sama produk baru dari Traveloka buat ngerasain #XperienceSeru dimana saja dan kapan saja. Namanya Traveloka Xperience.  Produk yang yang sudah diluncurkan sejak awal 2019 ini merupakan layanan untuk memenuhi kebutuhan liburan, gaya hidup dan hiburan. Yang mana semuanya terintegrasi dalam satu aplikasi yang bisa kita instal melalui PlayStore di smartphone berbasis Android.

Saat ini Traveloka Xperience menjadi discovery platform pemesanan beragam produk aktivitas liburan dan gaya hidup tujuh negara di Asia Tenggara dan Australia. Di aplikasinya, Traveloka Xperience menyediakan layanan pencarian dan pemesanan beragam kategori aktivitas hidup.

Ada tiket atraksi, tiket event/ festival/ konser, karaoke hingga kelas olahraga. Lalu ada tiket tur, tiket taman bermain, pijat dan spa, kecantikan, tiket bioskop, kursus dan workshop, makanan dan minuman, transportasi dan pelengkap travel.

Saat ini, Traveloka Xperience memiliki inventori aktivitas dan rekreasi sebanyak lebih dari 10 ribu mitra dan tersebar di 60 negara. Tak hanya menawarkan lebih dari 10 produk gaya hidup, Traveloka Xperience juga telah menyediakan lebih dari 40 pilihan metode pembayaran untuk memberikan kemudahan yang optimal bagi para penggunanya.

Untuk merasakan pengalaman platform Traveloka Xperience caranya pun cukup mudah. Cukup ketik nama provinsi atau wilayah yang ingin dituju pada kolom pencarian. Semisal Bali, maka akan tampil pilihan tujuan wisata, hiburan, gaya hidup yang bisa difilter berdasarkan kategori. Lengkap pula dengan harganya dan bisa dipesan langsung saat itu juga.

Senangnya Kalau Bisa ke Bali Zoo

Informasi wisata Bali Zoo di Traveloka Xperience
Informasi wisata Bali Zoo di Traveloka Xperience

Salah satu destinasi yang ingin saya kunjungi dengan Traveloka Xperience adalah Bali Zoo. Kebun binatang ini disebut-sebut sebagai yang terbaik di Indonesia. Sangat cocok dikunjungi bersama keluarga. Sean pastinya senang bisa melihat dari dekat aneka satwa yang ada di sana. Bahkan bisa memberi makan langsung di area petting zoo.

Melalui Traveloka Xperience, kita bisa tahu persis harga tiket masuk. Baik untuk turis lokal dan mancanegara. Asyiknya nih, melalui Traveloka Xperience ada diskonnya loh. Untuk masuk ke Bali Zoo wisatawan domestik bisa mendapatkan tiket mulai dari :

  • Grup booking anak WNI dan pemegang KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) Rp 87 ribu dari harga Rp 100 ribu
  • Grup booking dewasa tiket Bali Zoo bisa dibeli seharga Rp 200 dari harga Rp 140 ribu
  • Tiket masuk perorangan Rp 115.080 dari harga Rp 140 ribu
  • Tiket masuk plus nasi goreng atau nasi campur Rp 189 ribu dari harga Rp 210 ribu
  • Tiket masuk include makan Crispy Duck A Rp 215 ribu dari harga Rp 250 ribu
  • Tiket masuk include makan Crispy Duck B Rp 261 ribu dari harga Rp 290 ribu
  • Tiket masuk plus Buffet Lunch Rp 262.200 dari harga Rp 285 ribu
  • Tiket masuk plus Set Lunch di Restoran Wanna Rp 270 ribu dari harga Rp 300 ribu
  • Tiket Jungle Outbound Rp 336 ribu dari harga Rp 350 ribu
  • Tiket Night at The Zoo Rp 391 ribu dari harga Rp 425 ribu
  • Tiket Elephant Expedition Rp 445.400 dari harga Rp 495 ribu

Selain bisa memantau harga tiket beserta diskonnya, melalui Traveloka Xperience kita juga bisa melihat informasi penting lainnya. Seperti jam buka, fasilitas, ulasan pengunjung dan ringkasan seputar Bali Zoo. Menggunakan Traveloka Xperience kita juga tidak perlu membawa tiket masuk dalam bentuk fisik. Cukup menunjukkan e-tiket dari Traveloka ke meja registrasi Bali Zoo. Mudah sekali kan caranya?

Selain ke Bali Zoo, saya juga sebenarnya ingin mencicipi rasanya diving di Bali. Ada dua spot yang katanya bagus banget buat menyelam. Di Nusa Penida dan Tulamben. Sebelumnya saya sudah mencoba Diving di Bunaken. Semoga nanti ada rezeki bisa traveling ke Bali bersama keluarga.(**)

 

Tulisan ini saya sertakan pada lomba #TravelokaBlogContest2019

 

 

Komi Kendy

Halo, saya adalah blogger pemula yang menyukai dunia menulis, fotografi dan traveling.

18 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Oktober 12, 2019 - 03:14

Wah cocok banget pesan tiket di Traveloka kalau mau jalan-jalan ke Bali. Apalagi akomodasinya juga cukup lengkap. Pesan tiketnya juga praktis dan harganya juga lebih terjangkau

Balas
Oktober 18, 2019 - 04:16

Wah, enaknya kulineran nasi campur hhmm… lidah bergoyang nyam3x! Aku pernah ke Tanah Lot. Seru deh deburan ombak2 kecilnya trus main air. Ada upacara adat kan dahi kita ditaruh semacam nasi ya. Btw enak banget pakai Traveloka Xperience ya ke Bali bisa beli tiket online dan hemat juga. Cara pesan dan bayarnya praktis bgt.

Balas
Oktober 18, 2019 - 14:43

Seru bisa jalan2 ke Bali gitu yaaa. Apalagi semua bisa diatur dengan mudah pakai traveloka

Balas
Oktober 18, 2019 - 22:12

Dengan adanya Traveloka Xperience ini memberikan pengalaman yang sangat sungguh berkesan ya mba. Apalagi ada banyak kemudahan

Balas
Oktober 19, 2019 - 01:52

Asyik ya Mbak bisa berkunjung kembali ke Bali. Saya malah belum pernah ke sana padahal pengen juga menginjakkan kaki di Pulau Dewata. Apalagi sekarang kalau mau liburan di Bali nggak susah lagi ya karena sudah ada layanan seperti Traveloka Xperience yang sangat membantu da memudahkan sekali.

Balas
Oktober 19, 2019 - 03:41

Aduh pulau Bali memang destinasi wisata yang selalu ngangenin pengen balik ke sana lagi ya dengan pesona wisata dan budayanya, apalagi liburan ke Bali dengan kemudahan dari aplikasi traveloka Xperience, liburan makin menyenangkan dalam satu aplikasi

Balas
Oktober 19, 2019 - 19:06

Sama mba, aku juga lagi berencana kembali mendatangi wisata kota Bali. Tapi kali ini bersama keluarga. Mau beli tiket wisata di Traveloka Xperience

Balas

Arda Sitepu

Oktober 20, 2019 - 15:39

Saya juga pengen banget ke Bali mbak, udah lama banget enggak ke mari. Btw pakai Traveloka Xperience asik juga semua nya ada di sini.

Balas

Irra

Oktober 21, 2019 - 00:17

Traveloka experience ini bener-bener deh andalan kalau mau liburan. Bisa dapet harga hemat banget.

Balas
Oktober 21, 2019 - 02:49

Bali memang g ada matinya..
Dikunjungi berkali kali juga blm hbs hehe

Dan memang klo pake Traveloka Xperience ini urusan liburan jadi lebih mudah ya

Balas
Oktober 21, 2019 - 04:16

Serunya ke Bali semua experience sudah ada di Traveloka, tinggal pilih mau atraksi atau kuliner apa kan, jadi kangen Bali terakhir kesana masih backpackeran nyebrang dari vanyuwangi

Balas
Oktober 21, 2019 - 04:50

Jadi pengen kesana juga nih ajak suami. Asik banget ya mbak, semenjak ada traveloka Xperience jadinya sangat membantu banget buat pesan apapun

Balas
Oktober 21, 2019 - 05:31

Wah, senengnya akhirnya bisa ke Bali. Aku pernah beberapa kali kesana, tapi dulu pas masih anak-anak. Sekarang udah lupa gimana bagusnya pesona Bali, hihi.

Balas
Oktober 21, 2019 - 07:50

Huwaaa Bali emang selalu dirindukan ya mbak? Oh kalau dari Bengkulu mesti transi ke Jkt dulu ya, kirain ke Sby atau bahkan bisa langsung. Bali zoo salah satu destinasi yang kuimpikan utk ajak anak2 ke sana. Skrng makin banyak pilihan ya, aku soalnya terakhir ke Bali pas SMA haha, pdhl bnyk saudara di sana, pas dewasa malah blm kesampaian, moga ada rezekinya ke sana, biar bisa manfaati Traveloka Xperience jg spy hemat 😀

Balas
Oktober 22, 2019 - 01:29

duh kapan ya bisa ke Bali dan mengunjungi tempat-tempat ini. Itu tanah lot-nya cakep banget

Balas
Oktober 22, 2019 - 05:30

bener! Aku habis dari warung nasi pedas bu Andhika, langsung jalan-jalan k beach walk. Btw, nasi pedasnya emang endol banget yak. Tapi yg memoriable itu nasi pink Tempong kak

Balas
Oktober 23, 2019 - 15:43

hwaaa seneng banget deh mbak komi bisa ke bali
Aku belom pernah hehe
Semoga suatu saat bisa menjejaki kaki di bali juga

Balas
Oktober 24, 2019 - 04:56

Ahh, bicara tentang Bali memang selalu menyenangkan ya Mba. Ngga habis2 cerita tentang Bali, kalau bisa mah, tambah terus. Hehehe.
Oh ya, btw, aku juga udah nyobain pakai Traveloka Xperience lho. Selain simple digunakan, banyak promonya lagi

Balas

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *