Membuat SIM
REVIEW

Membuat SIM di Polres Kota Bengkulu

SETELAH dua tahun bisa lancar mengendarai mobil sendiri akhirnya Kamis, 12 Juli 2018  saya bikin SIM A. Alias Surat Izin Mengemudi. Kenapa lambat bikin SIM, sebenarnya bukan karena sengaja. Selama ini mikirnya membuat SIM di Pores itu ribet dan lama.

Apalagi pernah punya pengalaman beberapa tahun lalu saat bikin SIM C, saya mesti bolak-balik hingga hari berikutnya. Kan jadinya bikin rada males karena memang gak punya banyak waktu di hari kerja.

Tapi sebenernya kalau sudah tau tata cara dan alurnya, pembuatan SIM zaman sekarang sudah makin mudah dan cepat. Apalagi sistemnya sudah menggunakan basis komputerisasi. Sebelum berbagi tips mengurus SIM dengan cepat di Polres Bengkulu, ada beberapa alasan menurut saya kenapa harus punya SIM :

  • Supaya gak kena tilang

Kalo nggak punya SIM, suka deg-degan bawa mobil di musim operasi. Apalagi pas lewat jalanan utama, ada rasa khawatir gimana nanti kalau di depan ada bapak dan ibu polisi yang mengadang, razia kelengkapan surat. Hehe

  • Legalitas “sah” jadi sopir

Walau udah lancar bawa mobil wara-wiri kesana kemari, tapi gara-gara belum punya SIM masih sering diragukan 😀

  • Identitas diri

SIM itu bisa menjadi kartu identitas pengganti e-KTP. Karena di kartu SIM selain nama tertera alamat, tempat tanggal lahir, golongan darah dan lain-lain.

  • Taat aturan

Sebagai warga negara yang baik, saya belajar buat menaati aturan. Wajib memiliki SIM bagi pengendara itu diatur di dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ada sanksi pidana yang dikenakan jika tidak punya SIM. Hukumannya kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000.

Syarat Adminsitrasi

  1. fotokopi KTP sebanyak 2 lembar
  2. Surat keterangan sehat dari dokter

Siapkan

Alur Pembuatan

  1. Foto kopi dulu KTP 2 lembar
  2. Membuat surat keterangan sehat jasmani. Ada 4 tempat yang ditunjuk Polres Kota Bengkulu sebagai tempat membuat surat keterangan sehat. Di Klinik Safira samping Polres Bengkulu, RS Bhayangkara, klinik di samping Biru Komputer dan klinik di belakang Kantor Pos Baru Koto.
  3. Diantara 4 tempat itu, yang paling gampang dicapai adalah Klinik Safira. Calon pembuat SIM akan dicek tensi darah, timbang berat badan dan tinggi badan, tes buta warna.
  4. Datang ke Bagian Pelayanan SIM Polres Bengkulu dengan membawa persyaratan.
  5. Ambil formulir, lalu disi
  6. Menyerahkan formulir kepada petugas
  7. Membayar biaya resmi pembuatan SIM
  8. Foto, rekam tanda tangan dan sidik jari jempol
  9. Kartu dicetak

Biayanya

Total biaya yang dikeluarkan tepatnya Rp 450.400. Dana sebesar ini kita keluarkan jika ingin SIM segera jadi, tanpa tes. Rinciannya Rp 330.000 di Klinik Safira untuk membuat surat keterangan kesehatan. Lalu Rp 120 ribu untuk biaya pembuatan SIM resmi.

Sebenarnya jika ingin lebih murah, bisa saja. Cukup bayar surat keterangan kesehatan Rp 30.000 dan Rp 120 ribu untuk pembuatan SIM di loket. Tapi kita harus mengikuti serangkaian tes. Mulai dari tertulis 30 soal. Lalu besoknya ujian mengendarai mobil. Jika tidak lulus, baru diperbolehkan kembali mengajukan pembuatan SIM 7 hari kemudian.

Berapa Lama Pembuatannya

Totally, saya menghabiskan waktu di Polres Bengkulu untuk proses pembuatan SIM sekitar 1,5 jam. Saya ke sana pukul 08.10 WIB. Itu sudah termasuk membuat surat keterangan kesehatan di Klinik Safira. Yang bikin lebih lama waktunya mungkin karena waktu itu masih pagi, jadi petugasnya masih bersiap-siap dulu.

Saran saya, supaya lebih cepat prosesnya juga datanglah lebih pagi. Pukul 08.00 WIB atau selepas apel pagi adalah waktu yang paling pas. Saya mendapat nomor antrean 1 dan meninggalkan Polres Bengkulu 09.30 WIB.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top