Maya Miranda Ambarsari, Dari Lawyer Hingga Bisnis Tambang Emas (1)

Maya Miranda Ambarsari, Dari Lawyer Hingga Bisnis Tambang Emas (1)

Orang Bengkulu yang sukses di kancah nasional, jumlahnya cukup banyak. Namun tak begitu banyak yang terungkap ke publik dan diketahui masyarakat Bengkulu. Padahal perjalanan hidupnya mencapai kesuksesan bisa menjadi inspirasi. Salah satunya adalah Maya Miranda Ambarsari, SH, MIB. Apa yang membuatnya menjadi sukses seperti sekarang ini?

****

DI LEVEL nasional Maya sudah dikenal sebagai pengusaha. Ia adalah figur wanita pekerja keras, pemimpin empat perusahaan, sekaligus pemilik Rumah Belajar Miranda sebagai aktivitas sosialnya. “Kerja keras, kerja cerdas, fokus dan selalu optimis dalam menghadapi rintangan,” tegas Maya dari ujung telepon saat RB menghubunginya, kemarin (25/10) saat ditanya apa yang membuatnya bisa mencapai kesuksesan.

Wanita berdarah Bengkulu itu kini tinggal di Jalan Niaga Hijau Raya No. 67 Pondok Indah, Jakarta Selatan.  Dia merupakan Shareholder and Co Founder PT. Merdeka Copper and Gold Tbk (gold mining company – IPO), Owner and President Director of PT. Tri Tunggal Agung Propertindo (perusahaan properti), Owner of Elliottii Residence, Pondok Indah, Kebayoran Baru, Cisarua (perusahaan properti), Owner of Gorjes Salon, Wolter Monginsidi Jakarta.

Maya menuturkan, semasa kecil ia bersama keluarganya kerap berpindah-pindah. Maya pernah mengenyam pendidikan di SDN 15, SDN Sint Carolus dan SMPN 2. “Saat duduk di bangku SD dan SMP, bapak merupakan PNS Departemen Perhubungan. Jadi memang kami tinggalnya pindah-pindah,” tutur alumni SMPN 2 Kota Bengkulu angkatan 1988 ini.

Masa SMA hingga pendidikan tinggi, Maya pindah ke Jakarta. Menamatkan S1 hukum di Universitas Pancasila tahun 1995. Lalu menempuh pendidikan Master of International Business di Swinburne University of Technology di Melbourne, Australia.

“Semasa kuliah, saya sudah bekerja sebagai public relation. Lalu tamat kuliah sempat menjadi lawyer (pengacara). Meski sudah bekerja, tapi saat itu saya masih merasa belum cukup. Karena passion saya ada di dunia bisnis. Saya ingin membuka lapangan kerja bagi orang lain dengan menjadi pengusaha. Makanya saya kuliah lagi di Australia mengambil jurusan binis,” tutur istri dari Ir. Andreas Reza, MH.

Bisnis yang dilakoni Maya, tidak main-main. Ia memilih membuka usaha pertambangan emas dengan mendirikan PT. Merdeka Copper and Gold Tbk. Saat ini pertambangan ini sudah go publik dan bisa diakses di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah usaha pertambangan emasnya sukses, Maya tidak berhenti di situ saja. Ia mengembangkan usaha ke bisnis properti. Berawal dari hobi mendesain rumah dan kantor, Maya mulai terjun ke bidang usaha yang satu ini.

Maya lalu membeli properti untuk disewakan. Karena perkembangan bisnisnya sangat bagus, bersama sang suami, Maya makin serius. Mereka membangun kondominium dan hotel (kondeotel) di Yogyakarta. Tepatnya di depan keraton, Cisarua dan Bali.

Rintangan yang dihadapi baik saat meniti karir sebagai lawyer, maupun saat membangun bisnis tambang dan perumahan, menjadi pengalaman tersendiri bagi ibunda Muhammad Khalifah Nasif ini. Misal saja seperti saat menjadi lawyer. Ia menghadapi rintangan harus terus belajar karena kasus yang dihadapi berbeda-beda.

Lalu saat akan membuka usaha pertambangan. Ia sempat menghadapi kesulitan dalam mendapatkan perizinan, berkomunikasi dengan masyarakat sekitar pertambangan, biaya atau modal yang banyak.

Tapi menurutnya semua bidang memang ada seninya masing-masing. “Yang terpenting rintangan demi rintangan itu jangan jadi hambatan. Melainkan pelajaran agar jangan sampai jatuh di tempat yang sama,” ungkap Maya yang hobi masak dan mendesain rumah.(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *