Kopi Trabas, Robusta dari Tanah Hitam

Kopi Trabas, Robusta dari Tanah Hitam

VARIAN kopi kemasan asli Bengkulu, semakin beragam. Salah satunya yang kini tengah mulai beredar di pasaran yakni kopi Trabas. Nama Trabas yang unik ini merupakan anonim dari Tradisional Robusta Bengkulu Asli.

Adalah Putri Eka Sari mahasiswi Universitas Bengkulu yang kini mulai memasarkan produk kopi Trabas. Kopinya bersumber dari hasil perkebunan tradisional orangtuanya sendiri di kawasan Tanah Hitam, Desa Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara.

“Brand Trabas ini inisiatif kami ssendiri. Membuat nama yang mudah diingat oleh orang. Trabas ini juga maknanya kita sebagai petani kopi mencoba menerabas (menerobos) pasar kopi,” ungkap wanita berjilbab ini.

Putri menuturkan, saat ini pemasaran kopi miliknya masih di seputar Bengkulu Utara. Namun ia tengah mengupayakan agar kopi Trabas bisa dikenal lebih luas. Bukan hanya di Bengkulu saja. Tapi juga di luar Bengkulu.

Bagi yang ingin memesan kopi Trabas bisa menghubungi :

Handphone : 082282634613

Whatsapp : 085758023507

Email : ekasariputri803@gmail.com 

Dari segi kemasan, Putri mengatakan sengaja memilih warna merah dan putih yang dinilainya “ngejreng”. Warna kemasan ini berbeda dengan kemasan kopi lainnya yang biasanya didominasi hitam, gold atau bening.

Putri Eka Sari saat mempresentasikan produk kopi hasil perkebunan orangtuanya.
Putri Eka Sari saat mempresentasikan produk kopi hasil perkebunan orangtuanya.

Kopi Trabas, lanjut Putri, ada dua jenis. Yakni robusta petik merah dan robusta petik biasa (campur dengan yang hijau). Dari segi rasa, tentu saja berbeda. Kopi petik merah diakuinya memiliki cita rasa yang lebih nikmat. “Kopi petik merah adalah yang terbaik,” ujar Putri.

Dari segi harga, juga berbeda. Kopi petik merah dijual 1 kg Rp 80 ribu. Sementara petik biasa Rp 50 ribu per 1 kg. “Saat ini kami juga lagi membuat kemasan bubuk kopi yang sudah langsung dicampur gula. Sehingga bisa langsung diseduh air panas,” ungkap Putri.

Putri mengatakan, keunggulan produk kopi Trabas miliknya yakni diambil dari biji kopi pilihan yang berkualitas dan alami. Khas dataran tinggi Bengkulu. Pengolahannya pun dilakukan tradisional, teliti, dengan takaran yang tepat.

“Kopi Trabas ini tanpa bahan pengawet sehingga menghasilkan aroma serta rasa khas dan nikmat bagi pecinta kopi,” kata Putri.(ken)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *