Musik dol Bengkulu dimainkan oleh para pemuda.
INSPIRASI LIPUTAN MUSIK

Ketika Musik Dol Bengkulu Meraih Rekor Muri

Musik dol Bengkulu dimainkan oleh para pemuda.
Musik dol Bengkulu dimainkan oleh para pemuda.

MATAHARI masih terik ketika Kamis sore pada 16 November Festival Pesisir Pantai Panjang 2017 dilaksanakan. Namun panasnya cuaca hari itu sama sekali menyurutkan ribuan masyarakat Kota Bengkulu untuk menyaksikan langsung penampilan musik dol Bengkulu yang berhasil menciptakan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Bukan itu saja. MURI menyatakan, rekor penabuhan dol terbanyak dan terpanjang ini juga menjadi rekor dunia, karena musik dol hanya ada di Bengkulu. Setidaknya ada 500 penabuh dol dari 49 sanggar yang tergabung dalam Asosisasi Penggiat Seni Budaya Bengkulu (APSBB).

Mereka menabuh dol kolosal secara serentak selama sekitar 10 menit di kawasan icon Pantai Panjang. Dilanjutkan dengan berbaris rapi di sepanjang breakwater pantai, hingga 1 kilometer. Begitu dol ditabuh, sorak sorai para penonton semakin menyulut semangat.

Sebagai orang yang sejak kecil tinggal di Bengkulu, tentu saja saya ikut bangga ketika musik etnik Indonesia dari bumi rafflesia ini mendapat “tempat istimewa” di daerah sendiri. Bukan apa-apa. Jika kita tidak mencintai kesenian kita sendiri, bisa-bisa nanti “dicaplok” sama negara lain.

Sejak dulu musik dol memang sudah menjadi salah satu musik favorit. Hentakan musiknya membangkitkan semangat. Apalagi kalau pemusiknya memang sudah yang pro dan menjiwai. Ketika mendengar tabuhan dol dan tasa, badan jadi merinding. Nggak percaya? Coba dengarkan saja musiknya.

Apa Itu Dol?

Menabuh dol terpanjang di Pantai Panjang.
Menabuh dol terpanjang di Pantai Panjang.

Dol merupakan alat musik mirip perkusi. Bisa dibilang bentuknya mirip bedug. Hanya saja ukurannya lebih kecil dan mudah dibawa kemana mana. Dol terbuat dari kayu atau bonggol kelapa. Penggunaan bonggol kelapa ini sengaja, karena dikenal kokoh, tapi ringan.

Bonggol kelapa dilubangi bagian atasnya, lalu dikeruk isinya hingga terlihat bagian dasar. Tidak sampai tembus. Setelah dirapikan, ditutup dengan kulit sapi. Alat musik dil berukuran 70-125 cm dengan tinggi 80 cm. Supaya makin cantik, biasanya dol yang sudah dihaluskan diberi cat dengan warna merah, hijau dan kuning. Warna ini kalau diingat-ingat menjadi warna khas tirai yang dipasang pada acara-acara adat.

Dol dari bonggol kelapa ini tentu saja nggak berbunyi tanpa alat pemukulnya. Biasanya berupa kayu berbentuk stik, dengan salah satu ujungnya dibuat semacam bantalan. “Dung, dung, dung, dung, tak, tak, tak. Dung, dung, dung, dung, tak, tak, tak,” kira-kira begitu nada standar yang paling sering terdengar. Nada ini bisa berubah lebih lambat atau makin cepat tempo musiknya.

Konon informasinya dol merupakan salah satu alat musik satu-satunya di dunia, dengan pola pemukulan ganjil. Dan ini langka.

 

Kapan Saja Dimainkan?

Alat musik tassa pengiring dol.
Alat musik tassa pengiring dol.

Dulunya, alat musik dol ini dimainkan pada saat perayaan Tabot 1-10 Muharram saja. Tabot sendiri merupakan kebudayaan Bengkulu yang diadakan untuk mengenang wafatnya Imam Hasan dan Imam Husen, cucu Nabi Muhammad SAW yang wafat saat perang di Padang Karbala. 

Mengutip dari situs http://budaya-indonesia.org/ , dulu penabuh dol pun hanya dari keturunan keluarga Tabut saja. Yaitu warga Bengkulu keturunan India yang biasa disebut sipai. Dol memang dikenalkan kali pertama oleh masyarakat Muslim India yang datang ke Indonesia dibawa Pemerintah kolonial Inggris yang saat itu membangun Benteng Malborough.

Mereka kemudian menikah dengan orang lokal Bengkulu dan garis keturunannya dikenal sebagai keluarga Tabut. Hingga tahun 1970-an, musik dol hanya boleh dimainkan orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan keluarga Tabut tersebut.

Seiring dengan perkembangan zaman, dol tidak lagi “ekslusif” milik keturunan keluarga Tabut saja. Kini musik dol Bengkulu sudah sering dimainkan untuk memeriahkan berbagai acara seremonial, hingga festival. Para seniman Bengkulu, melalui sanggar-sanggarnya, giat mengenalkan dol. Bukan hanya ke kancah nasional saja, tapi juga internasional.

Teknik Menabuh Dol

Tabuhan dol yang menggelorakan semangat, membuat yang mendengarkan ikut bersuka ria.
Tabuhan dol yang menggelorakan semangat, membuat yang mendengarkan ikut bersuka ria.

Ada tiga teknik dasar memainkan dol. Teknik ini umum diajarkan. Bukan hanya pada anak-anak sanggar saja. Tapi juga pelajar saat di bangku SMP melalui mata pelajaran muatan lokal. Adapun tiga teknik tersebut:

1. Suwena

Jenis pukulan suwena biasanya untuk suasana berduka cita dengan tempo pukulan lambat.

2. Tamatam

Tamatam untuk suasana riang, konstan dan ritmenya cepat

3. Suwari

Suwari adalah pukulan untuk perjalanan panjang dengan tempo pukulan satu-satu

Oh iya, dalam pementasan dol, ada instrumen lain yang ikut mengiringi. Ada alat musik tassa (sejenis rebana yang dipukul dengan rotan), dol berukuran kecil, serunai dan lainnya. Bahkan sekarang sebagai variasi, musik dol Bengkulu juga diiringi dengan alat musik modern seperti gitar.(**)

2 thoughts on “Ketika Musik Dol Bengkulu Meraih Rekor Muri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top