Salah satu sudut di Museum Bank Indonesia yang instagramable.
TRAVELING

Immersive Cinema, Wahana Baru Museum Bank Indonesia

Apa yang terbayang ketika mendengar kata museum? Tua, kuno, antik, lawas? Kesan itu tentu tidak bisa ditinggalkan. Mengingat musem menjadi tempat sejarah tersimpan dengan rapi. Akan tetapi ada yang berbeda ketika mengunjungi Musem Bank Indonesia. Pengunjung diajak melintasi masa dengan kemasan yang canggih dan modern. The Immersive Cinema salah satunya.

**

Bangunan gedung Museum Bank Indonesia
Bangunan gedung Museum Bank Indonesia

“Kunjungan ke Museum Bank Indonesia. Woalah, ngapain ke museum ini lagi? Paling isinya gitu-gitu aja,” gumam saya di dalam hati saat membaca itinery perjalanan pagi itu. Tak terlalu bersemangat pada awalnya. Karena tahun 2011 lalu sudah beberapa kali mengunjungi museum yang berada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Tapi berhubung mesti ikut gabung dengan rombongan, saya pergi juga.

Kami meluncur menggunakan bus pariwisata dari Hotel Mercure Sabang. Oia, yang dimaksud dengan kami itu adalah saya bersama 13 jurnalis Bengkulu dan tiga pegawai Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bengkulu. Kami berkunjung ke Jakarta dalam momen workshop pada Maret lalu.

Sekitar pukul 09.00 WIB bus kami tiba di halamannya. Lokasinya berada di Jalan Pintu Besar Utara No.3 Jakarta Barat (depan Stasiun Kota). Begitu turun dari bus, pandangan mata menyapu bangunan megah dengan arsitektur Eropa. Setelah tujuh tahun berselang, dari luar nyaris tiada yang berubah dari gedung yang catnya didominasi warna putih itu.

Jam Kunjungan

Jam operasional Museum Bank Indonesia
Jam operasional bagi pengunjung

Sampai di depan pintu masuk, setiap pengunjung wajib diperiksa isi tasnya. Mungkin untuk memastikan jangan sampai ada barang-barang yang bisa membahayakan pengunjung dan keberadaan museum.

Di depan pintu tertera tulisan yang berisi informasi waktu kunjungan. Jika ingin ke museum ini, pengunjung bisa datang setiap Selasa – Jumat pukul 08.00-15.30 WIB. Khusus Jumat istirahat pukul 11.35-13.00 WIB untuk salat Jumat. Terus pada hari lubur, Sabtu dan Minggu museum buka pukul 08.00-16.00 WIB.

Buat yang ingin didampingi guide atau tur dengan pemandu bisa dilakukan pada Selasa-Minggu  08:00, 10:00 dan 13:00 WIB. “Kalau tur didampingi pemandu, biasanya akan diajak berkumpul ke teater sebelum berkeliling,” tutur Mira, pemandu Museum Bank Indonesia usai menyapa kami dengan ramah.

“Silakan bapak dan ibu, tas dan jaketnya dititipkan ya,” tambah Mira. Setiap pengunjung yang ingin melihat isi museum wajib mengambil tiket masuk.

Naaa, untuk harga tiketnya berapa saya ga tau pasti. Soalnya di dua tiket yang didapat, sama sekali nggak tertera. Selain itu saat masuk ke sana, pengambilan tiket dikoordinir sama mbak Yudya pegawai Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bengkulu. Tapi pada beberapa artikel, informasinya gratis biaya masuk.

Tiket masuk Museum Bank Indonesia
Tiket masuk

The Immersive Cinema

Sebelum menjelajah kemana-mana, tempat pertama yang kami lihat adalah The Immersive Cinema. Teater tertutup di sebelah sayap kiri bangunan ini merupakan salah satu wahana baru yang ada di museum. Ukurannya sekitar 10×10 meter. Di ruang ber-AC dengan suasana yang temaram ini pengunjung bisa menyaksikan tayangan sejarah berdirinya Museum Bank Indonesia yang tak lepas dari perjalanan Indonesia sejak masih dijajah Belanda, masa-masa perjuangan kemerdekaan, hingga sekarang.

Informasi yang didapat dari tayangan itu disebutkan bahwa Museum Bank Indonesia menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota. Museum ini adalah cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal. Bank dibangun pertama kali pada tahun 1828. Wow, artinya sampai tahun 2018 ini usia bangunan sudah 190 tahun.

Pada tahun 1625, di sana pernah dibangun sebuah gereja sederhana untuk umat Protestan. Tiga tahun kemudian, tepatnya 1628, gereja ini dibongkar. Bangunan dipakai sebagai tempat meriam besar, ketika pertama kalinya puluhan ribu tentara Sultan Agung menyerang Batavi.

Peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953. Lalu ada informasi tentang kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

Pembukaan Museum

Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap. Peresmian tahap I mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada 15 Desember 2006. Saat itu peresmian dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia era Burhanuddin Abdullah. Sementara peresmian tahap II (grand opening) dilakukan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada 21 Juli 2009.

Suasana di dalam The Immersive Cinema saat tayangan sejarah museum berlangsung.
Suasana di dalam The Immersive Cinema saat tayangan sejarah museum berlangsung.

Bagian yang paling kerennya dari teater ini, layarnya ga hanya ada di depan mata saja secara 2 dimensi. Tapi filmnya juga nyaris memenuhi seisi ruangan. Jadi keinget sama teater yang ada di Benteng Marlborough. Pasti akan lebih yahud lagi kalo dibuat macam begini.

Sensasi menonton tayangan ini yang benar-benar masih pengalaman pertama bagi saya. Hmm, kalau anak-anak diajak ke sini pasti akan senang. Selain berisi informasi edukatif, The Immersive Cinema juga menyajikan pengalaman menonton film dokumenter sejarah dengan cara yang tidak membosankan.

Tayangan perjalanan sejarah berdirinya Museum Bank Indonesia diputar sekitar 15 menit saja. Kalau menurut saya sih, yang agak kurang nyaman adalah kursinya yang menggunakan kursi biasa. Coba kalau lebih empuk lagi. Lebih betah lagi nontonnya.

Spot Instagramable

Museum Bank Indonesia menjadi tempat asyik buat berfoto selfie.
Tempat asyik buat berfoto selfie.

Usai menonton di The Immersive Cinema, akhirnya kami berkeliling ke sebagian besar ruangan yang ada di sana. Asli, bener-bener udah berbeda dari kunjungan delapan tahun lalu.  Walau menyajikan informasi sejarah masa lalu, tapi desain interior ruangannya mengikuti kekinian zaman. Sudah semakin banyak spot-spot dengan dinding dan dioarama yang instagramable.

Kalau mau liat contohnya, ya seperti foto-foto saya di tulisan ini ya 😀

 

Salah satu spot instagramable Museum Bank Indonesia
Salah satu spot instagramable

Isi museum Bank Indonesia juga memamerkan benda-benda bersejarah. Mulai dari pakaian perang tentara Indonesia, Belanda, Inggris dan Jepang. Lalu aneka macam uang, koleksi emas batangan, buku elektronik yang dibuka dengan menggunakan sensor tangan.

Lalu ada foto-foto para mantan Presiden Indonesia yang kece kalau dijadikan background foto (hahahaha, foto lagi, foto lagi. Setiap koleksinya berada di ruangan yang berbeda-beda. Jadi setiap masuk ke ruangan selanjutnya, pengunjung berasa masuk ke tempat baru dengan nuansa berbeda.

 

Diorama yang menceritakan awal mula bangsa Indonesia masuk ke Eropa.
Diorama yang menceritakan awal mula bangsa Indonesia masuk ke Eropa

Nanti kalau ada kesempatan lagi, pengennya bisa ajak Sean Kilimanjaro dan ayahnya berkunjung ke sini lagi. Saya juga mengacungkan jempol untuk pengelola museum yang menjaga kebersihan dan kerapihan museum. Tempat ini cocok sebagai tempat wisata rekreasi bersama keluarga, sekaligus edukasi.

Pojok cenderamata berisi souvenir Bank Indonesia
Pojok cenderamata berisi souvenir

Oia, terakhir nih. Buat yang mau beli oleh-oleh juga ada centra cenderamata dengan aneka souvenir bertuliskan Bank Indonesia dan gambar museum. Ada tempat minum, payung, gelas, mug, laptop case, tas, dompet, notebook, kaos, pin, pena dan lain-lain. Harganya juga terjangkau. Selamat menikmati kunjungan ke Museum Bank Indonesia.(**)

20 thoughts on “Immersive Cinema, Wahana Baru Museum Bank Indonesia

  1. Jadi bukan sekedar musium aja nich, alhamdulillah semoga kedepannya lebih baik lagi biar anak dan cucu nanti tetap tahu sejarah

  2. Setiap saya main ke kota tua, tidak pernah melewatkan mampir ke Museum Bank Indonesia. Ada saja perubahan-perubahannya. Sudah lama sekali tidak ke sana dan jadi penasaran Immersive Cinemanya. Memang benar museum ini Instagramable. Bangunan sisi kiri dekat masjidnya juga bagus banget untuk foto-foto

  3. Wow skrg setiap tempat wisata kayaknya wajib ada spot instagramable ya. Mulai dr restoran, taman bermain, sampai ke museum2 segala.

    Terakhir kesana blm ada tuh the immersive cinema. Boleh lah nanti ajak anak2 lagi kesana.

  4. Selama ini aku kalo ke kota tua cuma lewat depan Museum BI ini, pengen masuk ke dalam apalagi waktu setelah ada film comedy yang syuting disana tapi ga jadi mulu, setelah baca tulisan Mba aku mantabbb weekend ini harus ajak anak ke Museum BI..

  5. Wah asyik Sabtu Minggu buka, bisa nih ajak anak2 ke sana. Berapaan ya harga tiketnya? Pdhl pengen tahu anak2 bayar sendiri apa gak hehe.
    Noted banget moga kursi buat nontonnya diganti yg lbh empuk haha. Btw ke sana gak boleh bawa kamera gak ya mbak?

  6. Waah aku seneng banget baca tulisannya, karena sangat suka berkunjung ke Museum juga Mba. Bahkan waktu kuliah dulu sempat bikin film tentang museum di kota Jawa. Pengennya sih ngeliput semua museum di Indonesia tapi belum kesampean hihi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top