Jalan-jalan ke Museum Bank Indonesia

Immersive Cinema, Wahana Baru Museum Bank Indonesia

Apa yang terbayang ketika mendengar kata museum? Tua, kuno, antik, lawas? Kesan itu tentu tidak bisa ditinggalkan. Mengingat musem menjadi tempat sejarah tersimpan dengan rapi. Tapi beda rasanya ketika mengunjungi Musem Bank Indonesia. Pengunjung diajak melintasi masa dengan kemasan yang canggih dan modern. Area The Immersive Cinema salah satunya.

Bangunan gedung Museum Bank Indonesia memiliki arsitektur ala Eropa
Bangunan gedung Museum Bank Indonesia memiliki arsitektur ala Eropa

“Kunjungan ke Museum Bank Indonesia. Woalah, ngapain ke museum ini lagi? Paling isinya gitu-gitu aja,” gumam saya di dalam hati saat membaca itinery perjalanan pagi itu. Tak terlalu bersemangat pada awalnya. Karena tahun 2011 lalu sudah beberapa kali mengunjungi museum yang berada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Tapi berhubung mesti ikut gabung dengan rombongan, saya pergi juga.

Kami meluncur menggunakan bus pariwisata dari Hotel Mercure Sabang. Oia, yang dimaksud dengan kami itu adalah saya bersama 13 jurnalis Bengkulu dan tiga pegawai Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bengkulu. Kami berkunjung ke Jakarta dalam momen workshop pada Maret lalu.

Sekitar pukul 09.00 WIB bus kami tiba di halamannya. Lokasinya berada di Jalan Pintu Besar Utara No.3 Jakarta Barat (depan Stasiun Kota). Begitu turun dari bus, pandangan mata menyapu bangunan megah dengan arsitektur Eropa. Setelah tujuh tahun berselang, dari luar nyaris tiada yang berubah dari gedung yang catnya didominasi warna putih itu.

Masuk ke Museum

 

Jam masuk Museum Bank Indonesia. Foto: Komi Kendy
Jam masuk Museum Bank Indonesia. Foto: Komi Kendy
Loket pembelian tiket masuk Museum Bank Indonesia
Loket pembelian tiket masuk Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

Sampai di depan pintu masuk, setiap pengunjung wajib diperiksa isi tasnya. Mungkin untuk memastikan jangan sampai ada barang-barang yang bisa membahayakan pengunjung dan keberadaan museum.

Di depan pintu tertera tulisan yang berisi informasi waktu kunjungan. Jika ingin ke Museum Bank Indonesia pengunjung bisa datang setiap Selasa – Jumat pukul 08.00-15.30 WIB. Khusus Jumat istirahat pukul 11.35-13.00 WIB untuk salat Jumat. Terus pada hari lubur, Sabtu dan Minggu museum buka pukul 08.00-16.00 WIB.

Buat yang ingin didampingi guide atau tur dengan pemandu bisa dilakukan pada Selasa-Minggu  08:00, 10:00 dan 13:00 WIB. “Kalau tur didampingi pemandu, biasanya akan diajak berkumpul ke teater sebelum berkeliling,” tutur Mira, pemandu Museum Bank Indonesia usai menyapa kami dengan ramah.

“Silakan bapak dan ibu, tas dan jaketnya dititipkan ya,” tambah Mira. Setiap pengunjung yang ingin melihat isi museum wajib mengambil tiket masuk.

Naaa, untuk harga tiketnya berapa saya ga tau pasti. Soalnya di dua tiket yang didapat, sama sekali nggak tertera. Selain itu saat masuk ke sana, pengambilan tiket dikoordinir sama mbak Yudya pegawai Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bengkulu. Tapi pada beberapa artikel, informasinya gratis biaya masuk.

The Immersive Cinema

Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia
Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

 

Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy
Ruangan The Immersive Cinema yang menayangkan perjalanan sejarah Museum Bank Indonesia. Foto Komi Kendy

Sebelum menjelajah kemana-mana, tempat pertama yang kami lihat adalah The Immersive Cinema. Teater tertutup di sebelah sayap kiri bangunan ini merupakan salah satu wahana baru yang ada di Museum Bank Indonesia. Ukurannya sekitar 10×10 meter.

Di ruang ber-AC dengan suasana yang temaram ini pengunjung bisa menyaksikan tayangan sejarah berdirinya Museum Bank Indonesia yang tak lepas dari perjalanan Indonesia sejak masih dijajah Belanda, masa-masa perjuangan kemerdekaan, hingga sekarang.

Informasi yang didapat dari tayangan itu disebutkan bahwa Museum Bank Indonesia menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota. Museum ini adalah cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal. Bank dibangun pertama kali pada tahun 1828. Wow, artinya sampai tahun 2018 ini usia bangunan sudah 190 tahun.

Pada tahun 1625, di sana pernah dibangun sebuah gereja sederhana untuk umat Protestan. Tiga tahun kemudian, tepatnya 1628, gereja ini dibongkar. Bangunan dipakai sebagai tempat meriam besar, ketika pertama kalinya puluhan ribu tentara Sultan Agung menyerang Batavia.

Peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953. Lalu ada informasi tentang kebijakankebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

Pembukaan Museum

Spot foto Instagramable di Museum Bank Indonesia
Spot foto Instagramable di Museum Bank Indonesia

Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap. Peresmian tahap I mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada 15 Desember 2006. Saat itu peresmian dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia era Burhanuddin Abdullah. Sementara peresmian tahap II (grand opening) dilakukan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada 21 Juli 2009.

Bagian yang paling kerennya dari teater ini, layarnya ga hanya ada di depan mata saja secara 2 dimensi. Tapi lmnya juga nyaris memenuhi seisi ruangan. Jadi keinget sama teater yang ada di Benteng Marlborough. Pasti akan lebih yahud lagi kalo dibuat macam begini.

Sensasi menonton tayangan ini yang benar-benar masih pengalaman pertama bagi saya. Hmm, kalau anakanak diajak ke sini pasti akan senang. Selain berisi informasi edukatif, The Immersive Cinema juga menyajikan pengalaman menonton lm dokumenter sejarah dengan cara yang tidak membosankan.

Guide di Museum Bank Indonesia menjelaskan diorama
Guide di Museum Bank Indonesia menjelaskan diorama yang dipajang. Foto: Komi Kendy

Tayangan perjalanan sejarah berdirinya Museum Bank Indonesia diputar sekitar 15 menit saja. Kalau menurut saya sih, yang agak kurang nyaman adalah kursinya yang menggunakan kursi biasa. Coba kalau lebih empuk lagi. Lebih betah lagi nontonnya. Spot Instagramable

Usai menonton di The Immersive Cinema, akhirnya kami berkeliling ke sebagian besar ruangan yang ada di sana. Asli, bener-bener udah berbeda dari kunjungan delapan tahun lalu.  Walau menyajikan informasi sejarah masa lalu, tapi desain interior ruangannya mengikuti kekinian zaman. Sudah semakin banyak spot-spot dengan dinding dan dioarama yang instagramable.

Kalau mau liat contohnya, ya seperti foto-foto saya di tulisan ini ya. Btw yang suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah, bisa datang ke Kota Bengkulu. Ada rumah bersejarah peninggalan ibu Fatmawati. Ibu negara Indonesia pertama yang merupakan orang Bengkulu.  Sambil ke Bengkulu, jangan lupa juga mampir ke Martha Tilaar yang menawarkan wisata spa.

Sejarah Perjalanan Bangsa

Isi museum Bank Indonesia juga memamerkan benda-benda bersejarah. Mulai dari pakaian perang tentara Indonesia, Belanda, Inggris dan Jepang. Lalu aneka macam uang, koleksi emas batangan, buku elektronik yang dibuka dengan menggunakan sensor tangan.

Lalu ada foto-foto para mantan Presiden Indonesia yang kece kalau dijadikan background foto (hahahaha, foto lagi, foto lagi. Setiap koleksinya berada di ruangan yang berbeda-beda. Jadi setiap masuk ke ruangan selanjutnya, pengunjung berasa masuk ke tempat baru dengan nuansa berbeda.

Nanti kalau ada kesempatan lagi, pengennya bisa ajak Sean Kilimanjaro dan ayahnya berkunjung ke sini lagi. Saya juga mengacungkan jempol untuk pengelola museum yang menjaga kebersihan dan kerapihan museum. Tempat ini cocok sebagai tempat wisata rekreasi bersama keluarga, sekaligus edukasi.

Area cenderamata bagi yang ingin beli oleh-oleh dari Museum Bank Indonesia. Foto : Komi Kendy
Area cenderamata bagi yang ingin beli oleh-oleh dari Museum Bank Indonesia. Foto : Komi Kendy

Oia, terakhir nih. Buat yang mau beli oleh-oleh juga ada centra cenderamata dengan aneka souvenir bertuliskan Bank Indonesia dan gambar museum. Ada tempat minum, payung, gelas, mug, laptop case, tas, dompet, notebook, kaos, pin, pena dan lain-lain. Harganya juga terjangkau. Selamat menikmati kunjungan ke Museum Bank Indonesia.(**)

Komi Kendy

Halo, saya adalah blogger pemula yang menyukai dunia menulis, fotografi dan traveling.

2 Comments

Join the discussion and tell us your opinion.

Juni 28, 2019 - 13:34

[…] Buat yang mau baca-baca tulisan traveling saya lainnya, bisa baca yang satu ini. Traveling ke Immersive Cinema Museum Bank Indonesia. Seru juga […]

Balas
Juli 04, 2019 - 15:51

[…] Terus buat yang mau liburan ke Jakarta, Mengunjungi Museum Bank Indonesia juga menjadi destinasi wisata menarik. Baca ulasannya di tulisan saya Immersive Cinema, Wahana Baru Museum Bank Indonesia. (**) […]

Balas

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *