Hore, Akhirnya Saya Punya Lisensi Diving

Setelah setahun bergabung di klub selam Rafflesia Bengkulu Dive Centre (RBDC), Alhamdulillah akhirnya sekarang saya punya lisensi diving jenjang A1. Masih pemula sih, karena kelasnya juga masih open water. Tapi segini aja udah bahagia sekali rasanya.

Memiliki lisensi diving aslinya udah jadi impian saya sejak usia 14 tahun. Tepatnya saat masih menjadi atlet renang yang sehari-harinya menghabiskan waktu di kolam renang untuk berlatih. Dari dulu selalu ngebayangin dan memimpikan andai suatu saat nanti bisa menjamah kedalaman laut biru bersama ikan-ikan. Melihat keindahan karang-karang,  anemon berikut segala isinya.

“Cara meraih mimpi adalah memulai”

Belum lagi kalau nonton tv yang ada tayangan edisi penyelaman dan ga semua orang bisa atau punya kesempatan menyelam. Beuhhh, rasanya makin mupeng. Tapi apa daya. Gimana mungkin bisa menyelam kalau sertifikatnya aja belum punya.  Dari situlah prosesnya saya mulai, untuk mencapai tujuan.

Kenapa Harus Punya Lisense?

Ada beberapa alasan yang membuat kita wajib punya lisense diving jika ingin beraktivitas di bawah laut. Alasan yang pertama kalau saya sih secara pribadi, supaya lebih pede dan yakin sudah bisa melakukan penyelaman. Kan sudah ada legalitas dari keterampilan yang dipelajari secara bertahap.

Memiliki lisensi diving juga sebagai penanda bahwa kita sudah mengetahui aturan yang mesti diterapkan saat melakukan penyelaman. Sehingga tetap safety dalam melakukan aktivitas bawah laut.

Selain itu, di berbagai spot penyelaman biaya menyelam antara yang belum punya lisense dengan yang belum punya, biasanya berbeda. Akan lebih mahal kalau belum punya lisense. Selain itu arealnya juga lebih dibatasi lagi karena dianggap belum berkompetensi melakukan penyelaman.

Proses Panjang Meraih Impian

Masih teringat pertama kali bergabung dengan RBDC pada Juli 2017 lalu. Mentornya saat itu Ayub Sugara. Lalu berganti Jeka Mandiri, Ketua RBDC saat ini. Proses mendapatkan lisensi diving yang saya lewati dimulai dari :

  • Bergabung di klub (Juli 2017)
  • Pengenalan dasar-dasar penyelaman (Juli 2017)

 

 

  • Latihan Keterampilan Kolam (Agustus 2017-Februari 2018)

 

  • Latihan Perairan Terbuka (17 September 2017 & 9 Januari 2018)

 

 

  • Materi ruang (2 Maret 2018)

 

  • Sertifikasi di Pulau Tikus (3-4 Maret 2018)

 

  • Menerima Lisensi Diving (23 Juni)

 

Kalau dihitung-hitung waktunya, maka waktu yang dihabiskan untuk menjalani proses ini bisa hampir setahun lamanya. Bukannya nggak bisa lebih cepat. Tapi karena memang saya merasa tidak sedang diburu-buru dan menikmati setiap prosesnya. Tentunya sembari menunggu ada jadwal sertifikasi di Kota Bengkulu.

Ehem. Kalau harus ke luar Kota Bengkulu bisa dibayangkan seberapa mahalnya. Misalnya ke Bali. Tiket PP sudah hampir Rp 2 juta. BIaya sertifikasi bisa Rp 3 juta bahkan lebih. Sementara jika di Bengkulu saja, untuk A1 biaya yang dikeluarkan Rp 2,5 juta include transportasi, makan, instruktur dan peralatan. Jadi sayang sekali jika agenda sertifikasi ini sampai dilewatkan.

Pada sertifikasi selam jenjang A1, instruktur saya adalah Imam Suprihanto, S.Si. Ia merupakan penyelam senior yang juga merupakan Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI). Karena instrukturnya adalah pengurus POSSI, maka linsense A1 yang saya dapatkan merupakan lisensi POSSI – Confederation Mondiale des Activites Subaquatiques (CMAS) Italia .

Jenjang Lisensi Diving

FYI, POSSI merupakan organisasi selam yang ada di Indonesia. Organisasi berdiri pada tanggal 4 Agustus 1977. Resmi menjadi induk organisasi selam Indonesia yang diprakarsai oleh dua klub selam yaitu yaitu NDC (Nusantara Diving Club) dan SDK (Surabaya Diving Club). Adapun jenjang sertifikasi yang dikeluarkan POSSI adalah :

  • A1 (Open Water Scuba Diving)
  • A2 (Advanced Scuba Diving)
  • A3 (Rescue Scuba Diving)
  • A4 (Master Scuba Diving)
  • B1 (Instruktur)
  • B2 (Instruktur)
  • B3 (Instruktur)

Sebenarnya selain POSSI-CMAS masih ada beberapa lagi organisasi penyelaman yang mengeluarkan lisensi selam. Seperti Scuba School International (SSI), NAUI (National Association of Underwater Instructors), PADI (Professional Association of Diving Instructor) dan ADS-I (Association of Diving School International). Tapi pada intinya, jika ingin menyelam kita wajib punya lisense cukup dari satu organisasi saja.

Nah, setelah mendapatkan sertifikat alias lisense diving tentunya saya punya cita-cita melakukan penyelaman ke berbagai spot indah di nusantara. Nggak muluk-muluk harus ke semua spot. Karena bagaimanapun ada keterbatasan waktu dan dana jalan-jalan yang harus disiapkan dari jauh-jauh hari. Hehe. Tapi siapa tau nanti ada rezeki dan kesempatan buat diving secara free 😀 kan sudah ada persiapan dan modal lisense.(**)

 

Dedicated for my husband Nofrianda Karnak.

Terima kasih selalu menjadi penyemangat dan partner hidup yang paling asyik.

Saat pengambilan lisensi ini, suami menjadi sponsorship utama, meluangkan waktunya mengantar jemput ke pelabuhan, sekaligus menjaga buah hati kami Sean Kilimanjaro.

2 Komentar Tambahkan milikmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *