Gurihnya Sate Maranggi Ceu Ai

BOSAN dengan hidangan sate yang itu-itu saja, cobain deh kuliner yang satu ini. Sate maranggi. Yap, makanan khas Cianjur dan Purwakarta Jawa Barat ini ada juga loh di Bengkulu. Namanya Sate Maranggi Ceu Ai. Dikelola oleh pasangan suami istri Riky Prayoga dan Apriani Astuti bersama keluarga.

Sate Maranggi Ceu Ai sudah buka sejak November 2016 lalu. Ada di dua lokasi. Di kawasan Pantai Panjang dekat pintu masuk menuju tulisan ikon Pantai Panjang. Satu lagi berada di Jalan Beringin Belakang RRI depan Kantor Golkar.

“Di Pantai Panjang kami biasa buka dari sore, sampai habis 40 porsi lebih. Kalau di Jalan Beringin, buka dari jam 12 siang sampai jam 12 malam,” ungkap Riky Prayoga disela kesibukannya melayani pelanggan, Sabtu sore (8/4).

Riky menuturkan, sate maranggi ini berbeda dengan sate Padang atau Madura yang sudah terbilang banyak dijual. Karena memang tidak menggunakan bumbu kacang. Dari segi pengolahannya pun berbeda.

“Kalau di Cianjur, sate maranggi ini menggunakan daging sapi. Di Purwakarta ada yang daging kambing. Tapi di sini saya jual satenya dimodifikasi dengan daging ayam,” tutur Riky yang berasal dari Cianjur.

Jika sate Madura atau sate Padang identik dengan kacang, sate maranggi justru mengandalkan rempah ketumbar. Ketumbar ini dicampur dengan bawang putih, kecap dan garam yang sudah dihaluskan.

Bahan bumbu itu lalu dibalurkan ke daging yang masih mentah. Lalu didiamkan selama 2-3 jam. “Kalau di Cianjur, istilahnya itu dibacem. Supaya meresap ke daging, idealnya sampai 12 jam didiamkan di dalam kulkas. Saat dibacem dipisah antara daging bersih dengan lemaknya,” tutur Riky.

Biasanya daging sapi disate teksturnya jadi keras. Riky punya tips tersendiri agar dagingnya jadi lembut. Rahasianya ada pada daun pepaya. “Daun pepaya ini digunakan untuk membungkus daging supaya terasa lembut,” ungkapnya.

Selain daun pepaya, membuat sate maranggi yang enak juga terletak pada asam Jawa segar. Sayangnya bahan ini sulit ditemui di Bengkulu. “Karena bahan asam segar ini sulit dicari, saya menggantinya dengan bahan lain yang rasanya mirip dengan asam Jawa segar, agar rasanya tetap khas,” tutur Riky.

Berkat bumbu-bumbu yang sudah dibacem, saat dibakar aroma gurih sate langsung “menggelitik bulu hidung”. Membuat tak sabar rasanya menunggu. Membakar sate ini memang memerlukan waktu, karena saat dibakar sate belum direbus. “Masaknya memang benar-benar karena masak dipanggang,” ujar Riky.

Saat disajikan, ada dua jenis sate. Sate daging sapi dan ayam. Wuidih, dua-duanya maknyosss. Lemak daging sapinya pun langsung habis tak bersisa. Aslinya sih setelah dibakar, sate tidak pedas. Ketumbarnya membuat daging terasa gurih. Setiap potongnya, daging terasa empuk.

Bagi penyuka pedas kita bisa mencampurnya dengan kecap pedas dan sambal merah sesuai selera. Jangan lupa tambahkan acar timun dan wortel biar makin segar.

Di daerah asalnya, sate maranggi disajikan dengan oncom dan ketan bakar. Tapi di Bengkulu sulit mencari bahan oncom yang notabene ampas tempe. “Jadi kalau di sini kami sajikan dengan nasi putih saja,” jelas Riky.

Hitung per Tusuk

Seporsi harga sate maranggi ayam dan sapi plus lemak Rp 15 ribu. Isinya delapan tusuk. Kalau daging sapi bersih, Rp 20 ribu. Bila ingin tambah, bisa pesan per tusuk Rp 2.000 sapi campur lemak dan Rp 2.500 per tusuk untuk daging full. Kalau tambah nasi, tinggal tambah Rp 3.000 seporsi.

Bisa Delivery

Sate maranggi Ceu Ai juga bisa delivery order atau pesan antar, khusus pembelian minimal tiga porsi. Selain itu juga melayani pesanan dalam jumlah banyak seperti untuk arisan dan acara keluarga lainnya. Bagi yang mau pesan bisa kontak ke 085664902216.

Berawal dari Hobi

Sambil kami menikmati sate maranggi, Riky pun menuturkan awal mula ia membuka bisnis ini. Riky sejak kecil memang hobi makan sate maranggi. Inisiatif ia membuat sendiri belajar resep dari orangtua yang pernah membuka usaha serupa.

“Kebetulan di Bengkulu penjual sate maranggi tidak banyak. Saya juga ingin memperkenalkan masakan khas Sunda. Hasilnya positif. Banyak yang suka sate maranggi,” kata Riky.(ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *