Pemanjatan Bukit Kandis
TRAVELING

Dua Wisata Bengkulu Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia

AJANG bergengsi pemilihan destinasi pariwisata nasional, Anugerah Pesona Indonesia (API), segera dibuka. Dari 18 kategori, dua destinasi wisata di Bengkulu masuk sebagai nominasi. Yakni Bukit Kandis dan Rumah Pengasingan Bung Karno.

Ini merupakan kali kedua nama Bengkulu masuk ke jajaran nominator. Tahun lalu Teh Oolong Kepahiang dan Teluk Sepang secara mengejutkan diumumkan sebagai nominator. Walau belum berhasil sebagai juara.

Bukit Kandis

Pemanjatan di jalur Palasostik
Pemanjatan di jalur Palasostik

Bukit Kandis yang berada di Kabupaten Bengkulu Tengah masuk dalam kategori Wisata Olahraga dan Petualangan Populer. Bukit yang dindingnya kerap menjadi lokasi panjat tebing harus bersaing dengan sembilan destinasi wisata lainnya.

Adapun destinasi yang masuk dalam kategori Wisata Olahraga dan Petualangan Populer Anugerah Pesona Indonesia:

  1. Bukit Kandis – Bengkulu Tengah
  2. Gunung Matantimali – Kab. Sigi
  3. Hiking Gunung Gamalama – Kota Ternate
  4. Kerinci Trail Adventure – Kab. Kerinci
  5. Mountain Bike Bukit Sulap – Kota Lubuk Linggau
  6. Paralayang Gunung Panteun – Kab. Majalengka
  7. Paralayang Modangan – Kab. Malang
  8. Rumpit Bike Park – Kab. Banjarnegara
  9. Trekking Bukit Tangkiling – Kota Palangka Raya
  10. 10 Trekking Pulau Komodo – Kab. Manggarai Barat

FYI, Bukit Kandis letaknya berada di Desa Durian Demang, Kabupaten Bengkulu Tengah. Kalau pernah melintasi jalan lintas liku sembilan Kepahiang menuju arah Kota Bengkulu, akan terlihat pemandangan sebuah bukit kecil yang bentuknya mirip singa lagi nyantai di dataran lebar.

Nama Bukit Kandis sendiri disematkan oleh warga sekitar karena dulunya banyak pohon kandis (asam) di sekitar sana. Pohon kandis ini menjadi tempat berteduh para warga yang menjadi penambang sebagai mata pencaharian.

Dulunya tempat ini dikenal sebagai kawasan penambangan batu. Buat yang pernah melihat batu-batu besar yang menjadi breakwater (pemecah ombak) di Pelabuhan Pulau Baai dan Tapak Paderi, nah itu asalnya dari Bukit Kandis.

Batu andesitnya yang dikenal sebagai batu terkokoh kedua setelah jenis granit, membuat bebatuan di sana menjadi bahan material pembangunan. Warga pun secara perseorangan melakukan penambangan untuk dijual di pinggir jalan. Tapi disisi lain, batu jenis andesit inilah yang membuat Bukit Kandis menjadi spot yang cocok untuk olahraga petualangan, Bukit Kandis.

Akses ke Bukit Kandis

Punggungan Bukit Kandis yang menjadi tempat wisata

Bukit Kandis bukan tempat yang asing lagi. Pertama kalinya ke sana sekitar tahun 2006 ikut Pendidikan Lanjutan (Diklat) Palasostik untuk materi panjang tebing dan gunung hutan. Waktu lagi zamannya tergila-gila sama dunia petualangan, bisa dibilang sering bertandang.

Ikut manjat, nonton orang manjat, kemah, ikut pelatihan vertical rescue-nya Badan SAR Nasional (Basarnas), belajar navigasi di areal hutan dan perkebunan sekitarnya.

Untuk ke sana bisa menggunakan kendaraan pribadi dan umum. Kalau pakai kendaraan pribadi, sampai di kawasan Karang Tinggi bisa mencari simpang Balai Desa Durian Demang. Dari Kota Bengkulu sekitar 25 kilometer atau setengah jam perjalanan, sebelah kiri.

Dari simpang Balai Desa, pengunjung yang mau ke sana masuk gang melintasi jalan aspal berbatu. Kalau naik motor atau mobil, dari simpang hanya sekitar 15 menit atau sekitar 2 jam berjalan kaki.

Sementara kalau naik kendaraan umum, bisa naik angkutan kota dari Terminal Nakau ke arah Karang Tinggi dengan ongkos sekitar Rp 5.000-Rp 10.000 per orang. Dilanjutkan naik ojek atau jalan kaki menuju Bukit Kandis.

Berbagai Aktivitas

Bagi penikat olahraga petualangan, ada beberapa jalur pemanjatan yang bisa dijajal. Jalur tokek PAFE, jalur kampala, jalur serawai, jalur Palasostik, jalur yang dibuat Indonesia Climber dan lain-lain. Termasuk ada jalur yang pernah dibuat mahasiswa pencinta alam dari UGM. Namun ada beberapa jalur yang sudah tidak bisa dipakai karena kondisi anchor atau pengaman yang sudah rusak.

Selain menjadi spot pemanjatan dan eks penambangan, berbagai aktivitas lainnya dilakukan di sana. Seperti beberapa tahun lalu pernah diadakan ajang nasional off road. Lalu menjadi lokasi strategis pelatihan vertical rescue dan belajar navigasi darat.

Lambat laun, Bukit Kandis tak hanya populer di kalangan peminat olahraga khusus saja. Tapi juga anak-anak muda pemburu foto dan spot keren untuk dijadikan feed di Instagram.

Warga sekitar yang bisa menangkap peluang, mendirikan pondok terpal dan kayu di atas punggungannya. Mereka menjajakan makanan. Tak sedikit diantaranya yang beralih dari menambang batu, menjadi penjaja makanan ringan atau penjaga parkir. Khususnya di hari libur.

Rumah Bung Karno

Rumah Bung Karno
Rumah Bung Karno

Sementara Rumah Bung Karno yang berada di Kelurahan Anggut Atas Kota Bengkulu harus bersaing dengan sembilan nominator lainnya dalam kategori Situs Sejarah Terpopuler.  Nominasi dalam kategori ini :

  1. Rumah Bung Karno – Kota Bengkulu
  2. Benteng Belgica – Kab. Maluku Tengah
  3. Benteng Otanaha – Kota Gorontalo
  4. Candi Singosari – Kab. Malang
  5. Gua Liangkabori – Kab. Muna
  6. Istana Kuning – Kab. Kotawaringin Barat
  7. Kawasan Kota Tua – Jakarta Utara
  8. Patung Mejan – Kab. Fakfak Bharat
  9. Pugung Raharjo – Kab. Lampung Timur
  10. Rumah Gadang Panjang – Kab. Solok Selatan

Untuk tahu sedikit tentang Rumah Bung Karno, silakan baca tulisan saya yang lainnya: Rumah Pengasingan Bung Karno

Masuknya Rumah Bung Karno dan Bukit Kandis dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia, jelas membanggakan. Dari begitu banyak destinasi wisata olahraga petualangan dan sejarah yang ada di Indonesia, nama Bengkulu bisa berjejer dengan destinasi keren lainnya.

Peluang ini menguntungkan bagi daerah, mengingat Pemerintah Provinsi Bengkulu tengah gencar menggaungkan Visit Bengkulu 2020 dan Wonderful Bengkulu. Tinggal lagi dengan dukungan masyarakat, peluang meraih penghargaan ini harus ditangkap sebagai momen mempromosikan pariwisata Bengkulu lebih luas lagi.

Bagian dalam rumah Bung Karno berisi koleksi buku dan foto
Bagian dalam rumah Bung Karno berisi koleksi buku dan foto

Sistem Vote

Agar Rumah Bung Karno dan Bukit Kandis bisa menjadi jawara dalam Ajang Anugerah Pesona Indonesia, ayo kita beramai-ramai memberikan vote. Sebab pemenangnya akan ditetapkan beradasrkan vote terbanyak. Pilih Rumah Bung Karno dan Bukit Kandis sebagai tempat wisata terpopuler di kategorinya.

Saat tulisan ini ditulis, vote belum dibuka. Nanti kalau sudah dibuka, akan diumumkan lagi ya kemana harus memberikan vote. Kapan lagi Bengkulu bisa menjadi juara dalam hal positif, khususnya pariwisata.

Seputar Anugerah Pesona Indonesia

Mengutip dari situsnya, Anugerah Pesona Indonesia merupakan ajang pariwisata terpopuler Indonesia. Ajang ini diadakan tahunan dan mendapat dukungan Kementerian Pariwisata RI.

Kegiatannya dilakukan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada obyek dan destinasi populer di Indonesia. Ajang Apresiasi pilihan masyarakat (people choice) ini secara langsung mengajak dan melibatkan peran serta seluruh elemen masyarakat daerah dari kabupaten, kota, hingga di provinsi.

Semuanya bersama-sama memberikan apresiasi, serta menjadikan pariwisata daerahnya menjadi yang terbaik dan terpopuler. Tujuannya tak lain mengangkat potensi pariwisata yang ada di perkotaan hingga pelosok daerah di Indonesia, ini akan terus dikembangkan lebih baik dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara.

Kata Plt. Gubernur

Pengunjung dari Jakarta saat berfoto di depan rumah Bung Karno
Pengunjung dari Jakarta saat berfoto di halaman depan rumah Bung Karno

Momentum Anugerah Pesona Indonesia kali ini direspon Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Ia berharap agar masyarakat dengan dorongan pemerintah jangan sampai kehilangan lagi kesempatan berharga ini. Karena Bengkulu memiliki target tahun kunjungan yaitu di 2020 nanti.

“Kita jangan sampai kehilangan momentum. Ini saatnya pemanasan menuju Visit 2020 Wonderful Bengkulu,” kata Rohidin.

Menurutnya masyarakat Bengkulu harus mengapresiasi dan bersyukur, Bengkulu kembali masuk jadi nominasi. Artinya bahwa Bengkulu memang layak dipromosikan secara nasional jika dilihat dari aspek sejarah dan kekayaan alamnya. Untuk itu mari kita jaga bersama-sama.

“Proyeksikan secara baik wisata sejarah dan alam minat khusus. Kita viralkan bersama-sama. Ini jadi tangungjawab bersama, pemerintah dan masyarakat,” kata mantan wakil Bupati Bengkulu Selatan ini.

Rohidin juga mengajak komunitas dan aktivis Media Sosial di provinsi Bengkulu untuk berperan serta menviralkan objek wisata Bengkulu, terkhusus 2 objek wisata yang masuk nominasi ini.

“Komunitas di Bengkulu banyak sekali. Melalui madia mainstream dan media sosial, tentu kita pasti akan lebih dikenal. Ayo bergerak semua! Rebut momentum ini dengan baik!” tutup Rohidin dengan penuh semangat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top