Dari Menu Barat Sampai Traditional Food

Cobain dulu steak ala barat yang sudah dimodifikasi dengan lidah orang Indonesia (atas) dengan rawon khas Jawa Timur.Foto: Komi Kendy
Cobain dulu steak ala barat yang sudah dimodifikasi dengan lidah orang Indonesia (atas) dengan rawon khas Jawa Timur.Foto: Komi Kendy

TREND kafe dan resto di Bengkulu akhir-akhir ini makin menjamur. Masing-masing punya ciri khas tersendiri. Truly Cafe & Resto termasuk mengusung kopi sebagai menu andalan. Meski begitu, masih banyak menu-menu lain yang rasanya tentu saja enak. Bukan saja ada makanan khas barat, tapi juga makanan tradisional asli Indonesia.

Di “kelas” appetizer atau makanan pembuka ada fish sandwich, vegetable creamy bruschetta, sea foo bruschetta, meat bruschetta, fish spicy spring roll, fish burger dan sea food spring roll. Lalu juga ada steak berbagai varian. Seperti ayam, ikan atau kombinasi dengan sosis.

“Steak biasanya disajikan dengan kentang. Tapi kami mengganti dengan ubi ungu yang tidak kalah sehatnya,” tutur Manager Truly Cafe & Resto, Umay.

Untuk menu kopi, paling favorit pelanggan memesan Vietnam Drip. Menariknya, jenis kopi Robusta dan Arabica yang digunakan lokal asli Kepahiang. Umay mengatakan, sebelumnya kopi didatangkan dari Surabaya. Tapi setelah mencicipi tawaran kopi petani Kepahiang, rasanya disukai pelanggan.

“Salah satu yang bikin pelanggan senang, kopi hitamnya ga bikin lambung terasa sakit. Ini juga yang bikin heran. Sejak pakai kopi dari Kepahiang, yang sekali ke sini, ya ke sini lagi. Selain itu kami juga ingin ikut andil menyejahterakan petani. Jadi pakai produk lokal,” ungkap pria berkacamata ini.

Selain kopi, yang memesan green tea, red velvet, tiramisu, taro dan cokelat  juga tak kalah banyak. Khususnya di kalangan kaum hawa. “Green tea di Trully ini pure, ditambh ice cream rasa green tea juga. Jadi rasanya bener-bener enak,” promo Umay.

Saat ini Trully menghadirkan menu baru berbasis tradisional. Seperti nasi rawon, soto ayam Jawa dan nasi ayam klio. Rasa rawon yang disajikan, sungguh enak. Walau biasanya makanan khas Jawa timur dikenal asin, namun Rawon di Trully rasanya pas. Daging yang disajikan diganti iga sapi.

“Kluweknya itu kami datangkan dari Surabaya. Karena memang rasanya lebih khas yang dari Surabaya,” ujar Umay.

Soal harga, walau makan di kelas kafe tapi nggak bikin kantong jebol. Jika dibandingkan dengan beberapa kafe dan resto ternama lainnya, harga makanan di Trully tergolong ekonomis. Misal seperti Iga Sapi, hanya Rp 35 ribu sudah plus nasi, spageti dikisaran Rp 30 ribu, steak Rp 25 ribu-Rp 30 ribu, appetizer Rp 22 ribu-Rp 30 ribu dan aneka minuman dari Rp 12 ribu-Rp 25 ribu.(ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *