Penyu Sisik yang kini berada di penangkaran yang diawasi komunitas Latun.
BENGKULU DIVE & SWIM KOTA BENGKULU LIPUTAN

Beri Support Konservasi Penyu di Bengkulu

AWAL Maret lalu saat sedang asyik snorkeling di perairan Pulau Tikus, ada pemandangan menarik di bawah laut. Untuk pertama kalinya saya melihat langsung seekor penyu tengah asyik berenang sekitar 3 meter di kedalman laut biru.

Waktu itu keinginan untuk mengikuti arah berenang penyu sangat besar. Sayangnya walau terlihat santai mengayuh kaki, penyu meluncur dengan cepat di dalam air. Jadinya ga sempat mengamati penyu jenis apakah itu.

Pertemuan dengan penyu makin membuat saya yakin bahwa spesies imut ini masih ada di Bengkulu. Walaupun kondisinya saat ini disebut-sebut berada dalam ancaman kepunahan.

Penyu di dunia ada tujuh jenis. Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu ketujuh jenis itu yakni penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu pipih (Natator depressus), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu kemp’s ridley (Lepidochelys kempi).

Tukik jenis sisik
Tukik jenis sisik

Mengutip dari situs National Geographic, dari tujuh spesies penyu itu enam diantaranya berpotensi segera punah. Penyu hijau, penyu lekang atau penyu abu-abu dan penyu tempayan atau loggerhead digolongkan sebagai terancam punah.

Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Hanya penyu pipih yang diperkirakan tidak terancam.

Bengkulu sebenarnya menjadi provinsi yang beruntung. Sebab ada lima jenis penyu teridentifikasi “mendarat” di pantai Bengkulu. Penyu hijau, penyu sisik, penyu pipih, penyu lekang dan penyu belimbing. Informasinya sangat sedikit daerah memiliki kekayaan spesies penyu hingga lima jenis.

Kenapa Penyu Terancam Punah?

Sean melihat tukik berenang di bak penampungan.
Sean melihat tukik berenang di bak penampungan.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab penyu terancam punah. Beberapa penyebabnya :

Perburuan

Ancaman kepunahan penyu akibat perburuan, jelas disebabkan oleh manusia. Walau sudah dilarang oleh pemerintah, bahkan sudah ada sanksi bagi pemburu, namun tetap saja masih ada yang melakukannya. Penyu ditangkap untuk disantap daging dan telurnya, hingga dengan alasan memiliki kandungan yang baik untuk pengobatan.

Perdagangan Cangkang

Selain menyantap daging dan telur, cangkang penyu juga banyak diperjualbelikan. Bentuknya yang menarik biasanya diolah menjadi pajangan atau perhiasan lainnya.

Kondisi Alam

Kondisi alam yang mengancam keberlangsungan hidup penyu adalah perubahan iklim. Termasuk jenis kelamin keturunan. Perubahan iklim membuat suhu lingkungan menjadi lebih hangat, sehingga menghasilkan lebih banyak penyu betina. Hal ini mengganggu rasio jenis kelamin normal dan mengurangi kesempatan reproduksi serta menurunkan keragaman genetik.

Kerusakan Habitat

Pencemaran air laut seperti sampah dan limbah membuat habitat hidup penyu menjadi rusak. Bahkan pernah terbaca di salah satu artikel, ada penyu yang sampai makan sampah plastik.

Gerakan Konservasi Penyu

Gerakan konservasi penyu di Bengkulu, sebenarnya sudah sejak lama dilakukan. Seperti yang ada di kawasan konservasi Air Hitam Desa Retak Ilir Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko. Lalu sekarang juga ada Komunitas Pencinta Alam (KPA) Konservasi Penyu Mukomuko.

Begitu halnya di Kabupaten Bengkulu Tengah. Saat ini ada Kelompok Konservasi Penyu Alun Utara yang peduli terhadap keberlangsungan hidup spesies yang keberadaannya sudah ada sejak 100 juta tahun lalu. Kelompok-kelompok konservasi ini beranggotakan masyarakat setempat.

Upaya penyelamatan penyu ini juga tengah giat digalakkan di Kota Bengkulu. Kesadaran ini juga muncul seiring dengan keinginan memajukan wisata bahari berbasis lingkungan. Tentunya dengan memperhatikan mahluk hidup yang berada di ekosistem kawasan wisata.

Ajak Beri Donasi

Pondok tempat dikuburnya telur penyu yang belum menetas.
Pondok tempat dikuburnya telur penyu yang belum menetas.

Berbagai elemen masyarakat membentuk sebuah komunitas yang bernama Lestari Alam Laut untuk Negeri (Latun). Lokasinya terpusat berada di kawasan pantai Tapak Paderi yang menjadi sekretariat keluarga selam Bengkulu.

Saat ini di sana ada puluhan telur penyu yang tengah dalam proses penetasan. Lalu ada puluhan tukik sisik, sebutan anak penyu, yang belum lama menetas dan tengah dipelihara. Penangkaran ini dikelola secara swadaya, sekaligus menjadi bahan penelitian.

Koordinator Latun Ari Anggoro mengatakan, untuk perawatan tukik serta penyelamatan telur-telur lainnya, memerlukan keterlibatan dan kepedulian masyarakat. Oleh sebab itu ia mengajak untuk ikut melakukan donasi telur penyu dan pelepasan penyu ke habitat. Donasi bisa disalurkan melalui rekening Mandiri Ari Anggoro 9000010507052.(**)

 

16 thoughts on “Beri Support Konservasi Penyu di Bengkulu

  1. Di pantai air hitam sinar laut kab. Mukomuko beberapa hari yang lalu ada di temukan penyu mati.
    Dulu disana di buat konservasi penyu. Pernah ada pelepasan tukik juga.

  2. Kondisi penyu di perairan Indonesia saat ini memang sangat memprihatinkan. Perlu sekali memang pengetahuan agar tertanam kesadatan dibenak masyarakat agar menjaga kelestarian dan kelangsungan kehidupan satwa di Indonesia. Btw nice post mas. Banyakin review soal satwa ya

    1. terima kasih sudah mampir mas… benar, sangat perlu membangkitkan kesadaran manusia untuk menjaga kelestarian alam… insya Allah memperbanyak lagi review soal satwa 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top