Belajar food fotografi bareng Kelas Kecil.

Belajar Food Fotografi Bareng Kelas Kecil Project

Sepintas memotret makanan atau food fotografi memang kelihatannya tampak mudah. Nyatanya untuk mendapatkan foto menarik, terlihat “hidup” dan menggugah selera makan, tidak bisa asal jepret. Ada teknik dan persiapan yang harus dipelajari.

Teknik dan tips food fotografi inilah yang yang dikupas habis oleh Kelas Kecil Projects dengan mengadakan workshop foto. Workshop diadakan dengan menghadirkan content creator dan fotografer profesional Andika Nugraha, pemilik brand Akadika. “Food fotografi adalah cabang di dunia fotografi yang dikhususkan untuk memotret kuliner, dengan tujuan agar makanan dan minuman terlihat lebih menarik,” kata pria yang akrab disapa Dika, di Bombaru Resto and Cafe, Rabu sore pada 24 April 2019 lalu.

Dari Dika, kami mendapatkan berbagai tips, trik hingga praktik langsung memotret makanan ala-ala fotografer profesional. Mau tahu apa saja yang kami pelajari? Yuk baca terus tulisan saya ini.

“Punya Niat Saja Tidak Cukup, Harus Ada Tindakan Nyata.” – Andika Nugraha

Apa Itu Food Fotografi

Belajar food fotografi bareng Kelas Kecil.
Suasana belajar food fotografi bareng Kelas Kecil di Bombau Cafe & Resto.

Food fotografi atau fotografi makanan adalah cabang di dunia fotografi yang dikhususkan untuk memotret kuliner, makanan dan minuman dengan tujuan lebih menarik.

Yang Harus Dipersiapkan

Mentor food fotografi Andika Nugraha (tengah), founder Kelas Kecil Arif (kanan) dan co founder Hengky (kiri).
Mentor food fotografi Andika Nugraha (tengah), founder Kelas Kecil Arif (kanan) dan co founder Hengky (kiri).

Kamera DSLR, Mirrorless atau Smartphone

Yang namanya memotret, jelas harus pakai kamera dong. Bisa pakai kamera jenis DSLR, mirorless atau pakai handphone sekalipun. Kok kamera handphone? Zaman sekarang kamera handphone ternyata dinilai sudah mumpuni untuk pengambilan foto makanan. Tinggal lagi cari kamera ponsel yang resolusinya tinggi.

Makanan dan minuman

Makanan dan minuman juga merupakan properti wajib yang ada jika kita ingin mempelajari teknik food photography. Pastikan makanan dan minuman diletakkan di wadah (piring dan gelas) yang bersih dan menarik. Lebih bagus lagi jika wadahnya unik dan sesuai tema. Maksudnya sesuai tema di sini, misal makanan tradisional bisa menggunakan wadah dari bahan tanah liat atau kerajinan tangan seperti rotan dan lain-lain.

Oia, dari Dika saya baru tahu. Ternyata ada juga fotografer yang menggunakan makanan dan minuman tidak asli alias tiruan yang bentuknya mirip dengan aslinya. Makanan dan minuman dibuat tahan lama. Misal seperti minuman berbahan es yang dibuat tiruannya supaya tidak cepat meleleh. “Mau pakai makanan asli atau tidak asli, sama saja. Kepentingannya supaya foto lebih menarik.”

Gamis atau hiasan

Gamis dalam food fotografi ini maksudnya bukan baju gamis yang kerap dipakai kaum hawa ya. Melainkan hiasan makanan utama. Gamis merupakan komponen penting yang seharusnya ada di foto. Hiasan biasanya berasal dari bahan pembuatan makan itu sendiri. Misalnya memotret cake strawberry buah krim dan susu. Benar benar komponennya. Jadi orang yang melihat fotonya, tahu apa saja bahan dan resep di makanan.

Background Khusus Pencahayaan

Suasana workshop food fotografi
Suasana workshop food fotografi.

Background harus ditata secara khusus. Beberapa hal yang harus diperhatikan :

  1. Background harus dibuat khusus dengan alas yang menyerap cahaya. Jangan yang memantulkan cahaya. Misalnya memanfaatkan bahan kertas dof. Bukan yang glossy .
  2. Menggunakan pencahayaan (artificial atau storbist). Bedanya artificial cahaya lampu flat dan tetap, matahari. Kakao strobist, cahaya yang ditembakkan dengan tenaga tertentu misal flash.
  3. Atur dengan seksama background foto. Perpaduan warna objek dan background harus diperhatikan.
  4. Kalau kita gunakan bukaan appeture besar, perhatikan fokus. Jarak minimum lensa dan objek harus paham.
  5. Tips lain, menggunakan reflektor lima warna untuk difuser. Penggunaannya agar cahaya merata.
  6. Untuk cahaya baiknya di-cut untuk background. Karena bisa menghilangkan POI ketika background lebih eye cathching.

Food stylish

Food stylish atau disebut juga penata makanan. Jadi kalau selama ini saya lebih kenal sama yang namanya hair stylish alias penata rambut atau hijab stylish, rupanya ada juga yang namanya penata makanan. Dalam dunia “master chef” food stylish ini sudah menjadi sebuah profesi bagi orang-orang yang punya kemampuan atau keterampilan khusus dalam bidang menata makanan.

Komposisi dan Angle

Pastikan memotret dengan Komposisi yang tepat. Misal top angle cocok untuk piring makanan yang lebar. Misal piring. Eye level minuman botol, close up.

Jaga Kebersihan

Menjaga kebersihan makanan dan minuman. Pastikan wadah clean supaya hasil fotonya pun bersih. Disarankan menggunakan porsi makanan yang sedikit.

Praktik Langsung

Hasil foto belajar food fotografi bareng Kelas Kecil
Hasil foto belajar food fotografi bareng Kelas Kecil

Selain memberikan teori soal food fotografi, Dika dan tim Kelas Kecil juga menjadi mentor para peserta. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing memotret cake dari Tariko Cake, kopi dan steak dari Bombaru Resto.

Saya antusias sekali. Ini pertama kalinya motret makanan dengan tata letak yang sudah diatur sedemikian rupa. Pakai flash tambahan dan strobist. Rasanya udah kayak food fotografer gitu. Padahal aslinya sih amatiran. Hehe.

Sayangnya karena waktunya singkat, jadi belum puas-puas sekali memotretnya. Ditambah lagi satu kelompok lumayan banyak. Artinya harus bergantian. Ditambah lagi karena malam, mata saya yang sudah minus dua ini agak sulit mencari fokus yang tepat. Tapi overall, tidak ada kendala sih. Saya sudah cukup oke dengan hasil foto yang saya ambil sebagai pemula.

Membuat Kelas Rutin

Foto keluarga peserta bersama kru Kelas Kecil usai project food fotografi.
Foto keluarga peserta bersama kru Kelas Kecil usai project.

Kelas Kecil sendiri sebenarnya bukan komunitas. Project ini adalah wadah yang dibangun bersama Founder Kelas Kecil Projects R. Arif Hidayat Co Founder Hengky Barun dan rekan-rekan lainnya. Tujuannya untuk membuka ruang diskusi bagi anak Bengkulu yang ingin mengasah dan mendapat pengetahuan baru.

Kelas Kecil yang diselenggarakan kali ini adalah yang kedua. Sebelumnya yang pertama diadakan pada 19 Maret bulan lalu. “Rencananya akan kita rutinkan dengan tema berbeda-beda setiap bulannya. Tak hanya fotografi, tapi juga bidang skill lainnya seperti membuat blog, video dan skill lain-lain,” ungkap Arif.

Kedepannya Arif Kami berupaya mentor untuk setiap pemateri berasal dari Bengkulu. “Sebenarnya Bengkulu ini memiliki banyak orang-orang berpotensi. Tidak ada salahnya kalau ilmunya pun dibagikan,” ujar Arif. Di akhir tahun Kelas Kecil juga memiliki mimpi untuk membuat pameran dari hasil karya setelah ikut workshop.

Btw buat yang mau cari referensi buat memotret air kayak kapas, boleh juga nih baca teknik slow speed tulisan saya Memotret dengan Teknik Silky Water . Selain itu juga ada tulisan tentang Street Fotografi.(**)

Komi Kendy

Halo, saya adalah blogger pemula yang menyukai dunia menulis, fotografi dan traveling.

1 Comment

Join the discussion and tell us your opinion.

Juli 26, 2019 - 09:19

setuju banget sama poin jaga kebersihan, biar di lensa bagus dan enak dipandang mata ya 😀

Balas

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: