Bekal

Bekal. Enam bulan terakhir setelah menikah, bisa dikatakan tepatnya lima hari dalam seminggu pagi selalu dimulai dengan membuat bekal untuk suami. Kebetulan suami tipikal yang suka masakan rumahan.
Ini adalah salah satu aktivitas luar biasa menurut diri saya sendiri yang dilakukan setelah menikah. Selagi masih single dulu, jangankan membuat bekal untuk orang lain. Untuk diri sendiri saja nggak pernah. Malah sarapan pagi juga jarang. Bangun tidur pas-pasan jelang jadwal proyeksi pagi di kantor.Membuat bekal kelihatannya memang cukup sepele. Paling lama menghabiskan waktu 1-1,5 jam. Tapi memikirkan menu apa yg akan dimasak, lumayan bikin bingung juga. Mikirnya udah dari mau tidur malemnya. Apalagi dengan kemampuan memasak yg masih pas2an.

Kadang malah abis waktu kelamaan mandangin isi kulkas apa yang nau dimasak hehe :D😆. Alhamdulillah beruntungnya suami ga rewel soal makanan. Yang penting jangan ikan, semua dilahap habis.
Terus suami juga ga pelit pujian, masakannya selalu dibilang enak walau ada hari2nya keasinan atau kurang garam. Makasih ya dang apresiasinya selalu ☺ diupayakan belajar masak terus supaya makin hari makin enak dan bervariasi.#edisinulisdiary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *