Nightscape

Nightscape

F 7.1 - Exposure Time 10 sec - ISO 200 - Focal Length 22 mm.SALAH satu genre fotografi favorit saya adalah memotret pemandangan di malam hari (nightscape). Efek cahaya pada lampu yang membentuk bintang, juga garis-garis cahaya di jalanan membuat gambar jadi lebih menarik. Nightscape pun membuktikan prinsip fotografi itu benar-benar melukis dengan cahaya.

Biarpun penggiat atau pencinta foto/ fotografer yang menulis artikel memotret malam hari beserta teknik slow speednya sudah banyak, tapi saya tetap ingin share pengalaman sendiri.

Peralatan Standar

  1. Kamera SLR atau DSLR. Bukannya mengenyampingkan  kamera handphone atau pocket, tapi pada kamera SLR/ DSLR sudah pasti ada mode bulb atau setelah shutter hingga 30 detik.
  2. Tripod. Sangat dibutuhkan untuk menopang kamera hingga tidak bergoyang setengah sentimeter pun. Selain tripod, sebenanya bisa juga sih memanfaatkan tanah, batu, tembok dan lain-lain sebagai penyangga. Tapi yakinlah, jika ingin memotret nightscape bakal nyesel kalau nggak bawa tripod.
  3. Remote Shutter/ Kabel Shutter. Aksesoris murah meriah ini sangat membantu. Jika kita hanya ingin memotret dengan membuka rana hingga 30 detik, masih bisa mengombinasikan mode manual dan self timer 2″ atau 10″ supaya kamera tidak goyang. Namun kalau ingin membuka rana hingga diatas 50 detik, sudah pasti butuh aksesoris yang satu ini.

Pengaturan Kamera

  1. Memotret nightscape, saya biasa menggunakan bukaan kecil pada diafragma. Bisa-bisa sampai f.20 keatas. Tujuannya supaya foto yang dihasilkan lebih tajam dan penuh. Sehingga objek fokus dan blur tidak terlalu ketara. Selain itu,  menggunakan diafragma kecil bisa mengurangi efek noise (bintik-bintik kasar pada foto yang kekurangan cahaya).
  2. Speed atau kecepatan, disesuaikan dengan banyak atau sedikitnya cahaya di malam hari. Semakin banyak cahaya, speednya bisa ditinggikan. Tapi umumnya jika ingin menghasilkan foto misalnya seperti garis-garis lampu motor bisa dimulai dari 1/10 ke bawah (1/8, 1/6, 1/5, 1/4, 1/0″3 dan seterusnya). Semakin rendah speed, semakin halus garis cahaya.
  3. ISO. Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhadap cahaya, artinya foto akan semakin terang. Pada saat memotret nightscape, sebaiknya cukup menggunakan ISO 100. Sebab semakin besar ISO justru akan membuat hasil gambar menjadi noise.
  4. White Balance WB. Setelan suhu warna harus tepat karena mempengaruhi warna pada foto kita. Satuan biasanya disebut kelvin. Pengaturannya bisa dilakukan dengan mode manual. Pada kamera Canon 7D, WB bisa diatur 2500-10000 kelvin tergantung kebutuhan. Semakin tinggi kelvin, biasanya warna foto akan semakin kuning. Paling gampang, kita bisa menggunakan mode otomatis dengan beberapa pilihan seperti daylight, tungsten, cloudy, shade dan lain-lain. Lebih lengkap soal WB, bisa baca disini. Jika ingin melihat perbandingan setelan WB, ini contoh gambarnya.
  5. Format RAW. Banyak yang bilang, memotret dengan format ini lebih ribet. Karena pada akhirnya mesti mengonversi dalam bentuk JPEG, GIF atau PNG setelah diolah. Pada beberapa blog dan jejaring sosial, tidak bisa mengunggah foto langsung dalam bentuk RAW. Akan tetapi format ini sangat membantu jika hasil jepretan masih banyak kekurangan di sana-sini.

 Ada beberapa karya foto yang saya hasilkan selama belajar memotret nightscape. Belum bagus-bagus amat, karena dalam belajar fotografi ada yang disebut trial and error. Alias selalu mencoba, mencoba dan mencoba lagi walaupun banyak salahnya🙂

JEMBATAN AMPERA – KOTA PALEMBANG

 

HOTEL SPLASH – KOTA BENGKULU

Dua foto ini tanpa proses editing dengan dua setelan WB berbeda seperti yang tertulis diatas.

MENJELANG MALAM DI PANTAI MALABRO – KOTA BENGKULU

MENJELANG MALAM DI PANTAI MALABRO. F.22 - Exposure 25 sec - ISO 100 - Focal Length 10 mm.KOMI KENDY

TUGU KUDA SIMPANG LIMA

F.22 - Exposure Time 50 sec - ISO 100 - Focal Length 14 mm.

SPORT CENTRE PANTAI PANJANG – KOTA BENGKULU

F 14 - Exposure Time 10 sec - ISO 100 - Focal Lenght 14 mm - Bantuan Flash pada objek tiga model.

RITUAL TABOT BERSANDING TAHUN 2012

IMG_7749

RITUAL TABOT BERSANDING 2012

F 8 - Exposure Time 1/8 - ISO 800 - Focal Lenght 18 mm.

TEATER ARENA TAMAN BUDAYA – KOTA BENGKULU

F 3.5 - Exposure Time 2.5 sec - Focal Lenght 50 mm - ISO 1600.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *