10 Kilometer Menjajal All New Honda CRF150L

 

All New Honda CRF150L akhirnya resmi diluncurkan di Bengkulu. Peluncuran yang berlangsung kemarin (9/12) ditandai dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Salah satunya Astra Motor Bengkulu memberikan kesempatan kepada jurnalis Harian Rakyat Bengkulu untuk menjajal motor trail CRF generasi ketiga ini.

KOMI KENDY, Kota Bengkulu

SEBAGAI pengendara trail pemula juga wanita, pengalaman mengendarai Honda CRF150L ini terasa menegangkan. Jangankan untuk duduk di atas jok motor trail lalu menungganginya. Melihat body-nya yang cukup tinggi dan gagah saja, rasanya sudah deg-degan. Stangnya juga cukup lebar.

Saat duduk di jok berwarna merah yang terasa cukup empuk, saya yang memiliki tinggi 163 cm terpaksa harus menjinjit. Untungnya, body motor yang warnanya didominasi merah, hitam dan putih ini cukup ramping. Jadi tidak terlalu berat menyangga saat dalam keadaan berhenti.

Sebelum menggeber CRF150L, tak lupa mengenakan pengaman lengkap. Mulai dari jaket, helm motorcross, hingga sarung tangan. Honda sebagai sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas memang mengedepankan keamanan dalam berkendara.

Motor pun distarter. Untuk kelas motor trail, suaranya terbilang halus. Tapi ketika digas full, raungannya cukup jelas terdengar. Saya pun berusaha untuk beradaptasi dengan sepeda motor yang biasa dikendarai kaum Adam ini.

 Ketika tangan sudah mulai menarik tuas kopling dan kaki kiri mengoper gigi dari netral ke gigi 1, rasa tegang masih tetap menyelimuti. Ketegangan ini perlahan reda setelah oper ke gigi 2 dan motor pun meluncur di jalanan. Tarikan gasnya spontan dan ringan, sehingga tak terlalu khawatir ketika bermanuver menyalip kendaraan lain.

Sepeda motor pabrikan Jepang ini menempuh perjalanan sepanjang 10 Kilometer (Km) dari PVJ Jalan Soeprapto hingga ke arena grasstrack Sungai Suci. Saya dan satu rekan jurnalis lainnya melintasi Kampung Bali-Kampung Kelawi-Rawamakmur-Sungai Hitam-Pasar Pedati hingga akhirnya tiba di Sungai Suci.

Suspensi Panjang

Terus terang saja. Meski melintasi jalanan aspal, tapi dengan kondisi jalan yang rusak dari Kampung Kelawi hingga Rawamakmur, jalan berlubang pun tidak terlalu ketara. Jalanan rusak pun terasa tetap “empuk” dilalui.

Hal ini dikarenakan CRF150L memang dibekali dengan suspensi Showa Long Travel Inverted Front Fork dengan diameter pipa 37mm dan panjang stroke 225mm membuatnya mudah diajak bermanuver.

Suspensi belakang telah dilengkapi sistem Pro-link untuk memberikan jarak main (travel axle) 210mm. Hal inilah yang membuat penggunaan suspensi dan jok motor cukup membantu selama berkeliling di dalam lintasan bergelombang.

Sementara di bagian kakinya telah mengusung velg alumunium berukuran 21 inci di bagian depan dan 18 inci di belakang yang dibalut ban tahu. Jadi saat melewati jalan tanah dan gundukan di Sungai Suci, tidak terlalu khawatir ban akan terpeleset.

Untuk sistem pengereman, Honda CRF150L menggunakan wavy disc brake melalui rem cakram depan wavy berukuran 240 mm dan belakang 220 mm. Pakem ketika melewati jalan turunan berbatu.

Usai berkendara selama sekitar 15 menit, rasanya sebagai pengguna pemula tidak terlalu menyulitkan mengendarai motor ini. Bahkan menurut rekan saya lainnya, Herodes, yang menjajal motor ini di arena grasstrack jalan bertanah dan tanjakan di Sungai Suci, manuvernya lincah dan enteng.

“Suspensi depan upside down. Belakang bisa disetel lima tingkatan. Bantulan velg depan belakang alumunium membuat motor ini lincah dan enteng,” ungkap Herodes.

Lebih Bertenaga

Dari segi tenaga, CRF150L dengan mesin 150cc SOHC air cooled PGM-FI terasa cukup nyaman ketika bermanuver. Sesuai fungsinya mesin terasa cukup membantu untuk melintas di tanjakan.

Secara keseluruhan, mengendarai CRF150L memberikan sensasi petualangan menyenangkan di jalan raya. Modelnya sangat tepat bagi pengendara yang memiliki semangat tinggi mengambil tanangan dan berjiwa bebas. Style body motorcross membuat pengedara pemula bisa merasakan sensasi menjadi seorang crosser dengan mengendarai motornya saja.

Region Head Astra Motor Bengkulu Budi Yanto  mengatakan, CRF150L OTR dijual seharga Rp33,2 juta untuk pembeli di Bengkulu. “Motor ini bisa dibeli di seluruh dealer Honda yang ada di Bengkulu. Spare part dan servisnya pun mudah. Bisa dilakukan di bengkel-bengkel resmi Honda,” ungkap Budi.

Ia menambahkan, CRF150L merupakan merek populer yang telah terbukti secara mendunia mampu menghadirkan petualangan yang menyenangka bagi pencinta motor. Body CRF150L yang berwarna merah ini didesain dengan terinspirasi saudara tuanya yang telah lebih dulu hadir, yakni CRF1000L Africa Twin dan CRF250 Rally.

Dari segi penjualan, Honda CRF150L juga melebih ekpektasi. “Meski ditargetkan per bulan mampu terjual 20 unit, namun sejak peluncurannya awal November lalu di Jakarta,sampai saat ini sudah 30 unit terjual,” imbuh Manager Marketing Astra Honda Motor Kresna Murti dan Kepala Bagian Honda Customer Care Centre (HC3) Liem Hok Lay.(**)

20 Komentar Tambahkan milikmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *